
Bunda pun menyuruh paijo untuk mengantar Nathan masuk. Yang membuat Nathan bersyukur Karna tak sia sia ia mencari rumah Lian.
" Duduk lah dulu biar bunda panggilkan papah Bian " kata bunda Aira yang tahu pasti Nathan punya tujuan datang kesini.
" Trimakasih bun " kata Nathan .Yang memperhatikan sekelilingnya . Rumah besar milik keluargga Atmaja itu cukup besar Bahkan hampir sama dengan mansion milik Rayyan.
Tak lama papah Bian pun muncul . Yang membuat papah Bian cukup kaget Yang mengenal Nathan. Pria yang sempat berstatus kekasih putrinya itu.
" Malam pah maaf menganggu " kata Nathan sopan...
" Kau terlambat nak " kata papah Bian menatap lekat Nathan.
" Maksud papah " kata Nathan menatap balik papah Bian.
" Lian sudah menikah." kata Papah Bian
Duarr ..........
Bak petir menyambar hati Nathan yang membuatnya sangat terkejut . Mendengar Lian sudah menikah Membuat hatinya terasa sakit Dan badannya serasa kaku.
" Apa.........dia mencintainya " kata Nathan tergagap dengan mata berkaca kaca .
" Mungkin . Lalu ada apa kau datang kesini bukan nya kau juga sudah menikah. Dan Lian juga sudah tahu kau sudah menikah" kata papah Bian.
Jedar ........
" Bagai...... mana kabar itu....." kata Nathan terdiam Dia lupa kalo Papah Bian juga seorang pemain lama dalam berbisnis. Dan pastinya info sekecil apapun pasti mudah menyebar Apa lagi berita tentang pernikahan nya
" Bukankah itu akurat " kata papah Bian menelisik wajah Nathan yang kecewa.
" Maaf pah, tapi itu tak seperti yang papah bayangkan . Aku......."
" Nak ini minum dulu " kata bunda yang datang bersama bi Yam. Yang membuat Nathan tak melanjutkan perkataan nya
" Trimakasih bun" kata Nathan dengan tangan gemetar mengambil cangkir teh hangat. karna hatinya terasa sangat sakit mendengar berita Lian sudah menjadi milik orang lain .
" Tenanglah...... minum lah dulu kita bicara baik baik " kata bunda .Yang bisa mengerti perasaan Nathan yang pastinya kecewa.
" Ya bun " kata Nathan .Sedangkan papah Bian hanya diam. Hanya memperhatikan Nathan dengan rasa iba. Tapi nasi sudah jadi bubur .
" Ini sudah malam menginap lah disini. Karna mulai turun hujan .Besok sekalian kekantor bisa menumpang bunda untuk pulang ke hotel " kata bunda Aira pelan.
Yang membuat Nathan menoleh dan Nathan merasa bahwa bunda Aira memperlakukannya dengan baik.
" Bi tak baik dia menginap disini .Biarkan dia pulang sopir bisa mengantarnya " kata papah Bian ..Yang tak mau ada masalah.
" Bi.....dia tamu jauh jangan terlalu keras. Hanya kita yang tahu " kata bunda Aira . Yang mengerti suaminya tak merasa nyaman dengan kehadiran Nathan.
__ADS_1
" Saya pulang saja bunda maaf sudah menganggu " kata Nathan Yang ingin beranjak pulang .
" No menginap lah disini , besok kita bicara dari hati kehati . Ayo bunda antar " kata bunda
" Tapi bun " kata Nathan ngak enak
" Bi.....apa yang kau lakukan " kata papah Bian menatap tajam bunda Aira
" Sebentar ya sayang , bunda antar Nathan dulu " kata bunda Aira tetap tenang tak bersuara mengindahkan tatapan sang suaminya.
Nathan pun mengikuti bunda Aira menuju kamar tidur tamu Yang tak jauh dari ruang tamu .
" Ini masuk dan istirahatlah ada piyama dilemari " kata bunda
" Terimakasih bun " kata Nathan yang tak bisa berkata apa apa. Lalu masuk ke dalam kamar Memang badan nya terasa lelah . Tapi hatinya juga lebih lelah mengejar cinta yang berakhir kacau.
