
Lian terpaku mendengar pria itu menyebut nama lengkap Nathan. Lian lalu mengambil ponselnya didalam tas lalu mengambil foto pria itu dan No plat mobilnya .
Mobil itu pun pergi dari parkiran. Lian lalu ikut mundur dan mengikuti kemana mobil itu pergi. Hampir 30 menit ia mengikuti mobil itu . Mobil itu pun berhenti disebuah Cafe dan pria tadi menemui seseorang di dalam sana. Lian pun ikut turun dari mobil Lalu pura pura jadi pengunjung sambil mengawasi pria itu. Terlihat pria itu sedang menemui seseorang. Yang duduk menunggu dipojok Bersama seorang wanita cantik dan seksi.
Lian pun mencari meja yang dekat dengan meja mereka .Lalu Lian pura pura ber selfi ria yang mengarah kepada tiga orang itu. Sebagai bukti kalo suatu hari terjadi apa apa .
" Kau yakin bisa mengerjakannya " kata Pria itu
" Yakin bro pasti aman " kata pria di sebelahnya.
" Yakin kita bisa melakukan nya besok setelah ia pulang kerja " kata Pria itu.
"' Iya kita bisa pura pura saja kesana " kata Pria itu. Sambil menghisap rokoknya.
Sedangkan Lian merekam semua pembicaraan dua pria itu . Yang didengar juga oleh wanita disampingnya ..Setelah itu sang pria pun pergi . Dan Lian pun pulang.
" Aku harus menemui big bos dulu ".kata Lian. Karna ketika ia menelpon Nathan tak mengangkatnya . Terpaksa Lian harus kerumah nya. Dan iya harus bertemu dengan Nathan langsung.
Lian pun melajukan mobilnya kerumah bosnya. Sedangkan Nathan baru saja selesai mandi. Dan memasang pakaian.
rumahan . Setelah itu mengambil ponselnya .
": Astaga tumben dia menelpon ku " kata Nathan melihat ada 10 x panggilan tak terjawab.
Lalu Nathan pun balik menelpon Lian. Lian yang sudah sampai halaman rumah Nathan pun langsung masuk dan mencari bos nya itu langsung kekamar.
" Berlian " tegur Katrina yang melihat Lian datang dengan langkah cepat seperti buru buru. menuju kamar Nathan
" Eh bu katrin, maaf saya mau bertemu pa Nathan " kata Lian.
" Apa kau tidak ingin menginap disini ?" tanya Katrina .
" Tidak bu, cuma ada urusan penting sebentar " kata Lian.
" Ya sudah oh Ya apa prof Jack sudah memberi tahukan pada mu tentang berkas kuliah mu " kata katrina
" Sudah bu " kata Katrina.
" Baiklah sampai ketemu lagi " kata Katrin yang naik keatas tangga.
Lian pun lalu melangkah kekamar Nathan yang memang berada di ujung dekat taman .Dan ......
" Up.......
__ADS_1
Keduanya bertemu di depan pintu . Bersamaan dengan Nathan yang juga ingin keluar.
" Pa kita harus bicara " kata Lian .
" Baik lah ayo masuk " kata Nathan memberi akses masuk kamarnya.
Lian pun masuk kedalam kamar Nathan .Setelah Lian masuk . Nathan lalu menutup pintu dan menguncinya.Kuncinya ia masukan ke celana
" Ada apa " kata Nahan to the point
" Ada yang mau mencelakai bapa. Bapa harus hati hati. " kata Lian dengan mimik serius.
'" Oh ya siapa ? Dan apa alasannya " kata Nathan yang lalu mendekati Lian sambil berpangku tangan.
" Entah lah aku tidak tahu .Coba bapa lihat ini " kata Lian Yang lalu memperlihatkan beberapa gambar yang ia dapat dan juga rekaman Yang membuat Nathan cukup kaget. Dengan apa yang ia dengar.
" Dimana kau dapatkan semua ini " kata Nathan penuh selidik Menatap Lian
" Itu kudapat perjalanan pulang tadi, karna bapa tak menjawab panggilan. ku terpaksa aku kesini menemui bapa " kata Lian .
" Oh ya rupanya kau mengkhawatir kan ku juga sayang . Trimakasih " kata Nathan yang lalu memeluk Lian .Yang membuat Lian berbalik .
