
" Lho kok kalian ???"
" Aku hanya mau mengantarkan ini " kata Nathan yang membawa kan berkas Lian yang tertinggal di mobil. Lalu memberikan nya pada Lian
" Trimakasih pa " kata Lian
" Kami ngak sengaja bertemu Li" kata Emma.
" Ya sudah ayo masuk " kata Lian yang yang lalu masuk kedalam. Dan Nathan pun ikut masuk dan melihat apartemen Lian.
" Silahkan duduk pa, bapa mau minum apa tawar Lian .
" Apa saja " kata Nathan. Yang lalu duduk.
Emma dan Lian pun menuju ke kamar dan keduanya bicara pelan. Sambil sesekali Lian melihat pintu.
" Jangan sampai bos tahu, tadi dia telp pria brengsek itu " kata Lian berbisik.
" Ya " kata Emma yang mengerti .
Lalu Lian pun keluar dari kamar dan mengambil minuman dingin untuk Nathan yang menunggu di sofa . Lalu memberikannya.
" Maaf hanya ini " kata Lian . Yang terlihat cantik memakai baju rumahan.
" Trimakasih , ya sudah saya pulang dulu maaf menganggu kalian " kata Nathan beranjak dari sofa dan melihat setiap sudut apartemen Lian yang terkesan rapi
" Yang pa trimakasih " kata Lian .
Lalu Nathan pun melangkah menuju pintu dan tersenyum ketika Lian mengantarnya
" Hati hati pa " kata Lian Yang berdiri di depan pintu
" Ya slamat istirahat ' kata Nathan yang lalu pergi dan menghilang di dalam lift
Dan Lian pun masuk dan menutup pintu
" Apa dia sudah pulang ?" kata Emma
" Em..... aku takut dia tahu kita menyembunyikan Grace . Karna Lukas temannya " kata Lian yang duduk disofa.
" kita kesana nya habis makan malam saja Li , kan biar terkesan kita pergi jalan jalan " kata Emma. Yang juga sudah mandi
" Ya biar nanti naik taxi saja " kata Lian.
__ADS_1
" Ya Li, yuk kita makan nih aku beli makanan dulu tadi " kata Emma yang mengambil bungkusan.
" Ok .....tapi aku sholat dulu ya, apa masih halangan ?" tanya Lian.
" Iya mungkin dua hari lagi baru bersih " kata Emma yang memang lagi haid. .
Lalu Lian pun masuk kamar untuk sholat sedangkan Emma menyediakan makanan untuk mereka berdua. Karna sudah biasa bagi mereka berempat saling berbagi. Tampa berhitung. Apa lagi masalah makanan . Siapapun yang membelinya tak jadi masalah kadang mereka juga bergantian untuk bisa saling membelikan. Satu sama lain .Karna mereka berteman semenjak awal kuliah.
Setelah sholat keduanya pun makan dengan lahap. Sambil ngobrol masalah kuliah.
" Apa orang tua mu datang Li ketika wisuda nanti "tanya Emma
" Entah lah kalau ngak sibuk pasti mereka akan datang kalo tidak ya cukup kak Ray saja " kata Lian.
" Yah aku juga abi dan umi ku tak bisa datang karna keuangan kami lagi susah " kata Emma.
" Ngak pa pa Em yang penting sudah lulus dan kita sudah membuktikan kita serius belajar " kata Lian.
" Iya Li, tapi aku bingung kalo pulang apa aku harus menikah ya " kata Emma yang terlihat murung.
" Apa kasus mu sama dengan Ayse juga ?" tanya Lian .
" Begitulah tapi dia pria yang baik kami sempat bertemu beberapa kali tapi entah bila di luar sana " jawab Emma
" Dia tampan baik dan terpelajar dan juga dari kalangan bangsawan , tidak seperti keluargga ku orang biasa " jawab Emma
" Lalu apa yang ingin kau lakukan" tanya Lian .Menatap Emma penuh tanda tanya.
" Tapi aku ngak yakin Li, dia seperti nya punya wanita Lain . Karna sudah biasa di negara kami pria punya istri lebih dari dua " kata Emma.
