
Semua yang mendengar langsung menoleh kearah sumber suara
" Brian " kata Nathan kaget Yang melihat Brian datang bersama Clara dan juga Jeb dan ada Jenny juga disana.
" Ada apa kalian kesini?" kata Nathan yang tak merasa memberitahu teman temannya.
Sedangkan Rayyan hanya duduk santai disofa sambil memangku tangan nya.
Brian yang melihatnya hanya tersenyum
" Rupanya tuan Rayyan juga disini " kata Jeb yang lalu berdiri disamping Brian dan di dekat Nathan
"' Kenapa ? apa ada masalah buat mu bro " kata Rayyan melirik Jeb.
" Oh bukan apa apa " kata Jeb . Yang tersenyum tipis pada Rayyan . Sedangkan Clara melirik Rayyan dengan ekor matanya
"' Bagaimana kalian tahu aku ada di sini " kata Nathan.
" Tadi Dion yang bilang ketika kita bertemu diruang rapat Ketika bersama katrina Dia bilang sekertaris mu kecelakaan " kata Brian seraya menatap Lian.
" Kami hanya ingin membesuknya saja " kata Jeb. sambil melirik Rayyan yang cuek .
" Bagaimana keadaan mu nona Ana kau cukup punya nyali untuk....." kata Brian
" Silahkan duduk tapi kalo kalian datang hanya untuk menganggu sebaiknya kalian pergi saja " kata Nathan memotong perkataan Brian Karna. Nathan tak mau Rayyan tahu permasalahan nya.Apa lagi Lian sudah menyelamatkannya. Yang pasti nya itu akan membuat nya malu pada Rayyan.
" Hei....apa kau tidak senang kami membesuk sekertaris mu bro " kata Brian Seraya menatap Lian yang diam.
" Cih .....kalian niat besuk atau ingin menganggu kami.. Seperti nggak niat saja. Apa yang kalian bawa ? hanya melenggang saja dan masuk tampa basa basi .Tampa membawa bunga dan semacamnya ." Sindir Rayyan menatap dua pria relasi bisnisnya.
" Wow.....wow......rupanya tuan Rayyan sangat sensitif . Maaf tadi kami lupa " kata Jeb yang tak enak hati disindir .Rayyan.
Memang secara formal mereka tidak sopan datang Tanpa membawa apapun Dan juga tampa kata basa basi . Padahal mereka berniat membesuk Lian Untuk memastikan Keadaan Lian yang Terdengar menjadi hero bagi bosnya itu.
__ADS_1
" Cih....... dasar pelit, seharusnya kalian membawakan sesuatu. Paling tidak bunga atau buah " cibir Nathan .
" Hehehe...... maaf " kata Brian merasa tersindir sedangkan Jenny dan Clara hanya diam berdiri sambil melihat Lian. Yang duduk bersandar.
" De apa kau mau jalan jalan disini seperti nya sumpek " kata Rayyan yang mendekati Lian menggunakan bahasa negaranya .
" Iya kak Lian mau , Ay tolong ambilkan kursi rodanya." kata Lian.
" Ngak usah biar kakak gendong saja " kata Rayyan .
" Nathan minggir lah biar aku bawa Lian ketaman. Kau ngobrol lah dengan teman teman mu " kata Ryan yang lalu mengendong Lian dan Ayse mendorong kursi rodanya keluar.
" Hei........kalian kenapa ? Tak senang kami membesuk maaf kalo kami menganggu " kata Jeb. Yang merasa Rayyan bersikap Cuek .Karna mereka tahu Rayyan pengusaha muda yang cukup berpengaruh. Walau Rayyan bukan Asli kewarganegaraan Amerika..
" Bukan apa apa tuan jeb, kalian bisa ngobrol sepuasnya . Biar kan Berlian melihat suasana di luar sana sebentar " kata Rayyan yang lalu mengendong Lian dan membawanya keluar ruangan bersama Ayse. Dan menghilang di balik pintu. Sedangkan Clara dan Jenny melongo melihat Rayyan yang bersikap sensitif juga mesra pada Lian sekertaris Nathan
" Astaga kenapa dengannya ?" kata Clara menatap Nathan.
" Kurasa kau bisa menjawabnya sendiri " kata Nathan yang lalu berpangku tangan dan menatap dua teman nya itu dan juga para sekertarisnya. " kata Nathan..
