
Lian tersenyum terlihat bahagia .Lalu mengandeng Pria itu sampai masuk kedalam mobil.
"Dah kak, salam buat kak Jasmin ya " kata Lian tersenyum
" Ok nanti malam kakak jemput bila mau ketemu . Dah met kerja " kata Rayyan Yang lalu membawanya mobil pergi .Meninggalkan hotel di mana adiknya menginap.
Sedangkan dari kejauhan Nathan masih melihat interaksi Lian. Dan setelah mobil pergi . Lian kembali kekamarnya.
" Sialan " umpat Nathan kesal lalu pergi dari tempat itu. Karna kesal melihat pria yang dekat dengan Lian.
...................................
Sedangkan di kamarnya Lian sudah bersiap siap. Untuk kekantor cabang.Ia sudah berpenampilan rapi.
" Alhamdulilah untung ada kak Jasmin dan kak Rayyan " kata Lian .Seraya tersenyum . Sambil merias tipis make up kewajahnya.
" Sudah lumayan cantik Lian lets go . " kata Lian menyemangati dirinya sendiri.
Lalu Lian pun keluar dari kamarnya . Dan menunggu di lobby hotel
" Lian ......." kata Dion.
" Ya kak apa kita berangkat sekarang.?" tanya Lian .Sudah terlihat cantik.
" Sebentar tunggu bos , dia akan segera turun " kata Dion.
" Li .... Kamu terlihat terlihat cantik dan dewasa " puji Dion. Yang melihat Lian tampil berbeda. Dan lebih cantik.
" Trimakasih kak " kata Lian tersenyum.
" Ayo berangkat " kata Nathan yang lalu melangkah melewati Dion dan Lian. Dengan wajah cueknya. Melewati keduanya yang asyik ngobrol.
Mereka pun turun kebawah dan menuju sebuah mobil Yang akan mengantar kan mereka kekantor cabang. Setelah masuk mobil ketiga banyak diam .Nathan yang duduk disebelah Lian .Hanya melirik sekertarisnya itu sekilas Yang hari ini terlihat tampil beda .
" Tumben dia tampil rapi " bathin Nathan.
Sedangkan Lian duduk tenang disebelah sang bos. Sambil sesekali melihat ke luar kaca jendela. Melihat keindahan kota paris.
Hampir 30 menit mereka sampai disebuah gedung . Yang bertuliskan Airbanb. Dion turun lebih dulu .Membukakan pintu untuk Nathan Sedangkan Lian turun membuka pintunya sendiri.
Lalu ketiganya masuk. Nathan berjalan lebih dulu Sedangkan Dion dan Lian mengikuti bos mereka. dari belakang. Dan langsung masuk keruang rapat .Karna Nathan memang sudah ditunggu sedari tadi.
Lian duduk di samping Dion.Ketika Nathan membuka rapat. Lian duduk tenang dan menyimak dari setiap penjelasan Yang Nathan berikan.Dan juga bagaimana memberikan usaha target promosi property yang lebih cepat dan praktis . Dan juga bagaimana sistem pembayaran dari klein yang menyewa atau menginap. Hotel dan pulau pribadi. dengan tarif standar Namun cukup banyak peminatnya.
Tampa sengaja ada seorang relasi yang mengacungkan tangan .Namun Nathan tak mengerti apa maksudnya Lalu .Lian yang melihatnya pun bertanya pada pria itu
" Est ce que je peus vour aider Mr ?
" pauves vous repeter " kata pria itu
__ADS_1
Lalu Lian pun menjelaskan apa yang sempat dia dengar dari Nathan .Dengan Bahasa prancis Dan juga menjelaskan cara kerja sistem yang lebih mendetail hingga pria tersebut mengerti. lalu mengangguk kan kepala karna sudah paham.
" Qui mersi Miss" kata pria itu tersenyum .
Lian pun lalu tersenyum dan mengangguk. Membuat Nathan heran pada sekertarisnya itu. Karna Lian cukup baik berbahasa prancis.
Nathan tahu kemampuan Lian yang cukup baik.Dan bisa membawa diri. Ketika berbicara di depan umum.Lian juga terlihat percaya diri dan sangat menjaga penampilan nya .Juga terlihat jelas gairah kerjanya yang cukup tinggi dan bertangung jawab.
" Dia hebat kan bos " bisik Dion
" Mhem " kata Nathan menjawab.
" Selain pintar dia juga cantik bos " kata Nathan mengoda.
" Wanita cantik adalah wanita cantik .Tapi wanita cantik dengan otaknya adalah kombinasi yang mematikan " kata Nathan.
" Itu jelas bos, Dia biasa membuat bos patah hati nanti " kata Dion menyindir.
