
Lian pun terburu buru mengerjakan laporan nya. waktunya hanya tinggal sedikit. Karna ia bangun kesiangan.
" Nih gara gara si big bos bikin gue pusing ampun.....rih orang pengin ta uyel uyel aja kalo bukan bos " Kata Lian dalam hati. Mana mungkin ia mengomel di kantor bisa jatuh harga diri bosnya. Dan Lian tak mau mempermalukan bosnya itu. karna yang terjadi hubungannya bersifat pribadi. Dan ia harus bersikap profesional . Karna Lian harus membedakan di kantor dan diluar kantor.
" Lian apa sudah siap " kata Nathan yang sudah berdiri disamping mejanya yang ingin berangkat meeting
" Sebentar pa, bapa duluan turun.Saya mau beres kan laporannya sedikit lagi.
" Ok waktumu 10 menit . kita harus mengejar waktu " kata Nathan Yang berlalu meninggalkan meja kerja Lian.
" Huh......banyak aturan , dia yang bikin masalah gue yang kena " bathin Lian yang lalu membereskan pekerjaannya . Setelah selesai ia pun meng save semua data
Lalu mematikan komputernya. Dan bergegas turun untuk mengikuti rapat.
*****
Sesampainya di apartemen Lian langsung mengunci kamarnya dan tidur. Karna ia masih mengantuk. Dan Lian ingin menghabiskan waktu tidur nya tampa diganggu Oleh siapapun. Lian hanya bangun sholat magrib dan tidur lagi. Tampa perduli apa yang terjadi di luar. Lian hanya makan roti dan minum air meneral .Karna ia slalu punya stok untuk mencegah kelaparan.
Sedangkan di sebuah mansion besar . Nathan baru saja bangun . Karna sempat tertidur setelah pulang kerja. Ia melangkah keruang makan Untuk mencari makanan.
" Kenapa dengan tanganmu boy ?" tanya paul papi Nathan
"'Biasa pi anak laki laki, aku kemaren melawan preman " kata Nathan yang manarik kursi dan duduk.
" Hah......trus siapa yang menang ?" tanya mami Sheila yang muncul membawa roti panggang dan meletakkannya diatas meja.
Disusul seorang pelayan yang membawa kalkun panggang untuk makan malam.Yang tak lama disusul Alex dan Katrina yang ikut bergabung
"'Ya jelas anak mami lah " kata Nathan berbohong. Yang jelas gengsi bilang kalah.
" Oh ya apa istri mu tak kau perkenalkan pada kami " kata Paul sambil menguyah rotinya.
" Belum waktunya pi, aku masih sibuk masih banyak pekerjaan " kata Nathan memberi alasan.
__ADS_1
" Apa dia cantik boy " tanya mami sheila.
" Kurasa perpaduan yang komplit aunty . Cantik pintar baik dan juga cerdas " kata Katrina ikut bicara.
" Wow keren ......boy Apa kalian sudah bertemu dengannya " kata Paul menatap Katrina dan Alex .
" Sudah uncle kita bertemu kemaren. Di rumah grand pa rupanya mereka sering menginap disana " kata Alex. Yang sambil mengiris daging ayam kalkun
" Lalu kapan pestanya than " tanya mami sheila . Seraya menatap putra tunggalnya itu. Dan mengisi piring sang suami.
" No party. aku tak mau ada masalah kedepan nya. Dan ini bersifat pribadi mungkin kalo dia tidak sibuk akan akan membawanya kesini " kata Nathan.
" Dia sibuk apa? uang mu banyak suruh dia berhenti kerja dan mengurus mu " kata Sheila.
" Aunty dia wanita karir seperti aunty , mana mau dia berhenti kerja. Lagi pula ia seorang mahasiswa Yang mengambil gelar doktornya. Kalo aunty seperti dia. Pasti akan melakukan hal yang sama kan " kata Katrina.
"'Wow.........that perfec apa dia supel dan ramah ? papi penasaran ingin bertemu menantu papi, kapan dia datang apa perlu kita menyambutnya " kata papi paul.
" No ,ngak perlu dia bukan wanita yang gila kemewahan dia sangat sederhana dan juga santai " kata Nathan sambil menyesap jusnya.
