
Lucy yang baru masuk ke dalam ruangan Alex nampak tercengang saat melihat Elsa juga ada di sana dengan memakai kemeja milik pria itu.
Apa semalam mereka telah menghabiskan waktu bersama? Sial, harusnya dia yang melakukannya bukan wanita si4l4n itu.
"Selamat pagi tuan." sapanya kemudian.
"Hm." Alex mengangguk kecil.
"Ambil dan segera tinggalkan kantor ini !!" perintahnya seraya melemparkan sebuah amplop cokelat di atas mejanya.
"Ma-maksud anda apa tuan, saya tidak mengerti." timpal Lucy dengan wajah kebingungan.
"Itu surat pemecatanmu." tegas Alex dan sontak membuat wanita itu terbelalak.
"Tuan, ini pasti ada kesalahpahaman." Lucy nampak tak terima lantas menatap ke arah Elsa, ia semakin meradang karena pandangan wanita itu seakan sedang memperoloknya.
"Apa semua ini karena kamu, dasar j4l4ng kurang ajar. Kamu pasti sudah memfitnahku di depan tuan Alex kan ?" Lucy segera melangkah mendekati Elsa dan langsung melayangkan tamparannya namun dengan sigap Elsa mencekal pergelangan tangan wanita itu.
"Hentikan !!" hardik Alex seraya bangkit dari kursi kerjanya.
Sementara Elsa nampak tersenyum sinis menatap wanita itu. "Terima kasih sudah membuat hubunganku dengan tuan Alex kembali hangat nona Lucy, berkat obat yang kau berikan padanya aku benar-benar kelelahan sepanjang malam. Dia benar-benar perkasa." bisik Elsa lirih namun itu terdengar seperti sebuah debuman di telinga dan dada Lucy.
"Dan aku takkan pernah melepaskannya untuk wanita licik dan murahan sepertimu." imbuh Elsa lagi lalu segera menghempaskan tangan Lucy dengan kasar hingga membuat wanita itu terhuyung dan hampir jatuh.
Saat Alex mendekat, ia pikir akan menolongnya dari wanita kasar itu. Namun pria itu hanya melewatinya begitu saja dan Lucy benar-benar kecewa.
"Sayang, kamu baik-baik saja ?" Alex langsung mendekati Elsa lalu memeriksa keadaannya dan itu membuat Lucy semakin geram, apalagi saat melihat wajah Elsa yang seakan sedang mengejeknya.
"Sekretarismu benar-benar bar-bar aku takut dia tak hanya menyakitiku tapi juga Axel nanti." keluh Elsa dengan nada sedikit manja.
"Semua akan baik-baik saja, kamu tenang saja. Ada aku di sini yang akan selalu melindungi kalian." Alex langsung membawa Elsa ke dalam pelukannya.
"Tuan Alex, saya mohon jangan pecat saya." mohon Lucy kemudian.
"Kesalahanmu tak bisa ku maafkan Luc, harusnya kamu sudah ku lempar ke dalam penjara karena hampir membahayakan nyawaku dengan obat si4l4n itu. Tapi mengingat selama ini kamu sangat loyal pada perusahaan maka aku takkan melakukan itu dan setelah ini jangan pernah lagi menampakkan wajahmu di hadapanku maupun keluargaku !!" tegas Alex dengan tatapan tajam ke arah wanita itu hingga membuat Lucy seketika menunduk.
"Pergilah sebelum security menyeretmu dari sini !!" imbuh Alex tak berperasaan sembari melangkah menuju kursi kerjanya dan Lucy yang mendengar ancaman pria itu bergegas pergi dari sana dengan wajah pucat pasi.
Ia tak menyangka, atasannya yang tadinya sangat humble padanya kini berubah seperti seorang monster yang menakutkan.
__ADS_1
"Lihatlah, kamu menakutinya." Elsa langsung protes setelah kepergian wanita itu.
"Dia sudah sepantasnya menerima akibat dari perbuatannya." timpal Alex kemudian.
"Kemarilah !!" Alex memerintahkan Elsa untuk mendekat lalu menarik tangan wanita itu hingga kini terduduk di atas pangkuannya.
"Apa aku terlihat sangat menakutkan ?" ucapnya kemudian.
"Tidak, aku tidak pernah takut padamu." jawab Elsa.
"Benarkah ?" Alex nampak tak percaya dengan jawaban wanita itu.
"Hm." Elsa mengangguk.
"Aku hanya takut jika kehilanganmu." imbuhnya dalam hati, ia tak mungkin mengatakannya langsung. Gengsinya terlalu tinggi sebelum pria itu menyatakan cintanya duluan.
"Baiklah, aku harus segera pulang." Elsa segera beranjak dari pangkuan pria itu namun tubuhnya langsung di tahan.
"Dengan pakaian seperti ini ?" ucap Alex seraya mengusap lembut paha wanita itu yang terbuka.
