
Lian lalu berhenti melangkah " Aish ketahuan juga akhirnya " bathin Lian.
" Enak ya bisa ciuman dengan pa bos " kata Emma.
" Sejak kapan Li lho berciuman bebas gitu . " kata Ayse manyun
" Enak tuh Li, pasti sudah biasa kan apa sudah sering ?" kata Grace .
Lian hanya diam dan melangkah melewati ketiga temannya itu begitu saja. Karna bila di meladeni ia sendiri akan pusing menjawabnya
"' Woi..... jangan kabur " kata Ayse
" Li.... jelasin ke kita dulu " kata Emma.
Namun Lian cepat cepat berjalan menuju kamarnya Dengan wajah merona merah bak keciduk satpam. Karna kini ia tak mungkin bisa berbohong lagi Pada ketiga sahabatnya itu. Dan pastinya Seribu satu pertanyaan akan muncul .
" Jelasin dulu ke kita " kata Ayse menghadang Lian di pintu kamar .Ketika Lian ingin masuk
" Minggir ah " kata Lian yang menyingkir kan tubuh Ayse dan masuk kekamarnya . Lalu menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur . Dan menelungkupkan wajah nya di bantal.
" Nah akhir nya kau ketahuan kan " kata Emma
" Enak ya Li , apa lagi dengan orang yang kita cintai " kata Grace.
" Dosa Li ...ingat bukan muhrim " kata Ayse.
Menyindir Lian
" Mana ingat orang enak , pastinya lupa daratan lah kaya ke langit ketujuh beuh......
Bahkan bisa lupa diri " kata Emma.
Lian tak menjawab ocehan ketiganya temannya itu. Yang membuatnya bingung karna tak mungkin ia jelaskan secara rinci. Karna cinta bukanlah soal matematika Yang ada soal dan bisa di jawab.
Lama tak dijawab ketiganya pun terdiam . Hanya menatap Lian yang masih menelungkup kan badan nya
" Aish.... pasti masih menghayati ciumannya kan " kata Ayse menyindir.
Lian pun lalu duduk . Tak perduli dengan tatapan tajam ketiga temannya Yang seolah sedang menghakiminya. Lalu menatap wajah ketiganya tampa dosa
" Kalian sudah tahu kan jadi aku tak perlu menjelaskan nya " kata Lian.
" What...... enak saja, kami mau kau menjelaskan semuanya " kata Ayse tegas
__ADS_1
" No..... sekarang keluar dari kamarku Sedari tadi kalian sudah menghakimi ku Jadi tak ada penjelasan Lagi pula itu hak ku orang aku yang berciuman sama kekasih ku Kenapa kalian yang sewot . Apa kalian iri " kata Lian Yang membuat ketiga temannya ternganga mendengat ucapan Lian yang sama sekali tak merasa bersalah
" Hah...... apa kau sadar Li ....."
" Apa....aku cuma berciuman....ngak lebih . berciuman......" kata Lian dengan kata penuh penekanan. Yang membuat Ayse tak bisa berkata kata.
" Kalo pun aku berdosa itu urusan ku. Toh dia serius Dia ingin melamar ku.Kalian tahu sendiri kan kalo pa Nathan sudah ketemu dan kenal bunda .Dan kak Ray juga cuma papah ku yang belum Lalu salahku dimana ?" kata Lian panjang lebar. Yang membuat ketiganya terdiam .
." Ok baik lah itu hak mu , maaf kami salah Tapi tidak berciuman di tempat terbuka juga kali " kata Grace.
" Hai .. jangan menghakimi ku lihat perut mu tuh ulah siapa .Apa kau yang diam diam sudah benar tidak kan akhirnya dia juga ngak mau bertangung jawab. kan. Ya mending bos Nathan dia masih gentleman. " kata Lian membalas.
Jleb...
Grace pun terdiam. Ya benar apa yang dikata kan Lian . dia yang bercinta diam diam dan sembunyi sembunyi juga tetap ketahuan .
Ayse pun membuang nafas kasarnya Begitu juga Emma.. Memang Lian benar ngak ada yang perlu jelas kan Karna mereka sudah tahu Nathan dan Lian punya hubungan Dan Lagi itu kelanjutan hubungan keduanya .Wajar saja mereka berciuman. Lepas sadar atau tidak Karna ini negara bebas Dan mereka tidak diluar batas. Banyak yang melakukannya diluar sana. Tapi Lian dan Nathan masih tahu diri. dan juga batasan karna hanya berciuman.
