Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~125


__ADS_3

"Selamat siang tuan, anda memanggil saya ?" sapa Merry setelah mengetuk pintu sang manager yang nampak terbuka.


"Oh ya ayo masuklah !!" sahut managernya dari dalam ruangannya.


"Duduk sini ada hal penting yang ingin saya bicarakan padamu." manager itu langsung menyuruhnya untuk duduk.


"Terima kasih." ucap Merry setelah menghempaskan bobot tubuhnya di kursinya.


"Jadi begini setelah melihat kinerjamu beberapa hari ini jujur saya sangat puas, kamu orang yang rajin dan juga cekatan. Jadi saya mau menawarkan mu untuk menjadi karyawan tetap di sini jadi apa kamu setuju ?" terang manager tersebut yang langsung membuat Merry nampak terkejut.


"Gajimu akan bertambah berkali-kali lipat jika kamu setuju." imbuh sang manager hotel itu lagi.


Merry nampak berpikir, sebenarnya ia ingin mencari pekerjaan lain namun tawaran pria itu juga sangat menggiurkan.


"Baca dulu kontrak kerjanya jika kamu setuju langsung tanda tangani saja." sang manager mendorong lembaran kontrak kerja ke hadapan Merry.


Merry yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langsung mengambilnya lalu segera membacanya.


"Ini serius gajinya sebesar ini tuan ?" Merry tak menyangka ia mendapatkan gaji yang lumayan besar.


"Benar, tapi kerjamu juga merangkap ya selain menjadi pelayan hotel jg membantu pekerjaan saya di kantor ini jika pas saya butuhkan." ucap manager itu seraya menunjuk tumpukan berkas yang mungkin bisa wanita itu kerjakan nantinya.


"Baik saya setuju." tanpa berpikir panjang Merry langsung membubuhkan tanda tangannya, toh poin-poin dalam perjanjian kontrak kerjanya juga tidak memberatkan kecuali ia tiba-tiba mengundurkan diri sebelum masa percobaan selesai maka ia harus mengganti berkali-kali lipat gajinya.


Tapi ia yakin akan betah kerja di sini, karena semua rekan kerjanya sangat baik padanya apalagi managernya tersebut juga sangat menghargai para bawahannya.


Mungkin gajinya bulan depan bisa ia gunakan untuk pindah dari rumah sang kakak dan menyewa apartemen kecil-kecilan.


Sementara itu di ruangan lain William yang memperhatikan mantan istrinya dari layar cctv nampak tersenyum senang saat wanita itu menyetujui penawaran managernya.


Dengan mendatangani kontrak kerja itu otomatis mantan istrinya itu takkan berani kabur lagi darinya.


Sepertinya memberikannya sedikit kejutan itu sangat mengasyikkan, toh dirinya juga sudah sangat merindukan wanita itu.


"Suruh pelayan baru itu untuk membawa makan siang saya di kamar !!" perintahnya kemudian.

__ADS_1


William nampak tak berhenti mengulas senyumnya sungguh ia tak sabar ingin melihat reaksi wanita itu saat melihatnya, mantan istrinya itu pasti akan sangat terkejut bahkan mungkin akan langsung kabur.


"Mer, kamu antarkan makanan ini ke kamar 901 di lantai 19 ya." perintah sang manager.


"Baik pak tapi saya mengantar ini dulu ya." Merry nampak siap mendorong troli makanan pesanan tamu di kamar lainnya.


"Sudah itu nanti saja, ini tamu VVIP yang memesan." perintah sang manager hingga mau tak mau Merry mengangguk patuh.


Kemudian wanita itu segera membawa troli tersebut masuk ke dalam lift.


"Permisi, saya ingin mengantar makan siang." ucapnya saat berada di depan kamar yang di maksud, pintu kamar yang tak tertutup rapat membuatnya bisa mendengar aktivitas sang pemilik kamar yang rupanya sedang mandi.


"Langsung masuk saja !!" teriak seorang pria dari dalam kamar mandi.


Merry yang merasa tak asing dengan suara tersebut nampak mengernyit. "Mungkin hanya perasaanku saja." gumamnya.


Kemudian Merry segera mendorong trolinya masuk ke dalam kamar itu.


Deg!!


