
Di kamar Grace Emma Grace dan Ayse Ngobrol ringan sambil bermain ponsel.
" Lian lagi apa ya ?" kata Ayse.
" Biarkan saja dulu , aku ngak enak dia terlalu sibuk mengurusi ku Dan aku sudah banyak merepotkannya . Apalagi kita tinggal Numpang disini tidur makan gratis Tanpa mengeluarkan satu sen pun uang . " kata Grace.
" Iya aku juga ngak enak . Apalagi dia lagi banyak masalah " kata Emma
" Hah..... masalah apa ?" kata Ayse kaget.
" Masalah percintaannya dengan big bos kan mereka beda keyakinan dan Lian kemaren sempat curhat dia bilang pasti papah dan bundanya ngak setuju. Tapi yang ngak tahu lah ...." kata Emma. Karna memang Lian tak bercerita banyak sebatas bercanda sambil kerja.
" Bisa jadi. Ya mudahan aja mereka bisa mencari jalan keluarnya " kata Ayse.
" Ya kita doakan saja " kata Grace.
*********
Pagi Lian dan Emma sudah lebih dulu datang .Dan Nathan baru saja datang sekitar jam 8 Lewat .
" Pagi pa " kata Lian dan Emma
" Pagi juga " kata Nathan yang tersenyum lalu melangkah menuju ruangannya
" Ana laporanmu " kata Nathan ketika meraih gagang pintu.
" Ya pa "kata Lian sambil melirik Emma.
" Good luck.. Kaya nya bos hari ini tersenyum " kata Emma mengoda.
" Apa hubungannya ..Biasa saja paling karna pekerjaan kita bagus " kata Lian.
" Ya ngak masalah yang penting ngak dapat surat peringatan " kata Emma terkekeh yang mulai betah bekerja dan gaji nya juga lumayan untuk ditabung walau sementara.
" Tok....tok...tok.....
" Masuk" kata Nathan
Dan Lian pun masuk dan menutup pintunya kembali Lalu membawa berkas dan jadwal bos nya kemeja Nathan.
" Ini pa " kata Lian .
" Mendekat lah " kata Nathan. Yang membuat Lian sedikit kaget. Lalu mendekati Nathan . Dan Nathan langsung menarik pinggang Lian . Hingga Lian terduduk dipangkuan nya.
" Pa nanti ada orang masuk " kata Lian gugup. Walau sudah sering Nathan memperlakukan nya begitu .Tetap saja Lian merasa gugup berdekatan dengan bosnya itu .
" Aku rindu ,maaf beberapa hari ini aku mengabaikan mu karna aku sibuk " kata Nathan lalu memeluk pinggang Lian erat.
__ADS_1
" Ngak masalah kan bapa memang sibuk " kata Lian yang menatap wajah bos nya .
" Kau marah ?" kata Nathan menatap Lian
" Tidak kenapa harus marah " kata Nathan yang lalu mengecup bibir Lian ,yang membuatnya terkejut.
" Bersabar lah mungkin kalo waktu ku longgar kita akan ke Indonesia menemui orang tuamu " kata Nathan.
" Bapa serius ?" kata Lian Menatap dalam Nathan Mencari kesungguhan pria itu .Dan disana terlihat Mata Nathan terlihat serius Tak ada kebohongan sama sekali.
" Kenapa kau meragukan ku ?" tanya Nathan. balik menatap Lian dalam.
" Kita beda keyakinan pa, apa bapa yakin Karna papah ku tak mungkin menerimamu bila kita tak seiman " jawab Lian jujur.
" Aku akan mengikuti mu ,bukan nya kita sudah bicara sebelumnya ..Tak masalah bagiku aku berpindah keyakinan karna aku mencintaimu . " kata Nathan..
" Tapi andai kita tak berjodoh apa bapa tak akan menyesal " kata Lian masih menatap
Nathan
" Tidak, aku mencintai mu .Aku akan berjuang untuk itu " kata Nathan yang kembali mengecup bibir Lian yang sudah menjadi candu baginya .
,Lama keduanya berciuman..Lalu Lian pun mengurai pelukan nya Dan turun dari pangkuan Nathan.
" Kenapa ,?" kata Nathan
"Astaga..... maaf aku lupa " kata Nathan yang menepuk jidatnya.
" Saya permisi pa " kata Lian yang dianggukan Nathan . Yang tersenyum melihat Lian hilang dibalik pintu
" Kau sangat polos membuatku semakin gemas " kata Nathan mengelengkan kepalanya .Tersenyum penuh arti.