" What ...... sudah kan bubar gih aku mau mandi -" kata Lian
" Aish kau ini Li, sudah brani ya mentang mentang punya pacar bos cepat nikah gih takut kebablasan " Kata Ayse.
" Tenang saja pa Nathan memang sudah ada niat kesitu tunggu saja kalian bakal dapat undangan " kata Lian yang lalu masuk kekamar mandi.
" Ya sudah bubar ..... dia benar kita ngak punya hak menghakiminya. Orang pa bos juga sudah kenal bunda. Dan lagi kita juga sudah tahu mereka pacaran " kata Emma
" Tapi kenapa mereka berciuman mesra banget didepan kita lagi bikin iri saja " kata Grace.
" Astaga ..... Grace otak mu lemot banget sih . Mereka berciuman ngak tahu kalo kita melihat nya. Dan lagi kita ngak sengaja melihat mereka. Lian dan pa bos tak mungkin melakukan nya dikantor. Makanya melakukannya disini beb " jelas Emma. Karna Emma tahu. Lian dan Nathan dikantor tetap seperti bos dan sekertaris. Jadi wajar saja. Bila mereka melakukannya di luar kantor.
" Memang mereka ngak pacaran dikantor ?" kata Ayse.
" Mana bisa pacaran orang mereka sibuk masing masing. " sahut Emma.
" Ya sudahlah ayo bubar dan mandi sudah sore " kata Ayse Yang lebih dulu meninggal kan teman temannya menuju kamar nya.
*******
Sedangkan Nathan tersenyum seorang diri sambil menyetir mobilnya pulang kerumah.
Hati nya cukup senang hati ini Karna sudah bisa bertemu dengan pujaan hatinya.
Tak lama mobil pun terparkir dihalaman mansion . Dan Nathan keluar kembali kekamarnya
__ADS_1
" Huh............ Nathan pun menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur . Sambil tersenyum senyum memeluk bantal dan memejamkan matanya karna kasmaran.
" Ck.......Yang jatuh cinta senyum senyum seperti orang gila " sindir Katrin yang mendadak muncul .
" Katrin ..........bug......" Nathan pun melempar bantal nya Yang disambut oleh Katrin sambil terkekeh.
" Tidak sopan masuk kamar orang tak mengetuk pintu " kata Nathan jutek.
" Cih...... biasanya juga kau nyelonong aja ke kamarku " kata Katrin
" Tapi tidak setiap saat ,sana pergi menganggu saja " usir Nathan.
" Hahaha.......... kau pasti menghayal kan bro. Apa kau juga membayangkan kalian bercinta wow......... pasti nya " ledek Katrin terkekeh.
" Keluar .......!!!" kata Nathan.
" Cie.....cie....... bilang saja masih ingin berkhayal Makanya cepat resmikan daripada penasaran kau belum bisa menidurinya kan " kata Katrin tergelak lalu pergi keluar kamar. Sambil melempar bantal Nathan kembali pada pemiliknya.
Bug.........
" Aish...... dasar perawan tua " kata Nathan
" Cih ....kau sendiri bujang lapuk yang baru jatuh cinta " balas Katrin yang menghilang di balik pintu.
" Aish ..... kenapa dia senang sekali menganggu ku " omel Nathan kesal karna tadi ia menghayati rasa ciuman bibir Lian
Sedang katrina terkekeh sendiri sambil menuju ruang tengah.
" Kenapa dengan mu ?" kata Alexa yang asyik bersantai.
" Aku sedang menganggu Nathan yang sedang berkhayal " kata Katrina.
" Kau ini jelas saja dia marah Lagian untuk apa kau mengusiknya. Apa tak ada pekerjaan lain." kata Alexa.
"Astaga aku lupa ....." kata Katrina menepuk jidatnya . Niatnya ingin menyampaikan hasil rapat tadi siang malah ia mengoda Nathan.
" Aish....... lewat lagi. " kata Katrina
" Kenapa ?" kata Alexa
" Tadi aku ingin memberitahukan nya tetang hadil rapat . Tapi malah mengodanya Dan dia pasti sedang ngambek sekarang " kata Katrina terkekeh.
" Kau ini kebiasaan " kata Alexa mengeleng kan kepala. karna begitulah Katrin bila sedang di rumah . Sangat senang bercanda. Tapi berbeda bila dikantor
__ADS_1
.