
Rayyan pun datang dan menahan Tangan Nathan yang hampir saja menampar Papahnya.
" Ada apa ini " kata tuan Benyamin.
" Nathan " kata grand pa menatap cucunya .
" Siapa kau brani mengaku ngaku Lian istrimu hah .... dia belum menikah dia masih single Dan tak mungkin dia menikah dengan mu " kata Papah Bian yang membuat .tuan Benyamin kaget
" Tapi Bian mereka sepasang suami istri mereka sudah tidur bersama " kata grand pa yang membuat Papah Bian memicing kan matanya kaget dan menatap Lian tak percaya
" What .......jangan bercanda tuan Ben " kata papah Bian kaget
" Kau......
" Iya dia memang istriku brani sekali kau menyentuh nya " kata Nathan Yang cemburu Lalu menegaskan Lian istrinya Yang membuat . Papah Bian mengeraskan rahangnya.
" Kau .......
" Nathan ..... cukup kita bicara baik baik " kata Rayyan yang menahan Nathan yang ingin maju meraih Lian karna tak terima wanitanya itu digandeng pria Lain.
" Papah Bian pun menarik tangan Lian . Dan membawanya pergi dari tempat itu Membuat semua orang heran karna ada keributan.
" Hei tunggu ...... " kata Nathan yang tak terima Lian dibawa pergi. Namun Rayyan menahan langkah nya
" Apa yang kau laku kan hah.....membiarkan adikmu dibawa pria lain " kata Nathan emosi menatap Rayyan.
" He,s my daddy " kata Rayyan yang membuat Nathan kaget lalu meninggal kan Nathan yang berdiri mematung saking kagetnya
" Nathan ada apa ini " kata Grand pa .
" Apa kau membohongi grand pa Nat Bagaimana bisa Albian marah padamu.
Dan menyangkal kalo kau bukan suami Ana bukannya kalian ......"
" Mereka memang belum menikah opa , itu hanya sandiwara " kata Alex Yang mencoba menjelaskan
Duarr.........
" Nathan..... ' kata grand pa kaget dan lalu memegang dadanya yang terasa sakit .
" Grand pa .......!!" teriak Alex yang menahan tubuh Grand pa nya yang hampir limbung dan terjatuh. Kalo saja ia tak menangkapnya
" Grand pa...... ada apa ini " kata Katrina panik.
__ADS_1
" Nathan cepat .... bawa Grand pa ke rumah sakit ....!!" teriak Katrina . Yang lalu membuat Nathan bergegas mengangkat tubuh opanya lalu menggendongnya menuju mobil .Yang membuat semua orang bertanya tanya
" Apa yang terjadi ?" kata Jeb yang menanyakan relasi bisnis yang lain
" Kami tidak tahu pasti ada masalah apa Tapi tadi ada keributan antara tuan Nathan dan tuan Albian Dan juga tuan Benyamin " kata relasi bisnis papah Albian yang memang berdiri tak jauh dari mereka .
" Hah........ bagaimana bisa ?" kata Brian yang menatap Jeb
" Aku tak tahu " kata Jeb Yang juga baru datang .
Sedang kan di mobil Lian menjelaskan pada sang papah apa yang terjadi.
" Jadi kau sudah tidur dengan nya hah....berapa kali " kata papah Bian emosi .
" Itu tak seperti yang papah pikir kan Lian tak sengaja melakukannya pah ." kata Lian terisak ..
" Ngak sengaja atau kau memang sadar melakukannya hah .....di mata otak mu kau perempuan Lian .... " bentak papah Bian yang lalu bergegas turun dari mobil ketika sampai di mansion .
" Hiks........hiks...... hiks...... hiks..... Lian pun terisak sambil mengejar sang papah dan memegang tangan papah Bian .
" Pah maaf kan Lian pah , itu.....
" Kenapa Lian, kenapa kau seperti gadis murahan hah.....apa yang kau cari
" Pah tapi Lian tidak sadar.....isak Lian
" Bodoh......kenapa kau bisa tak sadar jawab papah..... berapa kali kau melakukannya dengannya hah ......" bentak Papah Bian yang semakin emosi .
Yang membuat Lian menangis tersedu sedu ..Rayyan langsung merengkuh tubuh adik nya itu.
