
Nathan mengajak Lian pulang setelah ngobrol dengan grand pa nya. Karna sudah beranjak malam. Dan mengantar Lian pulang ke apartemennya.
" Apa kau mau makan dulu ?" tanya Nathan
" Pengen sih pa . Tapi apa bisa dibungkus saja pa, biar saya bisa makan di apartemen " kata Lian .
" Baiklah " kata Nathan yang lalu mampir ke sebuah restoran Untuk membeli makanan dan membungkusnya untuk Lian. Dan Lian hanya menunggu dimobil. Karna ia malas turun.
" Ini habiskan , ajak temanmu makan " kata Nathan
"Bapak ngak makan ?" tanya Lian .
" Dirumah saja, sudah disiapkan " kata Nathan .Yang lalu masuk mobil dan kembali menyetir mobilnya menuju apartemen Lian.
Keduanya tak banyak ngobrol . Selama dalam perjalanan. Karna pikiran Nathan sedang kalut dengan permintaan sang kakek. Dan dia juga belum berani mengungkap kan perasaanya pada Lian. Karna belum tahu sikap Lian
" Pa bapa kenapa ?" kata Lian bertanya .karna diam tak banyak bicara.
" Saya lagi pusing " kata Nathan
" Hah ..... .kalo begitu biar saya yang bawa mobilnya pa " kata Lian.
" Ngak usah ,.hanya pusing sedikit ini juga sudah mau nyampe " kata Nathan.
Benar saja mereka sudah sampai di halaman gedung apartemen Lian.Lian pun bergegas turun dan tak lupa membawa makanannya
Yang tadi dibelikan bosnya.
" Trimakasih pa, dan terimakasih juga untuk makanannya " kata Lian .
" Sama sama naiklah , " kata Nathan .
" Ya pa slamat malam .sampai ketemu besok " kata Lian sopan. lalu melangkah menjauh meninggalkan mobil Nathan. Setelah Lian hilang dari pandangannya Nathan pun membawa mobilnya untuk pulang kerumah.
.......................................
Lian duduk manis menikmati makanan yang dibelikan Nathan bersama Ayse. Keduanya makan dengan lahap.
" Mantap Li, bos mu emang baik banget. Kemaren kita juga ditraktir makan " kata Ayse.
" Ya pas lagi bolong jadi ngak pelit. pas ngambek yah .......capek deh "Kata Lian.
" Makanya jangan dibikin kesal , susah lho nyari bos perhatian gitu " kata Ayse. Yang merasa bos nya tak sebaik bos Lian.
__ADS_1
":Entah lah Ay tuh bos gue rada aneh kadang baik dan kadang galak" kata Lian.
"'Hahaha .............wah lagi galau tuh berarti " kata Ayse tertawa
"'Masa sih Ay " kata Lian bingung.
"'Ya emang gitu mungkin dia mode lagi jatuh cinta" kata Ayse.
" Iya kali " kata Lian Lalu menghabiskan makanannya. Dan langsung mencuci tangannya di wastafel
" Ngak usah dipikirin Li, santai di biarin aja dari pada kita ikut bingung .Mending diam , ngak usah ikut campur .Dan pura pura ngak tahu aja " kata Ayse . Yang juga sudah selesai. Dan lalu ikut mencuci tangannya.
Lian yang berpikir sejenak . Dan lalu duduk disofa sambil menghidupkan remote Televisi.
" Lho benar Ay ., Mungkin juga dia punya masalah dengan kekasihnya " kata Lian .Yang menebak nebak. Karna ngak mungkin sekelas bosnya itu tak punya kekasih. Karna Nathan seorang big bos .Dan pastinya banyak wanita yang mengelilinginya.Apalagi bosnya itu tajir. dan sudah mapan.
" Iya lah , maka nya kita fokus magang aja. dari pada pusing. Kalo urusan bos mah......kita ngak punya hak ikut campur Apalagi kita cuma bawahan.Yang penting dia baik. Dan kita bisa menikmati saja fasilitas yang ia berikan iyakan Li ?" tanya Ayse
"Yup .....betul betul...." kata Lian .Yang fokus menonton dan Ayse pun ikut bergabung . Hingga mereka asyik nonton sambil bercanda.
................................
Sedangkan di rumah besar seorang pria gelisah tak bisa tidur. Ia mondar mandir kaya setrikaan . Mengingat perkataan grand pa nya sore tadi.
