
Elsa langsung menemui Celine yang berteriak seperti orang gila di depan gerbang rumahnya, meski sang security sudah berusaha mengusirnya.
"Biarkan saja, pak !!" perintah Elsa seraya berjalan mendekat, wanita yang masih mengenakan kimono mandi serta membungkus rambutnya yang basah dengan handuk itu nampak membuka pintu gerbang.
"Dasar J4l4ng kurang ajar, beraninya kau menggoda suamiku." Celine langsung menyerang Elsa, beruntung security sigap mencegah sebelum wanita itu benar-benar melukai sang nona mudanya.
"Apa kau sedang mengatai dirimu sendiri ?" ucap Elsa dengan melipat tangannya di depan dadanya, pandangannya nampak angkuh menatap wanita itu.
"Kau !!" Celine semakin ingin menghajar wanita di hadapannya itu.
"Jika dirimu baik mungkin aku bisa menerimanya tapi nyatanya kau tak lebih buruk dariku, oh ya pagi-pagi begini bagaimana rasanya memuaskan pria lain selain suamimu hm ?" cibir Elsa dengan pandangan mengejek dan tentu saja itu membuat Celine nampak melebarkan matanya, apa wanita itu mengetahui perbuatannya dengan Marco tadi.
"Tidak, itu tidak mungkin."
"Kurang ajar, kamu yang telah berusaha menggoda suamiku jadi jangan memutar balikkan fakta, katakan apa yang di lakukan suamiku padamu semalam hah ?" Celine berusaha meraih tubuh Elsa namun security masih memegang kedua lengannya dengan kuat.
"Apa yang di lakukan suamimu padaku ?" Elsa menjeda ucapannya lalu sedikit mengusap lehernya yang penuh dengan tanda kepemilikan, bahkan dadanya yang sedikit menyembul dari balik kimono yang di kenakannya pun nampak tercetak bekas kemerahan di sana.
"Silakan bertanya sendiri pada suamimu dan tolong sampaikan juga padanya aku sangat puas." imbuhnya kemudian dengan pandangan mengejek.
"Kau !!" Celine sangat meradang, namun Elsa yang tak ada waktu untuk meladeni wanita itu segera berlalu meninggalkannya masuk ke dalam rumahnya kembali.
"J4l4ng si4l4n, awas saja kamu !!" teriak Celine dengan nyaring, lalu wanita itu langsung menghempaskan tangan sang security saat cekalannya mulai mengendur.
"Jangan berani menyentuhku !!" teriaknya lalu segera berlalu menuju mobilnya.
Sementara itu di tempat lain Alex yang tak mendapati istrinya di rumah langsung murka. "Kemana perginya istriku, bagaimana bisa kalian semua tidak tahu ?" hardiknya pada beberapa pelayan serta penjaga mansionnya tersebut.
"Kami kurang tahu tuan, bukankah dari dulu nyonya memang seperti itu pergi kemana pun tanpa memberitahu kami dan kami rasa anda sebelumnya juga tidak keberatan dengan hal itu." sahut sang kepala pelayan yang sudah bertahun-tahun mengabdi di rumah tersebut, entah apa yang terjadi dengan tuan besarnya itu hingga pulang dalam keadaan kacau dan marah besar.
__ADS_1
"Mulai detik ini laporkan padaku kemana pun istriku pergi, mengerti !!" perintah Alex seraya menatap satu persatu para pelayannya, setelah itu segera berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Elsa benar-benar sukses membuat moodnya berantakan dan ia harus segera menuntaskan hasratnya sebelum benar-benar ingin melenyapkan siapa saja yang membuatnya kesal.
Setelah merasa lebih baik Alex segera pergi ke kantornya, ia tak ingin emosinya terus-menerus di permainankan oleh wanita si4l4n itu.
"Kamu baru datang? aku sedari tadi menunggumu di sini ?" tegur Celine ketika melihat suaminya baru sampai kantornya.
"Menungguku? untuk apa ?" Alex nampak menautkan sebelah alisnya tak mengerti.
"Berhentilah berpura-pura menjadi sosok suami yang setia, sekarang katakan apa yang kamu lakukan di rumah J4l4ng itu semalaman !!" teriak Celine dengan berapi-api.
"Kecilkan suaramu !!" perintah Alex kemudian.
