
Lian sampai di apartemen nya Ayse dan Emma mau keluar .
" Hei kalian mau kemana " kata Lian
" Ayo ikut Li cepat ganti baju sana " Kata Emma
" Hah.... emang mau kemana ?" kata Lian bingung .Karna ia disuruh ikut
" Mau ngikuti si Grace " Kata Ayse.
" Yah...... ngapain diikuti kan sudah besar " kata Lian.
" Sudah cepat sana mau ikut ngak tuh dia sudah turun " kata Emma .Yang menunjuk Grace Yang berjalan tergesa gesa turun kebawah.
" Ya sudah ngak usah ganti ayo " kata Lian yang melihat gelagat aneh pada Grace yang berjalan buru buru.
Ketiganya pun turun kebawah . Mengikuti Grace yang menghampiri sebuah mobil Dan lalu masuk kedalam mobil . Dan setelah Grace masuk Mobil itu pun pergi .
" Ayo itu taxi " kata Emma yang berlari menyetop Taxi dan langsung masuk di kursi depan. Begitu juga Lian dan Ayse ..
" Pa tolong ikuti mobil biru itu pa " kata Emma . Menunjuk mobil yang tadi di masuki Grace.
" Dia mau kemana sih ?" kata Ayse .
" Itu yang kita cari tahu " kata Emma .
" Sebenarnya ada apa sih Em,,?" tanya Lian yang memang tak tahu apa apa.
" Aku curiga Li, dia punya masalah tadi dia nangis dikamar " kata Emma dan ku dengar sempat ribut ketika seseorang menelponnya.
":Sama siapa ?" kata Ayse.
" Itulah sekarang kita cari tahu, kalo aku tahu mana mungkin aku ngajak kalian berdua " kata Emma.
Mobil yang ditumpangi Emma berhenti disebuah gedung apartemen mewah . Yang semua orang tahu. Hanya orang tajir yang bisa menempatinya.
" Stop pa kami turun di sini " kata Emma yang lalu membayar tarif argo. Lalu ketiganya pun turun dan mengikuti Grace yang naik keatas.
" Dia mau kemana sih " kata Ayse.
" Shut .....sudah jangan berisik kita ikuti saja " kata Lian . Yang lalu mengikuti Grace ke lantai 9 apartemen itu dan lalu berhenti didepan sebuah pintu.
Ketiganya berbalik. ketika Grace tengok kiri kanan Dan lalu masuk menghilang di balik pintu.
" Ayo ...." kata Lian yang lalu menuju pintu. yang di masuki Grace. Dan berdiri sejenak melihat sandi pintu yang terkunci otomatis.
" Gimana ini dia masuk kesini kan tadi " kata Ayse
" Emang ini apartemen siapa ?" kata Lian.
__ADS_1
" Mana Aku tahu. " kata Enma membuang nafas kasar Memikirkan sesuatu.
" Gimana apa perlu kita dobrak " kata Ayse.
Tuing.........
Emma langsung mendorong kepala Ayse.Yang membuat Ayse melotot. Lian yang melihat keduanya hanya terkekeh.
" Lagian ngak mikir ini besi Ay bukan pintu kayu di rumah lho . Apartemen mahal beb " dumel Emma.
" Ya .... siapa tahu aja bisa di dobrak " kata Ayse .
" Shut ngak usah ribut " kata Lian yang lalu mengambil jam tangannya di dalam tas . Karna ada pelacak sidik jari yang di buat kan sahabat bundanya yang seorang hecker .
Lian pun lalu menyinarinya no sandi pintu dan terlihat jelas bekas tangan Grace .
Lalu Lian memencet no sandinya
Ting .......pintu terbuka
Ketiganya pun masuk dengan mengendap pelan setelah . pintu tertutup.
Sedangkan di kamar Grace menangis setelah mendapat jambakan di rambutnya.
" Kau pikir aku bodoh kau ingin memanfaatkan ku dengan bayi itu hah......
Aku sudah bilang gugurkan. Aku tak perduli berapa pun bayarannya. .
" Tidak aku tidak mau, aku ingin bayi itu lenyap " kata Pria itu.
" Tapi tuan " kata Grace.
" Tak ada tapi tapian ....ini uang dan pergi dari sini jangan pernah menemui ku lagi " kata pria itu melempar uang ke wajah Grace yang berserakan dilantai. Aku menyesal tidur dengan mu kalo tau akhirnya begini " kata nya geram.
