Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 79


__ADS_3

Keempat gadis itu lalu berkeliling melihat lihat mansion Setelah puas keempatnya makan malam .


" Li si tampan mana ? tanya Emma.


" Kak Rayyan paling masih lembur jam segini kalo ngak ngopi dulu sama asistennya " kata Lian


" Hah apa si tampan suka bergadang Li, " tanya Ayse.


" Ngak juga kadang kalo lagi lembur memang suka begitu biar bisa melupakan kangen sama istrinya. kan lagi Ldr " kata Lian.


" Ya pastinya beruntung sekali ya yang jadi istrinya , punya suami tampan, tajir baik dan setia " kata Grace.


" Ya begitulah " kata Lian.


" Apa orang tua kalian sering datang kesini Li, ?" kata Ayse.


" Bundaku sibuk dan papah juga . Jadi jarang kesini kecuali ada pertemuan bisnis " kata Lian.


" Wah jadi lho kesepian dong Li dulu di


masa kecil " kata Emma


" Ngak juga aku sering main sama sepupu ku dia sekarang di london lagi menjalankan bisnisnya." kata Lian .


" Oh gitu tapi ngomong ngomong sepupumu tampan ngak Li " tanya Ayse


" Tergantung kalian menilai nya sih. Kalo menurutku tampan itu biasa aja kali Yang istimewa itu kalo dia romantis , ngak pelit dan sayang banget bisa manjain kita " kata Lian. tersenyum


" Wah itu langka Li, jarang ada apa big bos tipe kaya gitu " kata Emma.


" I don't know tapi dia baik juga sih menurutku cuma rada galak dikit " kata Lian.


" Wah .....bagus itu Li, kenapa ngak diembat aja lagian dia tajir Li , kalo lho bisa dapatin tuh bos aku yakin banyak perempuan yang iri sama lho termasuk gue sih " kata Ayse jujur.


" Hahahaha.......... yah lho payah Ay, masa mau jadi pagar makan tanaman " kata Emma tertawa . juga Grace yang ikut terkekeh.


" Tapi kan gue gentel beb, mengakui kalo gue suka tapi kalo kalah bersaing sama Lian ya mundur teratur lah ?" kata Ayse.


" Tapi aku ngak tahu tipe wanita yang disukai big bos Ay, Jadi yah harus agresif sendiri kalo kamu 0 mau dekatin dia " kata Lian


" Yah kalo gitu aku menyerah Li, takut nanti dikira wanita gatal dan haus uang mending nyari yang lain " kata Ayse yang membuat ketiganya tersenyum


" Bagus lah kalo lho sadar diri jangan kaya aku Ayse akhirnya ketipu . " kata Grace.


" Sudah yuk kita ke ruang tengah ngobrol disana lebih asyik " kata Lian


" Yuk ........."


Mereka berempat pun lalu beranjak dari kursi dan melanjutkan ngobrolnya di ruang tengah sambil menonton acara telivisi


Sedangkan di sebuah sasana tinju Nathan sedang beradu otot dengan Rayyan .Namun tak sekalipun ia menyentuh pria tampan itu .

__ADS_1


" Sialan ...... rupanya dia sangat mahir " bathin Nathan yang tak bisa menyentuh Rayyan. sedikit pun .


" Apa kah masih tak ingin menyerah " kata Rayyan dengan senyum mengejek.


" Baik aku mengaku kalah kau hebat " kata Nathan menyerah lalu terduduk lemas dilantai .


" Hahaha ... bagaimana kau bisa melindungi Lian kalo begini saja kalah " Kata Rayyan lalu meninggalkan Nathan


" Hei tunggu apa kita bisa bicara sambil ngopi aku ingin berteman denganmu " kata Nathan .


" Aku ngatuk bro mau pulang , pasti Lian ku menunggu dirumah " kata Rayyan .


" What apa kau yang menyuruhnya menemui mu ?" kata Nathan. kaget.


" Kalo iya kenapa Masalah buat lho bro ?" Kata Nathan yang berbalik dan sambil berpangku tangan .


" Sialan kau .......dia milik ku jangan macam macam " kata Nathan gusar.


" Hei .....dia milikku . Bahkan dia akan menurut bila aku menyuruhnya meninggal kan kantormu hari ini juga " kata Rayyan santai


" Kau......"


