Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 151


__ADS_3

Grace dan Emma juga Ayse bersantai dikamar. Ketiga sambil bercanda di dalam kamar. Menikmati quality time setelah penat bekerja seharian .


Sedang kan pagi ini di kamar Lian sengaja tidur lagi Setelah subuhan Menikmati hari istirahat nya .


" Tok ...tok...tok....


Cek lek.....


" Nona...... bangun ditunggu tuan dan nyonya dibawah " kata bi kom


Lian membuka matanya sedikit tak mau beranjak dari tempat tidurnya.


" Aku masih ngatuk bi, tak usah menunggu ku bilang aku masih rindu kamar tidur ku " kata Lian


" Baik non " kata bi kom. Yang lalu kembali menutup kamar dan turun kebawah


" Tuan nyonya. Nona bilang masih rindu kamarnya jadi masih ingin tidur " kata bi kom laporan pada bunda Aira dan yang lainnya.


" Hah........bujur boneng masa liburan cuma tidur " kata Jasmine terkekeh


" Biarkan saja mungkin dia rindu kamarnya bi biar dia bermanja manja dengan bantal guling nya " kata papah Bian terkekeh..


" Ya tuan nyonya saya permisi " kata kom kembali kedapur .


.


Sedangkan di kamar Lian sedang menerima telp dati Nathan.


" Kenapa masih belum bangun" kata Nathan Yang melihat Lian dengan wajah bantalnya tapi tetap terlihat cantik.


" Aku ingin tidur pa, menikmati kebebasan ku dari pekerjaan dan masalah " kata Lian masih dengan selimut.


" Aish kau ini apa kau seperti itu tiap pulang " kata Nathan


" Yoi pa aku kangen kamarku " kata Lian Yang memeluk erat batal dan guling nya . Yang membuat Nathan terkekeh karna mengingat dirinya pun begitu. Ketika rindu dengan Lian.


" Apa kau tidak lapar " kata Nathan Yang memang menelpon mode VC. pada tambatan hati nya itu


" Aku lapar ingin memakan bapa saja " kata Lian tersenyum mengoda Lian.

__ADS_1


" Heh...... brani sekali kau mengoda ku Kenapa ketika jauh baru berani bilang hah ....." kata Nathan mendelik


"Hahaha....... aku hanya mengerjai bapa " kata Lian sambil mengedipkan matanya. dan terkekeh.


" Hahaha.......kau ini kemarilah biar kucium " kata Nathan


" Okey kiss and hug for you Mr Nathan " kata Lian me manyun kan bibir nya Yang membuat Nathan gemas.


Andai Lian disisinya mungkin ia akan menciumi gadis itu. Yang sangat ia rindu kan pagi siang dan malam..


" Baiklah kenapa kau menantang ku ketika pas jauh " kata Nathan yang tersenyum


" Karna bapa tak bisa mengusik ku ketika aku jauh " kata Lian meledek Nathan sambil duduk dan memakan coklat.


" Oh my good kau senang sekali mengoda ku bangun lah dan mandi . Aku akan kekantor sebentar lagi ..Apa uang mu habis aku bisa mentransfer nya bila kau butuh " kata Nathan.


" Hei bos ...... uang ku masih banyak lihat ..... ini masih utuh aku belum mencairkan nya " kata Lian yang memamerkan cek satu Trilyun .Yang ditanda tangani Nathan dan masih utuh belum sama sekali terpakai.


" Apa masih kau simpan kenapa tak kau cairkan " kata Nathan. Yang melihat cek yang dulu ia berikan belum sama sekali di cairkan Lian.


" Aku akan mencairkannya besok setelah jadi pengangguran pa aku ingin tidur tanpa bekerja setahun " kata Lian terkekeh.


" Astaga .....kau pemalas sekali. Baiklah kau bisa melakukan nya bila menjadi istri ku nanti .Kau bisa menganggur seumur hidupmu dan khusus melayani ku saja " kata Nathan


" Baiklah aku percaya.......aku tahu karna kau adik Rayyan dan putri tuan Alexander . Nikmatilah hidup mu . Bersenang senang dan bila kurang hubungi aku ya sayang slamat berlibur Aku sangat merindukan mu. Tapi ini sudah waktu nya aku bekerja. I love you " kata Nathan . Yang memang ingin berangkat bekerja.


