
Margaret yang mendengar kan hanya diam . Setelah itu ada acara makan siang bersama Yang membuat Lian mencari tempat yang nyaman . Lalu duduk tenang sambil menikmati makan nya Sedang kan Nathan mengawasinya dengan dari jauh . Tak lama Andreas mendekatinya Dan duduk disebelah Lian.
" Hai nona boleh aku duduk disini " kata Andreas
" Oh silakan tuan bebas kursi nya tak berpenghuni . " kata Lian tersenyum
" Wah nona sangat manis bila tersenyum seperti itu " kata Andreas memuji
" Oh ya , terimakasih atas pujian " kata Lian santai.
" Apa nona sekertarisnya tuan Nathan , kudengar anda kembaran sekertaris lamanya " kata Andreas
" Bagaimana anda bisa tahu ya itu benar Tapi saja cuma magang disana " kata Lian sambil menyuap makanan nya Sedang kan dari Jauh Nathan memperhatikan Lian yang duduk dengan Rayyan.
" Dia sedang mendekatinya Mungkin umpan nya bisa dapat dengan mudah bila pancingan nya bagus " kata Rayyan
" Ya tapi aku khawatir " kata Nathan pelan .
" Santai lah istri mu itu lebih tangguh dari mu bro " kata Rayyan Yang lalu beranjak dari kursi Menjauhi Nathan karna tahu dari jauh Kurt memperhatikannya
Setelah acara selesai Nathan pun lebih dulu keluar sedangkan Lian berjalan bersama Margaret sambil ngobrol
" Hai teman nanti ku kabari ya Tapi ingat ini cuma rahasia kita berdua " kata Margaret
" Ok " kata Lian tersenyum lalu pergi Ketika Andreas datang bersama Kurt
" Kalian bicara apa " kata Andreas penuh selidik menatap Margaret tajam
" Bukan apa apa pa , cuma sekedar basa basi dia orang yang ramah " kata Margaret ..
" Apa dia bertanya tentangku " kata Andreas . Yang menuju mobil di ikuti Margaret dibelakangnya
" Hah..... untuk apa tuan " kata Margaret kaget .Karma bos nya itu seperti tertarik
dengan Ara.
" Cih .....kau ini aku pikir dia bertanya tentang ku " kata Andreas .Yang membuat Margaret tersenyum kecut karna bos nya itu terlalu percaya diri.
__ADS_1
***********
Sedang Kan Nathan dan Lian sedang kembali menuju kekantor .
" Apa yang dia katakan pada mu " kata Nathan ketika meraka sudah didalam mobil karna lama hening.
Lian menoleh dan menatap Nathan yang terlihat muram Lalu Lian pun tersenyum
Cup.......
" Apa suami ku ini cemburu " kata Lian
" Tidak untuk apa cemburu " kata Nathan cuek
" Hahaha...... tapi wajah mu ini tak bisa berbohong sayang Ayo lah musuh mu bisa tahu kalo kau tak bisa menahan diri
Apa lagi bila ia tahu aku wanita yang kau cintai Kita baru menemukan dua musuh belum yang lain nya sayang " kata Lian
" Iya maaf , aku hanya tak mau ter jadi apa apa dengan mu " kata Nathan menatap wajah Lian
"' Bersabarlah kita kan masih serumah sayang .Akan sulit bagi kita bila kita tak berhati hati. Apa lagi bila tak ada kak Rayyan " kata Lian .Yang terbiasa kakaknya lah Yang melindungi nya selama ini Yang membuat Lian bisa tenang
" Hai......Li gimana acaranya ?" kata Emma
" Ya begitulah seperti biasa " kata Lian Yang lalu kembali menyala kan. komputernya
" Oh ya Emma aku sudah menemu kan orang yang ingin berkerja disini Nanti setelah acara pernikahan ku selesai ia akan menjadi sekertaris disini.. Dan bisa membantu mu . Sepertinya dia orang baik. Tapi aku masih menyelidikinya . Juga ingin melihat apa ia serius membantu ku menyelidiki bos nya " Kata Lian .
