Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~274


__ADS_3

"Di-dia mempunyai seorang putra ?" Alex nampak terkejut sekaligus tak percaya saat mengetahui jika Elsa telah memiliki seorang putra berusia 5 tahun, apa wanita itu sebelumnya telah memiliki seorang suami?


"Benar tuan, seorang putra yang tak pernah di ketahui siapa ayah biologisnya." terang sang asisten menjelaskan.


"Maksud kamu dia tak pernah menikah tapi tiba-tiba mempunyai anak ?" entah kenapa Alex tiba-tiba merasa lega dengan fakta itu.


"Benar tuan." angguk sang asisten.


"Tapi bagaimana bisa itu terjadi ?" Alex nampak tak mengerti.


"Bisa jadi karena pergaulan bebas beliau saat itu dan anda tahu sendiri banyak sekali pria di luaran sana yang kurang bertanggung jawab dengan perbuatannya." sang asisten langsung memberikan argumennya.


"Bisa jadi, benar-benar j4l4ng sedari dini." Alex nampak mengepalkan tangannya, kemudian pria itu kembali menatap dokumen di tangannya itu.


Kembali membaca beberapa informasi tentang Elsa lalu di akhiri dengan beberapa foto di mana wanita itu nampak sedang menggandeng putranya ke sekolah dan juga kegiatannya mengunjungi beberapa butik miliknya.


Sayangnya foto yang bersama putranya kurang begitu jelas karena arah pengambilan gambar dari samping, namun ada sebuah foto yang membuat Alex terpaku.


Seorang bocah kecil yang sedang di gandeng ibunya itu nampak menoleh ke kebelakang seakan sedang sadar kamera.


Deg!!


"Kenapa wajahnya sangat tidak asing." gumamnya kemudian, Alex merasa ada sesuatu namun ia tak mengerti itu apa.


"Ah si4l4n, jangan hanya karena kasihan rencanaku menjadi berantakan. Aku ingin melihat bagaimana wanita itu mengemis padaku." Alex nampak sinis lalu segera melempar dokumen bersama beberapa foto tersebut ke atas meja kerjanya.


"Mulai jalankan rencana kita, aku ingin secepatnya dia mengetahui siapa pria yang pernah di permainankannya ini !!" perintahnya kemudian pada sang asisten.


"Baik tuan, secepatnya kami akan melakukannya." sahut sang asisten.

__ADS_1


Kemudian Alex menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya, selama ini ia terlalu lemah terhadap perempuan dan itu takkan terjadi lagi.


Di hianati Celine selama bertahun-tahun dan juga Elsa yang berani mempermainkannya secara terang-terangan membuatnya berubah menjadi seorang pria yang kejam.


Pandangannya terhadap wanita pun kini berubah, mereka tak lebih hanya sebagai tempat bersenang-senang sesaat bukan sebagai tujuan masa depannya.


"Tuan, ada utusan dari perusahaan X yang ingin bertemu dengan anda. Beliau mengatakan sudah membuat janji sebelumnya." lapor sang sekretaris saat menghubungi tuan besarnya tersebut.


"Hm, segera suruh masuk ke dalam ruanganku !!" perintah Alex kemudian dan tak berapa lama nampak seorang wanita cantik melangkahkan kakinya masuk.


"Selamat siang, tuan Alex. Saya Carla utusan dari perusahaan X." ucap wanita itu seraya melangkah mendekati meja Alex.


Penampilannya yang glamor dan makeupnya yang sedikit tebal mengingatkan Alex pada Elsa. "Dasar penggoda." gumamnya kemudian.


"Anda mengatakan sesuatu, tuan ?" tanya wanita itu saat mendengarkan gumaman pria itu yang tak begitu jelas di telinganya.


"Tidak, silakan duduk." Alex langsung mempersilakan wanita itu untuk duduk.


"Baiklah tuan Alex, seperti yang saya informasikan sebelumnya jika perusahaan kami yang berbasis di Jerman ingin bekerja sama dengan perusahaan anda. Jika berminat anda bisa membuka kantor cabang di sana dan kami akan dengan senang hati membantu anda." terang Carla mengutarakan maksud dan tujuannya dan itu membuat Alex nampak tertarik.


