
Lian terbangun ketika jam 3 sore ia lalu sholat karna tak asing dengan kamar Nathan .
Ceklek .....
" Sayang kau sudah bangun " kata Nathan Yang menoleh pada Lian yang keluar dari kamar pribadinya
" Iya apa aku ketiduran sangat lama " kata Lian memeluk leher Nathan
" Tidak sayang kau hanya tidur sebentar " kata Nathan melepaskan tangan Lian lalu menarik nya Untuk duduk di kepangkuan nya Dan mencium pipi wanita kesayangan itu . Lalu memeluk nya .
" Apa belum selesai .?" tanya Lian lagi
" Sebentar lagi ya sabar " Kata Nathan Yang membiarkan istrinya itu menganggu nya Namun Nathan tetap fokus pada berkas nya Hampir setengah jam Lian menunggu Nathan akhir nya Nathan pun selesai lalu merapikan berkasnya Dan menyimpannya di laci lalu menguncinya .
" Aku ngantuk lagi sayang ." kata Lian pelan yang merasa bosan menunggu Nathan Menyebab kan Lian mengantuk lagi
" Ya ayo kita pulang " kata Nathan mendekap Lian dan mencium pucuk kepalanya . Lalu mengedong istrinya ke sofa.
" Jordan siapkan mobil " kata Nathan Lalu memangil Margaret Untuk membawa kan tas nya dan tas Lian
" Apa bu bos tidur lagi Ya ampun sejak kapan dia suka tidur " dumel Emma kaget ketika melihat Nathan lewat menggendongnya .
" Iya dia ketiduran disofa " Kata Margaret menyusul Nathan menuju lift. Membawa tas keduanya.
" Sayang turunkan " kata Lian setengah sadar . yang bangun di lift
" Ya " kata Nathan menurun kan Lian hati hati dan Lian berdiri tenang.
Ting ......
Pintu lift pun terbuka lalu Nathan pun merangkul istrinya itu keluar dari lift menuju mobil Dan Margaret masih mengikutinya membawakan tas
" Mar berikan tas nya kembalilah keatas " kata Lian yang ingin menuju mobil Sedangkan Nathan menunggu nya .
" Ayo " kata Nathan
" Ya sayang " kata Lian . yang mendekati Nathan . Namun ketika hendak masuk ke mobil tiba tiba...
Dor........dor ......bug....
" Ana ....... " teriak Nathan keras ketika melihat tubuh Lian tersungkur . ditanah dan dor........dor......terdengar suara tembakan yang membuat semua karyawan kaget
Semua orang pun panik dan berlarian Nathan yang melihat sang istri jatuh Bergegas mengangkat Lian masuk mobil Untuk membawanya kerumah sakit
"Jordan.......cepat " teriak Nathan panik
Jordan pun mengendarai mobil dengan cepat .Sedangkan Margaret menangis dan berlari menemui Emma .Dan mengatakan apa yang terjadi Ketika melihat kejadian itu
Dion yang mendengar pun bergegas menyuruh anak buah nya mengawasi Nathan dan mencari pelaku nya
__ADS_1
Dimobil Nathan yang panik pun memeluk Lian erat . " Bertahan lah sayang " kata Nathan dengan wajah sedih
" Sayang aku sangat ngantuk aku mau pulang .Ayo kita pulang " kata Lian yang membuat Nathan kaget setengah mati bukan nya kesakitan malah minta pulang Yang membuat Nathan membuka pakaian Lian dan lega melihat baju rompinya
" What .......astaga " kata Nathan yang sempat terkejut bukannya merintih sakit Lian malah cepat pulang
" Jordan putar balik kita pulang" kata Nathan.
Cit....... mobil pun mendadak berhenti.
" Tapi tuan bukan nya nona ......"
" Cepat pulang " kata Nathan yang lalu meraba punggung Lian masih ada dua peluru Tapi tak ada darah . Lalu mobil pun ber putar balik Menuju mansion grand pa .
Tiba di mansion Nathan mengedong Lian kekamarnya . Sedangkan jordan membawa
tas sang bos .
" Astaga apa nona baik baik saja tuan " kata Jordan
" Keluar lah dan pulang lah ingat jangan mengatakan apapun " kata Nathan Yang membaringkan Lian pelan diatas ranjang Dan membuka pakaian Lian pelan Karna Lian mengantuk berat
" Syukur lah " kata Nathan yang mencabut dua peluru itu dari baju dalam Lian .
" ****....... siapa mereka lihat saja nanti." kata Nathan Sambil mengengam dua peluru itu yang hampir merenggut nyawa Lian . Yang membuat rahang Nathan mengeras
Sedangan di depan kantor beberapa polisi berdatangan karna resepsionis sempat menelpon 911. Dan Dion pun menjelaskan kejadian sesuai apa yang dilihat para karyawannya . Karna mendapatkan bukti ada penembak . Yang sempat mengenai mobil salah sorang staf.
