Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~265


__ADS_3

⚠️Part ngebul, tolong para bocah minggir dahulu😤⚠️


...----------------...


Alex yang tiba-tiba di cium oleh Celine langsung menjauhkan tubuh wanita itu saat pandangannya tak sengaja bertemu dengan Elsa yang sedang berdiri di ambang pintu.


Kemudian ia segera mengusap bibirnya yang basah akibat ciuman menjijikkan Celine yang begitu brutal padanya.


"Maaf jika aku mengganggu keromantisan kalian, lain kali tutuplah pintu terlebih dahulu." ucap Elsa seraya berjalan mendekat tak peduli Celine menatap tajam padanya, seolah kehadirannya yang tiba-tiba sangat mengganggunya.


Alex langsung berdehem kecil lalu melangkah mendekati wanita itu. "Ada apa ?" ucapnya kemudian, pandangannya nampak menelisik wanita itu yang bersikap biasa saja seakan apa yang ia lakukan bersama Celine tadi tak membuatnya cemburu.


"Aku memutuskan untuk menarik investasiku di beberapa proyek milikmu." tegas Elsa seraya menyerahkan sebuah dokumen pada pria itu.


"Kenapa tiba-tiba sekali ?" Alex langsung memicing tanpa berniat melihat dokumen tersebut.


"Hanya ingin saja, aku sudah memutuskan akan pindah ke Jerman jadi ku rasa terlalu banyak investasi di sini kurang menguntungkan bagiku." sahut Elsa kemudian.


Celine yang melihat suaminya nampak geram, langsung mendekati wanita itu. "Apa kamu tahu, perbuatanmu ini bisa merugikan perusahaan suamiku ?" ucapnya dengan berapi-api, semoga saja usahanya untuk membela suaminya bisa membuat pria itu menarik kembali keputusannya untuk menceraikannya.


"Hanya rugi tapi bukan bangkrutkan? apa itu akan berdampak pada gaya hidupmu selama ini ?" balas Elsa yang langsung membuat Celine melotot.


"Kau !!"


"Hentikan !!" teriak Alex ketika istrinya itu mulai terbawa emosi dan hendak melayangkan tamparannya pada Elsa.


"Pulanglah, kamu hanya akan memperkeruh masalah ini !!" perintahnya kemudian pada sang istri dengan tatapan tajam.


Celine yang masih kesal langsung bersungut-sungut, lalu menghentakkan kakinya meninggalkan ruangan suaminya itu.


"Apa tujuanmu sebenarnya ?" ucap Alex setelah pintu ruangannya di tutup dengan kasar oleh sang istri dari luar.

__ADS_1


"Tidak ada." sahut Elsa seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya, matanya menatap pria di hadapannya itu dengan angkuh.


"Apa kejadian kemarin yang membuatmu berubah pikiran? bukankah kau juga sangat menikmatinya ?" cibir Alex dengan tersenyum mengejek.


"Ya aku sangat menikmatinya dan terima kasih sudah memuaskan ku, tapi aku sudah tak berminat melakukannya lagi denganmu." sahut Elsa seraya melemparkan berkas di tangannya dengan sedikit kasar ke atas meja pria itu hingga membuat Alex langsung geram.


Pria dengan tubuh tegap dan kekar itu nampak mengeraskan rahangnya menatap wanita di hadapannya tersebut.


"Katakan pria mana lagi yang ingin kamu ajak tidur, hm ?" Alex langsung mencengkeram lengan wanita itu dengan kasar.


"Bukan urusanmu, cepat tanda tangani berkas itu dan urusan kita selesai sampai di sini !!" perintah Elsa kemudian, ia sudah mendapatkan sesuatu dari Marco dan tak lagi membutuhkan bantuan pria itu lagi.


Lagipula Elsa yakin, Alex akan tetap menceraikan istrinya meski ia telah meninggalkannya. Apalagi saat pria itu melihat bukti yang mungkin sebentar lagi akan ia tunjukkan pada publik yang pasti akan membuatnya semakin murka.


Elsa semakin tak sabar melihat kehancuran Celine yang tinggal selangkah lagi.


"Selesai kamu bilang ?" Alex langsung mendorong wanita itu hingga menabrak meja kerja belakangnya.


Alex terlihat sangat emosi, urusannya dengan istrinya saja belum kelar tapi wanita itu sudah menambah masalah baru.


Alex semakin menekan tubuh Elsa ke belakang hingga membuat wanita itu mau tak mau berpegangan padanya jika tak ingin jatuh.