" No kurasa dia berbeda aunty dia lebih moderat, santai dan juga ramah. tapi dia lebih cantik dan umurnya juga masih muda baru 20 tahun " kata Katrina menjelaskan .
" Uhuk.....uhuk......uhuk......"
Paul pun terbatuk mendengar usia istri anaknya itu . Karna hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sedang kan mami sheila menelan salivanya karna terkejut. Sambil mengusap usap punggung sang suami dan memberinya minum
" Jangan bercanda kat , bagaimana bisa anak seusia itu mengambil gelar doktor dan itu.......
" Tapi itu faktanya uncle, dia memang masih muda Tapi cukup baik untuk diandalkan Dia pintar dan......aku kagum padanya. Dia slalu menjadi yang terbaik dikelasnya .Dan juga hal pentingnya bisa menaklukan gunung es banua pasifik " kata Alex.menyidir Nathan . yang kagum dengan Lian.
" Oh ya papi jadi makin penasaran dengannya . Nathan...kapan kau bawa dia kesini ?" kata papi terlihat serius karena sangat penasaran. Bahkan sang grand pa juga sangat menyukainya. Karna sempat bercerita dengan Paul .
" Lihat nanti kalo dia tidak sibuk " kata Nathan yang menikmati makannya dengan santai.
__ADS_1
******
Lian terbangun jam 02 30 . Dia lalu turun dari tempat tidurnya dan sholat malam . Setelah itu ia keluar Untuk memasak mie instan yang dimasak dengan dua telur. Karna ingin makan yang hangat. Lalu menikmatinya sendiri di meja makan.
" Ngak tidur " kata Ayse yang muncul mengejutkan Lian.
" Astaga ...... , kau juga baru bangun " kata Lian yang sempat kaget. Melihat Ayse
" Ya aku tidur selepas isya karna sepi. aku pikir kau belum pulang " kata Ayse. karna mereka memang punya kunci apartemen cadangan masing masing.
" Aku ngantuk Ay, jadi pulang langsung tidur " kata Lian . Yang lalu bangkit untuk mencuci bekas makannya.
"'Memang Kau kenapa pas di cafe waktu itu . kami sempat khawatir kau mabok . Aku curiga ada yang memasukan sesuatu pada minumanmu. Karna ada juga teman Kak Dion yang mabok berat " kata Ayse.
" Entahlah ....aku ngak tahu .Aku hanya mabok sedikit saat itu. Padahal hanya minum soda " kata Lian
"'Itulah yang membuat ku heran, untung kamu baik baik saja. " kata Ayse yang memang hanya minum jus .Tampa campuran karna memang malam.itu Sangat ramai di cafe itu.
" Sudah lupakan .Kita sholat bareng yuk......" kata Lian.
" Ok....tunggu aku matikan kompor dulu " kata Ayse yang sedang merebus air Untuk membuat teh. Lalu keduanya pun pergi kekamar untuk sholat.
Di Negara maju minim umat muslim mereka beribadah di rumah atau apartemen masing masing. Lian dan Ayse memang bertemu dalam ikatan mahasiswa muslim yang membuat keduanya bersahabat baik begitu juga dengan Emma. Namun berkembangnya zaman banyak juga warga amerika yang tertarik ingin menjadi muslim . Dan mempelajari tentang agama islam yang dulu mereka anggap agama *******.
*****
" Pagi pa " kata Lian berdiri ketika Nathan datang.
" Morning too " jawab Nathan tersenyum.. Yang berlalu menuju ruangannya .
" Huh.........aman ..... lanjut kerja " kata Lian yang duduk kembali di kursinya. Dan mulai kerja untuk menyiapkan laporan.
Sedangkan Nathan tersenyum melihat Lian yang sudah ceria hari ini Karna kemaren seharian wajahnya ditekuk karna kesal padanya . Dan Nathan banyak diam . Tapi dia tahu sisi Lain. Yang mengomel.panjang apa bila sedang marah.
__ADS_1
" Ehem.......ehem .....dehem seseorang yang melihat Nathan tersenyum sendiri.
" Kau .....ngapain kesini ?" kata Nathan terkejut.