
Pria itu tertawa senang bisa mengerjai Rayyan. Yang membuat Rayyan mengelengkan kepalanya .
" Kau sendiri kesini " kata Rayyan yang lalu duduk di sofa
" Iyalah mana kak jasmine dan Lian?" tanya pria itu.
" Lagi sarapan , apa kau sudah sarapan " kata Rayyan
" Ya tadi dihotel " kata pria itu santai
" Kenapa tak menginap disini saja " kata Rayyan menatap sepupunya itu
" Bukan kejutan namanya bro bila aku menginap..Oh ya gimana Lian baik baik saja " kata Pria itu balik menatap Rayyan
" Aku baik baik saja kak..." kata Lian yang langsung duduk di pangkuan pria itu.
" Lian ngak sopan " kata Rayyan menegurnya.
" Biarkan bro" kata Dilan memeluk adik sepupunya itu
" Kenapa kak Dilan ngak bilang mau kesini tahu gitu kan aku nitip " kata Lian.
" Cih nitip apa disini juga banyak . Tetap sama kok di Jerman juga ngak ada yang spesial sama saja makanannya " kata Dilan
" Yah.... paling tidak belikan coklat lah " kata Lian
" Lah duitmu itu banyak Li, disimpan nanti jadi berjamur . keluarkan buat jajan " kata Dilan yang mencubit hidung Lian .
" Li ayo berangkat " kata Ayse sambil kaget Melihat Lian dipangku pria tampan .Namun ia menduga itu kerabat Lian .Karna tak mungkin Lian brani seperti
itu kalo bukan keluargganya.
" Iya ayo , oh ya kak ini teman ku Ayse dia karyawan Kak Ray. Ay kenalkan ini kakak sepupuku " kata Lian mengenalkan Dilan Lalu turun dari pangkuan Dilan.
" Ok .... nice to meet you Ayse my name Dilan " kata Dilan melambaikan tangannya.
" How do yo do. Nice to meet you too Mr Dilan ." kata Ayse tersenyum
" Kak Dilan menginap disini ya biar nanti kita bisa cerita cerita ya " kata Lian.
" Ya sana .... berangkat lah hati hati di jalan " kata Dilan.
" Ya kak Lian kerja dulu ya dah .... " kata Lian yang lalu pergi diantar Ayse Karna mobilnya masih berada di kantor.
" Ya sudah kau istirahat dulu di dalam Aku mau kekantor Nanti bila butuh apa apa Tinggal hubungi aku " kata Rayyan
"' Ok enjoy your job bro " kata Dilan.
" Yah sampai ketemu nanti " kata Rayyan Yang lalu menuju teras untuk berangkat ke kantor Karna Jhon sudah menunggu nya sedari tadi ..
Di kantor Nathan baru saja di datangi Rose untuk minta tolong pada Nathan.
Karna ia di kejar kejar polisi.
" Ayo lah Nat aku tak melakukan itu "kata Rose mencoba merayu Nathan .
Namun Nathan diam diam mengirim pesan ke Dion Untuk memanggil polisi . Karna tak mungkin ia membiarkan Rose bebas begitu saja.
__ADS_1
" Aku tak bisa membantumu Tapi ini ada uang untuk mu " kata Nathan meletakan segepok uang di meja Untuk mengulur waktu Karna polisi sedang dalam perjalanan .
" Trimakasih Nat kau baik sekali " kata Rose senang Lalu mengambil uang itu Dan dengan cepat menyimpan nya di dalam tas nya.
" Ya sudah aku pergi ya " kata Rose.
" Ya berhati hati lah , karna kalo kau berbuat jahat kau pasti akan membayarnya " kata Nathan menyindir
" Nat aku tak mungkin melakukan itu " kata Rose Yang lalu berpamitan Dan bergegas ke arah pintu Dan kembali menutup pintu ruangan Nathan Lalu bergegas berjalan menuju Lift . Namun belum lagi dia masuk lift Rose sudah disergap polisi .Dan bersamaan dengan Lian Yang juga berdiri keluar dari Lift bersama para polisi Yang langsung menghadang Rose
Ting.......
" Kau ...." . kata Rose kaget melihat Ana
" Kau.....ada apa kau kesini " kata Lian
" Maaf nona Ana kami akan menangkap nya " kata Polisi yang langsung menahan Rose.
" Hei lepaskan... Apa yang kalian lakukan " teriak Rose
" Awas kau Ana aku akan membuat perhitungan dengan mu " teriak Rose meronta ronta ketika dibawa pergi.
" Ih....kenapa dengannya " kata Lian bingung.