" Kau yang merayuku tuan, dan kau bilang akan bertangung jawab bila terjadi sesuatu " isak Grace menangis .
" Sekarang pergi jangan pernah muncul Dihadapan ku " bentaknya keras
" Dan ini cek terserah kau tulis berapa pun aku tak perduli " katanya lagi membentak Grace .
" Aku tak butuh uang mu tuan . Aku hanya kau ingin menikahi ku dihadapan orang tuaku saja setelah bayi ini lahir terserah kau bisa pergi " kata Grace.
" Kau....... heh......aku tak sudi apalagi menikahi mu . Cepat pergi dan jangan kembali dan bawa ini " kata pria itu mengusir Grace.
" Tuan .......
" Apalagi .....hah...." bentak pria itu yang ingin menampar Grace . Tapi sebuah tangan menahannya .
" Kau........." kata Pria itu kaget. Melihat Lian yang menahan tangan pria itu. Begitu juga Grace yang ketiga temannya yang muncul tiba tiba.
__ADS_1
" Kau keterlaluan tuan Lukas...beraninya kau menyuruhnya mengugurkan janin setelah menidurinya. Ish .....ish...... pria bajingan sepertimu tak pantas dihormati " kata Lian.
" Grace ayo pergi " kata Lian yang menarik tangan Grace yang hendak keluar dari kamar.
" Tunggu. .... apa kau membawa mereka " kata Lukas menatap Grace. tajam.
" Maaf tuan kalo kami tidak sopan masuk kamar anda. Grace tak membawa kami tapi kami membobol sandi kamar tuan " kata Ayse sinis
" Ayo pergi " kata Emma yang mengandeng Grace.
":Ana tunggu " kata Lukas
" Apa .............." kata Lian berbalik .
" Bisa kita bicara berdua saja " kata Lukas pada Lian .
" Maaf aku sibuk, ayo pulang " Lian langsung menarik tangan Grace.
Mereka pun keluar dari apartemen lukas dari mencari taxi. Karna taxi tak ada yang kosong Lian pun lalu menelpon sopir sang kakak. Tak lama menunggu hampir 20 menit mereka pun diantar pulang ke apartemen Lian
Tangis Grace pecah ketika sampai di apartemen Lian dan Ayse.
" Ya ampun Grace kenapa kamu sampai termakan rayuan buaya gila itu " kata Ayse yang miris mendengar perlakuan Lukas pada Grace.
" Aku tidak tahu kalo dia player aku pikir dia pria baik baik " kata Grace terisak.
" Kenapa kau bisa mengenalnya .Bagaimana kalian bisa bertemu ?" tanya Emma penuh selidik.
" Rose yang memperkenalkan ku dengannya " kata Grace sambil terisak .
" Astaga .. .....kau tertipu buaya buntung Grace . Rose keterlaluan dia pasti menjual mu " kata Emma emosi .
" Trus aku harus bagaimana ? Aku bingung dan kalo perutku membesar orang tuaku akan malu " kata Grace . Yang memang berasal dari keluargga yang baik baik.
" Tunggu bukannya kau tadi di kasih sesuatu "' kata Ayse
" Grace pun meraba sakunya dan mengeluar kan cek yang sudah ditanda tangani Lukas.
" Sini lihat " kata Lian yang melihat cek kosong yang sudah ada tanda tangan Lukas. Lalu tersenyum. penuh arti.
" Begini besok kau bereskan barang barangmu , tanggal berapa kita wisuda " tanya Lian menatap Emma .
" Kurang lebih Tiga minggu lagi kenapa memangnya " kata Ayse
" Kita sembunyi kam Grace sampai melahirkan di mansion kakakku. Setelah wisuda i kita isi cek ini. Dan aku ingin lihat kesombongannya isi nominal 20! trilyun buat dia meradang dan bangkrut . Lalu lihat bagaimana dia datang mengemis padamu Grace ' kata Lian.
" Hah...... tapi Li " kata Grace.
" Nggak ada tapi tapian Grace, Lian benar " Kata Emma
__ADS_1
" Iya Grace ....kau tak perlu membalasnya tapi kau perlu uang untuk .membesarkan anakmu " kata Ayse.
.