Nathan hanya diam . tapi ia cukup kagum dengan sekertarisnya itu. yang bisa menguasai beberapa bahasa. Arabic, Mandarin dan kini bahasa Prancis .Dan besok apalagi " bathin Nathan Yang melihat Lian punya potensi yang luar biasa .Dan juga mengagumkan. Dan Nathan merasa nyaman bekerja dengan sekertaris barunya itu.
Ketika rapat selesai Mereka pun kembali ke hotel di mana mereka menginap dan paginya akan berangkat ke Swedia.
" Lian kau hebat " kata Dion memuji Lian ketika mereka makan siang.
" Trimakasih kak biasa saja. " kata Lian merendah.
" Berapa bahasa yang kau kuasai?" tanya Nathan menatap sekertarisnya itu.
" Wow tapi itu keren Lian " puji Dion lagi.
" Biasa saja kak, saya belajar bahasa hanya untuk bisa berbisnis " kata Lian.
" Apa kau mengambil kursus untuk setiap bahasa Ana ?" tanya Nathan.
" Tidak pa, hanya otodidak " jawab Lian.
" Hah........... bagaimana bisa ? tapi kau cukup baik dalam berbicara " kata Nathan yang mengira Lian mengambil kursus bahasa.
" Kan saya sering mendengar pa, dan juga sering menonton Film " kata Lian.
" Tapi tidak semua orang bisa Li, aku saja kadang harus membawa kamus untuk bisa berlibur ke suatu negara " kata Dion.
" Itu tergantung kemampuan otak Dion, semakin sering kau belajar semakin mudah kau menerapkannya. Mungkin Ana dulu seperti itu " kata Nathan.
" Iya benar pa, karna saya sering berpergian dan juga mendengar setiap obrolan jadi tidak aneh .Hingga saya menjadi terbiasa dan bisa menerapkannya tanpa belajar " kata Lian menjelaskan.
" Wah pantas saja kau pintar Li, kau bisa jadi karyawan tetap .Di kantor kita bagaimana bos ?" tanya Dion.
" Itu tergantung Lian " kata Nathan.
__ADS_1
" Saya hanya magang lima bulan pa, Dan saya akan kembali lagi kekampus Setelah selesai magang " kata Lian
Deg...........
Lima bulan waktu yang sebentar bagi . Nathan . Ia tak bisa membayangkan ia akan mencari sekertaris baru.lagi Sedangkan ia sudah nyaman dengan Lian .Yang menjadi sekertarisnya. Walau gadis itu mahasiswa magang.
" Ayo habiskan setelah itu kita istirahat " kata Nathan. Yang merasa kan hatinya galau.
Ketiganya pun menikmati makan siang dengan lahap Setelah selesai ketiga nya kembali ke Kamarnya masing masing .Begitu juga dengan Lian.
" Huh Capek juga ......" kata Lian yang membaringkan tubuhnya diatas ranjang hotel.
" Oh ya aku lupa ngabarin bunda " kata Lian yang menelpon bundanya.
"..............
" Assalamualaikum bunda lagi apa? "
" Lagi di butik "
" Lian sudah ketemu kak Yayan?"
" Sudah bun, kemaren sekalian antar baju buat Lian "
" Bagus lah ,apa Lian baik baik saja nak ?"
" Alhamdulilah bunda dan papah juga kan"
" Ya alhamdulilah kami slalu sehat "
" Apa anak bunda juga sehat "
" Iya bun , Lian sehat " kata Lian yang tersenyum manis pada sang bunda yang tetap terlihat cantik.
" Ya sudah hati hati ya sayang " kata Bunda.
" Ya bun bye Lian sayang bunda dan salam buat Papah " kata Lian
" Ok.....jaga diri baik baik jangan nakal " kata bunda.
" Ok ....assalamualaikum " kata Lian .
Lalu hubungan pun terputus Lian tersenyum sambil menaruh ponselnya disamping bantal. Entah mengapa ia merindukan sang bunda. Namun ia belum bisa pulang untuk libur. Karna masih magang. Dan juga harus menyelesaikan kuliahnya.
Sedangkan dikamar lain Nathan tak bisa tenang .Mengingat seorang pria yang sore kemaren memeluk Lian. Dan ia juga tak melihat wajah pria itu. Entah mengapa ia tak suka ada orang yang mendekati sekertarisnya itu. Bahkan asisten Dion sekalipun.
" Aish ......kenapa denganku. ???? " kata Nathan yang lalu duduk dan meraup wajahnya kasar.
"'Kenapa dia ada dalam pikiranku sih. Bikin kesal saja. " guman Nathan lalu melangkah mengambil sebotol air mineral dan meminumnya.
__ADS_1
Tok......tok......tok.......
" Siapa sih ? sore sore begini nganggu orang istirahat " kata Nathan ngedumel. Dan membuka pintu.....