
Lian tak menyangka bos nya itu bisa datang tiba tiba ke mansion
" Hai......." kata Nathan menyapa Lian dan Grace
Grace dan Lian yang sempat terpaku pun
terpaksa tersenyum.
" Hai pa.... maaf kami tidak tahu pa Nathan kesini " kata Lian tergagap.
Sedangkan Grace hanya diam .
" Eh..... tadi nya saya ingin bertemu kak Rayyan tapi sepertinya belum kembali Sebaiknya saya pergi saja .Nanti saya
akan kembali lagi " kata Nathan Yang
merasa tak enak hati. Dan merasa
cangung
" Oh ....tunggu saja disini pa, kebetulan saya mau pulang. .Li ...aku pulang dulu ya
kan ada pa Nathan . Temani dulu ya... takut
Callan mencariku ." kata Grace yang mengerti. Kalo Nathan pastinya hanya ingin bicara berdua saja dengan Lian
" Kok buru buru , maaf kalo saya menganggu kalian " kata Nathan.
" Eh..... tidak sama sekali pa malah kebetulan bapa datang karna urusan saya sudah selesai " kata Grace .Yang Mengedipkan matanya pada Nathan.
Nathan yang mengerti hanya tersenyum.
Karna Grace pasti tahu apa tujuan nya.
Sedangkan Lian hanya terdiam .
" Li aku pulang dulu ya, kamu bisa nemani pa Nathan kan. Takut Callan menangis " kata Grace.
" Ya sudah hati hati ya " kata Lian.
Grace pun lalu berpamitan dengan Nathan Juga masuk sebentar untuk menemui Jasmine untuk berpamitan. Lalu pulang dengan mobilnya yang menghilang di balik gerbang .
"' Apa sudah lama disini " kata Nathan basa basi.
" Baru dua hari." kata Lian.
" Maaf bila aku tak tahu kau masih hidup Andai saja aku tahu aku akan mencari mu " kata Nathan
" Bapa tak perlu menyesalinya .Lupakan ....
Ada apa bapa ingin bertemu kak Rayyan
kak Ray biasanya pulang malam " kata Lian.
" Hanya urusan bisnis, apa kau masih mengingatku ku dengar kau amnesia " kata Nathan melirik sekilas Lian .Lalu duduk disofa.
" Sedikit " kata Lian pura pura tak ingat.
__ADS_1
" Kenapa tidak banyak " Kata Nathan
" Hah.........." kata Lian.
" Hei ...aku bercanda tak masalah sedikit apa kau lupa kau masih terikat kontrak kerja dengan ku " kata Nathan
" Oh ya... Apa aku dulu berkerja dengan bapa " kata Lian masih pura pura lupa Padahal ia sudah ingat sepenuhnya
" Ya tepatnya sekertaris ku.. Dan ketika aku mendengar kau kembali aku ingin mengingatkan mu " kata Nathan.
"' Oh ya..... kenapa tak mencari sekertaris lain " kata Lian lalu menoleh pada Nathan yang menatap kedepan.
" Entahlah .... aku belum menemukan yang cocok . Dan lagi tak semua nyaman bekerja dengan ku . Mereka bilang aku galak seperti herder " kata Nathan beralasan.
Deg.....
Dian terdiam.. Lalu tersenyum mengingat dulu ia sempat Menyebut bos nya itu herder galak .Lalu tertawa
" Oh ya .... hahaha..... apa bapa galak . Aku lupa kalo bapa galak . Mana mungkin orang sekeren bapa galak kan ." kata Lian tersenyum.
Nathan pun ikut tersenyum karna bisa membuat Lian tersenyum padanya.
" Ya kata orang sih jadi so...Aku tak mengatakan apa apa " kata Nathan
Mengangkat kedua tangannya
" Hahaha ...... lalu apa tujuan bapa mengingatkan saya untuk bekerja lagi " kata Lian .
" Wanita........ cerdas kau cepat tanggap maksudku memang begitu " Nathan pun
Senang bisa membuat Lian nyaman ngobrol dengan nya .
" Dimana aneh nya. Saya datang dengan niat baik . Sekalian membesuk mu dan juga bersyukur kau selamat Aku Juga ingin mengucapkan trimakasih Karna kau menyelamatkanku . Mungkin kalo hari itu kau tak menolong ku Aku sudah tinggal nama " kata Nathan lirih .
