
" Gee....kenapa Katrina bisa ikut dengan mu kesini ?" kata Nathan
" Nona ........
" Aku sendiri yang ingin ikut " kata katrin yang memotong perkataan Gee.
" Yang sudah mana makanannya aku lapar " kata Nathan .
" Oh iya tuan ini, nyonya juga membawakan ini buat tuan " kata Gee yang memberikan roti panggang hangat.
" Ada apa sebenarnya " kata Katrina menatap Nathan . Yang duduk ditempat tidur sambil memangku makanan.
" Tanya kan Dion saja , Yon nih bagian mu" kata Nathan yang malas bercerita. Sambil melirik Gee dan Katrina. Lalu memberikan separo sarapannya untuk Dion.
Lalu Dion mempersilakan Katrina untuk duduk ..Sedangkan Gee menunggu di depan kamar rawat sambil merokok .Dion lalu menceritakan semuanya pada katrina . Tampa ada yang tertinggal..Membuat Katrina tergelak. Sambil melihat Nathan.
" Itu luar biasa kan Nat , akan lebih ngeri lagi bila kau tak cepat cepat menikah aku yakin mereka mengincar dirimu . Apakah kau masih perjaka ?? .Kata Katrina tertawa
" Apa kau kira ini lelucon kat, Cih .....
tak sudi " kata Nathan berdecak kesal.
" Hahaha.......bagaimana dengan Ana.
Apa kalian sudah melakukanya " tanya katrina yang membuat Nathan menatap Katrin tajam.
" Katrin tutup mulut mu ..........." kata Nathan .
" Hahahaha.....katrina makin tergelak .
Sedang kan Dion bingung mendengar kearah mana pembicaraan kedua bosnya yang membawa bawa Lian. karna Ia slama ini Dion tak tahu apa apa.
" Kenapa Ana juga dibawa bawa ?" tanya Dion mengernyitkan dahinya . Lalu menatap Nathan meminta penjelasan.
" Jangan kau dengar Yon , dia ngawur....? " kata Nathan.
" Ck........cepat atau lambat semua orang akan tahu Nat , Nathan dan Ana sudah menikah Yon " kata Katrina sambil terkekeh melihat reaksi lucu sepupunya
"Hah ............nona serius " kata Dion terkejut .
Sedang Nathan cuek . Sambil memakan sarapannya . Karna Ia tak mau membahas tentang penikahan kontrak itu.
" Apa bos mu merahasiakannya dari mu , tanyakan saja apa dia masih perjaka " ledek Katrina. Sambil tersenyum melirik Nathan yang tak bersuara.
" Bos...........apa saya melewati kan hal penting " kata Dion meminta jawaban pasti Nathan selaku atasannya.
" Dia bahkan sudah tidur bersama yon, makanya Ana sampai sakit melewati malam percintaan mereka . Apa kau memaksanya Nat ." kata katrina yang masih mengoda Nathan.
Nathan hanya diam " ku harap kau menutup mulut mu rapat rapat yon . Untuk masalah Ana. Ok aku akui aku sudah menikah diam diam dengannya " kata Nathan
__ADS_1
" Tepatnya pernikahan........."
" Katrin........" kata Nathan yang memotong perkataan Katrina hingga menggantung.
Dion melongo karna tak percaya . Lalu ia menarik nafas " Itu berita bahagia bos saya turut bahagia mendengarnya " kata Dion. sambil memakan sarapannya.
Katrina tersenyum Dan Nathan cukup lega karna Dion menanggapinya biasa. Karna Dion tahu Sejak dekat dengan Ana Nathan banyak berubah.
" Kau tak perlu menanyakannya pada Ana Yon. Tanya kan saja padaku " kata Nathan .karna takut Dion mencari tahu banyak pada Lian.
" Ok...... ngak masalah. Aku mengerti. " kata Dion yang tak mau mengurusi kehidupan pribadi sang bos . Karna Nathan memang cukup tertutup selama ini.
Lalu ketiganya pun mengobrol dengan santai. Mengenai Clara dan juga hubungannya dengan Brian.
Sedangkan di kantor Lian berada di meja kerjanya seorang diri. Duduk termenung karna Nathan dan Dion belum datang Yang membuatnya bertanya tanya kemana dua atasannya tersebut. Namun Lian tetap mengerjakan tugasnya.
" Apa mereka masuk siang ya,?" bathin Lian yang merasa kesepian. Lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Emma.
**********
Setelah jam makan siang Lian pun kembali kemeja kerjanya. Dan benar saja dugaannya . Dion dan Nathan baru saja datang.
" Hai.....cantik " sapa Dion sambil mengedipkan matanya. Yang membuat Lian heran melihat tingkah Dion.
