
Lian duduk melamun di sofa. ketika bel apartemen berbunyi. Dan ia lalu mendekati tasnya untuk mengambil dompet . Karna pasti yang datang kurir pengantar makanan.
Lalu Lian bergegas menuju pintu.
Ceklek .......
Benar saja seorang kurir pengantar makanan tersenyum padanya.
" Pagi nona pesanan atas nona Liana ?" tanya kurir itu.
" Iya benar berapa semua nya ?" tanya Lian .
" Maaf semuanya pesanan atas apartemen ini sudah dibayar perusahaan nona jadi anda tak perlu membayar " kata kurir itu ramah.
" Hah....maksudnya ?" tanya Lian bingung.
" Begini nona apartemen ini milik tuan Nathan bukan, setiap ada pemesanan online. Atau pesan antar pihak perusahan sudah membayar lewat rekening langsung . Untuk tiap pemesanan . Jadi nona tidak perlu membayar nya lagi. " kata kurir itu menjelaskan.
" Oh begitu, baiklah trimakasih " kata Lian yang menerima 5 box makanan dengan jenis berbeda.
" Ya sama sama nona slamat menikmati " kata kurir itu lalu tersenyum.
Setelah kurir itu pergi Lian pun masuk lalu menutup pintu. Dan meletakan 5 box makanan itu di atas meja. " kok jadi banyak ya perasaan aku cuma pesan 2 box saja " guman Lian yang lalu memeriksa tiap box makanan yang berbeda jenis.
"'Ah biarlah yang penting makan ,aku lapar " kata Lian. Yang lalu membuka makanan yang tadi ia pesan.
Nathan yang mencium bau makanan Yang sampai ke hidungnya terbangun. Karna memang makanan masih hangat. Apalagi Lian memesannya paling awal .
Lalu melihat ke arah Lian yang asyik makan sendiri di sofa. Dan beranjak dari tempat tidurnya .Mendekati Lian dengan wajah bantalnya
"Kok makan sendiri,kenapa ngak membangunkan ku " kata Nathan yang duduk dihadapan Lian.
Lian yang kaget pun menatap Nathan intens " maaf pa , aku duluan karna lapar " kata Lian jujur . Sambil menguyah makanannya. Yang terasa nikmat di lidah.
__ADS_1
"'Ayo makan pa, itu masih banyak "Kata Lian menujuk 4 boks lagi yang tersisa. Membuat Nathan tersenyum Dan mengambilnya lalu membukanya. Ikut makan bersama Lian. Menikmati sarapan pagi.
" Kenapa tadi malam bapa mengikuti kami ?" tanya Lian disela makannya. Sambil menguyah makanannya tampa menatap bosnya itu.
" Aku hanya khawatir padamu, lagian kita masih terikat kontrak. Oh ya hari ini grand pa ingin bertemu denganmu . Apa kamu punya waktu luang " kata Nathan lembut .Dan sedikit berubah setelah sempat marah karna cemburu. Karna ia tak mungkin bersifat kasar . Kalo ia ingin serius mendekati Lian .
" Ya ada tapi jangan sampai sore karna aku ingin pulang ke apartemenku " kata Lian.
Yang menikmati makan nya dengan lahap. Begitu juga dengan Nathan yang lapar. Karna tadi malam belum sempat makan.
" Mau tambah lagi " tawar Nathan .
" Cukup pa , bapa saja kan itu masih banyak " kata Lian tersenyum . Yang membuat Nathan menelan salivanya . Mengingat tadi malam ia mengecup bibir mungil itu.
''kalo begitu biar aku habisin saja " kata Nathan yang mengambil satu box lagi.
"'Kalo bapa kuat menghabiskan semuanya ngak masalah, sayang kalo terbuang " kata Lian. Yang mengingat kalo di apartemennya slalu ada teman temanya yang mampu menghabiskan makanan.
" Ya paling satu kotak lagi , sisanya buat cleaning servis saja " kata Nathan yang punya cleaning servis datang tiap minggu untuk membersihkan apartemennya. Yang lama tidak ia tempati. Namun kebersihannya tetap dijamin.
