
Nathan tak pernah menyangka Kalo Tuan Albian papah Lian Karna Lian tak bercerita kalo papahnya akan datang . Dan juga hadir dalam perjamuan para pengusaha.
*******
Mata Papah Bian terbelalak melihat ada wanita tidur disebelahnya . Yang tak lain istrinya sendiri
" Sayang kapan datang " kata papah Bian
" Baru saja sayang, apa suami ku ini masih marah marah Sejak kapan suka marah marah begitu Dan lagi pula apa masalahnya bisa selesai bila ditangani dengan marah " kata bunda Aira
Yang lalu mengecup bibir papah Bian.
Papah Bian langsung memeluk istrinya itu Dan membenam kan kepalanya pada dada bunda Aira. Yang menjadi tempat favoritnya. Setelah puas berolahraga pagi kedua nya pun bicara dari hati kehati tentang putri mereka.
" Aku percaya bi, putri kita tak serendah itu.
Aku mengenalnya dengan baik dan juga karakter nya pasti ada alasan untuk nya melakukan hal itu. bi " kata bunda Aira.
" Tapi tidak harus dengan tidur bersama juga kan " kata papah Bian.
" Aku yakin pria itu sudah memperdaya putrimu " kata papah Bian lagi
" No bi....jangan berprasangka buruk di mataku calon menantumu cukup baik. Dan dia juga sopan .Jangan berlebih menilainya " kata bunda Aira
" Kenapa kau membela pria brengsek seperti itu . Jelas jelas dia pria kurang ajar bahkan brani pada ku " kata papah Bian tak terima
" Hei.....jangan marah seperti itu sayang. Bukannya seorang Albian juga akan seperti itu bila cemburu ..Mana pernah kau terima bila aku jalan dengan pria lain" kata bunda Aira protes.
" Aish... kenapa kau mengungkit masa lalu Kan aku tak seperti dia" kata papah Bian tak mau kalah.
" Kalian kaum pria sama saja..Kalo sudah merasa hak milik sangat egois terlalu mengatur dan juga suka cemburu yang berlebihan " kata bunda sambil menggambar abstrak di dada suaminya.
" Aku akan bawa Lian kerumah sakit , awas saja kalo sampai putriku ......"
" kalo pun dia melakukannya pastinya dia kan bertangung jawab kan bi ...." potong bunda Aira
__ADS_1
" Dan lagi aku yakin putrimu itu bukan gadis murahan Seperti yang kau katakan . Dia cukup sulit untuk ditaklukan sepeti bundanya " kata bunda Aira sambil memainkan alisnya.
" Ya kalo begitu buktikan saja nanti " kata papah Bian
" Ya lakukan lah , terserah hubbi " kata bunda Aira yang lalu beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri.
********
Siang ini Lian pun cek up kesehatan . Papah Bian sendiri yang mengantarnya bersama bunda Aira. kerumah sakit .
" Sudah sayang sini sama bunda " kata bunda Aira ketika Lian keluar dari ruangan dokter. Untuk tes keperawanan yang dilakukannya.
" Bi masuklah " kata bunda Aira yang yakin putrinya tak cacat sedikit pun . Karna walau pun sang suami melakukan tes keperawanan ia yakin Lian masih asli dan murni. Karna ia tahu putrinya itu tak pernah curhat masalah hal kepribadiannya .
Papah Bian pun masuk keruangan dokter dengan harap harap cemas..Takut sesuatu yang ia takut kan menimpa putrinya Karna apa yang terjadi semua di luar pengawasannya.
" Silakan duduk tuan Bian ini hasil laporannya. Putri anda masih utuh dan baik baik saja " kata dokter spesialis itu tersenyum
Deg......
" Hahaha....... tuan Bian ini sangat lucu Bagaimana bisa tuan tak percaya dengan putri kandung anda sendiri. Miss Aira benar anda terlalu posesif dan terlalu takut tentang kebebasan Tapi sejatinya .seorang anak tak akan melakukan hal yang merugikan nya Selama ia berpegangan dengan prinsip pola asuh orang tuanya. Putri ada anak yang pintar dan patuh. Hal biasa di menentang pendapat anda tuan Tapi untuk norma agama saya yakin dia masih tahu batasan " jelas dokter Serra sahabat istrinya itu..
