Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 101


__ADS_3

Setelah semuanya beres Ayse lalu bersiap siap pergi . Karena ia akan diantar sopir Rayyan kerumah sakit


" Aku ikut ya Ayse, aku mau lihat Lian " kata Grace merengek.


" Boleh tapi pas sopir pulang kamu harus ikut pulang ya. Takut disana ada Lukas dan ingat tutup kepalamu " kata Ayse . karna Lian memang melarang Grace keluar


Demi kebaikannya sendiri.


" Iya Ayse sebentar aku ambil kaca mata dulu " kata Grace yang ingin menyamarkan penampilan nya


Setelah siap keduanya pun berangkat kerumah sakit diantar sopir .Karna Grace ingin melihat sahabat baiknya itu Dan sesampai nya disana Grace langsung memeluk Lian sambil terisak.


" Kenapa sampai bisa begini Li " kata Grace sedih.


" Hei .... jangan menangis aku ngak pa pa " kata Lian.


" Bagaimana kau bilang ngak pa pa Li orang kakimu dijahit gitu " kata Grace


" Ngak usah dipikir ini cepat sembuh kok . Kenapa kau ikut kan bisa menunggu dirumah " kata Lian


" Aku hanya khawatir " kata Grace. Yang lalu duduk merangkul Lian .


Sedang kan Rayyan membiarkan adik nya itu bertemu teman temannya.. Ayse duduk tenang melihat Grace yang meluapkan kekhawatirannya Karna Grace hanya sebentar saja menemui Lian. Lalu setelah itu ia pun pulang . Di antar Ayse sampai masuk mobil di parkiran rumah sakit.


" Hati hati ya " kata Ayse.


" Ya Ay, jaga Berlian untuk kita " kata Grace.


" Ya jaga dirimu juga " kata Ayse yang melepaskan Grace pulang .Dan lalu melambaikan tangannya. Begitu juga Grace.


Setelah mobil menghilang dari pandangan Ayse kembali ke ruangan Lian .Dan Lian dan Rayyan sedang asyik makan. Makanan yang di bawa Ayse dari rumah.


" Apa dia sudah pulang ?" kata Lian menatap Ayse yang duduk di sofa.


" Yah ..... dia sangat khawatir " kata Ayse .


" Sudah makan Ayse ?" tanya Lian .


" Sudah tadi di mansion " kata Ayse yang lalu mendekati Lian.


" Bagaimana kejadiannya ?" kata Ayse .


Lian tak menjawab . Ia melirik sang kakak yang sedang asyik makan Dengan lahap


Karna tak mungkin ia menceritakan hal sebenarnya pada kakaknya itu. Yang pasti akan membuat nya marah pada Nathan.


" Nanti saja menunggu kak Ray pulang " bisik Lian pelan.


Lalu Ayse pun terdiam. Tak bertanya lagi.

__ADS_1


Karna tahu pasti ada yang Lian sembunyi kan. Dari sang kakak.


Setelah selesai makan Rayyan pun pamit untuk pulang. Karna Lian sudah ditunggui Ayse. Yang akan menginap untuk menemani


dan menjaga Lian


" Kakak pulang dulu ya de " kata Rayyan


" Ya kak hati hati " kata Lian


" Mhem........" Ayse kalo ada apa apa cepat hubungi kak Rayyan ya " kata Rayyan.


" Siap kak " kata Ayse sambil melirik Lian.


Yang hanya tersenyum.


" Ok kunci kamarnya . Kecuali ada perawat atau dokter " kata Rayyan yang lalu meninggal kan kamar Lian dan menghilang di balik pintu.


Lian pun lalu bernafas lega .Ketika kakaknya sudah pulang . Lalu menceritakan semuanya pada Ayse .Tentang apa yang terjadi. Pada nya dan juga Nathan Juga hubungannya dengan Nathan.


" Astaga ....... jadian kalian sudah pacaran " kata Ayse terkejut tak percaya.


" Ya begitulah Ay lalu aku harus bagaimana karna kak Rayyan kaya nya ngak suka sama Bos Nathan " kata Lian bingung


" Kau dan bos Nathan harus bisa menyakinkan kak Rayyan Agar ia mengerti. Supaya Kak Rayyan menyetujui hubungan mu dan bos Nathan ." kata Ayse.


