
Dan benar saja siang jam makan siang Nathan datang keruangan Lian membawa banyak makanan Yang membuat Ayse senang . Bahkan ada coklat cinta. Yang membuat Ayse mengoda Lian.
" Kalian belum makan kan . sekarang makanlah " kata Nathan.
" Iya pa kami lapar, Apa bapa sudah makan bapa bisa menyuapi Lian kan . Biar saya bisa makan " kata Ayse sambil melirik Lian.
" Dengan senang hati" jawab Nathan y.ang senang bisa dekat dengan gadis pujaan nya itu.Apalagi tadi dikantor ia sangat merindukan Lian.
" Mhem...... mhem........." kata deheman seseorang yang membuat ketiganya menoleh.
" Kak Ray " kata Lian kaget. Begitu juga Nathan dan Ayse .
" Wah rupanya kalian sudah makan sia sia dong kak Ray bawa makanan " kata Rayyan yang melirik Nathan .
" Maaf bro aku ngak tahu kalo kau juga mau datang kesini " kata Nathan basa basi karna ia tetap.harus sopan dengan calon kakak iparnya itu.
"Ck........ ngapain kesini bukanya kamu sibuk . Lagian Lian ngak parah " kata Rayyan yang lalu meletakan makanan di meja dan duduk disofa.
" Makan kak " kata Ayse menawar kan.
" Makan lah kak Ray sudah " kata Rayyan.
" Nanti juga bakal kita makan kok kak, kan bisa buat sore " kata Lian yang tak mau mengecewakan sang kakak yang sudah datang membawakan makanan.
" Iya kak, nanti kita makan. kok .kan makanan rumah sakit tawar " kata Ayse
" Baiklah .... ngak masalah. " kata Rayyan sambil melirik Nathan yang masih menyuapi adiknya.
Rayyan memang berpura pura bersikap cuek Karna ingin tahu seberapa Jauh cinta Nathan pada Lian Nathan memang pria yang baik ..Rayyan juga sudah tahu banyak tentang pria itu Ketika pertama kali mengajaknya berduel karna Nathan mengira dirinya kekasih Lian .Yang membuat Rayyan mengerjai Nathan untuk melihat kesungguhan pria itu pada sang adik. Dan Rayyan juga tahu karakter Nathan yang bersih tak pernah bermain wanita . Membuat Rayyan senang bisa mengerjai calon adik iparnya itu. Dan lagi Rayyan sangat tahu Lian juga menyukainya .Hingga membuat Rayyan semakin ingin menguji Nathan. Karna Lian adalah gadis yang manja bila bersama keluargganya. Yang membuat Rayyan takut Nathan kewalahan bila tahu sifat manja sang adik .Namun sampai hari ini .Nathan masih betah mengejar ngejar Lian . Yang membuat Rayyan salut pada Nathan..
Nathan melap bibir Lian dengan tissue ketika selesai makan . Yang membuat Nathan hanya bisa menelan salivanya melihat bibir mungil itu tak bisa ia kecup. Mengingat ada Rayyan yang mengawasi pergerakannya sedari tadi.
" Sudah selesaikan kau bisa pulang biar aku yang menunggu nya " kata Rayyan..
" Apa boleh sebentar lagi. Karna tadi pekerjaan ku sudah selesai " Kata Nathan menawar ketika Rayyan mulai menyindirnya untuk segera pergi .
__ADS_1
" Cih...... apa kau tidak sibuk " tanya Rayyan.
" Tidak ..." jawab Nathan singkat
" Baiklah " kata Rayyan sambil rebahan di Sofa yabg membuat Ayse dan Lian tegang mendengar kedua pria yang sama hebat itu saling bersikap dingin.
" Apa sudah minum obat ?" tanya Nathan lembut sambil menatap Lian.
" Sudah pa, dan perbannya juga sudah diganti " kata Lian tersenyum.
Dan Nathan lalu memperbaiki selimut Lian yang tak.luput dari tatapan Rayyan . Yang melihat perlakuan Nathan pada adiknya.
