Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~89


__ADS_3

"Nona, tolong jangan masuk." Greta langsung mencegah Merry saat hendak membuka pintu atasannya tersebut.


"Aku tidak bisa menunggu lagi dan kau takkan bisa menghalangiku." keukeh Merry menatap tajam Greta, lalu membuka pintu di depannya itu hingga menampakkan sepasang pria dan wanita sedang bercumbu mesra.


Bagaimana tidak, wanita yang bernama Samantha tadi nampak sedang berada di atas pangkuan seorang pria paruh baya sambil menggerakkan tubuhnya naik turun dengan semangat.


Sedangkan pria yang Merry duga adalah tuan Weslyn nampak merem melek di buatnya.


"Aahhh, lebih cepat sayang." racau pria tersebut, kemudian meraup gundukan kenyal di depannya itu lalu m3lum4t puncaknya dengan rakus hingga membuat sang wanita mendesah tak karuan.


"Aku mau keluar." ucap sang wanita.


"Sama-sama, ayo lebih dalam lagi." timpal pria tersebut seraya membantu sang wanita menggerakkan tubuhnya naik turun dengan cepat.


Namun Merry yang sudah terlanjur geram akibat terlalu lama menunggu langsung menutup pintu tersebut dengan kasar hingga membuat mereka berdua menoleh ke arahnya.


Brakkk


"Bedabah, siapa yang mengizinkanmu masuk ?" hardik tuan Weslyn yang nampak terkejut, kemudian pria itu mendorong Samantha dari atas pangkuannya hingga membuat penyatuan mereka terlepas lalu wanita tanpa busana itu segera memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai.


"Maaf tuan, nona ini memaksa masuk." Greta terlihat merasa bersalah karena ikut andil mengganggu aktivitas panas atasannya itu, bahkan kini wanita itu nampat menunduk tak berani menatap atasannya tersebut.


"Saya akan menunggu kalian di sini, jadi cepatlah berberes." tegas Merry seraya menatap bergantian pasangan mesum di hadapannya itu tanpa rasa canggung sama sekali.


"Kau...." tuan Weslyn tetlihat kesal karena kesenangannya di ganggu, kemudian pria itu segera memakai celananya kembali.


Begitu juga dengan Samantha, wanita itu tanpa malu memakai pakaiannya di hadapan Merry.


"Tenang saja, kau bisa mampir ke Apartemenku nanti malam." ucap Samantha dengan lembut seraya mengecup pipi tuan Weslyn, lalu wanita itu segera pergi dari ruangan tersebut.


Saat menatap Merry, Samantha terlihat kesal namun Merry justru tersenyum mengejek ke arahnya. Kemudian Samantha segera meninggalkan ruangan tersebut bersama Greta.


"Siapa kau berani sekali masuk ke ruanganku tanpa izin ?" tuan Weslyn terlihat berang menatap Merry.

__ADS_1


"Wow, jadi tuan Weslyn yang terhormat ini sangat memanfaatkan waktu dengan baik ya. Pasti nyonya Weslyn dan kedua anak anda sangat bangga mempunyai suami serta ayah sepertimu." ucap Merry yang langsung membuat tuan Weslyn melotot.


Tentu saja Merry mengetahui sedikit tentang pria itu, sebelumnya saat mengusir kebosanannya ia mencari tahu pria itu di situs Internet.


Pria berusia 40 tahun itu adalah pria berkewarganegaraan Amerika yang sudah lama menetap di Singapura dan mempunyai seorang istri dan dua orang anak.


Dan di negara tersebut di kenal sebagai pengusaha yang sangat sayang pada keluarganya.


"Kau..." tuan Weslyn langsung meradang karena ternyata wanita muda di hadapannya itu tidak hanya berani masuk ke ruangannya tanpa izin tapi juga sudah lancang mengorek keluarganya.


"Tenanglah tuan, saya sangat mengerti bagaimana rasanya di saat sedikit lagi mencapai puncak tapi tiba-tiba gagal begitu saja." ucap Merry dengan wajah yang ia buat seprihatin mungkin.


"Kurang ajar, siapa kau ?" hardik tuan Weslyn kemudian.


"Perkenalkan saya Merry Martin, CEO PT Bumi Nirwana." Merry memperkenalkan dirinya namun enggan mengulurkan tangannya dan membiarkan tangannya tersebut bersendekap di dadanya.


Lagipula Merry juga merasa jijik jika harus bersentuhan dengan bajingan seperti pria di hadapannya itu.


"Saya sangat menyukai pria yang to the point seperti anda tuan." ucap Merry dengan mengulas senyumnya, bibirnya yang sebelumnya ia sapu dengan lipstick merah merona membuat tuan Weslyn nampak tenggelam dalam pesonanya sesaat.