Karna masalah cinta sangat sensitif dibahas di kantor. Apalagi Lian baru bekerja beberapa bulan . Dan lagi tak mungkin ia mengatakan nya pada Lian. Bisa runyam semuanya Mana mencari sekertaris handal tak gampang. Dan Lian baru menyesuaikan diri dikantor .Tak mungkin Nathan mendekatinya langsung Sekarang pun ia mencari kesempatan. Untuk mengenal Lian lebih dekat . Dengan cara sering bersama pergi uuntuk urusan Kantor.
" Ah ....kenapa aku bingung sendiri "kata Nathan galau. Lalu ia pun berbaring di tempat tidur . Sambil memikirkan ide apa yang harus ia lakukan. Agar semuanya bisa berjalan lancar . Tampa seorang pun yang tahu tentang rencananya. Karna kalo tidak bisa jatuh Harga dirinya sebagai seorang presdir.
"'Baik lah besok akan kucoba " bathin Nathan yang memejamkan matanya .Walau sebenarnya ia belum mengantuk .Namun badannya cukup lelah untuk hari ini.
.............................
Paginya Nathan sudah siap kekantor .Lalu ikut sarapan dengan orang tuannya.
" Nat....apa kau sudah menengok grand pa mu ? " tanya Mommy .
" Sudah mom kenapa? grand pa baik baik saja kok " kata Nathan cuek.
" Sering sering lah kesana kau cucu laki laki satu satunya . Dia sering menanyakan mu yang slalu saja sibuk kerja " kata Mommy Nathan.
" Ya aku tahu , akan Nathan usahakan mom. Kan mommy tahu kan kesibukanku. Jadi ngak bisa harus tiap hari . Aku harus mencari waktu longgar untuk bisa khusus menengok grand pa "'kata Nathan.
" Itu harus ..... jangan hanya sibuk kerja melulu .Lagi pula kau sudah sukses dan mapan .Bersantai lah sedikit .Luangkan waktu mu buat kami .Dan juga grand pa mu. " kata Daddy yang ikut bicara.
__ADS_1
" Ya dad " kata Nathan lalu menghabiskan dengan cepat sarapannya. Karna tak mau dapat ceramah lebih banyak lagi. Bisa tambah pusing kepalanya.
Setelah selesai sarapan .Nathan pun bergegas berangkat ke kantornya. Tampa sopir. Karna Gee masih cuti.
..............................
Sedang di kantor Lian sudah duduk manis di meja kerjanya. Sambil menghidupkan komputernya. Dan mengecek ulang pekerjaannya. Sebelum diserahkan pada
sang bos. Karna Lian tak mau ada kesalahan. Untuk mengulang pekerjaannya.
" Fix sudah komplit , tinggal diserah kan " bathin Lian . Sambil melihat email yang masuk dan pekerjaan baru yang dikirim
kak Dion .Untuk ia kerjakan siang ini.
" Mhem.........dehem seseorang .
" Eh ......slamat pagi pa " kata Lian yang lansung berdiri dari kursinya.
" Berikan jadwalnya " kata Nathan sambil melangkah ke ruangannya.
" Ya pa " kata Lian. Yang lalu bergegas menyiapkannya. Dan mengantarnya ke ruangan Nathan.
" Ini pa " kata Lian .Seraya menyodorkan berkas hasil kerjanya. Dan ketika hendak berbalik.
" Ana......."
" Iya pa , ada yang salah ?" kata Lian .
" Tidak ....apa kau punya waktu sepulang kerja nanti ?" tanya Nathan.
" Em........ kenapa pa ? Ada sih " kata Lian bingung .Kenapa bosnya itu menanyakan waktunya.
" Saya mau bicara empat mata dengan mu" kata Nathan serius.
" Hah empat mata ..bukannya ini sudah empat mata pa, kan kita cuma berdua tak ada orang " kata Lian bingung.
" Ini di kantor, nanti urusan di luar kantor " kata Nathan .
" Hah ......eh.....bisa pa tapi ngak lama lama .Takut pulang kemalaman susah nyari taxi " kata Lian memberi alasan .
" Eum........aku akan mengantarmu pulang jadi ngak perlu repot nyari taxi " kata Nathan datar.
" Baik pa, kalo begitu saya permisi kembali kemeja saya pa " kata Lian bingung . Lalu keluar dari ruangan bosnya.
__ADS_1
" Ada apa ya ?????????"