
"Pri-pria lain siapa ?" Anne langsung bangun dari tidurnya lalu bersandar di headoard ranjangnya saat suaminya tiba-tiba menuduhnya jika ia menginginkan pria lain selain dirinya.
"Menurutmu ?" James menatap istrinya itu dalam.
"Setelah Papa tiada satu-satunya pria di hidupku cuma kamu." sahut Anne dengan mimik serius dan itu membuat James nampak mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.
"Aku hanya becanda, jika pun ada pria lain dalam hidupmu aku pasti akan melenyapkannya." ucap James tak main-main seraya mengusap rahang istrinya itu dengan lembut.
Sementara Anne nampak menelan ludahnya, ucapan suaminya benar-benar terdengar menakutkan di telinganya.
"I-itu tidak akan pernah terjadi, percayalah." ucapnya meyakinkan.
James menatap lekat istrinya itu, kemudian ia mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibirnya dengan lembut seraya menarik pinggangnya agar semakin merapat padanya.
Sungguh James sangat merindukan wanita itu, hampir satu minggu tak bertemu membuatnya hampir gila apalagi saat mengetahui tingkahnya selama tak ada dirinya.
Istrinya itu benar-benar membuatnya tak tenang bekerja dan ia harus memberikannya sedikit pelajaran.
James nampak semakin memperdalam ciumannya, Lum4t4n di bibir wanita itu yang tadinya lembut kini berubah sedikit kasar dan menuntut.
Tangannya yang bebas pun mulai menjalar untuk melepaskan kancing piyama istrinya itu satu persatu hingga kini menyisakan pakaian d4l4mnya saja.
James yang sudah beberapa hari ini menahan gairahnya nampak tak sabar untuk segera memasuki wanita itu, miliknya di bawah sana yang telah mengeras membuatnya langsung melucuti sisa kain yang menutupi tubuh indah wanita itu dengan tak sabaran.
"Aku sangat merindukan ini." James langsung m3r3m4s bongkahan kenyal milik wanita itu lalu m3lum4t puncaknya yang telah menegang akibat sentuhannya.
Menyesapnya dengan sedikit kasar sembari m3r3m4s sebelahnya yang langsung membuat istrinya itu mengerang nikmat.
"Enak, hm ?" ucap James seraya menatap wanita itu yang nampak tak karuan karena perbuatannya, bahkan kini tangannya mulai menjalar turun ke bawah lalu mengusap liang lembab yang sudah sangat basah itu.
"Sial, kamu membuatku tak bisa menahannya lagi sayang." umpat James saat merasakan miliknya sudah sangat mendesak ingin di keluarkan dari sarangnya.
__ADS_1
Namun saat mengingat perbuatan bodoh wanita itu membuatnya ingin lebih lama menyiksanya.
Kini kedua tangannya dengan lihai memainkan kedua area sensitif wanita itu, di permainankan dengan begitu dahsyat membuat Anne semakin mengerang tak karuan.
Tubuhnya sesekali melengkung ke atas saat gelombang pelepasan hampir saja sampai, namun saat ia ingin melepaskan suaminya itu langsung menghentikan aksinya.
"Ah Sayang, please." mohon Anne, wajahnya nampak memerah karena di permainankan begitu saja oleh suaminya itu.
"Katakan apa yang kau inginkan, hm ?" ucap James seraya kembali mempermainkan kedua titik area wanita itu.
"Aku menginginkan mu, please." mohon Anne di tengah d3s4h4nnya akibat sentuhan pria itu dan itu membuat James nampak tersenyum menyeringai kemudian segera beranjak lalu melucuti pakaian kerjanya hingga kini sama polos seperti wanita itu.
"As you wish, sayang." James langsung mengarahkan keperkasaannya di liang surgawi istrinya itu yang sudah sangat basah akibat ulahnya tadi.