"Baiklah karena anda sudah mengetahui siapa saya, jadi saya juga mau langsung pada intinya saja. Saya ingin anda menjelaskan kenapa anda menyuruh para investor di perusahaan saya untuk menarik investasinya. Apa anda tahu kerja sama kami hampir 100% deal dan tiba-tiba mereka membelot ke pihak anda dan tidak hanya itu proyek yang harusnya menjadi milik saya tiba-tiba anda ambil begitu saja." cecar Merry dengan kesal, namun itu justru membuat tuan Weslyn nampak termangu atau lebih tepatnya mengagumi wanita di hadapannya itu.


Namun kemudian pria itu langsung berdehem kecil untuk menetralkan pikiran kotornya yang sempat terlintas tiba-tiba hanya karena membayangkan wanita di hadapannya itu berada di bawah tubuhnya.


"Meski sudah hampir 100% tapi kalian belum tanda tangan kontrak jadi apapun bisa terjadi kan ?" sahut tuan Weslyn seraya kembali duduk di kursi kerjanya.


Berhadapan dengan wanita cantik di hadapannya itu membuatnya tak tahan untuk tidak menerkamnya, apalagi hasratnya masih tertahan dan butuh kepuasan secepatnya.


"Lagipula perusahaan kami menawarkan keuntungan yang sangat besar jadi terserah mereka mau pilih siapa." imbuhnya lagi dengan nada angkuh.


"Paling tidak perusahaan yang terhormat tidak akan merebut tender milik orang lain kecuali memang tidak mampu." cibir Merry yang langsung membuat tuan Weslyn tersenyum sinis.


"Menarik." gumamnya kemudian, rupanya kabar burung yang santer ia dengan tentang wanita itu ternyata benar adanya.

__ADS_1


Selama ini di kalangan relasi bisnisnya, Merry selalu menjadi buah bibir di samping memiliki wajah cantik wanita itu juga sangat berani dan cerdas padahal usianya baru menginjak 24 tahun.


Apalagi status wanita itu yang membuatnya sangat tertarik, janda muda beranak satu yang entah siapa mantan suaminya karena benar-benar di rahasiakan dari publik.


Hanya pria bodoh yang meninggalkan wanita secantik dan sepintar Merry, pikir tuan Weslyn.


"Dalam dunia bisnis siapa yang cepat dialah pemenangnya." ucapnya kemudian.


"Namun aku bisa saja mengembalikan investor-investor itu padamu asalkan...." tuan Weslyn menjeda ucapannya lalu kembali beranjak dari duduknya.


Merry yang menatap curiga pada pria tak jauh darinya itu nampak waspada seraya mengepalkan tangannya dan bersiap jika pria tersebut berniat kurang ajar padanya.


"Asalkan apa ?" tanya Merry kemudian.


"Asalkan kita bisa bekerja sama." sahut tuan Weslyn yang kini nampak menyandarkan tubuhnya di meja kerjanya, tangannya bersendekap di dadanya lalu matanya mulai menelisik wanita cantik di hadapannya tersebut.


"Kerja sama seperti apa yang anda maksud, tuan ?" Merry nampak mencium gelagat tak wajar dari pria itu.


"Aku tahu perusahaanmu tak seberapa di banding dengan perusahaan kami apalagi perusahaan induk kami masuk 5 top perusahaan di Amerika, jadi mudah bagi kami menaikkan perusahaan seseorang seperti perusahaan kamu misalnya." terang tuan Weslyn.


"Maaf tuan Weslyn, saya bukan tipe pendengar yang baik jadi tolong langsung ke intinya saja." tegas Merry menatap pria di hadapannya itu.


"Bukankah kamu tadi sudah melihatku, maksudku kamu sudah melihat sebagian dari diriku bukan yang tentunya tak sembarang orang bisa melihatnya jadi kenapa kita tak menjalin kerja sama secara pribadi saja ?" terang tuan Weslyn dengan pandangan menggoda yang tentu saja membuat Merry langsung meradang, rupanya pria itu memandang rendah dirinya dan mungkin saja menyamakannya dengan Samantha.


"Sepertinya anda terlalu bangga dengan milik anda yang tak seberapa itu tuan." ucap Merry seraya memandang celana pria itu yang nampak sesuatu menonjol di sana.


"Tapi sayangnya saya tidak tertarik." ucap Merry dengan tegas seraya tersenyum mengejek.


"Dan saya harap jangan pernah mengganggu bisnis saya lagi jika tidak anda akan tahu akibatnya." imbuhnya lagi dengan tegas, setelah itu Merry berbalik badan lalu segera meninggalkan ruangan tersebut dan membanting pintunya dengan sedikit kasar.


"Sial." umpat tuan Weslyn seraya menggebrak meja kerjanya, pria itu nampak geram saat miliknya di hina habis-habisan oleh wanita itu dan bersamaan itu ponselnya berdering nyaring lalu pria itu segera menjawabnya.


"Ya, selamat sore tuan William." sapanya saat melihat siapa yang menghubunginya.

__ADS_1


__ADS_2