Nathan pun lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur Untuk menenangkan pikiran nya yang kalut. Lalu memejamkan matanya.
Sedangkan bunda Aira kembali keruang tamu menemui papah Bian.
" Ayo kita tidur sayang " kata bunda Aira
" Kenapa kau lakukan itu. Lian sudah menikah dan kau tahukan Nathan ..."
" Shut ......ngak berisik bi kita bicara dikamar " kata bunda yang merangkul tangan suaminya untuk masuk ke dalam kamar .Lalu menutup dan mengunci pintu
" Tapi bi Lian sudah menikah Nathan juga Tak ada celah lagi untuk mereka. " kata papah Bian.
" Bunda tahu bi , Tapi Nathan belum tahu cerita Lian .Dan Lian belum tahu Nathan bagaimana..Biar kan mereka bicara baik baik . Untuk meluruskan semuanya. Pasti ada penyelesaiannya kan . Masalah jodoh biar Allah yang menentukan. kita tak bisa mencegah takdir yang sudah di tetap Allah bi .Kita hanya melihat nya saja" kata bunda.
" Baiklah ...Ok hubby menyerah" kata papah Bian yang lalu menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur .mengalah . Karna tak akan bisa menang bila berdebat dengan istri kesayangan nya itu
*********
Di negara lain Aska dan Marwan baru saja menghindari jalan yang sulit dilewati
" Hati hati di sana banyak ranjau " kata Kapten Ali
" Ya kapten , ayo hati hati semuanya siap
" Dor....dor.....dor......
" Marwan , Audi awas musuh didepan....." kata Ali
" Awas..... bom lari....cepat
Duar.........
__ADS_1
" Marwan Audi....." kata Kapten Ali berteriak.
*********
" Aska.......... teriak Lian yang terbangun dengan nafas tersengal sengal.
" Astagfirullah , Ya Allah ya Rabb kuserahkan semuanya padamu atas semua takdirmu " kata Lian terisak. Lalu beranjak dari tempat tidurnya Dan menuju kamar mandi untuk berwudhu .
Lian mengakhiri doanya untuk Aska..Entah mengapa hatinya serasa sakit .Seperti ada beban berat yang ia rasakan. Lalu tertidur di sajadah
Paginya Lian membantu bi Ratih menyapu halaman belakang. Mengumpulkan daun daun basah dari pohon kersen yang berjatuhan. Sehabis hujan tadi malam.
"' Nona Lian "' kata bi Yam berteriak sambil terisak...
" Apa bi , bi Yam " kata Lian yang melihat bi Yam tergopoh gopoh menghampiri Lian.
" Di panggil nyonya " kata bi Yam .
Yang membuat Lian bergegas masuk kedalam.rumah. Sedang kan bi Ratih menatap bi Yam bingung karna terisak
" Ada apa " kata bi Ratih.
" Den Aska........" kata bi Yam yang tak sanggup lagi bicara.
Sedangkan Lian langsung menghampiri sang bunda Yang terlihat terpaku dan diam
" Ada apa bun " kata Lian
" Ini ibu mertuamu ingin bicara nak " kata bunda Aira. memberikan ponselnya.
Lian pun menerima ponsel bunda Aira dan tangisnya langsung pecah mendengar apa yang dikata sang mertua .
"' Itu tidak benarkan bun , tidak kan bun " isak Lian yang langsung terduduk lemas dilantai .
Dengan cepat bunda Aira memeluk putrinya itu. Yang menangis sejadi jadinya.
" Ada apa " Kata papah Bian Yang baru keluar dari kamar.
" Tuan den Aska gugur di medan perang " kata bi Yam . Yang membuat Papah Bian mendadak lemas .Mendengar kabar menantu nya itu .
" Itu tak mungkin bi Yam" kata papah Bian
" Ini takdir bi " kata bunda Aira yang masih menenangkan Lian yang menangis tersedu sedu dan membuat siapa pun mendengarnya ikut bersedih.
" Ini ngak mungkin kan bunda, Aska ngak mungkin pergi kan bun " isak .Lian...
Yang membuat seorang pria berdiri mematung mendengar tangis lirih Lian Yang terdengar menyayat hati ..
__ADS_1