
Setelah semua orang menyudutkannya Anne barulah beranjak dari duduknya, inilah kekurangan sebagian banyak orang Indonesia yang mudah percaya dengan suatu berita yang belum terjamin kebenarannya.
"Apa Mama mempunyai bukti jika aku telah menggoda Arya ?" ucap Anne kemudian, sedari tadi ia membiarkan semua orang menyudutkannya dan kini saatnya ia yang berbicara.
"Tentu saja Mama punya bukti, ini pak Tarno security di kompleks yang telah melihat kamu menggoda Arya." sahut nyonya Kartika seraya menunjuk ke arah security kompleks perumahannya tersebut.
"Iya benar bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, saya kemarin memang melihat mereka berdua sedang berpelukan di halaman rumah ini." terang pak Tarno yang langsung membuat suasana kembali riuh.
"Huh, dasar janda gatal." teriak beberapa tamu undangan di sana terutama para ibu-ibu.
"Itu tidak benar, aku tidak pernah memeluknya. Arya yang duluan menggodaku dan berusaha menciumku." bantah Anne.
"Apa kamu sudah gila? aku sudah mempunyai istri secantik ini untuk apa aku menggoda janda sepertimu." kali ini Arya dengan lantang langsung mematahkan pernyataan Anne dan lagi-lagi pria itu mendapatkan dukungan oleh para tamu undangan di sana.
"Pak Arya pejabat yang baik di kota ini dan beliau tidak mungkin berbohong." ucap salah satu dari mereka.
"Iya nih ngeles saja, usir saja wanita itu dari kompleks sini." ucap yang lainnya menanggapi.
Anne nampak tersenyum sinis, sepertinya kata-kata saja tak mampu meyakinkan mereka dan ia harus melakukan sesuatu.
Tak berapa lama tiba-tiba terdengar percakapan di sebuah layar proyektor di atas panggung hingga semua mata tertuju ke sana.
"Aku kaya, aku mempunyai segalanya. Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan."
"Maaf Ar, aku tetap tidak bisa."
"Jangan terlalu jual mahal An, harusnya kamu bersyukur janda sepertimu masih ada yang mau."
"Aku sedang sibuk, tolong pulanglah Ar !!"
__ADS_1
Di layar tersebut Arya nampak mencekal tangan Anne yang hendak pergi dan dengan gerakan cepat pria itu langsung memeluknya dan ingin menciumnya, namun tiba-tiba nyonya Kartika dan Tasya datang.
"Kalian sudah lihat dan dengarkan aku tidak pernah menggoda Arya." tegas Anne setelah melihat video rekaman cctv rumahnya tersebut.
Arya yang sedang mendapatkan tatapan tajam dari sang istri dan ibu mertuanya itu nampak menelan salivanya.
"Sayang, jadi benar kamu yang menggoda kak Anne duluan ?" tasya langsung meminta penjelasan.
"I-itu tidak benar sayang, sebelum-sebelumnya dia yang menggodaku duluan dan aku lelaki normal jika terus menerus di goda lama-lama juga tergoda sayang. Tapi percayalah aku cuma mencintaimu." terang Arya membela diri dengan menggenggam erat tangan wanita yang baru beberapa saat menjadi istrinya tersebut.
Kemudian pria itu mengangkat wajahnya menatap para tamu undangan. "Sekarang saya tanya pada bapak-bapak semua di sini, bagaimana jika kalian terus-menerus di goda oleh wanita? saya yakin kalian pasti juga akan tergodakan ?" ucapnya seraya mengedarkan pandangannya ke arah para tamu lelaki di sana.
Tentu saja mereka langsung menatap ke arah Anne, wanita cantik dengan kulit putih bersih itu nampak sedap di pandang mata. Tubuhnya yang aduhai tentu saja membuat mereka juga tertarik meski tanpa di goda sekalipun.