Sedangkan Lian kembali kemeja Dengan tatapan aneh dari Emma.
" Kenapa menatapku begitu ?" tanya Lian Yang melihat Emma menatapnya heran
" Sedang apa didalam.kok lama aku jadi curiga " tanya Emma pelan .
" Aish kau ini curiga banget sih. Ngak ada apa apa juga " jawab Lian
" Masa kok lama ,atau berciuman dulu kaya waktu di mansion itu sampai nempel banget dan ish.......ish ....." kata Emma
Yang membuat wajah Lian langsung memerah .karna apa yang dikata Emma tidak salah sama sekali. Tapi tak mungkin ia jujur Apabila ia mengatakan sering melakukannya bersama Nathan . Pasti ia akan menjadi bulan bulanan ketiga temannya Karna ia juga tak menampik Ada perasaan cinta pada Nathan . Mengingat perlakuan manis Nathan pada nya. Yang membuat dadanya berdebar debar Walau ia belum bisa berkata jujur Kalo Lian juga mulai menyukai bosnya itu Yang akhir akhir ini membuatnya gelisah .Padahal dulu ia sangat membencinya Tapi benci itu akhir nya jadi cinta.
" Aish kau ini kepo aja urusan orang ngak lah.... itu hanya dugaan mu saja Em, kami hanya membahas masalah meeting " kata Lian berbohong.
" Yakin... cuma membahas meeting tapi dengan plus plus juga kan " goda Emma.
__ADS_1
" Tahu ah, terserah kamu deh Em .Aku mau buat laporan " kata Lian Yang menahan rasa malunya.
" Hahaha..... bercanda Li jangan marah aku cuma menggoda mu .Tapi kalo benaran juga ngak papa kok. Tapi enak ngak di cium pa bos gimana rasanya saling ******* bibir ?" kata Emma penasaran.
Lian tak menjawab . Hanya diam karna itu sangat bersifat pribadi baginya
" Besok lakukan lah dengan pasangan mu sendiri Aku tak bisa menjelaskan nya pada mu Karna aku tak pernah belajar jurusan percintaan dan berciuman " kata Lian
"' Hahaha.........iya juga ya, kan anak kecil juga tahu . Tapi perlu lah Li Bikin kursus percintaan dan berciuman Agar ada hubungan yang sehat " canda Emma.
" Ngawur mana ada " kata Lian terkekeh.
" Bisa lah tapi setelah nikah , kan praktek sendiri " kata Emma terkekeh.
" Cih .... itu sih semua orang ngak perlu kursus Em, sudah mahir dan tak perlu paduan Pake naluri aja sudah bisa " kata Lian
" Iya lah maka nya pa Nathan ketagihan kan " kata Emma menyenggol tangan Lian .
" Tahu ah " kata Lian tersenyum sendiri. Karna memang iya . Kalo Nathan slalu ketagihan mencium nya . Dan itu juga membuat candu bagi bos nya. Yang tak bisa jauh darinya.
Disisi lain seorang pria duduk manis dikursi kebesarannya sambil menghisap cerutunya.
" Aku ingin kau menghabisi nya tapi ingat jangan sampai terlacak seperti yang dilakukan Cruz tempo hari " kata pria itu
" Tapi bagaimana kalo ia bisa menangkap kita bos " kata bawahannya
" Pastikan semuanya aman dan jangan gegabah dan juga tak meninggalkan jejak sedikit pun .Kalo tidak kita akan hancur " kata pria itu
" Baik bos " jawab bahannya
" Berhati hatilah " kata sang bos .
" Siap bos " kata pria itu lalu pergi meninggalkan pria itu
" Ok... Nat aku ingin lihat seperti apa kekuatan mu " kata Pria itu tersenyum sinis. Lalu meniup asap cerutunya dengan tersenyum..
Siang ini Albian Atmaja sudah berdiri di ruang rapat untuk menyepakati semua kantor cabang bersama Rayyan...
"' Bagaimana Yan sudah berjalan baik ?" tanya sang papah
" Sudah pah oh ya perusahaan Airbnb juga bergabung nanti malam " kata Rayyan.
" Bukan nya itu Nathan Blecharzyk " kata papah Bian
" Iya pah dia........" kata Rayyan mengerutkan dahinya
" Siapa ?..........." tanya papah Bian menatap Rayyan
__ADS_1