"Ka-kamu ?" Merry langsung menelan ludahnya saat melihat seorang pria yang hanya memakai handuk kecil sebatas pusarnya keluar dari dalam kamar mandi.


"Hidangkan di atas meja !!" perintah William dengan nada dingin saat melihat wanita itu nampak terkejut menatapnya.


"Hm." Merry langsung mengangguk kecil, lalu segera menyusun makanannya tersebut di atas meja dengan cepat.


"Kenapa bisa bertemu dia lagi sih ?" gumamnya dengan perasaan campur aduk, jujur ia belum siap bertemu dengan pria itu apalagi keadaannya sekarang seperti ini.


William yang baru selesai mengenakan celana boxernya langsung melangkah mendekati wanita itu.


Brukk


"Astaga." Merry yang tak mengetahui William berdiri di belakangnya langsung saja menabrak dada bidang pria itu saat berbalik badan.


Aroma sabun yang menguar serta sisa tetesan air mandi di tubuh pria itu membuat Merry langsung menelan ludahnya.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sengaja." ucapnya dengan menunduk, saat ia akan menjauh pria itu justru memepetnya hingga membuatnya langsung mundur dan menabrak meja di belakangnya.


Kini Merry yang terhimpit oleh tubuh mantan suaminya dan juga meja di belakangnya hanya bisa menggigit bibirnya.


"Aku sudah selesai bisakah kamu kasih aku jalan, masih banyak pesanan yang harus ku antar." mohonnya kemudian, wanita itu nampak memberanikan diri menatap mantan suaminya itu yang juga sedang menatapnya.


"Jadi sekarang kamu bekerja sebagai pelayan di sini ?" William mulai membuka suaranya, matanya nampak turun memindai kemeja putih yang di pakai oleh wanita itu.


Kemeja yang terlihat sempit itu berhasil mencetak kedua aset yang dulu selalu ia puja itu hingga nampak menonjol menantang siapa pun yang melihatnya.


Pasti sudah banyak pria yang melihatnya sebelumnya, pikir William dengan geram.


"Ya, seperti yang kau lihat." sahut Merry seraya memalingkan wajahnya, biarlah pria itu menertawainya toh ia bekerja dengan halal dan tidak menjual dirinya.


"Bagus, mulai hari ini tugasmu khusus melayaniku." perintah William yang langsung membuat mantan istrinya itu melotot padanya.


"Maksud kamu ?" ucapnya tak mengerti.


"Aku adalah pemilik hotel ini dan mulai hari ini tugasmu hanya khusus melayaniku." ulang William lagi yang tentu saja membuat wanita itu nampak terkejut lalu merutuki dirinya sendiri yang tak mencari tahu dahulu sebelum melamar pekerjaan.


"Tidak bisa seperti itu, tugasku adalah melayani semua tamu hotel yang menginap di sini bukan hanya kamu saja." protes Merry tak terima.


"Apa kamu takut padaku hm? atau ingin menghindariku lagi ?" William nampak semakin mendekatkan wajahnya dan itu membuat Merry langsung memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan pipinya yang memerah.


"Will, menjauhlah." mohon Merry.


"Baiklah, sekarang duduk dan temani aku makan." William langsung menarik kursi untuk ia duduki, rasanya ia ingin tertawa nyaring saat melihat pipi merona wanita itu.


"Maaf aku tidak bisa, masih banyak kerjaan yang harus ku selesaikan." Merry yang terbebas cepat-cepat melangkah pergi, sungguh ia tak ingin terjebak oleh pria yang sudah mempunyai tunangan itu.


"Saya tidak suka di bantah." tegas William dan itu membuat Merry langsung tersenyum sinis, rupanya pria itu mulai menggunakan kekuasaannya untuk menekannya.


"Baiklah, kalau begitu mulai detik ini aku mengundurkan diri dari sini." tegas Merry setelah menghentikan langkahnya lalu berbalik badan.


William menaikkan sebelah alisnya menatap wanita itu. "Silakan jika kamu mampu membayar ganti rugi seratus kali lipat dari gajimu." ucapnya kemudian yang langsung membuat Merry menelan ludahnya.

__ADS_1


Rupanya wanita itu lupa jika dalam perjanjian kontrak kerja ia harus mengganti seratus kali lipat jika mengundurkan diri sebelum masa percobaannya selama 3 bulan selesai.


"Mati aku."


__ADS_2