
Lian dan Ayse lalu berangkat kerja. Lian naik taxi sedang Ayse memakai sepeda motor Lian .Karna tak tega temannya itu naik bis . Sedangkan Ayse lagi kesusahan . Jadilah Lian mengalah.
Lian sampai Lebih awal dikantor. ketika melihat Jenny dan Clara yang asyik ngobrol dengan beberapa staf kantor . Namun Lian melewati mereka begitu saja .
" Cih sombong mentang mentang diperhatikan Nathan bertingkah " kata Clara.
" Alah..... nanti juga bakal dipecat kalo bosan dipake " kata Jenny. yang menghentikan langkah nya.
" Maaf kalian bicara apa tadi " kaya Loan berbalik badan .
" Eh ada yang kepo ya rupanya." kata Clara
" aku tak tertarik apa yang kalian bicara kan .tapi Jujur saja aku tak senang" ' kata Lian jujur. Lalu kembali melangkah pergi meninggalkan dua sekertaris relasi bisnis Nathan itu.
Ting ........
Lian keluar dari lift dan melangkah menuju meja kerjanya. Sedangkan Nathan belum datang
" Hai cantik slamat pagi " kata Dion menyapa Lian yang melewatinya.
" Pagi juga kak" jawab Lian yang duduk di kursinya.
Tak lama terlihat Nathan datang bersama Brian dan Jeb berserta dua sekertaris nya.
Lian pun langsung berdiri menghormati bos dan para tamunya itu
" Pagi tuan tuan " kata Lian membungkuk badannya sedikit. ketika ketiganya lewat. Lalu kembali duduk setelah ketiganya masuk ruangan Nathan..
Lian kembali duduk dan melanjut kan pekerjaannya ketika Clara dan Jenny muncul dan lalu berpangku tangan seakan merendahkan Lian . Namun Lian tak perduli Karna ia tak mau terpancing emosi
.dan memilih sibuk sendiri.. Untuk membuat laporannya . Sehingga membuat keduanya kesal .lalu pergi ke ruangan Dion .
Lian lalu masuk mengantar laporan dan jadwal sang bosnya. Tampa banyak bicara ia pun keluar dari ruangan Nathan
" Wah sekertaris yang disiplin " kata Brian yang melirik sekilas Lian Yang berpenampilan cantik dan rapi. Nathan yang melihat itu diam. Walau sebenarnya ia tak senang Lian diperhatikan pria lain..
Ketiga nya terlibat pembicaraan serius ketika office boy mengantar kopi untuk mereka. Entah apa Lian tak perduli..
Sedang kan Clara dan Jenny yang duduk disofa ruangan Dion bertanya mengenai apa saja pekerjaan Lian. pada Dion. Dion Yamg tahu sifat keduanya hanya bersikap santai.
__ADS_1
" Ya seperi apa yang kalian kerjakan . Tugas sekertaris umumnya Tak ada yang spesial " kata Dion..
" Tapi sepertinya dia sok sibuk " kata Clara mencibir
" Bukan sibuk , Tapi Lian tak mau menumpuk pekerjaan Jadi dia mengunakan waktunya seefisien mungkin tampa membuang waktu percuma Karma Lian tak pernah Lembur malam seperti kalian " kata Dion.
" Wah hebat juga " kata Jenny .
" Oh ya apa gajinya normal seperti kami " kata Clara penasaran karna setahunya Lian adalah sekertaris magang .
" Iya dan kurasa dua kali lipat dari kalian karna dia sering mendapat bonus bila pekerjaannya memuaskan . Karna Lian sangat rapi dalam bekerja dan profesional . Dimana pun ia berada .Itu lah sebabnya bos Nathan slalu bisa mengandalkannya " jelas Dion
" Apa ia tak mencari muka dengan Nathan " kata Clara
" Hahaha........kurasa untuk urusan pribadi kau tanyakan sendiri pada bos, Karna itu bukan urusan ku. Seperti dirimu yang mencampur adukkan perkerjaan dengan percintaan " kata Dion menyindir Clara .
" Cih...... munafik kau yon pastinya dia juga tertarik dengan Nathan Apalagi Nathan berkantong tebal. " kata Clara.