" Tapi kenapa tuan Rayyan juga ada disini Nat apa dia kekasih Ana?" tanya Clara penasaran
" Iya dia begitu perhatian dan pastinya Ana sangat senang di perhatikan dua bos besar. Wah kau punya saingan Nat . Beruntung sekali dia " kata Jenny menyindir.
" Tuan Rayyan kakak dari nona Ana" kata Jeb menjelaskan. Karna mereka tadi nya juga mengira hal yang sama seperti Jenny dan Clara.
" What........kakak...... saudara laki laki ?" kata Clara terkejut tak percaya.
" Hei kau bercanda kan bos ngak mungkin mereka saudara mereka ngak mirip " kata Jenny. yang juga kaget karna tak percaya.
" Apa saudara harus mirip " kata Nathan Yang membuang nafas kasar.
Yang membuat Jenny dan Clara saling pandang mendengar fakta Lian adik Rayyan yang juga pengusaha muda berbakat. Di negara mereka.
__ADS_1
" Tanya kan apa yang kalian ingin tanyakan dan kalo selesai pergilah " kata Nathan
" Hei... bro jangan begitu niat kami baik , Kami minta maaf bila tak bersikap baik. kami sungguh sungguh prihatin pada mu. Tentang kecelakaan yang melibatkan sekertaris mu itu .Tapi ngomong ngomong kami dengar semuanya sudah ditangan polisi . Siapa sih yang berniat nekat untuk menghabisi mu " kata Brian menatap Nathan lekat.
" Entah lah semuanya sedang dalam penyelidikan. Dan aku hanya tinggal menunggu dan sudah ada bukti yang pengarah pada pelakunya " kata Nathan santai.
" Astaga...kenapa mereka begitu berani , Apa kau punya musuh Nat. Setahuku kamu jarang bersosialisasi. Dan Netral bersikap ..Tapi kenapa mereka mengusik mu " kata Jeb
" Entah lah " kata Nathan sambil mengangkat kedua tangannya..
" Tapi Ana cukup brani juga dan aksi nya tergolong nekat . Untungnya dia selamat " kata Jenny ikut bicara.
" Ya mungkin saja untuk mencari perhatian Nathan ya kan Nat " sindir Clara.
" Hei..... kau ketinggalan berita Cla bukan mencari perhatian .Mereka malah sudah berkencan . Menurutku Nathan lah yang mencari perhatian Rayyan dan sepertinya Rayyan tak suka Ana didekati Nathan bukan begitu bro " kata Jeb terkekeh Seraya menatap Nathan yang diam
" Hahaha ...... mungkin kau kurang agresif bro. Tapi wajarlah karna dia takut kalo Ana kau permainkan " kata Brian.
" Hah......... bukan nya Nathan tak punya kekasih dan bersih dari gosip dan rumor tapi kenapa tuan Rayyan tak suka padamu Nat " kata Clara tersenyum.
" Hei ..... kalian tak perlu memikirkannya . Lagi pula itu bukan urusan kalian . Bukannya kalian hanya ingin tahu tentang kecelakaan kemaren . Aku sudah menjelaskannya untuk urusan pribadiku. Kalian tak perlu ikut campur " kata Nathan tegas.
" Wow.... wow...... kau mudah sekali emosi bro mereka cuma bercanda Jangan diambil hati " kata Jeb melirik Clara dan Jenny
Clara yang merasa iri dengan Lian jelas tak akan menerima begitu saja Apalagi sekarang ia tahu kalo Lian sudah berkencan
dengan Nathan. Dan Lian juga adik dari seorang pengusaha yang tak bisa diremehkan . Bahkan dia lebih muda dari Nathan Dan namanya sejajar dengan Nathan di kalangan pebisnis.
" Maaf Nat, Jeb benar kami hanya bercanda tapi aku hanya terkejut kalo dia adik dari tuan Rayyan Kenapa ngak magang di perusahaan kakaknya saja. Kenapa pakai repot untuk jadi sekertaris tuan Nathan yang galak ini ya " kata Jenny.
" Jen ......" kata Jeb menatap sekertarisnya itu tak suka. Karna Jenny seperti ingin menjatuhkan Lian.
" Hai ....otak mu terlalu dangkal Jen, Ana kami yang merekrutnya . kenapa kau bicara begitu " kata Nathan.
__ADS_1
" Karna dia iri atas kemampuan Ana dan kalian belum sebanding dengannya " kata seseorang di depan pintu.
" Katrina........."