" Bagaimana caranya , aku bingung mereka slalu berdebat kalo bertemu " kata Lian


" Ya kau benar kita harus mencobanya Ayse siapa tahu terbukti." kata Lian.


" Ya sudah sekarang kita tidur ini sudah malam. Kau juga harus istirahat Ay " kata Lian yang lalu berbaring .


Begitu juga dengan Ayse yang naik keatas tempat tidur dan merebahkan dirinya Lalu memejamkan matanya Begitu juga Lian Yang sudah mengantuk. Karna malam semakin larut. Membuat keduanya tidur dengan tenang untuk menjemput hari esok.


Sedangkan di kamar nya Nathan tidur gelisah karna mengingat Lian


" Aaa........." kata Nathan yang bangun dari tidurnya karna bermimpi buruk.


" Astaga ......aku mimpi buruk " kata nathan yang lalu duduk meraup wajahnya kasar. Karna rasa takut Dan khawatirnya pada Lian yang sangat berlebihan . Mengingat Lian yang nekad mengendarai mobilnya .


Nathan pun lalu beranjak dari ranjang dan mengambil air minum di atas nakas lalu meminumnya sampai habis dan lalu membuang botolnya ketempat sampah.


Setelah itu Nathan kembali naik keatas tempat tidur dan berbaring Sambil mengingat wajah Lian yang dirindukannya Dan kembali memejamkan mata. Dan kembali untuk tidur.


" Aku mencintaimu Ana " guman Nathan pelan. Dengan mata terpejam yang lalu membawanya dalam mimpi indahnya


********


Paginya Nathan sudah siap berangkat ke kantor . Karna ia ingin mampir terlebih dahulu kerumah sakit .

__ADS_1


" Aku beli makanan dulu ah , takut Ana lapar " kata Nathan yang singgah di kedai makanan siap saji Yang buka pagi dan Nathan membelinya 4 porsi karna ia akan menemani Lian makan. Dan tidak lupa Nathan juga membeli buket bunga yang kebetulan sudah buka .


" Nyonya aku pesan mawar putih ya tolong buatkan " kata Nathan


" Baik tuan " kata pemilik toko bunga.


" Kau bisa mencampurnya dengan mawar merah atau yang lain " kata Nathan


" Baik tuan apa ini untuk orang yang spesial " kata pemilik toko bunga.


"' Ya begitulah " kata Nathan tersenyum bahagia . Karna ia ingin membuat kejutan buat Lian.


Setelah selesai Nathan pun membayarnya dan bergegas menuju rumah sakit . Dengan senyum yang mengembang . Bahwa ia sedang bahagia hari ini.


Sesampainya dihalaman rumah sakit Nathan pun membawa bunga dan makanannya. Dan menuju ruang rawat Lian.


" Pagi sayang " kata Nathan yang masuk menghampiri ranjang dimana Lian berbaring.


" Pa..... kenapa kesini nya pagi sekali " kata Lian kaget Karna Nathan sudah datang sepagi ini .


" Aku membawakan ini untukmu " kata Nathan menyodorkan sebuket bunga Dan makanan dikantong kresek .


" Trimakasih " kata Lian . Yang berusaha bangun untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang. .Dan Nathan pun sigap membantunya.


" Mau aku suapin " kata Nathan.


" Tidak , yang sakit kaki ku . bukan tangan " kata Lian Menatap Nathan yang ingin menyuapi nya. Namun Lian menolak.


Yang membuat Nathan tersenyum lalu


Cup........


Sebuah ciuman pun mendarat di bibir Lian yang membuat Ayse melongo melihat apa Yang dilaku kan Nathan.


" Pa ....apaan sih " kata Lian malu.


" Aku sangat merindukan mu " kata Nathan yang ingin mengulanginya lagi . Namun.


" Mhem.....mhem........."


Seketika Nathan pun menoleh dan melihat Ayse yang berdiri sambil berpangku tangan di depan kamar mandi. Yang sedari tadi melihat interaksi keduanya.


" Hah .........Ayse sejak kapan kau disitu " kata Lian kaget


" Sejak kalian berciuman " jawab Ayse santai


" Ups........." kata Lian kaget.


" Eh........itu bukan apa apa , tidak seperti yang kau lihat " kata Nathan gelagapan karna keciduk.

__ADS_1


" Cih......sudah jelas saya melihat kok pa "kata Ayse. mendekati keduanya.


" Tapi.....itu ..????" "


__ADS_2