" Ih bapa ngapain sih mencari kesempatan dan kesempitan " kata Lian
" Apa bapa tidak ingin menyelidiki orang itu ?" kata Luan menatap Nathan.
Bukannya menjawab malah Nathan langsung mengecup bibir mungil Lian Yang membuat Lian terkejut.
" Ih bapa mesum " kata Lian.
" Mesum sama kekasih sendiri itu ngak masalah " kata Nathan . Yang masih memeluk Lian . Dan mata mereka saling bertemu .
Lian lalu memainkan telunjuknya didada Nathan . " Apa bapa tak takut mati. Kok bapa terlihat santai " kata Lian menatap Nathan yang masih belum mau melepas pelukannya.
" Tidak nyawaku ditangan Tuhan . Walau mereka ingin mencelakai ku . Tapi aku percaya semuanya baik baik saja Dan Aku percaya Tuhan tidak tidur. " kata Nathan yang tak takut apapun . Lalu mengangkat dagu Lian yang menghadapnya .Dan mengecupnya
" Ih bapa apa aku bekum mandi " kata Lian yang ingin melepas pelukan Nathan Namun Nathan tak membiarkan nya
begitu saja
" Pa lepas aku ingin pulang " kata Lian .
" Baik tapi aku ikut aku mau bertemu dengan kakakmu " kata Nathan .
__ADS_1
" Ngak bisa pa dia tak mau ditemui orang. Harus buat janji dulu bila bapa mau ketemu " kata Lian.
" Baik lah , ayo temani aku menghadiri pertemuan antar bisnis malam ini " kata Nathan
" Kenapa ngak minta ditemani Alex atau Katrina saja sih pa " kata Lian yang mulai berontak Namun Nathan langsung menahan tekuk Lian dan menciumnya.
" Mpt ...... mpt.........
Keduanya berciuman yang membuat dada Lian dag dig dug . Karna ulah Nathan yang semakin dalam mencium nya. Lama keduanya saling bertukar saliva. Sampai akhirnya ponsel Lian berbunyi .Lian mencoba mendorong dada Nathan . Namun Nathan tak berhenti menahan tengkuk Lian Akhirnya Lian mengigit bibir Nathan yang membuatnya kaget . Lalu melepas ciumannya
" Auw...... kenapa menggigitku " kata Nathan.
" Lagian bapa maksa " kata lian yang lalu mengangkat ponselnya . Namun Lian malah berteriak kaget.
" Aaaaa ....... bapa apa sih " kata Lian kesal karna Nathan malah menggendong nya keatas ranjang
" Aku rindu padamu sayang " kata Nathan yang sengaja mengusik Lian.
" Bapa genit minggir ini ada telpon pa " kata Lian
Sedang kan Rayyan yang mendengar keributan kedua pasangan itu hanya diam mendengarkannya. Sedang kan Lian tak sadar ponselnya sudah terjawab.
" Bapa lepas apa sih ih awas minggir " kata Lian yang merasa kesal .Lalu mencubit perut Nathan yang membuatnya mengaduh
" Auw sayang apaan sih sakit " kata Nathan yang mengaduh dan lalu memeluk Lian .
Lian yang menelpon balik sang kakak langsung menjawab " Iya kak Lian masih di jalan ." kata Lian .
Nathan memang sengaja mengusili Lian dan mengusiknya . Karna ia tahu yang menelpon adalah Rayyan Jadi dia sengaja menjahili Lian untuk tahu reaksi sang kakak .Agar Rayyan tahu ia punya hubungan dengan Lian . Karna Nathan penasaran sikap dingin Rayyan
Lian mematikan ponselnya. Dan kembali memasukannya kedalam tas. Setelah itu ia pun beranjak dari ranjang dan menuju pintu. Namun ketika hendak membuka pintu . Pintu terkunci dan tak bisa dibuka. Lia langsung berbalik badan menatap Nathan .
" Pa mana kuncinya " kata Lian bertanya..
" Nih ambil " kata Nathan menujuk celananya.
" Astaga pa berikan sekarang " kata Lian
" Ok asal kau janji menemaniku ke pertemuan kolega bisnis " kata Nathan.
" Pa saya belum mandi " kata Lian
" Mandilah apa kau lupa , ini juga rumahmu ." kata Nathan yang menunjuk kamar mandi. dan lemari pakaian
__ADS_1
Lian pun membuang nafas kasar nya karna ia tak bisa berkata kata lagi.