Yang membuat Lian menatap Nathan yang juga menatap Lian. Manik mata kedua nya saling bertemu sesaat. Setelah itu Lian kembali membuang padangan nya ketempat lain.
" Tapi seingat ku Aku sudah menyelesai. kan magangku bersama Grace dan Emma Tapi kenapa aku masih bekerja di kantor bapa " kata Lian
" Ok kalau masalah itu .Apa kau lupa Kita punya perjanjian diatas kertas putih " kata Nathan .
" Hah .....apa iya " kata Lian pura pura
" Iya kita punya kontrak kau bekerja 1 tahun dengan ku .Dan aku membayar mu....sesuai perjanjian itu " kata Nathan
" Kontrak .... kontrak apa ?" kata Lian sengaja memancing Nathan.
" Apa kau benar benar lupa " kata Nathan lalu duduk menghadap Lian . Lian yang kaget pun hanya terpaku.
" Kontak 1 trilyun " kata Nathan .
" Wow...... keren apa iya kontrak nya satu trilyun bukan Sepuluh trilyun " kata Lian sengaja menambahi
" Boleh bila kau mau , aku tak keberatan sama sekali " kata Nathan menatap lekat Lian yang tersenyum..
" Hahaha......... bapa serius Apa bapa tidak rugi " kata Lian tertawa.
" No ..... dompet ku cukup tebal untuk membeli harga diri .seorang Ana " kata Nathan ikut terkekeh .
__ADS_1
" Baiklah , saya bisa bekerja besok buat bapa . " kata Lian santai.
" Bagus lah .... slamat bekerja deal kita punya kontrak terikat sekarang " kata Nathan mengulurkan tangan
Lian pun menerima tangan Nathan lalu tersenyum .
" Deal " kata Lian balas tersenyum karna Lega Nathan sama sekali tak membenci nya Atas sikap penolakan nya saat ke indonesia. Yang membuat Lian merasa bersalah pada dirinya sendiri.
"' Ok ini menjelang malam , aku pulang dulu Dan besok pagi aku menunggu mu dikantor ku " kata Nathan .
" Baiklah apa bapa tidak masuk dulu " kata Lian menawarkan
" Terus terang aku tak enak, bagaimana kalo lain kali saja. Slamat datang kembali Ana " kata Nathan menatap Lian
" Trimakasih " kata Lian
" See you tomorrow ok " Kata Nathan Yang ingin beranjak pergi
" Yah .... bye ...." kata Lian dengan mata mata berkaca kaca melepaskan pria yang sempat mengisi hatinya. Yang menghilang bersama mobilnya di kejauhan.
" Ya Allah apa aku salah bila masih mengharapkannya " kata Lian lirih.
" Tidak.... kurasa dia pun masih mengharapkan mu " kata Jasmine yang berdiri disamping Lian
" Kak Jasmine " kata Lian kaget.
" Kau tak perlu lagi menyembunyikan perasaanmu de Cinta itu tak bisa kita tebak bagaimana datang dan perginya Tapi satu hal yang kau harus tahu masih ada cinta sejati di dunia ini " kata Jasmine tersenyum
" Terimakasih kak sudah mau mengerti " kata Lian
" Aku hanya bisa mendoakan mu semoga kau juga hidup bahagia . " kata Jasmine..
" Ya aku harus bahagia" kata Lian mengingat pesan Aska padanya .
" Ok ...ayo kita sholat . Lalu makan malam " kata Jasmine mengandeng Lian masuk keruang tengah.
" Tapi Al kemana kak?" .kata Lian.
" Dia bersama daddy nya dikamar " kata Jasmine.
" Kak Ray sudah pulang , kapan kok aku ngak tahu " kata Lian.
" Dari tadi siang sesudah meeting langung pulang dari kantornya " kata Jasmine .
" Hadeh...... " kata Lian menepuk jidatnya
Karna tadi ia mengatakan Rayyan pulang
malam pada Nathan..
" Kenapa ?" kata Jasmine heran.
" Ah bukan apa apa kak cuma lupa . Ayo sholat berjamaah " kata Lian yang menuju ruang kamar tempat sholat Yang biasa mereka gunakan.
" Lupa apa ?" kata Jasmine lagi penasaran
" Adalah....." kata Lia
__ADS_1
" Cie...... sekarang main rahasia ni ye " goda Jasmine yang membuat Lian tersenyum
.