" Apa ......apa perlu kita tanding lagi " kata Rayyan.


" Ngak perlu " kata Nathan ketus


" Ya sudah kau kalah bro " kata Rayyan


" Bos jangan.. kau hanya mempermalukan dirimu sendiri dia hanya mengerjai mu " kata Dion .


" Gila ..... mengerjai ku , kau pikir aku main main dengannya . Bagaimana bisa kau bilang dia mempermainkan ku hah....... " kata Nathan gusar dan menarik krah leher Dion.


" Sabar bos jangan emosi kau tak akan bisa menarik perhatian Lian bila kau gampang emosi lagi pula kau tak kan bisa mengalahkan tuan Rayyan " kata Dion .


Yang melihat Nathan emosi.


" Aku bisa membayar orang untuk melenyapkannya " kata Nathan


" Tapi Lian akan membenci bos bila kau melakukannya . Karna dia......


" Dia siapa .....?" kata Nathan.


" Dia kakaknya " kata Dion pelan


Jedar..............


Nathan pun melepaskan krah baju Dion Dan lalu terduduk. Lemas dilantai. Bagaimana bisa dia ingin mengalah kan Rayyan.Dan juga ingin melenyapkannya. Tapi teryata .....


" Kau tak bercanda kan yon " kata Nathan pelan .


" Itulah kenapa Lian jago bela diri karna kakaknya saja tak bisa bos kalahkan . Dia pasti diajarkan tuan Rayyan " kata Dion Yang juga ikut duduk dilantai

__ADS_1


" Kenapa kau baru bilang sekarang hah....." kata Nathan menatap Dion tajam


" Lian melarang ku memberitahu kan nya bos Dia bilang biar bos tak menganggu nya " kata Dion.


" Aish......bocah itu awas saja nanti " kata Nathan kesal. Bagaimana dia menyimpan rasa malunya pada Rayyan Karna sudah bersikap arogan dan kasar .pada calon kakak ipar. Jelas saja Rayyan berani mengejeknya.


" Huh....... ayo ikut aku mencarinya " kata Nathan yang lalu berdiri dan keluar dari tempat itu lalu mencari tempat biasanya Rayyan nongkrong. Karna biasanya Rayyan asyik duduk sendiri di cafe.


" Kita kemana bos " kata Dion .


" Ke Cafe " kata Nathan lalu menunjuk sebuah cafe yang biasa menjadi tongkrongan Rayyan .


Nathan pun turun diikuti Dion masuk di sebuah cafe ekslusif tempat Rayyan . Benar saja Rayyan sedang asyik ngobrol.


Nathan pun lalu mendekati meja Rayyan


" Hai bro apa kami boleh bergabung " kata Nathan .


" Hai kau Nathan milyader muda itu kan senang kenal dengan mu . Aku Jhon " kata Jhon mengulurkan tangan pada Nathan. Sedangkan Rayyan hanya cuek


" Iya Nathan" kata Nathan menyambut tangan Jhon dan tersenyum ramah.


" Apa kalian saling kenal " kata Jhon menatap Rayyan yang cuek.


" Oh iya , kami teman " kata Nathan sambil melirik Rayyan


Sedangkan Rayyan hanya diam..Melihat Nathan yang tersenyum ramah padanya


" Mau apa kesini " kata Rayyan sambil menyesap kopinya .


"' Aku minta maaf bro bila atas sikapku selama ini " kata Nathan tulus . tampa perduli Jhon melongo karna mendengar perkataan Nathan yang minta maaf pada temannya.


" Hei......Are you ok Ray.......?" tanya Jhon


menatap Rayyan sang santai pada Nathan


Padahal Jhon tahu kalo Nathan masuk dalam majalah time forbes sebagai milyader termuda Yang berpenghasilan besar. Dan salah satu orang yang berpengaruh didunia bisnis


" I am okey " kata Rayyan kembali menyesap kopinya . Dan lalu mencomot roti pembuka yang belum di jamahnya sedari tadi lalu memakannya.


" Kami adalah saudara" kata Nathan


" Hah......... Bagaimana bisa " kata Jhon kaget.


" Uhuk ....uhuk....." Rayyan pun terbatuk


mendengar perkataan Rayyan.


" Astaga saudara dari hongkong " bathin Rayyan Sambil mengelengkan kepala..


.

__ADS_1


__ADS_2