" Dia yang ingin mencelakai mu kemaren " kata Nathan merangkul Lian
" Pa ..... dari mana bapa tahu " kata Lian kaget.
" Aku tahu sendiri " kata Nathan menghadapkan tubuh Lian padanya
Yang membuat keduanya nya saling menatap satu sama Lain Dan Nathan langsung memeluk Lian .Dan menciumi
" Aku mencintai mu dan tak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti mu lagi " Kata Nathan merengkuh tubuh Lian
" Pa ...." kata Lian
" Kenapa ?" kata Nathan
Lian pun melihat kearah Dion dan Emma Yang berpangku tangan melihat keduanya berpelukan .Nathan yang mengikuti kemana arah mata Lian pun kaget Melihat Dion dan Emma berdiri menatap keduanya .
" Teruskan saja anggap saja kami tak melihat kalian .Ayo sayang " kata Dion Merangkul Emma pergi kembali keruangan nya. Dan Emma kemeja kerjanya.
" Bapa....ih tuh malu kan " kata Lian Dengan pipi merona merah . Lalu melangkah ke meja kerjanya.
" Aish kenapa malu .Toh sebentar lagi kita juga akan menikah " kata Nathan.
" Ih bapa bukan masalah itu " Kata Lian Yang sangat malu di lihat Emma dan Dion.
" Belum sah pa jadi sabar dulu " sindir Emma.
" Iya aku tahu " kata Nathan dengan wajah manyun melangkah keruang kerjanya .
Yang membuat Lian tersenyum . Karna bosnya itu memasang wajah jutek di sindir Emma .
" Heh...... dia lucu" kata Lian tersenyum
" Bukan lucu lagi Li, dia bisa gila bila sering kau gantung Cepat lah menikah. Li
__ADS_1
Kasihan big bos " kata Emma.
" Sabar Em , dia juga tahu kok , mungkin tadi baper aja karna takut aku kenapa napa karna kemaren kami di tembaki orang " kata Lian
" Hah...... serius Li, kapan kok aku ngak tahu " kata Emma kaget.
" Apa bos belum cerita ke kak Dion " kata Lian Menatap Emma Yang melampirkan berkas
" Belum " kata Emma menoleh pada Lian.
" Nanti juga bos bakal cerita apa yang terjadi .Ya sudah aku antar ini dulu ya ke big bos " Kata Lian .berdiri ketika sudah menyusun berkas yang sudah selesai ia buat dari kemaren
" Ya tapi ingat jangan macam macam didalam ya " kata Emma
" Dih ngapain juga macam macam " kata Lian cemberut .
" Kali aja " sindir Emma sambil terkekeh .
" Aish kau ini Em, curiga aja bawaan nya .Mentang mentang sudah nikah " dumel Lian
" Hahaha.......kali aja lho hilap Li, toh si bos agresif ngak bisa lho dekat main sosor aja. Makanya aku takut lho terbuai rayuan nya " kata Emma terkekeh.
" Tahu ah " kata Lian yang langsung bergegas Mengantar laporan dan jadwal kerja Nathan. Yang membuat Emma tersenyum. Karna memang sengaja menggoda Lian Karna senang melihat wajah Lian Yang merona seperti jambu. merah .
Tok.....tok....tok.....
" Masuk " kata Nathan dari dalam.
Ceklek ...
Lian pun melangkah masuk Dan menyerah kan laporannya juga jadwal kerja Nathan Yang sedang fokus melihat layar laptopnya.
" Sini " kata Nathan.
" Disini saja pa " kata Lian gugup takut Nathan memeluknya.
" Kenapa kau mau menghindari ku " kata Nathan tetap fokus pada layar laptop
" Tidak cuma saya ngak enak pa " kata Lian .
" Sama siapa ? Dion atau Emma..toh mereka juga tahu ngak usah malu " kata Nathan .
" Tapi saya malu sama tuhan pa " kata Lian .
" Hah......." kata Nathan menatap Lian .
Lian hanya tersenyum berdiri didepan Meja kerja Nathan .
" Kenapa kau tersenyum apa Kau sedang menggodaku " kata Nathan .
" Ih..... bapa geer saya ngak perlu mengoda bapa. Orang nggak digoda aja sudah main nyosor " kata Lian.
" Yang membuat Nathan ingin menarik Tangan Lian namun Lian menghindar . Lalu tertawa . Dan berlari kearah pintu.
" Slamat bekerja pa " kata Lian mengedipkan matanya
" Kau ......."
__ADS_1
Brak .... pintu pun tertutup dengan hilang nya Lian di balik pintu Yang membuat Nathan tersenyum.
" Dia mengemas kan awas saja nanti bila sudah jadi milik ku " guman Nathan