
Nathan terdiam sejenak lalu menatap Lian lekat Dan memeluk nya erat.
" Ok aku akan menemui mereka " kata Nathan dengan mimik serius
" No.......tidak sekarang pa, aku.... belum menjelaskan semuanya.." kata Lian .
" Tak masalah " kata Nathan yang kembali memencet pintu ruangannya.. Karma ia tak pernah melakukan sesuatu diluar batas Selain hanya berciuman karna ia ingin
Melakukannya setelah ada ikatan pernikahan
"' Apa kau tahu Grace dimana? tadi Lukas menemui ku untuk menanyakannya " kata Nathan jujur.
Lian langsung menatap wajah bosnya itu.
Yang tak menyimpan kebohongan apapun.
" Apa dia juga meminjam modal pada mu " kata Lian penuh selidik
Jleb
Nathan menatap lekat wajah Lian Dan ia sudah menduga dari sejak awal Pasti gadis kecilnya itu otak dari masalah Lukas. Karna mereka bersahabat. Dan tak mungkin Lian lepas tangan begitu saja.
" Ya aku membantunya " kata Nathan jujur.
" Kenapa bapa mau membantu pria brengsek itu " kata Lian cemberut
" Hei ....... aku tak membantunya cuma cuma ada alasannya " kata Nathan menarik tangan Lian dan membawanya untuk duduk disofa .
" Lalu .... " kata Lian penuh selidik menatap bosnya itu.
" Suatu saat ketika dia bangkrut aku bisa mengambil alih perusahaannya . Anggap saja aku sedang men DP uang mukanya " kata Nathan santai.
" Aish bapa mengambil kesempatan dalam kesempitan " Cibir Lian
" Why not , kan dia bangkrut. itu pasti ulah gadis kecil ku ini Hanya sedang ingin mempermainkan nya kan !! Perusahaan Lukas perusahaan yang bagus . Dan prospek kedepannya cerah . Kau ingin menghancurkannya Apa salah nya jika aku memanfaatkan nya " kata Nathan tersenyum.
" Apa bapa tega menghancurkan teman sendiri " tanya Lian.
" Hei .....aku tidak menghancurkan nya Aku berpikir logis saja. Toh dia datang kesini untuk minta tolong. Dan aku menolongnya tampa unsur kesengajaan . Dan kalo dia benaran bangkrut Aku bisa menanganinya . Lepas terkait permasalahannya dengan Grace Aku tetap seorang pebisnis Dan wajar melihat ketika ada peluang Aku memanfaatkannya " kata Nathan yang tak menapik ingin punya banyak anak perusahaan Yang membuatnya semakin sukses.
__ADS_1
" Ok....... aku salut dengan bapa. Lalu Lukas bicara apa lagi dengan bapa ?" kata Lian.
" Ya..... dia akan menikahi Grace bila mau diajak bicara baik baik " kata Nathan.
" **** .......lalu kenapa dia ingin menangkap kami , Seharusnya ia bicara baik baik kalo ingin Grace menemuinya " kata Lian kesal .
" Ya ampun sayang..... dia hanya kesal dan panik Hati dan pikirannya tak sinkron .Wajar dia jadi bodoh di tambah lagi . Kalian mencuri uangnya jelas dia kelabakan .
" Salah sendiri siapa suruh dia mengacam Grace dan wajar bila kami mengerjai nya " kata Lian cemberut.
Sedangkan diluar di meja Lian Emma gelisah menunggu Lian yang belum juga keluar dari ruangan Nathan. Xang membuatnya mondar mandir mengitari meja kerja nya
" Kau kenapa Em?" kata Dion yang melihat Emma gelisah . Sehabis dari lantai bawah Mengantar laporan bulanan kedewan direksi keuangan.
" Kak.... Lian belum keluar dari ruangan bos dari sejam yang lalu dan aku takut .....
Dia di....." kata Emma menggantung.
" Apa " kata Dion menatap Emma.
" Apa tadi pa Lukas kesini " kata Emma menatap Dion.
Ceklek ...
" Biarkan saja dia bangkrut bukan urusan kami salah sendiri dia sombong ."kata Lian.
Benar saja dugaan Dion yang melihat keduanya berdebat Dan Emma berdiri mematung melihat keduanya yang duduk bersebelahan tampa jarak .