" Me too enjoy your job "' kata Lian memberikan kiss bye nya dari jauh untuk Nathan dan pembicaraan pun terputus


Setelah itu Lian pun meletakan ponselnya dia samping bantal nya dan kembali memejamkan matanya.


Lian baru terbangun ketika jam 12 siang Lalu makan siang. dan sholat Ia menikmati hidupnya untuk berlibur .Dari segala aktivitas yang menguras otak .Dan bersantai sambil mengoda keponakan nya.


Sedangkan Nathan tersenyum sendiri sambil bekerja Mengingat Lian yang mengodanya. Ingin rasanya ia menyusul kesana Namun mengingat jadwal kerjanya penuh Nathan pun tak bisa berbuat apa apa.


Cek lek


" Bos ada tamu " kata Dion yang kepalanya menyembul di balik pintu


" Suruh masuk buka saja pintunya " kata Nathan.

__ADS_1


" Baik bos " kata Dion Yang lalu mempersilahkan tamunya masuk Yang tak lain adalah Rose karna hari ini Emma ada pertemuan penting mewakili Nathan .Yang berbagi tugas .Karna Nathan dan Dion sebentar lagi juga ada meeting.


"'Hai sayang apa kabar lumayan lama kita tak bertemu Setelah kejadian itu " kata Rose yang melenggang masuk duduk di depan Nathan..Dan tersenyum manis


" Aku baik baik saja ada apa kau datang kesini " kata Nathan tersenyum sinis.


" Kau seperti nya tidak suka menyukai kedatangan ku " sindir Rose.


" Ya aku sibuk sebentar lagi aku akan pergi rapat" kata Nathan jujur. Yang tak terlalu bisa ber basa basi karna memang


Ia harus segera bersiap siap. untuk pergi.


" Kata kan saja apa mau mu " kata Nathan


" Aku hanya ingin bicara dengan mu nanti malam ini tempat nya . kita bertemu disana dan aku menunggu mu " kata Rose memberikan secarik kertas.


" Maaf aku tak bisa Rose pertemuanku hari ini mungkin sampai malam .Aku tak mau berjanji pada mu " kata Nathan


" Astaga kenapa untuk bertemu saja kau masih pelit dengan waktu mu Nat. Ya tuhan kau tak berubah " kata Rose mengepalkan tangan nya erat .Karna tak berhasil membuat Nathan untuk dijebak .Padahal ia sudah merencanakannya matang matang


" Maaf ....sekali lagi aku minta maaf kuharap kau bisa mengerti " kata Nathan Yang memang tak pernah curiga dengan Rose .


"' Baiklah aku pergi " kata Rose beranjak dari kursi dengan wajah kecewa karna tak berhasil membuat Nathan mengiyakan. undangannya


Nathan uang melihat Rose pergi hanya mengelengkan kepalanya .Lalu bersiap siap untuk berangkat meeting.


" Aku bukan tak tahu sifat asli mu Rose. Pasti ada sesuatu yang kau rencana kan . Tapi aku tak tertarik. Kau tetap licik seperti dulu. Kalau kau pikir aku diam bukan berarti aku tak tahu. Aku berharap kau berubah dan Keserakahan dan ketamakan mu menghancurkan diri mu sendiri. " bathin Nathan lalu menghubungi Dion.


Tak Lama Dion pun muncul sudah siap


Menunggu Nathan didepan pintu.


" Kita berangkat bos " kata Dion.


" Iya ayo " kata Nathan.


Sedangkan Rose terlihat kesal dan marah


Ketika keluar dari lift dan menuju mobilnya dengan muka menahan marah

__ADS_1


" Awas saja kau Nathan , Lihat saja kematian mu sudah dekat " gumamnya sambil masuk kedalam mobil.


.


__ADS_2