
Malam itu sesampainya di rumah, James tak membiarkan istrinya itu lepas darinya begitu saja. Pria itu langsung membawa wanita itu naik ke kamarnya di lantai atas.
"Sayang, aku mau melihat baby Jeslin dahulu." mohon Anne sebelum menaiki anak tangga mengingat kamar bayinya berada di dekat sana.
James menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Dia sudah tidur, apa kau ingin mengganggunya ?" ucapnya bernada cibiran.
"A-aku hanya ingin mengecek keadaannya." mohon Anne lagi, bagaimana pun juga ia harus terhindar dari hukuman akibat kecemburuan pria itu.
"Dia baik-baik saja, kamu bisa mengecek lewat cctv di kamar kita." tegas James hingga membuat Anne tak bisa berkata-kata lagi dan akhirnya pasrah saat pria itu membawanya naik ke kamarnya.
Di kuncinya pintu kamarnya yang membuat wanita itu nampak menelan ludahnya membayangkan kejadian setelah ini, pria itu pasti akan membuatnya tak bisa berjalan keesokan harinya.
James mulai melepaskan jasnya lalu di lanjutkan dengan melonggarkan dasinya yang sedari tadi terasa mencekik di lehernya, setelah itu ia mulai mencopoti kancing kemejanya satu persatu hingga kini menampakkan dada bidangnya yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
Sementara Anne nampak memainkan gaunnya dengan wajah bingung harus berbuat apa, suaminya terlalu berkuasa atas dirinya hingga membuatnya di liputi rasa ketakutan saat menghadapi kemarahannya.
"Lepas pakaianmu !!" perintah James yang kini sudah duduk di sofa tanpa mengenakan apapun dan sontak membuat Anne nampak tercengang.
"Le-lepas pakaian ?" ulangnya memastikan, meski ia sudah mendengar jelas perintah pria itu.
"Ku rasa istriku yang pandai berbohong ini belum sepenuhnya tuli." sindir James menohok.
"Ten-tentu saja aku belum tuli." Anne langsung menanggalkan gaunnya, mungkin ini untuk pertama kalinya ia melakukannya sendiri karena biasanya suaminya itu yang tak sabar untuk segera membuatnya polos saat sedang sangat menginginkannya.
Hingga kini kedua insan berlawanan jenis itu nampak polos tanpa sedikit pun benang yang menutupi tubuh mereka.
"Kemarilah, aku ingin melihat seberapa jauh usahamu untuk menebus kesalahanmu !!" James memerintahkan istrinya itu untuk segera mendekat.
Anne yang menunduk malu dengan wajah merah padam karena tubuh polosnya di perhatikan sebegitu intensnya oleh sang suami nampak mendekat dengan ragu.
__ADS_1
Meski ini bukan pertama kalinya ia berpenampilan polos di hadapan pria itu, namun tetap saja ia merasa malu apalagi penerangan kamar yang menyala semua.
"Buatlah suamimu ini senang hingga melupakan bagaimana bajingan itu telah menyentuhmu !!" ucap James lagi saat istrinya itu sudah berada di hadapannya.
Anne nampak menggigit bibir bawahnya, kemudian dengan ragu ia segera menghempaskan bobot tubuhnya di samping suaminya itu.
Lalu memberanikan dirinya mendekatkan wajahnya lalu di lum4tnya bibir pria itu dengan lembut, dengan wajah terpejam Anne nampak menikmati ciumannya.
Ciumannya semakin dalam saat merasakan tangan pria itu mulai menjelajahi setiap jengkal kulitnya, lalu berakhir pada bongkahan indah miliknya dengan puncaknya yang mulai menegang.
"Ahh." Anne nampak mendesah tertahan saat suaminya itu mulai m3r3m4s gundukan kenyalnya dan sesekali memelintir puncaknya hingga membuat aliran darahnya terasa berdesir hebat.
Bahkan satu tangan pria itu yang bebas kini mulai membelai liang surgawinya yang mulai lembab akibat gairahnya sendiri.
"Enak, hm ?" cibir James saat jarinya keluar masuk di liang lembabnya yang membuat wanita itu nampak mendesah tak karuan.
"Tapi aku takkan membuatmu menikmatinya sendiri." James langsung mengangkat tubuh istrinya itu hingga kini berada di atas pangkuannya dan penyatuan mereka pun tak bisa di elakkan lagi mengingat keperkasaannya sedari tadi telah siap menunggu sarangnya.