" Ana berikan laporannya " kata Nathan yang melewati keduanya begitu saja . ke ruangannya.
" Kau lebih tahu dia kenapa ,kenapa bertanya dengan ku. " jawab Dion.Yang lalu berjalan masuk ruangannya.
" Hah....." kata Lian heran
Lalu mengantar kan jadwal dan laporan hariannya. Dan mengetuk pintu ruangan bosnya.
" Masuk lah " kata Nathan seraya melihat Lian yang menutup pintu kembali.Dan berjalan kemejanya.
Entah mengapa ia sangat merindukan sosok sekertarisnya itu. " duduk lah " kata Nathan .
Lian pun lalu duduk .Dan Nathan lalu memeriksa berkas laporan Lian.
" Kenapa imi ada yang salah Apa kau berkerja sambil melamun " kata Nathan.
" Hah .......ngak mungkin pa saya sudah mengeceknya 3x " kata Lian yang beranjak dari kursinya dan memutar meja menghampiri Nathan.
" Yang mana pa " kata Lian yang lalu melihat berkas sambil berjongkok disamping Nathan. Nathan langsung memeluk Lian dan mendudukkan nya dipangkuan nya . Yang membuat Lian kaget.
" Pa ..... " kata Lian . mencoba berontak dan menatap Nathan .
Namun Nathan lansung mencium bibir Lian. dan menahan tengkuk Lian. Karna sangat merindukan gadis itu. Yang membuatnya menjadi lebih agresif. Lian mencoba berontak Namun dua tangan kokoh Nathan sudah memeluknya erat .
Mpt......mpt......
__ADS_1
Nathan melahap bibir itu dengan rakus namun ia melakukannya dengan pelan ..Yang membuat Lian tak bisa menghindar lagi.
Ciumi itu semakin dalam , Lian merasakan gelayar aneh yang membuat dirinya menikmati nya begitu saja. Dan tampa sadar ia membalas nya. Yang membuat Nathan semakin bernafsu. dan memutar tubuh lian menghadapnya. hingga dengan mudah ia bebas mencium Lian
Lama keduanya berciuman sampai Lian sadar ketika Nathan mulai mengecap lehernya .
" Pa........ Kata Lian yang menatap Nathan.
" Kenapa......?" kita sudah menikah . dan aku akan mengurusnya keabsahan nanti .." kata Lian yang gugup karna posisinya wajah Nathan berada didepan dadanya.
" Tapi..." kata Lian yang hendak turun. karna dia malu sudah melewati batas.
" Biarkan begini aku merindukanmu " kata Nathan yang memeluk Lian lebih erat. dan menaruh wajahnya dada Lian.
Lian hanya terdiam mematung mencium bau wangi mint dari rambut Nathan Yang membuatnya bingung. Ada apa dengan dirinya. Antara rasa iba, cinta dan gengsi semua bercampur aduk. Yang Lian tahu ada perasaan apa dan bagaimana. Semua berkecamuk di dalam dadanya. Lalu menaruh wajahnya di atas kepala Nathan.
Lama kedua nya dalam posisi seperti itu. Dan Nathan membiarkannya . Tanpa sekalipun mengurai pelukannya. Karna hanya itu yang Nathan bisa lakukan.
" Pa ini sudah sore , aku harus pulang " kata Lian yang sadar tak mau berlarut larut. Takut ia hilap . Lalu ingin turun dari pangkuan Nathan .
" Kenapa ?" tapi belum malam . aku bisa mengantarmu pulang " kata Nathan. Menatap lekat wajah Lian yang diatasnya.
" Aku.........ingin tidur di apartemen ku saja " kata Lian tergagap. karna gugup.
" Apa aku boleh menginap disana " kata Nathan tampa mengalihkan perhatian pada Lian yang membuat Lian semakin gugup.
" Tidak..... karna ada teman temanku " kata Lian memberi alasan. Namun tatapan Nathan tak berkedip sedikitpun pada Lian.
" Bagaimana kalau kita pulang ke rumah grand pa " kata Nathan
" Tidak........aku....
" Em........em........ " sebuah deheman membuat keduanya menoleh kearah pintu. Yang membuat wajah Lian berubah seketika karna malu tertangkap basah Dion.
" Tak masalah lanjutkan saja. aku hanya mau menanyakan bos, apa kita cancel meeting nya " kata Dion .
" Ya besok pagi saja " kata Nathan yang tak sedikitpun melepaskan pelukannya.
" Ok....slamat bersenang senang " kata Dion lalu menutup pintu kembali..
" Pa......"
" Dion sudah tahu kita sudah menikah " kata Nathan
" Hah....." kata Lian kaget..dan bingung
.
****** Nah lho kira kira jadian ngak ya ?
__ADS_1