
Lian dan Nathan berjalan masuk kekamar . Membuat Nathan tengang. Karna pastinya Lian akan mengeluarkan gigi taringnya .
" Brakk.........
Lian langsung mendorong tubuh Nathan keranjang. yang langsung jatuh terlentang . Karna Lian marah.
" Bapa ingkar janji kita sudah buat perjanjian kenapa bapa masih egois " kata Lian .
" Hei .....tenang dulu sayang " aku hanya membuat semua nya terkesan natural " kata Nathan memberi alasan .
" Yang ...yang , kepalamu peyang bos " gerutu Lian dengan bahasa indonesianya. Yang membuat Nathan melongo mendengarkan Lian menggerutu sendiri.
" Apa lihat lihat " kata Lian kesal.
" Ya ampun jutek banget, kan kita masih terikat kontrak " kata Nathan .yang bangkit dan lalu duduk mendekati Lian yang duduk di depan cermin.
" Kalo kau mau marah , marah lah kau bisa pukul aku, dan kau bisa mengambil dompet ku. Dan juga memakiku . Tapi please jangan di depan mom dan dad yang tak tahu apa apa apalagi grand pa . Aku tak tega " kata Nathan .
" Aku akan bertangung jawab atas
semua.nya tapi please jangan marah" kata Nathan berusaha membujuk Lian .
Lian lalu menatap Nathan " bagaimana kalo kita akhiri semua ini pa , saya lelah . saya akan kembalikan cek bapa " kata Lian .yang lalu duduk di sisi ranjang.
Jleb...........
Nathan terdiam . Ia bagaikan di tusuk senjata tajam..Di tatapnya Lian dan lalu menarik kursi kecil dan duduk di depan Lian.
" Please jangan seperti ini An aku..... .mencintaimu " kata Nathan jujur. Tak ingin lagi berbohong pada dirinya sendiri
Lian tak kaget sama sekali .ia hanya diam menatap pria yang ada didepannya . Karna Lian sudah tahu dan kalo bosnya itu menyukai nya. sejak awal Lalu menarik nafas dalam .Sedang Nathan terdiam karna Lian tak terkejut sama sekali. Lalu menatap Lian lekat
" Apa ...kau tidak senang ......" kata Nathan gugup masih menatap Lian.
" Saya sudah tahu lama pa , dan maaf bisa kah kita hanya sebatas sekertaris dan bos saja. Bapa bikan tipe saya. bapa egois , seenaknya , dan posesif juga tukang atur " kata Lian jujur.
Yang membuat Nathan yang mendengarnya membuang nafas kasar. " Astaga .....Nathan kau ditolak gadis kecil. .Diluar sana banyak wanita yang mengejar mu dan berusaha ingin menjadi kekasih seorang Nathan .Tapi seorang gadis kecil .......aish....dia tak tertarik sama sekali " bathin Nathan kecewa.
__ADS_1
" Apa aku seperti itu menurutmu " kata Nathan menunjuk dirinya sendiri .
" Ya begitulah bapa " kata Lian cemberut. karna memang sedari tadi ia sangat kesal. pada pria yang kini menatapnya tak berkedip.
" Baiklah kalo begitu kita menikah benaran saja bagaimana ?" kata Nathan yang membuat Lian terkejut.
" Bapa apaan, pura pura saja saya bosan apa lagi benaran. tambah pusing saya pa..ngak mau " kata Lian makin tambah ngambek yang membuat Nathan gemas melihat tingkah gadis kecil didepannya itu. Bagaimana tidak semakin Lian menolak Semakin penasaran Nathan dibuatnya.
" Ayo lah Ana, aku tak bercanda aku serius ok...... aku akan berubah dan aku akan menemui orang tuanmu. Kau seorang muslim kan ? aku tak masalah dengan semua itu. " kata Nathan. Yang lalu memegang tangan
" Ih menyebalkan banget sih , sudah di tolak aja masih ngotot " bathin Lian .
" Ngak pa..........bapa lamar aja tuh si Clara . Yang suka sama bapa. Saya pusing kalo harus hidup sama bapa yang tukang atur lah, yang sok kepo lah atau.....semuanya " kata Lian yang lalu menarik tangannya
Entah berapa lama keduanya berdebat membuat Lian mengantuk dan lalu berbaring diranjang tetap dengan wajah cemberutnya.
Nathan meraup wajah nya dengan kasar.
Hati nya benar benar ngak nyaman dengan kemarahan gadis kecil sekertarisnya itu.
