
Lian pun membawa mobilnya kembali pulang. Dia cukup lega karna ada harapan untuk Grace. Paling tidak untuk bayi yang dikandung nya.
Sedangkan Steve baru saja memasuki kamar rawat di mana Lukas dirawat.
" Papi datang sendiri ?" kata Lukas kaget melihat sang papi
" Kenapa ?" mami mu sedang ada urusan ,apa tadi ada seorang gadis yang datang menemui mu " kata Steve memastikan
" Bagaimana papi tahu dia sekertaris Nathan hanya ingin menengok ku saja " kata Lukas cuek.
" Apa namanya Berliana Mutiara " kata Steve lagi .
" Ya ....." kata Lukas . Yang menoleh pada Jimmy yang sedang duduk santai.
Plak .......plak........ dua tamparan kiri kanan terasa panas dipipi Lukas Yang membuatnya terkejut .
" Papi ........apa salahku " kata Lukas sambil meringis menahan sakit..Begitu juga dengan jimmy yang kaget .Karna bos nya di tampar sang papi.
" Kau merasa tak bersalah setelah menghamili seorang wanita Dan tak mau bertangung jawab " kata Steve.
Deg........
"Papi ..........itu sudah biasa kan .Kami sama sama suka Wajar bila kami melakukannya. Lagi pula ia menikmatinya. Dan salah sendiri diri tak memakai pengaman. Ayolah...pi sudah biasa kan Lukas bersenang senang ..
" Tapi tidak untuk janinnya. Kau tahu kalo kau melakukannya dengan wanita klub dan wanita malam . Mungkin papi akan lepas tangan. Tapi kau melakukannya dengan gadis yang polos Yang sudah kau bodohi Bagaimana bisa kau membiarkannya hamil tampa ber tanggung jawab .Bahkan kau memintanya untuk meng aborsi nya ......Apa kau sudah gila Lukas. " kata Steve menatap tajam Lukas.
" Tapi aku sudah memberi nya uang pi bahkan ia memintanya lebih dan mencuri uangku seenaknya. " kata Lukas emosi
" Lalu siapa yang bodoh kau atau dia ?" kata Steve menatap putranya itu
" Aku........
" Kau bodoh Lukas bukanya kau sendiri yang memberi ceknya dan menyuruh nya mengisinya Dan kenapa sekarang kau mengejarnya hah......dan kau menyuruh papi untuk menelpon nya kesini kan." kata Steve
" Bagaimana papi bisa tahu " kata Lukas.
" Kau bercerita dia yang meninggalkan mu tapi sebalik nya ish.......ish...... kau bodoh Lukas. Ya ampun bagaimana aku bisa mempunyai anak sebodoh dirimu ....." dumel Steve. Yang membuat Jimmy melongo Mendengar omelan papi bos nya itu.
Luka terdiam .tak bisa berkata apa apa lagi .Karna kini kartu As nya terbongkar.
" Apa Lian bertemu papi ,apa dia mengenal papi ?" kata Lukas dalam hati..Karna tak mungkin papi nya tahu tampa diberi tahu. Sedangkan.slama ini ia menyembunyikan semuanya rapat rapat..
__ADS_1
" Kenapa?" kau terkejut " kata Steve
" Dari mana papi tahu , apa Lian menemui papi Apa yang ia katakan pada papi. Itu semua bohong " kata Lukas Mencoba menutupi kebohongannya
Steve mengeleng kan kepalanya Dengan sikap bodoh putra nya itu.
"' Kau tahu nak papi lebih percaya dengan nya ketimbang dirimu .Umurmu sudah tua tapi kau seperti anak kecil. sedangkan dia hanya gadis kecil tapi dia bisa berpikir dewasa dan bertindak hati hati Tak sebodoh dirimu Harus nya kau sadar itu.." kata Lukas.
Sedangkan Lian baru saja keluar dari mobil nya Ketika hendak mampir toko buah. Dan tampa sengaja ia bertemu Clara.
" Wah rupanya nona Clara sedang berbelanja rupanya " tegur Lian yang membuat Clara menoleh.
" Kau......ck....apa kau juga berbelanja . Senang bertemu dengan wanita mya Nathan " sindir Clara
" Itu lebih baik dari pada jadi simpanan Brian yang tak diakui dan hanya untuk pelampiasan saja " kata Lian pelan.
" Kau .........jaga mulutmu " kata Clara emosi.