Bian menarik nafas dalam .Merasa bersyukur tidak terjadi apa apa dengan putrinya. " Baik dok trimakasih " kata Papah Bian lega. Dengan rasa bersalah . Karna sempat membentak dan memarahi putrinya itu dengan kasar. Yang membuat Lian menjadi takut padanya.
Diluar ruangan Lian memeluk bundanya dengan mata berkaca kaca. Karna ia takut sang bunda juga akan marah padanya.
" Sudah sayang jangan menangis bunda disini untuk Lian " Kata bunda Aira mengusap punggung Lian dengan lembut. ia tahu persis pasti putrinya itu sangat sedih.
" Tapi papah ....."
" Shut....... tak usah memikirkan perkataan papah. Maaf kan papah mu dia hanya emosi dan kaget karna takut Lian kenapa napa Dan juga belum siap bila Lian sudah mempunyai tambatan hati ." kata bunda Aira yang mengurai pelukannya. Lalu menangkup wajah Lian dan mencium kening putri bungsunya itu.
" Trimakasih bun , trimakasih sudah percaya dengan Lian " kata Lian terisak.
" Shut sudah...... bunda percaya pada Lian sampai kapan pun . Karna Lian putri bunda Bunda yang melahir kan Lian . Dan bunda juga tahu apa yang terjadi pada Lian " kata bunda Aira menghapus. air mata Lian
__ADS_1
Tak lama papah Bian pun keluar dari ruangan dokter Yang ditemani dokter Serra Yang melambaikan tangannya pada bunda Aira lalu mengangguk..Yang dibalas bunda Aira dengan senyuman .
" Trimakasih dokter " kata bunda Aira.
" Sama sama aku tinggal dulu " kata dokter Serra lalu pergi menuju lorong rumah sakit .Sedangkan papah Bian menghampiri istri nya dan putrinya..
" Bagaimana?" tanya bunda Aira menatap lekat papah Bian ..Yang membuat Lian makin mengencangkan pelukannya pada bundanya
" Kau benar " kata Bian lirih lalu menatap putrinya yang tertunduk.
" Lian........" panggil papah Bian.
" Iya pah " kata Lian
" Sini peluk papah " kata papah Bian.
Yang membuat Lian terkejut Lalu menatap wajah bundanya Lalu bunda Aira mengangguk kan kepalanya .Lian yang mendapat kode pun berdiri Dan langsung memeluk sang papah.
" Maaf kan Lian pah " kata Lian yang terisak dalam dekapan sang papah .Karna pria tampan paruh baya itu lah Cinta pertama Lian yang sangat ia banggakan dalam sepanjang hidupnya.
" Papah lah yang harus minta maaf pada Lian . Yang tak percaya sama putri cantik papah ini " kata Bian yang menciumi pucuk rambut Lian berkali kali Dan memeluk putri bungsunya itu Dengan rasa sayang dan bangga. Yang membuat bunda Aira meneteskan Air matanya karna terharu..Lalu cepat menghapus nya .Karna tak ingin terlihat sedih. Lalu ikut memeluk putrinya itu. Dan akhirnya papah Bian pun memeluk dua wanita yang ia cintai dan ia sayangi dengan senyum bahagia. Lama ketiga nya berpelukan sampai akhirnya . ...
" Ya ampun kok masih seperti teletubbies . Kok kak Yan tak di ajak pelukan juga " kata Rayyan yamg mendadak muncul.
" Kak sini kita berpelukan " kata bunda yang membuat mereka tertawa bersama Dan berpelukan layaknya keluarga yang bahagia.
" Kak yan ngak kerja " kata Papah Bian mengurai pelukannya ..
" Lagi kosong pah , kebetulan nanti yan akan ada meeting .Jadi yan mampir sini karna tadi bunda bilang kalian disini " kata Rayyan .
" Kita sudah mau pulang kok kak " kata Lian tersenyum walau matanya masih terlihat sembab.
" Ayo pulang atau kita jalan jalan dulu sebelum makan siang " kata Rayyan
" Ide yang bagus ayo " kata bunda Aira..Karna jarang jarang mereka bisa berkumpul bersama .Seperti saat ini.
__ADS_1
Karna kebersamaan itu terputus jarak dan kesibukan yang terjadi diantara mereka.