Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~320


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu dan baby Jeslin pun belum kunjung di temukan, cctv di area tersebut juga tidak banyak membantu kecuali seorang pria tua yang terpantau sedang mengambil bocah kecil itu dari dalam keretanya saat sang ayah sedang fokus menelepon dan pria itu segera membawanya pergi.


Sementara cctv di beberapa area lain juga nampak sedang rusak entah kebetulan atau memang di sengaja hingga membuat James dan seluruh anak buahnya kesulitan mencari tahu kemana pria tua yang sepertinya seorang tuna wisma itu membawa putrinya pergi.


Hampir seluruh pelosok kota ini sudah pria itu telusuri namun tetap tidak ada hasil dan kini James benar-benar frustrasi, apalagi saat melihat keadaan sang istri yang nampak tertekan.


Wanita itu selalu bersemangat saat melihat kedatangannya dan langsung memberondongnya dengan beberapa pertanyaan seputar putri pertamanya tersebut hingga pada akhirnya akan kembali syok saat mendapatkan berita yang sama seperti sebelumnya.


"Tolong maafkan aku, aku sudah gagal menjadi seorang ayah. Aku sudah berusaha semampuku tapi tetap tak dapat menemukannya." James nampak kembali menyalahkan dirinya sendiri di hadapan wanita itu, pria itu setiap detik selalu di liputi oleh perasaan bersalah atas menghilangnya sang putri.


Sementara Anne yang berusaha untuk tegar demi putri keduanya pun berusaha menenangkan sang suami meski terkadang jauh di lubuk hatinya ia menyalahkan pria itu juga karena telah lalai menjaga putrinya.


Namun musibah tidak akan ada yang tahu kapan datangnya hingga membuat ibu dari dua putri itu perlahan bisa menerima keadaan meski ia masih sangat berharap putri pertamanya itu dapat di temukan dalam keadaan sehat dan selamat.


Hari berganti hari dan hari pun berganti bulan tak terasa sudah 6 bulan baby Jeslin menghilang, Anne yang sudah merasa ikhlas nampak bisa menerima keadaan apalagi hari-harinya kini telah di sibukkan dengan Baby Jessy yang mulai aktif dan sangat menggemaskan hingga menjadikannya sebagai pelipur lara.


Namun lain halnya dengan James, pria itu lebih banyak mengurung diri di ruang kerjanya. Kebahagiaan yang harusnya sempurna kini terasa kurang sejak hilangnya sang putri sulung.


Apa ini adalah karma atas perbuatannya yang pernah mengejek Marco dahulu?


"Marco ?"


James langsung memicing saat mengingat nama itu, apa jangan-jangan pria itu pelaku dari penculikan putrinya?


Tak ingin berspekulasi lebih jauh, James segera berlalu pergi dari ruangannya. Ia yakin feeling seorang ayah tak pernah salah.

__ADS_1


"Apa ?" ucapnya saat mendapati kabar jika Marco telah meninggalkan kotanya tersebut.


"Perusahaan tuan Marco mengalami kebangkrutan beberapa bulan lalu tuan dan beliau telah menjual sisa asetnya." lapor asistennya saat mereka berada di depan perusahaan milik Marco yang rupanya telah di segel oleh sebuah bank swasta.


James yang akhir-akhir ini terlalu sibuk mencari sang putri sampai mengabaikan informasi tersebut yang sebenarnya memang tak begitu penting baginya.


"Apa kamu tahu kemana perginya ?" tanyanya kemudian.


"Informasi terakhir yang saya dapatkan beliau pergi ke Belanda sekitar dua bulan yang lalu, tuan." lapor asistennya lagi.


"Belanda? baiklah segera cari tahu keberadaannya dan laporkan padaku secepatnya !!" perintah James kemudian.


Beberapa hari kemudian James mendapatkan informasi tentang keberadaan Marco di Belanda dan pria itu segera terbang ke sana.