" Hei ....... kau saja kadang tak bisa mengerem mulut mu itu dengan baik..Lalu kenapa kau keberatan " kata Lian cuek.
" Ck.....apa kau merasa sombong sudah bisa memikat Nathan . Kau harus tahu aku lah yang orang pertama yang dicintainya " kata Clara sombong.
" Oh ya. apa Nathan juga mencicipi mu Atau dia jijik karna kau sudah bekas Brian " kata Lian yang mulai terpancing.
" Hahaha....... kau pemarah sekali nona Clara Tapi apa itu benar. Biasanya itu benarkan ......" kata Lian memainkan kedua alisnya seakan meledek Clara karna dia tahu Clara lah dalang dari kejadian penyerangan di halaman perkantoran itu. Yang sempat ia dengar dari Dion.
" Kau ....
" Jangan emosi , untung nya aku tidak pendendam Cla . Kalo orang lain mungkin kau kini tak akan bisa bebas setelah penyerangan kemaren. Dan aku yakin kau akan lama mendekam dipenjara " kata Lian berlalu . Karna ia sengaja membuat Clara kesal.
Lian pun asyik memilih buah. Sedangkan Clara menghentak hentakan kakinya. Menahan emosi yang membuatnya ingin sekali mengamuk . Tapi karma di tempat umum Tak mungkin ia merendahkan harga dirinya. Karna ia pasti kalah lagi bila berurusan dengan Lian.
" Sudah nona " kata pelayan toko.
" Sudah berapa semua nya " kata Lian meletakan kartu nya
" Semua 540$ nona " kata pelayan itu yang lalu menyuruh pelayan pria untuk mengantar belanjaan Lian yang banyak memborong buah.
" Trimakasih " kata Lian
" Sama sama nona senang melayani anda " kata pelayan itu ramah .
__ADS_1
Lian pun lalu masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya..Lalu pergi meninggal tempat itu..Sedang Clara mengepalkan tangannya. Melihat mobil Lian menjauh dan menghilang.
" Kau menang hari ini Lian tapi ingat Aku akan membalas mu suatu hari nanti " kata Clara yang lalu menuju kasir dan membayar belanjaan nya.
********
Di mansion Grace dan Ayse juga Emma gelisah menunggu Lian. Ketiganya duduk di ruang tengah menunggu ketua geng mereka itu. Yang slalu brani mengambil keputusan sulit. Apalagi bila terancam.Karna Lian tak pernah takut dengan apapun
Brak .......terdengar suara pintu mobil ditutup.
" Itu dia pulang " kata Ayse bergegas ke pintu utama
" Woi bantu " kata Lian ketika melihat teman teman nya datang menghampiri
" Astaga banyak banget tuh buah " kata Ayse. Yang bergegas membantu Lian membawanya . Begitu juga Emma dan Grace.
" Kami menunggu mu Li, kita khawatir sama lho Li " kata Emma.
" Aku baik baik saya beb. Aku bisa jaga diri " kata Lian santai.
" Ya kami tahu tapi kita cuma khawatir lho kenapa napa " kata Ayse
" Banyak banget Li nih beli buat apa " tanya Grace.
" Iya buat bikin salad juga , waktu dekat ini akan ada tamu yang akan berkunjung. Dari pada lupa sekalian . Oh ya Grace besok ada dokter yang akan kesini memeriksa kandungan mu" Kata Lian
" Hah..... dia datang siang Li" kata Grace.
" Iya kan lama kamu ngak cek up jadi perlu diperiksa biar bayinya sehat ." kata Lian
" Wah..... ngak lama lagi kita bakal di panggil tante tante dong " kata Ayse.
" Iya lah yah penting ngak tante girang " kata Emma
" Hah..... kok tante girang " kata Grace melongo bingung dengan perkatasn Emma.
" Woi ngak lemot juga kali , itu lho tante tante yang suka brondong " kata Emma memperjelas.
" Plak...... ngak usah mencemari otak Grace dengan virus mesum Em " kata Ayse menepuk lengan Emma. yang membuatnya meringis.
" Iya gerti maka nya saking polosnya sampe perut nya buncit " kata Emma.
__ADS_1
" Hadeh.... kau ini Em nanti juga kau tau rasanya terbuai , aku kan ngak sadar waktu itu kata Grace protes.
" Iya nggak sadar diri " kata Ayse dan Emma kompak. Yang membuat Lian mengelengkan kepalanya .Karna pas kumpul ada saja bahan omongan yang jadi bahan keributan empat sekawan itu.