" Mandilah , pakai kemeja ku dilemari " kata Nathan. Menyuruh Lian untuk mandi.
" Nanti saja pak, masih belum turun nih makanan di perut ku " kata Lian beralasan
" Terserah , kalo begitu biar aku pesankan gaun " kata Nathan yang lalu bangkit dari sofa dan menuju nakas Untuk mengambil ponselnya memesan gaun atau pakaian untuk Lian.
" Ini pilih lah mana yang kau suka " kata Nathan memberikan ponselnya. Dan Lian pun menerimanya. Lalu melihat lihat model pakaian yang akan dipesan online.
" boleh aku pesan dua pasang pa ?" tanya Lian .
" Lakukan sesukamu dan kau juga bisa memborong nya semua , aku masih sanggup membayarnya " kata Nathan. Demi bisa merebut hati Lian.
" Tidak perlu pa, ini sudah cukup " kata Lian yang memberikan ponselnya kembali ke Nathan dan Nathan menyambutnya dengan tersenyum .
__ADS_1
" Kau yakin cuma ini ?" tanya Nathan yang menatap Lian.
" Ya pa itu cukup " kata Lian yang tak mau terlalu menghambur hamburkan uang walau itu gratis tapi ia sangat menghargai betapa susahnya mencari uang .
" Baiklah" kata Nathan lalu menyelesaikan transaksi. karna Nathan sendiri jarang langsung ke toko atau butik . Ia lebih nyaman memesan langsung sesuai model dan ukuran tubuhnya.
Lalu Lian pun duduk tenang . Menunggu bosnya itu selesai makan . Keduanya sambil ngobrol santai dan membicarakan hal hal yang ringan. Tentang grand pa yang akan mereka kunjungi. Lian tak menampik grand pa Nathan sangat baik dan memanjakan nya Walau cuma cinta bohongan .Namun Lian tahu . Kalo bosnya itu jatuh cinta padanya.
Yang membuat Lian kadang tak tega mengerjai bosnya itu yang sudah banyak berubah beberapa hari ini.
" Apa nanti kau ingin kita membawa oleh oleh buat grand pa " tanya Nathan.
" Ya boleh pa kita belikan buah atau roti saja " kata Lian . Yang memang suka membawa makanan setiap pulang ke apartemen nya untuk teman teman nya setelah pulang bersama sang kakak.
" Baiklah kalo begitu nanti kita mampir dulu ke toko buah .Grand pa suka Apel dan pisang dan juga alpukat untuk membuat salad " kata Nathan yang tahu buah kesukaan sang grand pa.Yang memang sangat dihormati Nathan. Sebab kakeknya lah yang slalu mendukung nya dan menyemangati nya dalam setiap usahanya. Ketika kedua orang tuanya sibuk bekerja
Entah berapa lama mereka berdiskusi sampai Pesanan pakaian Lian diantar. Dan Lian lalu langsung mandi dan bersiap siap. Sambil menunggu bosnya itu selesai makan dan mandi.
****
Di mansion grand pa , grand pa Ben sedang asyik bermain catur dengan Katrina yang datang berkunjung pagi ini.
" Apa kau jarang bertemu Nathan dan istrinya di kantor ?" tanya grand pa pada katrin
" Hah........istri maksud grand pa kekasihnya " kata Katrina sedikit terkejut
" Apa kau tak tahu kalo Nathan sudah menikah " kata grandpa sambil memajukan pion kudanya. Yang membuat konsentrasi Katrina hilang.
"Aku belum diberi tahu grand pa. Kapan dia menikah dan kenapa tak ada pesta . Bukanya uang nya banyak" kata Katrina santai.
" Mungkin saja ia tak ingin di kejar media hingga tak mempublikasikannya. " kata grand pa santai.
"' Ya baguslah , akhirnya dia menikah juga . kelamaan menjomblo kasihan juga, oh ya siapa istrinya grand pa " tanya Katrina .yang memakan anak pion milik grand pa nya.
__ADS_1
" Namanya Berliana .Dia panggil Ana dikantor. Dia kan sekertaris Nathan " kata grand pa
" Hah .........ngak salah .....???" kata Katrina kaget tak percaya. Apa yang barusan ia dengar.