Meski telah melahirkan seorang putri, tapi wanita itu selalu merawat tubuhnya dengan berolah raga hingga membuat miliknya terasa kencang seperti seorang gadis.
"Move, sayang. Puaskanlah suamimu ini !!" perintah James kemudian yang langsung membuat Anne mau tak mau menggerakkan tubuhnya naik turun dengan perlahan.
Anne yang sudah terbakar oleh hasratnya sendiri pun mulai aktif mencari kepuasannya sendiri dan sontak membuat sang suami nampak mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kepuasan.
...----------------...
Di sebuah rumah nan mewah nampak seorang wanita sedang menatap rekaman dirinya yang baru saja ia kirim pada seorang pria.
Di karunia wajah cantik dan tubuh sintal membuat wanita itu sangat bersyukur, karena ia bisa memanfaatkannya untuk melancarkan aksi balas dendamnya pada seseorang.
__ADS_1
"Kak, berbahagialah di atas sana karena sebentar lagi wanita j4l4ng itu akan kehilangan suaminya seperti apa yang kamu rasakan dahulu." gumamnya seraya menatap sebuah surat kabar lawas yang teronggok di atas nakas, di mana sebuah berita kematian seorang istri sang sutradara terkenal karena bunuh diri.
Ya, kakak satu-satunya wanita itu terpaksa mengakhiri hidupnya setelah mengetahui sang suami yang sangat di cintainya telah berselingkuh dengan seorang model saat itu.
Kejadian beberapa tahun silam itu membuat wanita itu depresi bertahun-tahun karena keluarga satu-satunya yang ia miliki telah pergi meninggalkannya seorang diri di dunia ini.
Wanita itu adalah Elsa Muller, seorang desainer muda yang sedang sukses di bidangnya. Butuh bertahun-tahun bagi wanita itu untuk bangkit dan menjadi seperti saat ini.
Misi hidupnya hanya satu yaitu membalas dendam atas kematian sang kakak, gadis yang mempunyai sorot mata tajam itu terlihat sangat dingin dan sulit untuk di dekati oleh siapapun.
"Nona muda, apa anda sudah siap? beberapa saat lagi penerbangan ke LA akan segera take off." ucap seorang pria dengan tubuh gempal yang sepertinya pengawal pribadi wanita itu.
"Tentu saja, aku sudah menunggu saat ini tiba selama bertahun-tahun." sahut Elsa dengan tatapan penuh misteri.
Sementara itu di tempat lain, Alex yang sedang berada di ruang kerjanya nampak mengumpat kesal setelah melihat sebuah video tak senonoh yang lagi-lagi di kirim oleh seorang wanita asing.
Di mana wanita yang berpenampilan polos tanpa sedikit pun benang yang menutupi tubuhnya itu nampak menggodanya dengan memperlihatkan setiap jengkal tubuh sintalnya.
Tubuh yang begitu sempurna yang membuat semua pria yang melihatnya pasti akan tergoda untuk mencicipinya.
"J4l4ng si4l4n." umpatnya dengan suara beratnya, karena ia selalu berhasrat setiap wanita asing itu memberikannya sebuah video yang sukses membuat darah kelelakianya berdesir hebat.
"Sayang." tiba-tiba Celine membuka ruang kerjanya dengan senyuman lebarnya hingga membuat Alex langsung menyimpan ponselnya.
"Kebetulan aku sedang lewat kantormu jadi aku ingin sekalian mengajakmu makan siang." ucap Celine seraya berjalan mendekati suaminya itu.
Alex langsung tersenyum senang, kemudian segera beranjak dari duduknya. "Aku senang kau datang." ucapnya menyambut kedatangan wanita yang sangat ia cintai itu.
Mendekatkan tubuhnya untuk menciumnya namun istrinya justru menghindar. "Penampilanku akan berantakan karena sebentar lagi aku harus datang ke arisan teman-teman sosialitaku." tolak Celine dengan manja ketika suaminya hendak m3lum4t bibirnya, karena pria itu pasti takkan pernah bisa berhenti melakukannya dan jika itu terjadi bisa di pastikan ia akan absen berkumpul dengan teman-temannya.
__ADS_1
"Hm, baiklah." Alex terlihat kecewa padahal saat ini ia sedang membutuhkan pelampiasan hasratnya yang sudah sedari tadi ia tahan.