"Kenapa? apa kamu takut jika perbuatan bejatmu di ketahui oleh semua karyawanmu hah ?" Celine semakin meradang, ia masih tak menyangka jika pria yang selama ini ia anggap sangat setia itu rupanya juga telah bermain-main di belakangnya.
"Aku tidak melakukan seperti apa yang kamu tuduhkan itu, jadi berhentilah menuduhku yang tidak-tidak." timpal Alex mencari pembelaan.
"Apa aku juga harus percaya padamu, hm? jika setelah kejadian itu kau tak mengulangnya lagi bersama pria lain ?" Alex balik menuding istrinya itu.
"A-aku tentu saja tidak mengulanginya lagi, aku sudah sangat menyesal sayang tolong percayalah padaku. Baiklah aku akan tetap memaafkan mu jika memang kamu sudah menidurinya semalam, tapi aku mohon segera lupakan dia dan kembalilah padaku." mohon Celine seraya memeluk suaminya itu, sungguh ia tidak ingin kehilangan pria sebaik Alex.
"Tapi aku tidak pernah menidurinya." timpal Alex kemudian dan itu membuat Celine langsung menatapnya, mencari kejujuran di matanya jika apa yang di katakan oleh wanita penggoda itu tidaklah benar.
"Hm, aku percaya padamu. Terima kasih sudah menjaga cinta kita, ku mohon tetaplah menjadi Alex suamiku yang ku kenal." Celine kembali memeluk pria itu, ia percaya dengan ucapannya dan ia yakin wanita penggoda itu hanya ingin membuatnya marah.
Sementara Alex nampak menghela napasnya, sudah lama ia tak merasakan lagi getaran bersama wanita itu namun entah kenapa hingga kini ia masih mempertahankannya.
"Kamu darimana pagi-pagi sudah meninggalkan rumah ?" tanyanya seraya mengurai pelukan istrinya itu.
__ADS_1
"A-aku, ada urusan sebentar." sahut Celine beralasan.
"Urusan? apa sangat penting hingga membuatmu harus pergi pagi-pagi ?" tanya Alex kemudian, meski sebenarnya ia kurang peduli dengan urusan wanita itu.
Sejak lima tahun lalu hubungannya dengan istrinya itu memang sudah hambar, jadi Alex tak terlalu peduli dengan apa yang di lakukan oleh wanita itu di luaran sana. Kecuali wanita itu berbuat sesuatu yang mencoreng nama baiknya, mungkin lain lagi ceritanya.
"Aku mendapat kabar jika te-teman baikku tiba-tiba sakit jadi aku segera pergi untuk melihat keadaannya." sahut Celine beralasan.
Mendengar itu Alex nampak mengangguk kecil, kemudian segera melangkah menuju kursi kerjanya. "Apa dia baik-baik saja ?" ucapnya seraya menghempaskan bobot tubuhnya di sana.
"Hm, syukurlah dia baik-baik saja. Hanya perlu istirahat saja." Celine langsung meyakinkan.
"Baiklah, lebih baik pulanglah. Cuaca juga sedang buruk akhir-akhir ini jadi kurangi kegiatanmu di luar rumah." ucap Alex kemudian.
"Terima kasih atas perhatiannya." mendapatkan perhatian tiba-tiba dari suaminya tentu saja Celine sangat senang, karena selama ini perhatian pria itu hanya sebatas materi.
"Hm." Alex mengangguk kecil lalu mulai sibuk memeriksa berkas-berkas di hadapannya.
Tak ingin mengganggu, Celine segera berpamitan untuk pulang. Meski ia tak yakin jika pria itu tak benar-benar memiliki hubungan dengan wanita penggoda itu, karena ia akan terus mencari tahu.
Sedangkan Alex yang kini menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya nampak memijit pelipisnya yang tiba-tiba nyeri.
Selama ini ia begitu tak peduli dengan urusan istrinya itu, entah wanita itu bergaul dengan siapa atau sedang melakukan apapun sungguh ia tak peduli karena ia memang tak lagi mencintainya.
Sejak penghianatan wanita itu, perasaannya mulai hambar meski ia sudah berusaha untuk memaafkannya dan melupakan semuanya.
"Haruskah aku mulai peduli dengan apa yang dia lakukan ?" gumamnya, kemudian ia segera meraih ponsel di atas meja kerjanya lantas menghubungi seseorang.
"Jack, perintahkan beberapa anak buahmu untuk mengawasi istriku selama 24 jam!! Aku merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku." perintahnya kemudian.
__ADS_1
"Baik tuan."