"Bahkan kamu tak menggunakan celana d4l4m." imbuhnya, lalu tangannya dengan nakal merayap masuk ke dalam pakaian wanita itu.
"Hentikan tuan Alex, kau bahkan baru memberikan ku istirahat." protes Elsa dengan menjauhkan tangan pria itu dan itu membuat Alex nampak terkekeh.
"Baiklah, terima kasih. Bisakah aku duduk di sofa saja." timpal Elsa kemudian.
"Hm, tentu saja. Kau akan menggangguku bekerja jika tetap seperti ini." sahut Alex dan sontak membuat Elsa melebarkan matanya.
"Kamu yang mulai duluan, tuan Alex." protesnya seraya menjauh dari sana.
Beberapa saat kemudian Jack nampak datang dengan papper bag di tangannya dan Elsa segera mengambilnya lalu memakainya.
"Seleramu tidak terlalu buruk tuan Jack dan bagaimana bisa kamu mengetahui ukuran celana d4l4mku dan juga braku ?" ucap Elsa tanpa di saring sedikit pun setelah keluar dari ruangan pribadi Alex dan tanpa wanita itu sadari pria itu nampak menatapnya dengan tajam.
"Ke-kenapa kalian menatapku seperti itu ?" imbuhnya saat melihat Jack yang nampak menatapnya dengan wajah datarnya sedangkan Alex menatapnya seakan ingin memakannya hidup-hidup.
"Aku yang memilih semua barang-barang itu dan bisakah kau tidak membicarakan hal pribadimu pada pria lain ?" tegas Alex dengan emosi, kentara sekali pria itu sedang cemburu.
"Maafkan aku, kan kamu yang bilang tadi jika tuan Jack akan membawakanku pakaian." timpal Elsa seraya mendekati pria itu.
__ADS_1
Merasakan ada sebuah ketegangan, Jack bergegas pamit keluar dari ruangan tersebut. Ia juga seorang suami dan ia sangat mengerti bagaimana mengatasi kesalahan pahaman dengan istri tanpa melibatkan orang lain.
"Tapi aku yang memilihnya dan dia tinggal mengambilnya saja." terang Alex kemudian.
"Benarkah, lalu bagaimana kamu bisa tahu ukurannya ?" rupanya Elsa masih penasaran dan itu membuat Alex langsung menatap tubuhnya dengan lekat.
Di pandang dengan sedemikian rupa sontak membuat Elsa langsung menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.
"Ck, tidak usah bertingkah seperti perawan. Bahkan semalam kamu telah menyerahkan dirimu padaku." cibir Alex kemudian dan membuat Elsa nampak mencebik kesal.
"Kamu sedang memperolokku ?" ucapnya tak terima.
"Tidak, aku hanya ingin mengingatkan jika sejak semalam kamu hanya milikku." sahut Alex, lalu menarik tangan wanita itu hingga mendekat padanya.
"Kemarilah, kenapa kamu sensitif sekali hm? tentu saja aku tahu ukurannya bahkan sejak pertama kali tidur denganmu dulu." imbuhnya seraya merapikan anak rambut wanita itu yang menutupi sebagian pipinya.
"Terima kasih untuk semalam." ucap Alex dengan membelai pipi wanita itu, lalu mendekatkan wajahnya dan mulai m3lum4t bibir tipisnya.
Mereka nampak saling berbalas ciuman sejenak, sampai pada akhirnya telepon di meja Alex berdering nyaring.
"Hm, ada apa ?" ucap pria itu setelah menjawabnya.
"Baiklah, aku akan segera kesana." ucapnya lagi.
"Ada apa ?" Elsa nampak mengernyit menatap pria itu.
"Jack akan mengantarmu, aku ada meeting penting pagi ini dengan para pemegang saham." sahut Alex kemudian.
"Baiklah." Elsa mengangguk, lantas segera mengambil tasnya.
Sesampainya di rumahnya wanita itu langsung di sambut oleh Sam. "Kamu tidak pergi bekerja ?" tanya Elsa pada mantan asistennya itu.
"Ini mau berangkat, nona." sahut pria itu.
"Baiklah, terima kasih sudah menjaga putraku." timpal Elsa lalu segera masuk ke dalam kamarnya.
Matanya nampak menatap bungkusan plastik di atas nakas lalu ia segera mengambilnya dan mengeluarkan isinya.
Ia pernah minum obat tersebut saat masih menjalankan misinya dahulu dan saat ini ia akan meminumnya kembali, karena ia tak ingin mengambil resiko harus hamil lagi di luar pernikahan.
__ADS_1
Mengingat bagaimana dulu sulitnya ia saat hamil tanpa seorang suami di sisihnya dan ia takkan mengulang untuk kedua kalinya.
Karena sesungguhnya pengalaman adalah pelajaran hidup yang paling berharga.