
Lian memukuli punggung Nathan. .Namun Nathan tak perduli. Semua orang yang melihat itupun bertanya tanya .Ada apa yang terjadi antara bos dan sekertarisnya tersebut.
" Ada apa dengan mereka " kata salah seorang karyawan.
"'Entah lah kita ngak perlu ikut campur malah bisa dipecat nanti " kata Yang lain.
Sedangkan Emma dan Grace saling tatap Apalagi setelah mobil menghilang . Melesat pergi membawa Lian.
" Apa bos menculik Lian ? tapi ngak mungkin grace " kata Emma
" Iyalah mana ada menculik didepan semua karyawan. Yang ikut melihat tuh " kata Emma.
" Tapi ngomong ngomong tuh Lian mau diapain ya ?" kata Emma.
" Kalo aku di apa apain ngak masalah Em, sama bos ini coba siapa yang menolak, tajir ganteng big bos dan seorang pengusaha sukses bahkan one night wit my bos aja aku mau " kata Grace
Plak.......plak .........
Emma memukul Grace dengan uang yang diberikan Nathan. " nih otaknya mesum. ya nih uang sewa Lian . berarti dia pinjam . " kata Emma.
" He eh......tapi lumayan Em, buat kita bertiga cari makan, biarlah si Lian dibawa .kan ngak mungkin juga bos macam macam kalo ngak mau si perkutut ditendang " kata Grace yang tahu siapa Lian
" Lho benar yuk pulang tuh taxi kita sudah nunggu " kata Emma lalu menghampiri taxi yang sudah dibuka pintu.nya.
******
Sedang Lian memasang wajah cemberut karna Nathan sudah menculiknya. Bahkan didepan semua para Karyawan tampa memperdulikan kan gosip miring .
" Kenapa sih bapa senang banget maksa itu melanggar hak asasi " omel Lian dengan wajah cemberut. Yang membuatnya jengkel.
" Kau lupa peraturan kita , kau masih istri ku " bisik Nathan ditelinga Lian . Yang takut didengar Gee. Yang sedang fokus membawa mobil sedangkan keduanya di kursi tengah.
" Cih....... cuma kontrak " kata Lian pelan .
Nathan hanya diam dan melengos sambil melihat ke luar jendela. Walau tangan sebelahnya sedang merangkul pinggang
Lian. Lian yang jengkel menyingkirkan tangan Nathan . Namun Nathan tak bergeming dia cukup tenang menghadapi istri kecil kontraknya itu.
Tak lama mereka pun sampai di sebuah Mansion yang cukup luas dan megah Yang dua kali lebih besar dari milik grand pa.. Apa lagi kalo bukan Mansion Milik orang tua Nathan .Yang sudah menjadi hak milik Nathan.
" Ayo turun !!! atau aku akan maksa mu lagi seperti tadi " kata Nathan .Yang membuat Lian melotot pada Nathan .
__ADS_1
" Kau......" kata Lian kesal.
Nathan hanya cuek lalu menarik tubuh Lian dan mengedong nya keluar mobil. " pa turun kan aku .....!!!!" teriak Lian .
" Diam lah orang tua sedang menyambut kita lihat lah " kata Nathan yang mengedong Lian ala ala bridal . yang membuat Lian merangkul leher sang bos takut jatuh.
" Hai sayang ......" kata Sheila menyapa tamunya itu. Yang membuat Nathan menurunkan tubuh Lian dihadapan kedua orang tuanya.
" Maaf mom dad tadi dia kecapean jadinya ku gendong . saja " kata Nathan.
" No problem boy kami tahu memang awal awal penikahan terasa manis ya kan sayang " kata Paul pada sang istri.
" Itu jelas ayo duduk lah " kata Sheila yang senang melihat Lian sang menantu sesuai dengan yang diceritakan Katrina .
" Kau .mau minum apa ?" tanya Mom sheila.
" Apa aja mom " jawab Lian yang sedikit gugup . ketika melihat kedua orang tua Nathan yang terlihat ramah .
" Kau bebas ingin melakukan apa pun disini..Ini juga rumah mu nak " kata paul yang senang melihat Lian .
" Trimakasih dad " kata Lian . Menunduk malu karna ia diperlakukan dengan baik.
