Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 45 Pergi Tampa pamit


__ADS_3

Lian memasang wajah cemberut ketika masuk ke dalam kamar, Karna kesal pada big bos nya itu


" Ih sempat sempatnya aja ya tuh orang cari kesempatan " gerutu Lian kesal. Karna Nathan sempat menciumnya .


" Padahal sudah ada dalam perjanjian kalo tak ada sentuhan fisik " dumel Lian kesal.Sambil rebahan diatas tempat tidur.


Ceklek....


" Belum tidur ?" tanya Nathan


" Ngapain sih bapa nyium nyium depan grand pa. kan sudah ada perjanjian kita tak boleh ada hubungan fisik " dumel Lian yang langsung duduk sambil menatap Nathan dengan wajah cemberut


" Ya ....kan aku harus berakting di depan grand pa Supaya terlihat seperti pasangan yang bahagia " kata Nathan memberi alasan


" Itu ..... Untung buat bapa tapi saya rugi " kata Lian ketus.


" Hah .....kok bisa kan ngak ada bekasnya. " kata Nathan tersenyum.


" Bapa jahat , egois sudah memaksa mana cari kesempatan dalam kesempitan " kata Lian kesal


" Ya maaf kan kita harus totalitas bermain peran suami istri " kata Nathan.


" Apa........orang cuma bohongan juga. totalitas apaan " kata Lian gusar.


" Ok..... aku minta maaf , apa perlu aku mengembalikan ciumannya " kata Nathan yang lalu mendekati Lian .


" Hah .....emang bisa " kata Lian bingung.


" Ya bisa tapi kamu yang mencium ku jadi Kukembalikan ciumannya " kata Nathan yang membuat Lian makin kesal


" Ck.......modus , bilang aja bapa cari kesempatan kedua " kata Lian yang lalu rebahan sambil membelakangi Nathan.Yang membuat Nathan tersenyum . Karna bisa mengerjai Lian.


" Hei ......cantik jangan marah , aku hanya menyenangkan grand pa. Bila kamu marah kau bisa memaki ku sepuasnya. Tapi jangan ngambek ya . " Nathan mencoba membujuk Lian.


Namun Lian tak bergeming ia hanya diam. Membuat Nathan duduk disisi ranjang sambil mengusap pungung Lian . Yang membuat Lian merasa nyaman dan mengantuk.


" Jangan marah, nanti cepat tua " kata Nathan yang mencoba merayu Lian.


Lama Nathan bicara sendiri. Namun tak ada jawaban dari Lian yang membuat Nathan lalu mendekati wajahnya ke wajah Lian yang sedang mendengkur halus


"'Astaga ....dia membuatku seperti orang gila saja. Bagaimana bisa ia ketiduran sedangkan aku setengah mati membujuknya . " kata Nathan mengerucutkan bibirnya kesal.


Lalu Nathan pun menyelimuti tubuh Lian . Tampa sengaja ponsel Lian bergetar diatas nakas. Lalu Nathan melihat siapa orang yang menelpon Lian.


" Rayyan ....."

__ADS_1


" Who he is Rayyan ?" bathin Nathan penuh penasaran .Setelah itu ponsel pun mati.Ada 5 x panggilan tak terjawab. Membuat Nathan penasaran. Lalu melihat profil sang penelpon.


Deg........


Wajah tampan Rayyan terlihat jelas di profil Lian .Yang membuat Nathan memanas dan penasaran dengan orang yang menelpon Lian.


" Apa itu kekasihnya ?" bathin Nathan lalu keluar dari kamar Menuju ruang kerja grand pa . Dan duduk termenung di kursi sofa sambil berpikir apa rencananya kedepan.


Lian yang tertidur kaget mendengar getar ponselnya. Lalu meraihnya. dan mengangkatnya.


** Lian kamu ngapain sih de, ditelpon dari tadi ngak diangkat " omel Rayyan


" Hah kenapa kak, kakak dimana ?" tanya Lian lalu bangun


" Kakak lagi nginap di hotel dekat kampusmu " kata Rayyan


" Ya sudah Lian kesana . Tadi Lian ketiduran " kata Lian yang lalu mengambil tasnya dan keluar dari kamar menuju pintu untuk keluar


Lian berjalan keluar dari mansion . Dan mencoba mencari taxi yang lewat Namun nihil tak ada satu pun taxi.