" Pah sudah kita bicarakan baik baik pah " kata Rayyan yang mencoba menenangkan sang papah
" Kau ...Rayyan kenapa bisa kau tak mengawasi adikmu itu hah... sampai ia brani melakukan hal diluar batas " kata papah Bian marah
" Apa masih kurang uang yang papah beri Apa papah mengajarkan kalian berbuat hal memalukan seperti itu. " kata papah Bian marah . Lalu pergi meniggalkan Lian dan Rayyan menuju kamarnya.
" De ayo kita kekamar ...." kata Rayyan yang mengangkat tubuh Lian yang menangis .
" Kak.... Lian salah kak tapi Lian bisa jelaskan kak " isak Lian
" Iya....biarkan papah tenang dulu ayo kita kekamar " kata Rayyan yang membawa adiknya itu masuk kamar . Dan menyuruh Lian berbaring .Karna sedari tadi Lian menangis sepanjang jalan .
" Tenang lah kita selesaikan besok Sudah jangan menangis " kata Rayyan yang sudah mengirim .pesan pada sang bunda ketika di mobil tadi
__ADS_1
" Sudah kakak tinggal dulu ya , Kakak akan bicara dengan papah " kata Rayyan Yang lalu keluar dari kamar Lian .Sedangkan Lian masih menangis. Karna tahu ayah nya itu tak pernah semarah itu padanya.Yang membuatnya takut bila papahnya itu membencinya
Sedangkan bunda Aira yang di dalam mobil tak sabar menuju bandara.
" Sabar lah nyonya sebentar lagi kita sampai " kata Sopir kepercayaannya itu .
" Iya Jack tapi aku harus sampai pagi ini juga di New york " kata Bunda Aira. Khawatir pada putrinya itu. ketika Rayyan mengabarinya
********
Di rumah sakit Nathan mondar mandir Karna grand pa Ben sedang anfal kena serangan jantung . Yang kaget karna kejadian di pertemuan tadi.
" Nat duduk lah grand pa sudah ditangani " kata Katrina Yang membuat Nathan menoleh
" Apa grand pa akan baik baik saja " kata Nathan Yang khawatir dengan grand pa nya. Karna semua ini terjadi karna ulah nya.Yangbmembuatnya merasa bersalah
" Kau harus menjelaskan semuanya ketika grand pa sadar nanti Juga pada Uncle dan aunty. Agar masalahnya tidak semakin rumit " kata katrina.
" Iya " kata Nathan singkat. Karna hampir saja ia memukul calon mertuanya itu kalo saja Rayyan tak menahan nya.
" Jadi dia putri tuan Albian Atmaja Alexander " kata Alexa menatap Nathan .
" Ya ..... begitulah Nathan dalam masalah sekarang " kata Katrina . Yang mengenal dekat Tuan Albian juga tegas dalam mendidik putra dan putrinya .Ketika ia dekat dengan Rayyan semasa kuliah dulu.
Sedang kan Nathan hanya terdiam . Karna bingung. Karna ia juga harus menjelaskan dan menyelesaikan semua masalahnya .
" Apa dia baik baik saja " kata Nathan dalam hati " Yang takut Tuan Albian tak merestuinya Mengingat kejadian tadi Padahal ia dan Lian sudah berencana ingin bertemu papah Lian Tapi apa mau dikata pertemuan dengan papah Lian malah tak seperti ia harapkan Dan tak sesuai dengan Yang Nathan pikirkan sebelum nya. Karna tak sengaja mereka bertemu Dalam suasana yang sama sekali ia duga.
" Nat..... kau baik baik saja " kata Katrina Yang menatap sepupunya itu..
" I am okey " kata Nathan sendu.
" Kau harus sabar dan tenang dan juga berpikir jernih karna dalam kondisi begini bisa menyulut kemarahan tuan Bian . Kau belum mengenalnya dengan baik " kata Katrin.
" Aku harus bagaimana ?" kata Nathan.
" Temui dia besok ...dan bicara baik baik" kata Katrina.
" Tapi bagaimana kalo dia tak menerimaku " kata Nathan.
" Itu sudah menjadi resiko dari apa yang kau perbuat dan kau harus menerima segala konsekuen nya " kata Katrina.
" Ya........" kata Nathan yang meraup kasar wajah nya .Dan menarik nafas dalam ..
__ADS_1