Lalu seorang melayan datang membawa minuman untuk Lian dan Nathan .
" Sama sama nona " kata Pelayan itu lalu pergi. meninggal dua pasang generasi berbeda itu.
" Kau sangat cantik nak, pantas anak mom klepek klepek " kata mom sheila memuji kecantikan Lian yang alami. Sampai lian malu Sedangkan Nathan hanya tersenyum
Sedangkan paul sangat bahagia melihat keduanya yang tampak serasi. Walau usia mereka terpaut jauh.
Akhirnya mereka pun ngobrol banyak . Lian menjawab semua pertanyaan Kedua mertua palsunya itu dengan apa adanya sambil bercanda. Dan sekali kali mom sheila mengodanya Yang membuat wajah Lian bersemu merah. Hingga membuat paul tergelak Melihat menantu kecilnya itu. Sedangkan Nathan banyak diam. Membiarkan orang tuanya berinteraksi dengan istri kontraknya itu. Walau begitu Nathan berharap itu sungguhan . Karna ia ingin Lian benar benar menjadi istrinya. sampai akhirnya Nathan Mengajak Lian kekamarnya.
" Istirahat lah sayang pasti kalian lelah setelah pulang bekerja " kata mom sheila tersenyum.
" Trimakasih mom, dad " kata Lian yang lalu mengikuti Nathan . Berjalan menuju kamarnya.
Ceklek .......tak.........
Nathan mengunci rapat kamarnya . ketika keduanya sudah masuk kamar. Karna kamar Nathan kedap suara.
"'Aku sudah menyiapkan pakaian dilemari jadi mandilah . bersihkan dirimu " kata Nathan.
__ADS_1
Lian hanya diam dan menatap sekeliling kamar Nathan yang lumayan besar dan cukup unik dari segi penataan ruangan.
" Kenapa kau tak suka interiornya ?" kata Nathan seraya melepaskan pakaiannya.
" Apa yang bapa laku kan " kata Lian yang melihat Nathan membuka pakaian dan hanya tersisa celana boxer nya.
" Menurut mu " kata Nathan yang membuat Lian berjalan mundur . sambil menyeringai penuh arti.
" Jangan macam macam aku bisa........"
" Aku tahu kau pintar bela diri. tapi ini kamarku aku banyak memasang perangkap disini " kata Nathan memotong perkataan Lian .
" Siapa takut " tantang Lian . Menatap tajam Nathan.
" Wow kau galak juga , tapi mengemaskan " kata Nathan yang melipat dua tangannya didada.
Lian pun menjauh dari Nathan dan lalu bergegas masuk kamar mandi dan menguncinya . Yang membuat Nathan tersenyum.
" Akan ku buat kau bertekuk lutut suatu hari nona kecilku " guman Nathan. Yang bertekad membuat Lian jadi miliknya.
*******
Sedangkan di apartemen Ayse cemberut ketika Lian tidak pulang. Karna mendengar cerita Emma dan Grace
" Hei kenapa sedih kan kita bisa makan makan nih uang kita banyak " kata Grace.
memamerkan uang yang ia kipas kipas kan didepan wajah Ayse. Namun Ayse masih sedih . Karna Lian tak pulang lagi
" Sudah besok juga pulang kok "kata Emma menghibur Ayse.
" Harusnya ia ikut kita makan makan ..tuh bos kenapa sih sampai menculik Lian . kan bisa baik baik dibicarakan. " kata Ayse
"'Hadeh ngak usah bingung deh Ayse, aku juga mau diculik sama bos ganteng kaya
dan tampan " kata Grace.
" Iya Ay mungkin mereka punya urusan kantor yang belum selesai . Makanya big bos menculik Lian. Lagian Lian juga bisa jaga diri. jadi aman . " kata Emma yang mengingatkan Ayse kalo Lian jago bela diri.
" Iya sih aku tahu tapi aku tetap khawatir sama dia " kata Ayse sambil menopang dagu
" Apalagi ....sih " kata Emma.
__ADS_1
" Aku hanya Khawatir bosnya jatuh cinta pada Lian dan Lian menolaknya " kata Ayse.
" Hah........ngak mungkin lah. Tapi itu kan malah bagus berarti teman kita dapat big bos " kata Emma senang.