Yang sudah menolaknya terang terangan. Dan membuatnya semakin jatuh cinta. Bagaimana tidak . Sisi lain Lian membuatnya tertarik Karna gadis itu tak tertarik sama sekali dengan uang nya. Dan kemewahannya nyata yang ada didepan matanya. Bila wanita lain akan mengemis ngemis . Tapi Lian bersikap cuek.
Lian yang mengantuk meringkuk kedinginan ..Yang membuat nya mengambil selimut tebal dilemari . Untuk menyelimuti Lian. yang sudah sangat mengantuk
" Kau terlalu berani girl , bahkan kau percaya diri " kata Nathan . Membuatnya tak habis pikir bagaimana bisa mengalahkan Lian.
Lalu ikut berbaring di sebelah Lian memeluk tubuh Lian dalam pelukannya. Nathan tak perduli ia akan melihat kemurkaan gadis itu besok pagi. Lalu memejamkan matanya.
*******
Lian membuka mata nya ketika merasakan tangannya kaku tindih tangan Nathan dan
Deg........
" Apa yang terjadi " guman Lian yang melihat tubuhnya polos dan juga Nathan. Yang berada didalam selimut tebal. Dan masih erat dalam pelukan Nathan .
" Astaga dia...."
__ADS_1
Lian ingin bangun ketika Nathan menahan tubuhnya. "'jangan bergerak kau membangunkannya " bisik Nathan pelan .
"'Apa yang bapa lakukan " kata Lian dengan mata berkaca kaca ingin menangis . karna ia tak sadar apa yang terjadi. Seingatnya ia hanya mengantuk dan tertidur begitu saja.
" Aku tak melakukan apa pun " bisik Nathan pelan yang masih memeluk tubuh Lian dalam selimut. Yang membuat Lian terisak pelan .
"Menangis lah " bisik Nathan pelan yang masih dengan menaruh kepalanya di caruk leher Lian Yang terisak pelan.
" Kau kalah gadis kecil " bathin Nathan menyeringai penuh arti. Karna berhasil mengerjai Lian. Ulah katrina dan Alex. Yang mengendap masuk kamar mereka membuat keduanya Seakan akan melakukan hubungan Sedangkan Nathan setengah sadar. Namun ia membiarkan saja ide berlian sepupu sepupunya itu.
" Menangis lah tumpahkan semuanya " kata Nathan pelan yang memeluk tubuh Lian erat dan mengambil kesempatan itu . Walau ada yang menegang dibawah sana .Namun Nathan masih bisa menahan diri.
Lian makin terisak. tubuhnya terguncang. Dan Nathan Membiarkan Lian menangis sejadi jadinya. Yang membuat Nathan tak tega. Tak ada yang terjadi diantara kedua nya selain pelukan . Karna Nathan sadar ia tak melakukan apa pun. Tapi karna ia ingin menaklukan Lian .Ia biarkan Lian salah paham Walau nanti pasti Lian akan mengamuk lagi padanya Tapi ia sudan siap dengan segala konsekuensinya.
"'Apa yang bapa lakukan " kata Lian Lirih
" Aku tidak melakukan apa pun , Aku hanya tertidur disebelah mu " kata Nathan mencoba tenang.
" Bohong .........." kata Lian. masih terisak Namun masih dalam pelukan Nathan.
Ceklek...........
" Hai slamat pagi apa kalian sudah bangun " kata Alex yang tiba tiba masuk.
Deg.........
Lian kaget ketika Alex masuk begitu saja. padahal ia dan Nathan...
" Aunty menyuruh kami mengantar makanan untuk kalian " kata Katrina yang juga muncul membawa jus .Dan meletakkannya diatas meja.
" Sudah ya kami berangkat dulu, pasti kalian lelah jadi hari ini ngak perlu kerja " kata Katrina . Tersenyum sambil mengedipkan matanya pada Nathan ketika hendak keluar.
" Dah slamat bersenang senang " kata Alex yang juga ikut berlalu. Sambil tersenyum.
Membuat wajah Lian memerah malu setengah mati . Ketika keluargga Nathan memergoki mereka berdua masih didalam selimut. Lalu hendak bangun . Namun Natan menahannya.
" Lepaskan " kata Lian ketus.
__ADS_1
" Tidak.akan tadi malam kau yang menggodaku biar kan dulu begini. aku sudah melihat semuanya semalam dan kita sudah melakukan" bisik Nathan . Yang membuat Lian tak berkutik.
"Tapi...........itu.....???? ngak mungkin " kata Lian.