Mendapati pria itu yang kini nampak mengenaskan dengan mengelola sebuah restoran kecil di negara tersebut membuat James merasa puas.


Tuhan benar-benar membalas perbuatan pria itu, karena perbuatan buruk pasti akan ada balasannya.


"Terima kasih telah bersimpati padaku tapi lebih baik kasihanilah dirimu sendiri yang telah menjadi seorang ayah yang gagal, sungguh aku kasihan sekali pada Anne mendapatkan pria sepertimu." cibir Marco balik dan itu membuat James nampak mengepalkan tangannya.


"Bajingan, katakan di mana putriku !!" James langsung mencengkeram kerah baju Marco hingga membuat tubuh pria itu sedikit terdorong ke dinding belakangnya.


"Rupanya kamu tidak pernah berubah selalu menuduh orang sembarangan, ku harap Anne tak muak dengan sifatmu itu." sindir Marco lantas tertawa mengejek.


James yang sudah di kuasai oleh emosi langsung melayangkan pukulannya beberapa kali dengan keras hingga membuat Marco langsung jatuh tak berdaya di atas lantai dengan sudut bibir mengucur darah segar.

__ADS_1


"Segera geledah tempat ini !!" perintah James kepada beberapa anak buahnya kemudian.


Namun mereka sama sekali tak menemukan apapun di sana yang berhubungan dengan baby Jeslin, lagipula pria itu sudah dua bulan menetap di negara tersebut jadi sepertinya tak mungkin tak ada bocah kecil itu jika memang telah menculiknya.


Apa ia telah salah menuduh? dengan perasaan tak bersalah James segera meninggalkan tempat tersebut dan membiarkan Marco hampir tak sadarkan diri di atas lantai.


Pria itu memang sengaja tak melawan dan membiarkan James mengalahkannya serta menghancurkan restorannya karena itu adalah bagian dari rencananya.


Sementara James pada akhirnya kembali pulang dengan tangan kosong, kini harapannya untuk menemukan sang putri telah pupus namun sampai kapan pun pria itu takkan pernah berhenti mencarinya.


Sembari berdiri dengan tertatih Marco nampak puas setelah James masuk ke dalam rencananya, ia sengaja pergi ke kampung halamannya di Belanda dan membuka usaha kecil-kecilan di sana karena ia yakin pria itu pasti akan mencarinya.


Setelah yakin jika dirinya tak terlibat penculikan putri pria itu baru Marco akan kembali ke Amerika, karena bocah kecil yang sekarang ia akui sebagai putrinya itu masih berada di sana dan akan segera ia bawa ke Belanda untuk memulai hidup barunya.


"Apa dia baik-baik saja ?" ucapnya setelah menghubungi salah satu anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga baby Jeslin di suatu tempat yang tersembunyi.


"Sofia selalu menangis tuan." lapor wanita itu dari ujung telepon.


"Berikan telepon ini padanya !!" perintah Marco dan tak berapa lama wajah baby Jeslin telah memenuhi layar ponselnya.


"Hai sayang ayah di sini Nak, kamu merindukan ku hm? sebentar lagi kita akan bersama ya." ucapnya dan di tanggapi gelak tawa oleh bocah kecil itu yang padahal sebelumnya nampak sedang menangis.


Bagaimana Marco tidak gemas jika baby Jeslin selalu memberikan respon positif padanya dan itu membuatnya selalu merindukan bocah kecil itu.


"Baiklah, ayah akan pulang malam ini. Tunggulah sayang kita akan bersama selamanya." ucap Marco sebelum pada akhirnya ia menutup panggilan videonya itu lantas segera bersiap-siap tak peduli tubuhnya penuh luka akibat perbuatan dari ayah kandung bocah kecil itu.

__ADS_1


.


Besok part terakhir ya (end/tutup buku) dan untuk novel baru besok saya spoiler di sini judulnya apa, jadi yang masih berkenan membaca karya saya bisa di tunggu esok hari.


__ADS_2