" Itu penilaian mu Tapi tidak untuk Luan . Kurasa bos Nathan lah yang tertarik Karna Lian orang yang cuek. Apalagi dia masih muda. dan polos Dia lebih suka nongkrong dari pada berada dalam selimut" sindir Dion.
" Heh......kau bisa saja yon, apa kau menyindir kami " kata Jenny .
" Kau bisa saja Yon, hal wajar kalo ada affair dan scandal antara bos dan sekertaris dalam perusahaan bukan " kata Jenny
" Ya mungkin tapi tidak bagi yang profesional karna ia tak membawa urusan cinta dalam pekerjaan dikantor. " jelas Dion
Clara dan Jenny pun terdiam karna memang mereka tahu Dion sudah lama berkerja dengan Nathan . Bahkan sejak awal perusahaan Nathan di rintis.
Sedangkan Lian masih sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Dan waktu jam istirahat Lian pun cepat cepat pergi ke kantin untuk makan siang ..Karna ia juga menghindari makan siang dengan bosnya
" Li tumben nih sendiri mana big bos " tanya Emma .
" Mungkin makan di.luar dengan para tamunya, Tadi lagi ada kunjungan dari relasi bisnisnya " kata ,Lian.
" Oh ya Grace kudengar kau mau pindah ke Stanford kenapa ? " kata Lian.
" Ah itu baru rencana Li, Setelah nanti hasil sidang keluar . karma aku mau kerja nyambi kuliahnya " kata Grace.
" Oh begitu baguslah apa di Harvard tak dapat mengajukan keringan biaya " tanya Lian yang tahu Grace bukan penyandang beasiswa. Tapi biasanya ada keringan biasa untuk mahasiswa S3 yang punya prestasi. . Sehingga ada keringanan dalam biaya kuliah .
__ADS_1
" Ada sih tapi aku dapat yang didekat sana dan juga bisa belajar mandiri . Mungkin aku akan mencari apartemen kecil saja. atau mencari teman yang bisa diajak join "
kata Grace.
" Yah sayang padahal kita sudah berteman lama Grace. tapi kami boleh kan berkunjung sesekali " kata Emma.
" Kenapa tidak kalian tetap teman ku "kata Grace yang terlihat sedih.
" Yah ......kita ngak bisa ngumpul bareng lagi dong " kata Lian .
" Ya begitulah tapi kita masih bisa bertemu kok " kata Grace tersenyum.
" Oh ya di Yale university juga dekat kan " kata Emma bertanya .
" Tapi disana jurusannya beda Em, tak selengkap di Harvard dan lagi waktu nya kuliahnya tak ada yang malam bila kau kerja " kata Grace
" Kalian kenapa sih kok pada i pindah padahal sama saja , Dalam segi kampus Harvard lebih lengkap dan fasilitasnya bagus " kata Lian bingung.
" Ngak gitu Li, lagian juga aku belum pasti lanjut disini lihat situasi dan kondisi besok " kata Emma jujur . karna i Emma juga ingin kembali ke tanah airnya.
Ketiganya asyik ngobrol sampai selesai makan Setelah itu seperti biasa Lian dan Emma sholat bersama. .Sedang Grace kembali kemeja kerjanya.
" Em apa Grace ada masalah ?" tanya Lian ketika keduanya sudah selesai .sholat
" Aku ngak tahu Li, akhir akhir ini dia murung sih. entah kenapa aku juga kurang tahu " kata Emma.
" Bukan nya kalian biasa jalan bareng " kata Lian penuh selidik.
" Kalo cuma dikantor sih iya , tapi beberapa hari ini dia sibuk ,kata nya ada urusan " kata Emma. bingung .
" Apa kau tidak tahu ?" tanya Lian lagi.
Emma hanya mengeleng dan mengangkat kedua tangannya..Karna kesibukan mereka masing masing menyita waktu.
" Ya sudah mudahan aja dia ngak.punya masalah serius " kata Lian yang merasakan ada sesuatu yang disembunyikan Grace pada mereka. Entah masalah apa ????
.
.
__ADS_1
.