Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 52 Keciduk.


__ADS_3

Keduanya pun kembali kekantor . Nathan membawa mobil sendiri. Tak ada pembicaraan diantara keduanya. Nathan fokus dengan jalan sedangkan Lian sibuk membalas chat Ayse . Yang menanyakan keberadaannya. Tak terasa satu jam perjalanan keduanya pun sampai di diparkiran kantor


" Turun lah aku aku akan memarkir mobil mungkin satpamnya lagi kebelakang " kata Nathan


" Ya pa " kata Lian bergegas turun.Karna sopir Nathan masih cuti. Dan para satpam bergantian jaga


***


Nathan dan Lian pun sudah dimeja kerja masing masing. Kembali beraktivitas seperti biasa. Karna memang banyak perkerjaan yang harus cepat mereka selesaikan.


Dion yang melihat Lian sangat sibuk mendekatinya .Karna pekerjaannya sudah selesai.


" Em...... kok masih betah, apa belum selesai juga " kata Dion yang menarik kursi didepan Lian


" Tadi sempat tertunda kak, ini baru Lian selesaikan " kata Lian.


" Apa kak Dion sudah selesai ? oh ya yang cabang San fransisco sudah Lian kirim filenya ke kak Dion " kata Nathan.


" Santai....sudah aku terima kerja mu bagus " kata Dion memuji.


" Kak Dion bisa saja. " kata Lian .


" Nanti malam sibuk ngak, kan malam minggu lama kita ngak ngumpul ajak Emma dan Grace ikut , kita ke cafe yang dulu bagaimana? " kata Dion .


" Hah ......apa tunangan kak Dion ngak marah . Kenapa ngak diajak sekalian.biar Lian bisa kenalan. Pasti tunangan kak Dion cantik dan seksi kan " kata Lian seraya menatap Dion


" Yah begitu lah, tapi sayang nya dia lagi keluar kota bersama bosnya " kata Dion lesu mengingat tunangannya juga seorang sekertaris' diperusahaan lain.


" Pantas saja kak Dion ngajak kita hang out rupanya lagi kesepian nih " ledek Lian..


Yang membuat Dion hanya tersenyum dan mengaruk kepalanya yang tak gatal. Karna benar yang dikata kan Lian Bahwa ia kesepian beberapa minggu ini Karna kekasihnya keluar kota.


Sedangkan dari ruangan Nathan . Nathan sibuk dengan pekerjaannya yang harus ia selesaikan Karna besok pagi ia akan ada pertemuan antar cabang .Dan juga akan ada tamu dari kota kota Lain yang akan dihadirinya bersama dewan direksi.


***


Lian sudah merapikan mejanya. karna sudah waktunya untuk pulang. Karna tadi ia sudah berjanji dengan Dion dan juga akan mengajak ketiga temannya.


Lian hendak beranjak dari kursinya. Ketika Nathan juga ingin pulang.


" Kau mau pulang ?" tanya Nathan .

__ADS_1


" Iyalah pa masa tidur di kantor. Rugi kan malam minggu kita mau hang out " kata Lian senang.


" Dengan siapa ?" tanya Nathan menatap Lian yang berjalan disampingnya.


" Ada deh kok bapa kepo sih pengen tahu aja " kata Lian .


" Ck......apa ngak boleh nanya " kata Nathan melirik Lian .Sambil keduanya memasuki lift untuk turun


" Boleh tapi ngak banyak " kata Lian santai sambil berdiri tenang. karna hanya ia dan bosnya yang berada di dalam Lift.


Keduanya pun terdiam. lift pun berjalan turun kelantai dasar . Namun ketika Lian bergeser mundur karna takut ada yang masuk . Sepatunya menyenggol sepatu Nathan yang membuatnya limbung dan hampir jatuh .


Hap........


Tangan kekar Nathan menangkap tubuh Lian yang membuat wajah keduanya saling berdekatan Dan manik mata mereka saling bertemu sedang kan tubuh Lian dalam pelukan Nathan . Bersamaan dengan pintu lift yang terbuka.


Ting............


Ehem........Ehem.........suara batuk seseorang membuat kedua nya sadar . Yang membuat Lian kaget karna keduanya jadi tontonan orang banyak . Namun semuanya lalu masuk lift tampa suara.Bagaimana tidak ngak mungkin mereka membicarakan big bos yang terkenal galak itu.