" Kok bunganya jelek , kenapa tidak diganti " kata Rayyan asal Yang melirik pada buket bunga yang pastinya dari Nathan.
" Hah...... kok bisa kak , bunga nya cantik kok" kata Ayse yang lalu menatap Lian.
" Kak Ray ngak suka bunga mawar Ay, makanya kak Ray bilang jelek Karna bunga mawar berduri dan ketika ia memegangnya kak Ray pernah tertusuk duri. maka nya Kak Ray ngak suka mawar . Kan itu buat Lian bukan buat kakak " Kata Lian yang memprotes kakaknya.
" Apa kak Ray mau bunga juga Aku bisa belikan yang bagus kok Nanti aku akan memesan nya " kata Nathan
" Hehehe... . kak Ray suka nya coklat pa, belikan aja kak Ray coklat yang enak pasti suka " kata Lian terkekeh membuka kartu As sang kakak.
" Enak saja siapa bilang ngak kok " kata Rayyan yang membantah perkataan Lian
" Ngak masalah nanti biar aku pesankan" kata Nathan seraya melirik Rayyan..Yang tiduran santai sambil menumpang kepalanya dengan tangannya
Yang membuat Ayse tersenyum.." oh ya pa Kak Ray juga suka pie dan kacang almond " kata Ayse menambahkan.
" Oh ya pantas saja badannya bagus dan sehat " puji Nathan karna makanan Rayyan cukup sehat menurutnya dan tidak banyak mengandung kolestrol..
" Itu jelas dong makanya otot ku kuat tidak seperti yang lemah " sindir Rayyan ..
" Hahaha........ya aku akui itu bro kau sangat kuat dan hebat dan tenaga mu super hebat. Aku memang lemah tapi aku berusaha akan kuat dari sekarang " jawab Nathan yang tak mau kalah. Karna tahu Rayyan menyindirnya.
" Ih apaan sih kak, orang badan pa Nathan juga berotot kok di bilang lemah " kata Ayse bingung.
__ADS_1
" Ya lemah lah orang lawan kakak aja langsung K O " kata Rayyan
" Hah .... kok bisa emang kau Rayyan pernah berduel " kata Ayse bingung.
" Pernah Ay tapi pa Nathan kalah makanya kak Ray bilang lemah kan basic nya beda " kata Lian yang tahu dari Dion kalo Nathan slalu kalah bila berduel dengan sang kakak.
" Ih dari mana kau tahu ?" kata Nathan kaget. lalu menatap Lian intens
" Kak Dion yang cerita pa " kata Lian.
" Cih ... sialan Dion pake cerita segala " umpat Nathan .
" Ck....... kalo kalah kenapa malu , gentel dong kan memang kenyataannya gitu. Kan ngak mungkin Lian harus bilang wow..... gitu " kata Rayyan protes sambil melihat ke
arah Nathan.
" Hahaha.........tawa Ayse geli melihat dua pria yang saling beradu argument itu .
Yang juga membuat Lian tersenyum Melihat tingkah konyol dua petinggi perusahaan hebat. Saling berdebat dengan hal sepele.
" Ih kalian kenapa sih , kalo para karyawan tahu bos bosnya pada koplak begini pasti mereka akan menyepelekannya " kata Lian terkekeh.
" Dia yang mulai ya pastinya aku jawab dong " kata Nathan .
" Cih .....sok terzolimi minta perhatian " sindir Rayyan.
" Mana ada " sahut Nathan
" Lebay ...." kata Rayyan .
" Aish kau ini apa kau tak punya pekerjaan kan sudah ada Ayse yang menunggu " kata Nathan.
" Aku menjaga adik ku Dia pria hidung belang sepertimu . Takut kau macam macam dengannya Kemaren saja kau curi curi kesempatan " kata Rayyan lalu duduk
" Astaga mana ada, aku hanya menjaganya wajar dong aku memberi perhatian khusus dia kekasih ku ya kan kan sayang " kata Nathan . Yang buat Lian dan Ayse saling pandang. melihat kedua pria itu mulai memanas
__ADS_1
" Mhem....... mhem..... wah kaya nya seru nih " kata sebuah suara mengagetkan mereka