" Apa Kau yakin kau menyukainya atau kau sendiri ragu " kata Lian
" Itu yang kupikirkan Li, teman ku bilang dia sudah punya istri di negara lain tampa sepengetahuan orang tua ku. Dan orang tuanya merahasiakannya. Karna memang ia menyukaiku sejak kami sekolah bersama dulu " kata Emma.
" Lalu apa Kau mau jadi istrinya " kata Lian
" Aku ngak sanggup Li bila jadi istri kedua atau ketiga . Walau biasa dimata perempuan disana. Aku tak ingin berbagi tapi apa itu salah menurutmu ?" tanya Emma yang meminta pendapat Lian.
" Tidak sama sekali, itu pilihan yang bagus Em, tergantung kau bisa menjalaninya dan memilih . Kita berhak memutuskan hidup kita sendiri. Apa lagi sekarang kau punya ijasah untuk bekerja -dan mandiri tak perlu mengharap suami yang bersikap arogan pada kita . Karna mereka pikir kita hanya meminta dan mengharap kan uangnya saja.." kata Lian
" Kau benar Li, mungkin akan aku akan pertimbangkan dulu, dan aku juga perlu menyelidiki nya agar nanti tak ada kesalahan dan kecewa setelah pernikahan " kata Emma
" Bagus lah ..... ya sudah , ini sudah masuk waktu sholat kau siap siap . Aku sholat dulu setelah itu kita berangkat " kata Lian. yang lalu beranjak dari sofa dan membawa piring kotor kebelakang..
__ADS_1
" Ya " kata Emma yang ikut kedapur dan membersihkan bekas makan mereka. Lalu siap siap untuk pergi ke mansion kakak Lian..
Selesai sholat keduanya pun pergi meninggal kan apartemen menuju mansion Rayyan dengan naik taxi.
*******
Sedang disebuah Cafe Rayyan asyik ngobrol dengan temannya sambil menyesap kopinya. karna lama mereka tak bertemu
" Jadi kau baru kembali " kata Rayyan sambil menguyah sepotong cake.
" Iya aku mulai merintis usaha ku disini tapi aku butuh seorang teman. Yang membantu ku , Dia sudah berjanji menemui ku " kata Andrew Teman kuliah Rayyan.
" Siapa apa dia seorang investor " tanya Rayyan
" Ya begitulah tapi dia juga senior ku waktu kami sekolah dasar Dan menurutku dia baik dan sekarang dia sudah sukses Dia juga punya banyak cabang di seluruh dunia " kata Andrew
" Apa aku mengenalnya ?" kata Rayyan .
" Entah lah bisa jadi kau mengenalnya Karna dia salah satu pengusaha muda terkenal dan menjadi sorotan di negara ini " kata Andrew
" Ya mungkin juga " kata Rayyan Sambil menyesap kopinya lagi dan tak lama setelah itu....
" Hai....... maaf aku terlambat " kata pria itu yang tak lain Nathan dan Rayyan cukup terkejut. Begitu juga dengan Nathan yang sama terkejutnya bertemu Rayyan
" Kau......... " kata Rayyan menatap Nathan.
" Wow...... rupanya kita bertemu lagi bro " kata Nathan tersenyum ramah
" Apa kalian saling mengenal , tapi itu nggak aneh kan karna kalian sama sama pengusaha muda. " kata Andrew
" Ya begitulah maaf membuatmu lama menunggu , Aku mampir dulu ke rumah grand pa " kata Nathan.
" Ngak masalah bro , aku sabar menunggu " kata Andrew tersenyum sambil menyesap kopinya
" Ok ...mau pesan apa , kita bisa ngopi sambil ngobrol " Kata Andrew menatap Nathan.
Nathan pun memanggil pelayan dan memesan kopi juga cake untuk diri nya
Lalu setelah pelayan pergi ketiganya kembali mengobrol. Membicarakan tentang bisnis
"' Oh ya bagaimana kalo besok aku ajak kalian melihat club ku " kata Andrew yang memang merintis usaha cafe dan club malam
Rayyan hanya diam sedang kan Nathan membuang nafas kasarnya cangung berhadapan dengan calon kakak iparnya itu. karna memang Rayyan lebih muda 4 tahun darinya
__ADS_1