Entahlah untuk saat ini apapun yang berhubungan dengan negara itu Alex sangat tertarik dan tanpa berpikir panjang pria itu langsung menyetujui penawaran wanita itu.


Rencananya untuk menghancurkan Elsa akan semakin mudah jika ia mempunyai kantor cabang di negara tersebut.


"Senang bekerja sama dengan anda, tuan." Carla langsung menjabat tangan Alex setelah mereka melakukan beberapa kesepakatan kerja sama.


"Jika tidak keberatan, bagaimana kalau saya mengundang anda untuk makan siang sebagai perayaan atas di mulainya kerja sama kita ?" imbuh Carla kemudian, setelah berpikir sejenak Alex langsung mengangguk setuju.


"Tentu saja." sahutnya dan tentu saja itu membuat Carla nampak sangat senang.

__ADS_1


Kemudian mereka segera meninggalkan kantor tersebut dan pergi menuju sebuah restoran terbaik di kota itu.


"Saya sangat terkejut mendengar perceraian anda, jadi saya harap anda tidak trauma dengan seorang wanita. Karena tidak semua wanita itu seperti mantan istri anda, tuan." ucap Carla memecah keheningan di antara mereka.


Namun sepertinya Alex nampak tak tertarik menanggapi ucapan wanita itu, ia lebih memilih fokus dengan makanan di hadapannya dan itu membuat Carla sedikit kecewa.


"Jadi kapan rencana anda akan berkunjung ke Jerman, tuan ?" tak mau menyerah Carla langsung mengalihkan pembicaraan ke topik lain, karena sepertinya pria itu kurang tertarik membicarakan masalah pribadi.


"Tentu saja secepatnya, sepertinya saya sudah tak sabar untuk berkunjung ke sana." sahut Alex kemudian dan itu membuat Carla langsung mengulas senyum lebarnya.


"Saya juga tak sabar untuk degkat denganmu, tuan Alex. Pria matang, tampan dan kaya raya impian seluruh wanita di negeri ini."


Sementara itu di tempat lain Elsa yang sedang menemani putranya belajar di kamarnya nampak terkejut saat baru saja membaca pesan dari sang asisten.


"Mommy, mau kemana? bukankah Mommy sudah berjanji akan mengajariku ?" protes Axel saat ibunya beranjak dari sampingnya.


"Sebentar ya sayang, Mommy ada urusan pekerjaan sebentar. Mommy janji akan segera kembali." bujuk Elsa lalu segera meninggalkan kamar putranya tersebut.


"Selalu saja seperti itu, seandainya aku punya Daddy pasti Mommy tidak akan sibuk bekerja lagi. Tuhan, apa boleh Axel memiliki Daddy? Axel juga ingin seperti teman-teman bisa di peluk dan bermain bersama Daddynya." Axel nampak menatap jendela dengan mata berkaca-kaca di mana pemandangan langit nampak mendung sore itu.


Sedangkan Elsa yang berada di ruang kerjanya terlihat sangat kesal saat beberapa butik miliknya di Amerika tiba-tiba harus di tutup paksa karena mendapatkan penolakan oleh warga setempat.


"Apa kamu sudah mengetahui apa penyebabnya, Sam ?" tanyanya saat menghubungi asistennya tersebut.


"Sepertinya ada seseorang yang berusaha menyabotasenya nona dan saya belum bisa mengetahui siapa pelakunya, bisa jadi itu rival bisnis anda selama ini." ujar sang asisten dari ujung telepon.


Mendengar itu Elsa nampak menghela napasnya, selama ini ia memang memiliki pesaing bisnis namun mereka tidak sampai berbuat curang seperti saat ini.


Jika ini terus berlanjut nama baiknya akan hancur dan takan ada lagi customer yang menginginkan rancangan pakaiannya.

__ADS_1


Lalu bagaimana ia akan menghidupi masa depannya kelak, ia tak mempunyai siapa-siapa lagi di dunia ini.


"Tidak, aku tidak boleh menyerah. Aku akan melakukan apapun demi putraku." tegasnya, kemudian wanita itu segera mengambil tasnya dan berlalu pergi. Ia harus segera mencari tahu sendiri siapa yang berani mengusik usahanya dan ia takkan memberikannya ampun.


__ADS_2