" Wah rupanya asyik ya berduaan sama bos di lift " bisik Emma yang ikut masuk bersama Grace yang juga hendak pulang


" Tapi lumayan buat pedekate kan lama lama masuk dalam perangkap juga tuh si bos ganteng " bisik Grace ikutan


Lian tak menjawab karna Nathan memperhatikan interaksi ketiganya yang berbisik bisik. Yang membuat semua mata juga ikut memperhatikan mereka.


Ting...........


Pintu lift pun terbuka yang membuat Lian lega . Lalu keluar bersama Emma dan Grace mencari taxi untuk pulang ke apartemen. Karna Lian bersama teman temannya. Nathan pun lalu langsung menuju mobilnya. Karna tak nyaman baginya mendekati Lian bersama teman temannya.


Tak lama menunggu ketiga gadis itu pun naik taxi umum yang menghampiri. Lalu ketiganya pun masuk. Sedangkan Nathan hanya diam di mobilnya Memperhatikan ketiga gadis itu Yang hilang dibawa taxi yang pergi menjauh.


" Huh...... " Nathan membuang nafas kasarnya .Lalu menghidupkan mesin mobil nya lalu meninggalkan area perkantoran .


**** **


Setelah sholat isya Lian dan Ayse sudah siap dengan penampilan terbaik mereka.Sambil menunggu Emma dan Grace yang belum.muncul


" Lama amat tuh berdua pasti lagi dandan " kata Ayse yang gelisah sambil melihat kearah jam dinding.


" Sabar lagian kita dijemput kak Dion kok, paling juga masih di jalan " kata Lian.

__ADS_1


" Ya tapi tuh anak jam segini masih sibuk berhias .Takut ngak keburu pas Kak Dion datang " kaya Ayse.


" Yah ngak sabar amat kita sudah selesai beb, cuma tadi masih kurang cantik jadi perlu diperbaiki " kata Emma yang nongol tiba tiba .


" Sudah cantik dan seksi ngak usah dandan juga sudah banyak yang lirik , kalian aja yang pilih pilih " kata Lian.


" Itu jelas Li, cari yang mapan dan berkelas kalo cuma yang biasa biasa sih gampang kita nyarinya yang luar biasa " sahut Grace yang juga sudah ikut bergabung.


" Hadeh........ alamat ambyar nih acara kalo cari gebetan kan kita mau kongkow aja ngapain repot " kata Ayse


" Sekalian beb, siapa tahu dapat " kata Emma tersenyum.


" Sudah yuk turun biar kak Dion ngak perlu telp kita "Kata Lian yang lalu berjalan duluan menuju pintu keluar dan di ikuti Ayse.


Emma dan Grace pun menyusul keduanya. Yang turun ke bawah menuju halaman parkiran dan menunggu di pinggir jalan .


Tak lama mereka menunggu sebuah mobil berwarna silver menghampiri keempat gadis itu .Yang terlihat keren dan cantik cantik . Membuat beberapa mata menuju kearah mereka.


Tin.....tin......


" Ayo masuk " kata Dion yang menurun kaca jendela mobil.


" Siap kak " kata keempatnya bersamaan.


" Lian kamu didepan sana " kata Emma yang membuka pintu tengah dan langsung duduk di ikuti Grace dan Ayse


" Sudah semua ngak ada yang ketinggalan " kata Dion tersenyum


" Ya kak berangkat "seloroh Grace tersenyum. Begitu juga Emma dan Ayse.


Lalu Dion kembali menjalankan mobilnya yang berbaur dengan raja jalanan lain menuju tempat nongkrong . Tampa mereka tahu ada yang mengikuti dari arah belakang yang berjarak 3 meter.


" Wah bersenang senang lagi kita nih , lagi dapat bonus gaji ya kak " kata Grace bertanya.


" Yoi..... kan lumayan bagi buat traktir kalian berempat " kata Dion.


" Kak Dion baik deh .... ya pastinya beruntung tunangan kakak bisa dapat Kak Dion " kata Ayse


" Iya........itu jelas " jawab Lian yang melihat kaca spion dan melihat mobil yang ia kenal mengikuti mereka


" Kok dia........????

__ADS_1


__ADS_2