" Kau yakin Li " kata Emma
" Ya Em, tapi ya kita lihat nanti berapa besar usahanya membantuku . Aku akan melihat kejujurannya ." kata Lian
" Bagus lah kita harus berhati hati memang kadang banyak orang yang munafik di belakang kita. Makanya kita jangan sampai tertipu. " kata Emma yang tak mau sahabatnya itu celaka lagi.
" Ya ..... kau benar " kata Lian lalu kembali mengerjakan tugasnya.
Sedang kan didalam sel Rose meringkuk menangis karna ulah tiga teman dalam selnya .Yang mengejeknya dan juga menyuruhnya membersihkan lantai .. Yang sebelum nya ia tak pernah merasakan bekerja kasar.
__ADS_1
" Hiks ..... hiks .... tangis Clara
" Cih ..... cengeng bukan nya kau bilang kekasih mu kaya raya dan orang terhormat " kata seorang teman sel nya .
" Iya ngaku ngaku saja. Makanya hidup itu harus lebih baik tidak seperti kami sudah hidup susah malah dipenjara . Kau tahu karna kami hanya mencuri makanan saja Kau yang kaya mana berbuat jahat Tak bersyukur ..Kami hanya mengajari mu untuk tidak sombong Karna di dalam sini kita sama . Yaitu sama sama tahanan.
Clara pun terdiam mendengarkan ucapan Wanita itu Yang membuatnya sadar dulu ia hidup tenang tampa masalah Tapi karna terlalu serakah ia malah terjebak sendiri dalam penderitaan nya ..Yang ia buat sendiri . Dan ia juga iri dengan kehidupan orang lain Sampai banyak orang yang menjauhinya.
Sedang kan Rose tersungkur lemah ketika dua orang polisi mengancamnya setelah di runda.paksa
" Awas kau brani buka mulut maka kau akan kami bunuh dan kami racuni " kata Polisi bejat itu menjilati pipi Rose yang membuat nya jijik .Lalu setelah itu keduanya pergi keluar meninggalkan Rose yang menangis sejadi jadinya.
" Ya Tuhan tolong aku bebas kan aku aku akan minta maaf pada orang orang yang kau sakiti " isak Rose sesenggukan .
Lalu memejamkan matanya karna rasa sakit ditubuhnya .Untungnya ia tinggal disel sendiri. Tapi lebih ngeri bagi Rose Karna akan banyak polisi bejat mengincarnya tubuhnya .
*********
Disisi Lain Brian baru saja bertemu Jeb Setelah keluar dari bank Meminta suntikan dana karna mereka malu meminjam pada Nathan.
" Huh...... aku merasa gagal hampir saja perusahaan ku kolaps .Dan aku sadar ini karna kita lengah " kata Brian
" Kita bodoh.....untungkan Jane tak memenjara kan Jenny Karna aku sudah menjaga jarak dengan nya .Apa kau sudah melepaskan Clara kasihan dia ." kaza Jeb .
" Belum , Rose juga minta dilepaskan Tapi aku tak mungkin bisa membebaskan nya . Kalo Clara mungkin aku bisa berusaha menyuruh orang untuk kesana Dan membawanya pergi ke Ohio untuk mengurus perusahaan disana . " kata Brian
" Kau mencintainya " tanya Jeb
" Tidak tapi hanya kasihan saja , tak mungkin aku meninggal kan istri dan anak anak ku Jeb karna aku tak ingin bertambah hancur " kata Brian yang sedang membenahi perusahaan nya karna itulah satu satu nya harapan nya.
" Baguslah aku juga menyesal Beruntung lah Nathan yang tak terusik sama sekali karna wanita Dia hanya fokus pada bisnisnya dan sekarang ia semakin berjaya saja ." kata Jeb
" Ya kuakui karna aku iri banyak wanita mendekatinya sampai sekertaris ku saja mengejarnya Aku melupakan persahabatan kita Padahal dia sama sekali tak tersentuh dan tak perduli hanya fokus pada kerja nya bagaimana bisa ia seperti itu " kata Brian
" Entah lah , bahkan dia bercerai dengan Eli karna Eli berselingkuh " kata Jeb
"' Bagaimana bisa apa dia tak butuh kepuasan ..Atau dia tak normal " kata Brian
__ADS_1
" Mana aku tahu " kata Jeb Yang memang tak pernah melihat Nathan bersenang senang dengan wanita kecuali dekat dengan Ana sekertarisnya itu.