Ciuman kasar Alex membuat Elsa mengerang sakit sekaligus nikmat, pria itu selalu saja membuatnya terlena dengan setiap sentuhannya dan ini yang membuatnya takut jika ia akan jatuh hati dan berakhir kecewa seperti sang kakak.


Karena perasaan manusia takkan pernah kekal dan kapan pun bisa berubah sesuai dengan keinginannya.


Kini sebelah tangan Alex yang menganggur pun ia gunakan untuk melepaskan kancing kemeja wanita itu satu persatu, hingga kini memperlihatkan bulatan montok milik wanita itu yang masih tertutup oleh br4 yang seprtinya kurang mampu menampung sepenuhnya.


Dengan cekatan Alex segera menarik br4 hitam berenda itu ke atas hingga gunung kembar favoritnya menyembul bebas.


Tak tahan untuk merasakannya, Alex segera mengakhiri panggutannya, membiarkan wanita itu menghirup udara sebanyak mungkin lalu bibirnya mulai menyusuri leher wanita itu dengan lidah basahnya hingga membuat Elsa langsung m3r3m4s bahunya saking nikmatnya.

__ADS_1


Alex terus saja menyusuri leher putihnya lalu sesekali menghisapnya dengan gemas dan pasti akan meninggalkan bekas kepemilikan di sana.


Puas bermain-main di sana, Alex menurunkan ciumannya menuju tulang selangkanya dan berakhir di depan dada wanita itu yang nampak membusung akibat gairah yang mulai memuncak.


Pandangan Alex semakin berkabut saat melihat dua tonjolan merah muda itu yang nampak mengacung tegang dan ia langsung m3lum4tnya dan menyesapnya seperti seorang bayi yang sedang kelaparan.


Sedangkan sebelahnya nampak ia mainkan dengan tangannya lalu sesekali ia pelintir hingga membuat Elsa langsung mendesah nikmat.


Wanita itu nampak m3r3m4s rambut Alex seiring dengan rasa nikmat yang di berikan pria itu, Alex benar-benar sukses membuatnya gila dan menginginkan lebih dari sekedar sentuhan.


"J4l4ng si4l4n, rupanya kau sudah sangat basah." cibir Alex saat sebelah tangannya nampak membelai milik wanita itu di bawah sana yang sudah sangat lembab dan siap ia masuki.


Tapi Alex takkan secepat itu melakukannya, ia harus membuat wanita itu tersiksa terlebih dahulu hingga membuatnya memohon dan memohon padanya.


Kedua jarinya kini telah menerobos masuk ke dalam milik wanita itu lalu menggerakkannya keluar masuk dan tentu saja itu membuat Elsa semakin mendesah, belum lagi isapan bibir pria itu di dadanya membuatnya semakin tak bisa berpikir jernih.


"Aahhhh, a-aku mau keluar." tubuh Elsa mulai menegang dan siap mendapatkan pelepasannya, namun detik selanjutnya Alex justru menghentikan perbuatannya.


Mengeluarkan jarinya yang penuh cairan itu dan menjauhkan bibirnya dari bulatan montok milik wanita itu.


"Si4l4n, apa yang kamu lakukan ?" Elsa nampak kecewa karena di saat ia sudah hampir naik ke nirwana pria itu tiba-tiba menghempaskannya ke dasar bumi.


"Hanya pemanasan sayang, jika kau menginginkan yang lebih dari itu memohonlah." ucap Alex tanpa perasaan, tangannya yang masih di bawah sana nampak membelai belahan milik wanita itu yang benar-benar sangat lembab dan membuat miliknya di bawah sana juga sudah sangat sesak ingin di keluarkan.


"Ahhh si4l4n, kau benar-benar bajingan." umpat Elsa, ia ingin segera terbebas dari pria itu namun kini ia juga sangat menginginkan tubuhnya.


"Memohonlah jika kau tak ingin lebih tersiksa lagi." Alex nampak tersenyum menyeringai saat jarinya menekan tonjolan milik wanita itu di bawah sana yang tentu saja membuat Elsa semakin tak bisa menahan dirinya lagi.


Wanita itu nampak menatap Alex dengan wajah memelas. "Please, I really want you." mohonnya di tengah desahannya dan itu membuat Alex nampak tersenyum miring.


"As you want, baby." sahutnya kemudian.

__ADS_1


"Sampai kau tak mampu pergi dariku barang selangkah pun."


__ADS_2