" Ya ku harapkan kerja sama nya " kata Dion melihat polisi berpangkat perwira itu
Disisi lain seorang pria sedang menemui bos nya disebuah club perjudian pribadi nya . Yang di penuhi orang orang yang sedang bertaruh dimeja judi
" Bagaimana hasilnya ?" tanya pria itu
" Dia selamat tapi wanita yang digendong nya tewas Karna dua peluru menembus punggung nya Dan dia terjatuh sebelum masuk mobil Lalu tuan Nathan membawa nya kerumah sakit " kata anak buahnya
" Bagus lah aku ingin melihat wajah nya besok seperti apa kehilangan istrinya hahahaha......" ..tawa pria itu senang .
" Pergi lah untuk sementara " kata pria itu memberikan cek pada si pria pelapor
" Baik bos saya akan bersembunyi " kata pria itu lalu membungkuk memberi hormat lalu pergi meninggalkan bosnya Dan keluar dari club . Menuju parkiran motor nya yang terparkir di halaman club
Namun tiba tiba dua orang pria datang menyergapnya Dan memberikan suntikan bius .Hingga pria itu pingsan .
Cepat masukan ke mobil biar aku bawa motornya " kata pria itu mengambil kunci dan ponsel si pria.
" Baik " kata pria satunya lalu setelah memasukan pria itu mereka pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu
**********
__ADS_1
Di kantor Nathan malam nya banyak wartawan memburu berita . Tentang kejadian sore tadi Yang membuat para karyawan semua tutup mulut Tak bicara apapun selain para sanksi mata . Dan mempertanyakan kemana istri sang presdir dibawa .Karna tak ada satu rumah sakit yang didatangi Nathan .Dan kehebohan itu disampaikan Dion pada Nathan karna Dion masih berada di kantor bersama Emma pasca penembakan . Begitu juga Margaret yang masih ketakutan .
" Hei .... tenang lah " kata Emma karna dia tahu Lian baik baik saja
" Iya Em, tapi aku takut sekali " kata Margaret
" Kita aman dan Lian juga baik baik saja Jangan kata kan pada siapa pun .Kau menginap lah di rumah ku dulu " kata Emma .
" Ya Em" kata Margaret
Sedangkan Nathan di ruang kerjanya duduk tenang setelah menelpon Rayyan Dan mengabarkan Lian baik baik saja. Karna Rayyan sempat menghubunginya ketika berita nya masuk berita televisi dan rekaman cctv terlihat jelas Lian jatuh tersungkur yang digendong Nathan
" Apa dia baik baik saja " kata Jhon menatap Rayyan
" Ya dia sedang tidur . Nanti kita kesana Untuk melihat nya Aku hanya khawatir saja karna dia sedang hamil " kata Rayyan
Kembali berkutat dengan berkasnya.
Sedangkan di mansion Rayyan Jasmine dan Ayse tegang melihat berita yang cepat menyebar ..
" Apa Lian baik baik saja kak " kata Ayse .
" Ya ..... tadi kak Ray sudah menelpon ku Dia bilang Lian sedang di mansion grand pa " kata Jasmine .
" Ya Allah ya rabb mudahan saja tak terluka parah " kata Ayse panik.
Sedangkan di kamar Nathan Lian baru saja bangun dan lalu duduk seraya mengumpulkan kesadaran nya Nathan yang masuk kamar pun terkejut istrinya itu sudah bangun dan duduk ..
" Sayang kau sudah bangun " kata Nathan mendekati Lian
" Aku lapar " rengek Lian.
" Ya kau mau makan apa biar aku suruh bibi buatkan ya " kata Nathan
" Steak daging beb, sama jus "rengek Lian .
" Ya biar aku bilang bibi sebentar ya ' kata Nathan bergegas menyuruh pelayan membuatkan nya .Dan ketika hendak kembali kekamar
" Nathan " panggil grand pa tergopoh gopoh karna melihat berita televisi tentang cucu mantunya
" Mana Ana ?" kata grand pa yang terlihat tegang .
" Dikamar grand pa dia baik baik saja " kata Nathan . Yang membuat opa nya bergegas masuk kamar.
" Ana .....kau baik baik saja sayang " kata grand pa yang masuk kamar Nathan
" Ana baik opa , cuma lapar " kata Lian dengan bantalnya
" Astaga apa kau sudah menyuruh pelayan membuat kan nya nat " kata grand pa
__ADS_1
" Baru saja opa , ,tunggu ya sayang " kata Nathan yang dianggukan Lian .Sedang grand pa mendekati Lian Lalu duduk disisi ranjang dan langsung memeluk cucu mantunya itu Yang hampir saja membuatnya jantungan .Karna melihat berita di televisi Tapi karna pelayan melihat Nathan sudah pulang bersikap biasa Dan membawa sang istri ke kamar Membuatnya grand pa panik lalu bergegas mencarinya kekamar . Dan lega melihat cucu mantu nya itu baik baik saja..