Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~180


__ADS_3

Pagi itu saat hendak berlalu ke kantornya James mendapatkan pesan dari dokter kandungan yang menangani Grace agar ia segera datang ke rumah sakit, karena rangkaian proses tes DNA sudah selesai. Lumayan cepat karena ia telah membayar mahal untuk itu.


James yang sangat penasaran, segera memutar balik kendaraannya lalu melajukannya dengan kencang.


"Dokter, bagaimana hasilnya ?" tanyanya setelah sampai di ruangan Dokter tersebut.


"Silakan duduk dulu tuan, saya membawa hasil tes DNA dari beberapa rumah sakit sesuai permintaan anda. Saya juga belum mengetahui hasilnya, tapi lebih baik anda yang membukanya sendiri nanti saya akan menjelaskan jika anda kurang mengerti." sang dokter mempersilakan James untuk duduk, lalu menyerahkan empat amplop berlogo rumah sakit yang berbeda padanya.


Dengan tak sabar James segera membuka salah satu amplop tersebut, setelah membacanya terbesit senyum di wajahnya. Karena kurang yakin pria itu kembali membuka ketiga amolop lainnya dan hasilnya sama.


"Jadi benar, janin yang di kandung oleh Grace adalah darah daging saya dok ?" ucapnya memastikan, mengingat hasil ke empat tes DNA tersebut 99% menyatakan jika ia adalah ayah biologisnya.


Dokter tersebut segera membaca hasil tes DNA itu dan langsung mengangguk membenarkan. "Benar sekali tuan, anda adalah ayah biologisnya." ucapnya kemudian.


"Apa ini akurat dan bisa di percaya dok ?" rasanya James masih belum yakin meski ia berharap janin itu memang darah dagingnya.


"Ini sangat akurat dan terahasiakan, tuan. Saya bisa mempertaruhkan jabatan saya di sini sebagai jaminannya." sahut sang dokter meyakinkan.


"Oh ya tuan James untuk ke depannya saya harap anda bisa menjaga emosi nyonya Grace, karena beliau terindikasi mengalami preeklamsia di mana tekanan darahnya akan cepat sekali naik dan itu sangat membahayakan bagi janinnya." imbuh sang dokter mengingatkan.


"Baik dokter, terima kasih banyak sebelumnya." James segera beranjak dari sana.


Sepanjang ia melangkah pria itu nampak menarik sudut bibirnya, lalu segera pergi ke dalam ruang perawatan sang istri.


"Sayang, kamu dari mana saja? Semalam kamu meninggalkan ku dan ku pikir kamu tidak akan datang lagi." Grace langsung berhambur ke pelukan suaminya itu, jarum infus yang sudah dilepas dari punggung tangannya membuat wanita itu bebas bergerak kemana pun.


James menghela napasnya sejenak, dahulu ia merasa senang saat wanita itu bersikap manja seperti ini. Namun sejak terkuaknya penghianatannya, membuatnya seperti mati rasa tapi ia juga harus memikirkan darah dagingnya yang sedang di kandung oleh wanita itu.


"Aku ada pekerjaan semalam, apa kamu sudah sarapan ?" tanya James seraya mengurai pelukan wanita itu lalu membawanya kembali ke ranjangnya.


Grace menggelengkan kepalanya. "Bayi kita ingin di suapi Daddynya." ucapnya dengan manja.


"Hm, tentu saja." James segera menarik troli makanan lalu mulai menyuapi wanita itu, pria itu juga tak lupa mengupas buah untuknya.

__ADS_1


"Terima kasih kamu sangat baik padaku dan juga anak kita." ucap Grace setelah menghabiskan makanannya.


"Beristirahatlah, sebentar lagi aku ada meeting." James menarik selimut lalu menyelimuti wanita itu.


"Jadi kamu akan meninggalkan ku lagi ?" Grace mulai terlihat kesal.


"Kata dokter nanti sore kamu sudah bisa pulang, jadi sekarang istirahatlah dan nanti aku akan kembali untuk menjemputmu." Terang James yang langsung membuat wanita itu nampak sumringah.


"Hm, tentu saja. Nanti malam kamu akan menginap dan menemaniku kan ?" tanya Grace memastikan.


"Hm." James mengangguk kecil kemudian beranjak dari duduknya.


Grace langsung menahan tangannya. "Tunggu dulu, sebelum pergi apa kamu tidak ingin menciumku dulu ?" ucapnya dengan wajah memelas.


James yang hendak pergi kembali mendekat lalu mengecup kening wanita itu. "Bukan di sana tapi di sini." protes Grace seraya menunjuk ke arah bibirnya.


Rasanya sudah lama sekali James tak mencium wanita itu dengan intim, lalu pria itu mendaratkan ciumannya di sana.