" Ah ......kenapa tadi ngak minta antar bos ya Tapi bila minta antar bos ketahuan ngak bakal dapat izin pulang " guman Lian.


Lalu berjalan sendiri . Sambil menunggu taxi lewat. Dan tak lama ada taxi yang lewat membuat Lian lalu menyetop nya.


" Mau ke hotel xxx pa , bisa mengantar saya kesana " tanya Lian.


Sedangkan Nathan yang masuk kamar langsung kaget Melihat Lian tak ada di atas ranjang. Dan lalu buru buru mengecek kamar mandi . tapi nihil


" Astaga ......jangan jangan " kata Nathan yang mengingat panggilan seorang pria


" Lian.........":teriaknya menuju pintu yang tak di kunci dan menuju pintu gerbang .Sudah tak ada siapa siapa disana.


" Apa tuan mencari nona ?" tanya satpam menegur Nathan yang ingin kembali masuk .


"'Ya apa kau melihatnya " kata Nathan.


" Dia baru saja pergi naik taxi tuan " kata satpam itu


" Akh ..........kenapa kau tak mencegahnya " kata Nathan kesal.


"'Maaf tuan saya pikir sudah izin tuan " kata satpam itu langsung ketakutan .Karna Nathan terlihat kesal.


Nathan pun lalu cepat cepat ke kamarnya mengambil ponselnya. Dan lalu menelpon Lian Namun tak diangkat oleh Lian.


" Sialan kemana dia, pasti pria itu . Yang tadi menelpon nya " guman Nathan kesal . Lalu terduduk di tempat tidurnya .

__ADS_1


" Ah.......apa pria itu kekasihnya " bathin Nathan berpikir .


Karna tak mungkin ia menyusul Lian yang tak tahu pergi kemana .Apalagi tadi Lian main pergi aja. Tampa mengatakan apa pun padanya. Dan ketika di telpon tidak diangkat. Sama sekali. Membuat Nathan gelisah.


Sedangkan Lian sudah sampai di hotel dimana Rayyan menginap


" Hai kak " kata Lian yang langsung masuk kekamar hotel.


" Lah dari mana ?" tanya Rayyan heran dilewati sang adik begitu saja.


Lian lalu melempar tasnya dan naik ke tempat tidur . " Lian ngantuk kak " kata Lian yang lalu memejamkan matanya.


Rayyan hanya menggelengkan kepalanya Melihat adiknya itu tidur diranjang. Lalu ikut naik ke atas tempat tidur


" Sana geser dikit " kata Rayyan.


" Dih kakak sebelah sana " kata Lian yang bergeser.


" Kakak juga ngatuk de" Kata Rayyan yang ikut tidur disebelah Lian dan. lalu memeluk. adiknya itu


Keduanya pun lalu terlelap . Mengarungi mimpi indah . Karna sudah biasa bagi Lian tidur sekamar dengan sang kakak . Seperti dirumahnya sendiri.


............................


Sedang kan di mansion Nathan tak bisa tidur. memikirkan Lian yang pergi begitu saja tampa pamit dengan nya .


" Lihat saja besok. Enak saja di main tinggal " gerutu Nathan seorang diri


Bagaimana tidak kesal . karna besok pagi pasti sang grand pa mencari Lian. Dan ia tak tahu harus berkata apa . Karna Lian tak pamit dengannya.


Apalagi Sang grand pa sudah menyiapkan sesuatu yang spesial buat Lian besok yang membuat Nathan kesal.


................................


":Pagi tuan muda " kata Pelayan yang melihat Nathan sudah siap di meja makan.


" Apa grand pa belum bangun,? " kata Nathan yang meminum segelas susu dan memakan roti kesukaannya.


" Mungkin sebentar lagi tuan " kata pelayan. Yang meletakan kopi untuk grand pa nya .


" Baiklah aku sarapan duluan saja " kata Nathan .Yang lalu memakan rotinya .Tampa menunggu grand pa nya. . Karna pasti akan banyak pertanyaan tentang Lian. Apalagi grand pa belum tahu kalo Lian pergi tampa pamit. Nathan hendak beranjak dari kursinya ketika......


" Lian kemana tan ?? kenapa sarapan sendiri ?" tanya grand pa .


Deg........???

__ADS_1


.


__ADS_2