" Ya tapi bagaimana pun dia berniat baik masih mau bertanggung jawab " kata Nathan .
" Cih....... enak saja dia bilang itu Setelah menghina dan mencaci maki Grace dengan congkaknya Lalu ingin bertangung jawab setelah bangkrut. Hello.............apa aku harus bilang wow.....gitu cih ngak.... nggak bisa . Dia harus merasakan dulu sakit hati biar tidak seenaknya meremehkan wanita . Emang dia pikir Grace gadis murahan . Kalo aku jadi Grace sudah ku cincang cincang tuh alat kelaminnya dan tak buang kelaut buat makanan hiu " kata Lian kesal .Yang membuat Nathan bergidik ngeri . Begitu juga dengan Dion yang jelas jelas mendengarnya Membuat bulu kuduknya berdiri dengan perkataan Lian .
" Iya benar itu pa " kata Emma yang langsung masuk tampa permisi . Karna dari tadi ia mendengar perdebatan keduanya Yang disusul Dion yang langsung ikut duduk di depan Nathan.
" Aish kenapa Kalian ini bisa kompak sih . Tapi bisa kan kalian bujuk baik baik agar keduanya bisa bicara dari hati kehati " kata Nathan.
" No .....pa bapa tahu ngak dia sempat menampar wajah Grace Dan juga sempat mencekiknya. Dan menyuruh Grace melenyap kan anaknya sendiri . Lalu setelah itu minta maaf setelah berbuat kasar . Cih ....... ngak sudi enak saja " kata Emma ikut bicara . Yang membuat Dion dan Nathan saling pandang
" Iya betul...... biar saja dia ngenes dan jadi gelandangan Biar dia tahu rasanya jadi orang susah dan tidak sombong . Dan dia juga harus tahu kalo Grace bukan perempuan lemah .Grace ngak butuh uangnya . Dan juga burung perkutut nya itu Aku yakin masih banyak pria yang mau sama Grace" kata Lian Emosi
__ADS_1
Dion dan Nathan pun hanya bisa terdiam . Mendengar ucapan tajam dua gadis muda itu. Yang membuat mereka berdua tak berkutik. Dan Nathan membayangkan bagaimana kalo ia seperti Lukas Pastinya ia bisa di buat jadi bubur. Oleh gadis kecilnya itu .
" Huh........... lalu apa yang harus aku lakukan " kata Nathan menatap Lian dan Emma bergantian.
" Bapa diam saja ngak perlu ikut campur biarkan saja Lukas merasakan stress sendiri dan jadi gila. Itukan ulahnya sendiri " kata Lian ketus.
" Aish......... ngeri aku bos Aku menyerah deh nggak ikutan . Biar Lukas mengurus sendiri masalahnya " kata Dion yang sudah mati langkah karna mendengar Kedua gadis itu tak memberi peluang apapun pada Nathan .
" Yah baiklah........ terserah tapi dia tetap teman ku .Aku tak bisa mengabaikannya begitu saja . Kami memang tidak dekat Tapi paling tidak aku sudah memberi solusi yang terbaik " kata Nathan .mengalah.
Karna ia tak mungkin ngotot membela
Lukas Yang jelas jelas salah sejak awal.
'" Bagus lah " kata Lian.
" Ya sudah Li ayo kita balik kerja" kata Emma ketika perdebatan itu berakhir 2-0
Karna tak ada jalan keluar ..
" Ya sana kembalilah " kata Nathan .Sambil memijat keningnya yang pusing
Lian dan Emma pun lalu keluar dari ruangan Nathan . Dan Dion menatap Nathan lekat.
" Kenapa menatap ku begitu..?" tanya Nathan heran
" Apa Lian segarang itu juga kalo ditempat tidur bos. .Kan bos suaminya Dan kalian pasti pernah kikuk kikuk ..maksud ku
Apa kau tak berkutik dengannya " kata Dion penasaran.
" Cih kepo ..... sehebat hebatnya dia diluar kalo di atas ranjang tetap menyerah " kata Nathan
" Masa.........." kata Dion tak percaya .
"' Coba saja ......" kata Nathan.
" Hehehe..............." Dion pun terkekeh sambil .mengaruk lehernya karna ketika ia bersama Clay ia memang lebih unggul..
*****Happy reading guys jangan lupa vote dan like nya ya *"""""
__ADS_1