Datar seperti biasanya itulah yang James rasakan, berbeda sekali saat ia mencium istri keduanya itu. Seluruh aliran darahnya selalu berdesir hebat dan hatinya pun bergetar tak karuan, namun saat bersama Grace ia hanya merasakan sebuah nafsu kelelakiannya namun akhir-akhir ini rasa itu telah hilang.


Setelah itu James segera meninggalkan ruangan istrinya itu, ia ada meeting penting dan harus datang tepat waktu.


"Tuan, nyonya Anne tadi meminta saya untuk mengantarnya bekerja."


Sebuah pesan yang baru saja di kirim oleh Mark di ponselnya. "Benar-benar keras kepala, tidak bisakah dia sedikit saja menurut." gerutu James dengan kesal.


Istri keduanya itu sangat bertolak belakang dengan Grace, wanita itu selalu sukses memancing emosinya. Berbeda sekali dengan Grace yang selalu bersikap patuh dan menurut padanya, meski pada akhirnya wanita itu juga menghianatinya.


Entah ia bisa memaafkannya atau tidak demi sang buah hati yang beberapa bulan lagi akan terlahir di dunia ini.


"Mark, bisa kau undur meetingku satu jam lagi." ucapnya setelah menghubungi asistennya tersebut.


James tiba-tiba merasakan kepalanya berdenyut nyeri dan ia ingin beristirahat sejenak, akhir-akhir ini permasalahan hidupnya begitu rumit apalagi saat mengetahui janin dalam kandungan Grace adalah darah dagingnya.

__ADS_1


Meskipun ia sempat mengingkarinya akibat perselingkuhan wanita itu, namun setelah di pikir-pikir Nick ia jadikan pengawal setelah wanita itu di nyata hamil jadi mana mungkin pria itu yang melakukannya.


Namun ia tak menyangka mereka tiba-tiba menjalin hubungan spesial di belakangnya, benar-benar di luar nalarnya.


"Si4l4n kau Nick." James nampak memukul stir mobilnya, secepatnya ia harus mencari keberadaan bajingan itu. Pria itu harus mendapatkan hukuman akibat dari penghianatannya.


Akhirnya James memutuskan untuk kembali ke kantornya dan saat akan masuk ke dalam ruangannya ia melihat Andrew mengekori sang istri, benar-benar menyebalkan pikirnya.


James segera membuat pria itu keluar dari ruangan wanita itu, ia tidak suka jika sang istri berduaan dengan lawan jenis meski itu asistennya sendiri.


Melihat istrinya yang sedang membelakanginya membuatnya segera mendekati lalu memeluknya dengan erat.


Nyaman, itulah perasaannya saat ini. Wanita itu bagaikan oase di tengah padang pasir yang membuat semangatnya kembali muncul. Segala beban pikirannya seakan ringan saat memeluknya, ada apa dengannya?


"Tuan James tolong lepaskan, bagaimana jika ada yang melihatnya." Anne berusaha melepaskan lengan kekar pria itu yang melingkar di perutnya.


"Kenapa jika ada yang melihatnya ?" James rasanya enggan sekali menjauh, namun ia terpaksa melepaskan pelukannya.


"Saya tidak suka mendengar gosip." sahut Anne seraya melangkah menjauh.


Namun lengannya langsung di tahan oleh suaminya itu lalu di bungkamnya bibir tipisnya itu dengan ciumannya.


James semakin merapatkan tubuhnya seiring dengan ciumannya yang semakin dalam, ciuman lembut namun sukses membuat jantungnya berdenyut tak karuan. Di sesapnya bibir atas dan bawah wanita itu secara bergantian, saat akan menusukkan lidahnya ke dalam wanita itu benar-benar menutup bibirnya dengan rapat.


"Buka bibirmu, sayang." lirihnya dan seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, istrinya itu nampak menurut. Benar-benar polos pikir James, namun ia sangat menyukainya.


James segera menusukkan lidahnya masuk, membelitnya di dalam hingga sukses membuat wanita itu melenguh nikmat, rasanya James enggan berhenti ia terus saja mencium wanita itu dengan rakus sampai ia merasa puas.


"Terima kasih." ucapnya beberapa saat kemudian setelah melepaskan panggutannya, jarinya nampak terulur untuk mengusap ujung bibir wanita itu yang sedikit basah akibat perbuatannya.


"Baiklah, aku harus segera meeting." imbuhnya, lalu tanpa perasaan bersalah pria itu meninggalkan istrinya yang terlihat lemas di tempatnya.


"Ada apa denganku? bisa-bisanya aku tak menolak ciumannya."

__ADS_1


.


Udah up 2 part nih hari ini, mana likenyađź‘€.....


__ADS_2