"Bahkan belum di goda pun kalian sepertinya sudah sangat tertarik." cibir Arya yang tentu saja langsung membuat semua ibu-ibu di sana gaduh dengan saling memperingatkan suaminya masing-masing.
Tiba-tiba bu RT merebut mikrofon di tangan Arya. "Apapun alasannya saya sudah memutuskan untuk mengusir Anne dari sini, karena saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Mungkin hari ini tuan Arya yang di goda, bagaimana jika besok-besok adalah suami kita yang di godanya." ujar bu RT yang langsung di setujui oleh ibu-ibu kompleks yang lainnya.
"Iya, usir saja janda itu !!" teriak yang lainnya.
"Iya, benar."
"Usir !!"
"Usir !!"
Anne nampak menelan ludahnya, ia sudah berusaha memberikan bukti namun sepertinya mereka tak begitu peduli akibat kecemburuan yang sudah menggelapkan mata mereka.
Apa seburuk itukah citra janda di mata mereka? bukankah di luaran sana banyak yang menjadi janda bukan karena atas kemauannya? ia yakin masih banyak wanita berstatus janda yang mampu menjaga kehormatannya dengan baik.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan pergi dari rumahku sendiri." tegas Anne kemudian saat beberapa orang mulai mendekatinya.
"Kami tidak mau tahu, kamu harus pergi dari sini !!" keukeh mereka dengan menarik paksa tangan Anne.
"Tunggu, putriku bukan seorang janda bahkan saat ini dia sedang mengandung." tiba-tiba pak Wijaya datang dengan kursi rodanya, pria paruh baya yang sedari tadi di perintahkan istrinya untuk tetap tinggal di kamarnya itu akhirnya tak tahan juga mendengar sang putri di perolok oleh banyak orang.
"Papa ?" Anne langsung berlari mendekati sang ayah.
"Tenanglah Nak, ada Papa di sini." Pak Wijaya langsung menenangkan putrinya tersebut.
"Apa benar yang pak Wijaya katakan, jika memang dia bukan seorang janda lalu mana suaminya? bahkan sejak kedatangannya di sini kami tak pernah melihat suaminya datang." timpal salah satu warga di sana.
"Benar, apalagi dia sedang hamil sebagai suami yang baik pasti akan menemani istrinya. Tapi mana? sudahlah pak Wijaya dari pada anak bapak bikin resah warga sini lebih baik dia segera meninggalkan kompleks ini." timpal yang lainnya.
"Iya benar, usir saja wanita penggoda itu dari sini !!"
Suara riuh kembali terdengar dan itu membuat tuan Wijaya nampak memegangi dadanya yang tiba-tiba nyeri.
"Papa, apa Papa baik-baik saja ?" Anne langsung panik namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh beberapa ibu-ibu di sana.
"Lepaskan aku, Papaku sedang sakit !!" teriak Anne berusaha memberontak.
"Sudah usir saja ibu-ibu, masih ada aku yang akan mengurus suamiku karena selama ini juga aku dan Tasya yang mengurusnya sedang dia hanya sibuk menggoda laki-laki di luaran sana." ucap nyonya Kartika ikut menambahi hingga membuat para ibu-ibu yang sudah kalap karena takut suaminya di goda oleh Anne langsung menarik paksa tangan wanita itu dan membawanya pergi dari sana.
"Tidak, ku mohon papaku membutuhkan ku saat ini. Papaku sedang sakit." mohon Anne seraya menatap ayahnya yang masih memegangi dadanya.
"Cepat bawa pergi dia, sebelum suami kalian di goda seperti dia menggodaku !!" perintah Arya memanasi yang tentu saja membuat mereka semakin bersemangat mengusir Anne dari sana.
Anne langsung di bawa oleh beberapa ibu-ibu menjauh dari tempat acara tersebut sampai sebuah suara seseorang menghentikan mereka.
__ADS_1
"Lepaskan wanita itu !!" tiba-tiba suara bariton seseorang terdengar menggelegar hingga membuat semua orang menatap ke arahnya.