Hingga kini tubuh keduanya saling menyatu lalu saling bekerja sama untuk mencapai kenikmatan yang tak bisa mereka definisikan dengan kata-kata.
Saking nikmatnya hingga membuat mereka enggan untuk menyudahi sebelum merasa puas dan lelah.
Siang harinya Anne yang baru mengerjapkan matanya setelah kembali tidur usai percintaan mereka tadi pagi membuatnya langsung beranjak dari ranjangnya.
"Aku terlambat bekerja." ucapnya kemudian, namun saat hendak turun dari ranjangnya tubuhnya kembali di tarik lagi oleh sang suami yang rupanya masih tidur bersamanya.
"Tidurlah, hari ini aku melarangmu ke kantor." ucap James dengan mata masih terpejam.
"Tapi aku belum ijin pada nyonya Darrien, dia pasti akan marah saat mengetahui karyawannya tak masuk kerja tanpa alasan. Bagaimana jika nanti aku di pecatnya? padahal aku masih ingin bekerja." keluh Anne kemudian.
"Tidak ada ceritanya karyawan biasa memecat istri wakil direkturnya, kecuali dia sudah bosan hidup." timpal James dengan mata masih terpejam.
"Tapi diakan tidak tahu jika aku istrimu." sanggah Anne kemudian.
"Ya sudah nanti aku kasih tahu." sahut James yang tentu saja membuat Anne langsung melotot.
__ADS_1
"Ja-jangan di kasih tahu." Anne langsung bersungut-sungut
"Kalau begitu tetap di sini dan temani aku tidur !!" perintah James kemudian hingga membuat Anne mau tak mau patuh, lalu membiarkan pria itu memeluknya dengan sesuka hati.
Namun ia yang sudah tak mengantuk nampak gelisah, bergerak kesana kemari hingga membuat sang suami kembali terbangun.
"Diamlah sayang, kau akan membangunkannya jika bergerak terus." gerutu James saat merasakan miliknya tak sengaja tegesek oleh pinggul wanita itu hingga kini mulai kembali menegang.
"Tapi aku lapar." keluh Anne yang memang belum makan apapun setelah mereka bercinta tadi pagi.
"Kamu lapar ?" James langsung membuka matanya lalu menatap istrinya itu.
"Hm, sepertinya dedek bayi ingin makan." Anne langsung mengangguk dan membuat James mau tak mau beranjak dari duduknya.
"Diamlah di sana jangan bergerak kemana pun !!" perintahnya saat istrinya merangksek ingin menjauh.
"Tapi aku harus berganti pakaian." mohon Anne, sangat memalukan jika pelayannya itu melihat keadaannya.
"Kau akan tetap cantik meski makan tanpa berpakaian." timpal James tanpa perasaan seraya menghubungi seseorang di ponselnya, sementara Anne nampak mencebik kesal.
"Bi Ester, tolong bawakan semua makanan kesukaan istriku ke kamar !!" perintahnya kemudian.
"Biarkan aku berganti pakaian dulu, bagaimana jika bi Ester melihatku dengan keadaan seperti ini ?" mohon Anne lagi.
"Dia akan mendadak buta dan tuli saat masuk ke kamar ini." tegas James dan tak berapa lama pintu kamarnya di ketuk dari luar.
"Selamat siang tuan dan nyonya saya membawakan makan siang untuk kalian." ucap Bi Ester setelah membuka pintunya, melewati beberapa pakaian yang berserakan di atas lantai lalu meletakkan troli makanan di samping ranjang nyonyanya tersebut.
"Terima kasih Bi." ucap Anne dengan wajah merah padam karena malu pada wanita itu.
"Makanlah yang banyak, karena hari ini aku takkan membiarkan mu keluar dari kamar ini hanya untuk berkeliaran di taman." ucap James yang langsung membuat Anne melebarkan matanya.
__ADS_1
Apa selama ini suaminya mengetahui jika ia sering makan siang di taman bersama dengan Marco?
"Mati aku."'