Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~311


__ADS_3

Elsa yang baru turun dari mobilnya nampak menatap gedung yang menjulang tinggi di hadapannya, ini kali kedua wanita itu menginjakkan kakinya di sana.


Hanya memakai celana pendek, tshirt serta sendal jepit membuat wanita itu nampak ragu untuk masuk, mengingat semua karyawan di sana berpenampilan glamor dan mewah.


"Mari silakan, nyonya." ucap Jack saat wanita itu tak kunjung melangkah.


"Sepertinya kita pulang saja, tuan Jack." ucap Elsa lantas kembali berbalik badan untuk membuka pintu mobilnya dan bersamaan itu nampak sebuah mobil berhenti di tepat sebelahnya.


"Selamat pagi, tuan." sapa Jack saat melihat Alex baru keluar dari mobil tersebut.


"Hm, pagi." sahut Alex lantas pandangannya beralih ke arah Elsa, menatapnya dari atas hingga ke bawah.


"Apa tak ada pakaian lain yang bisa kamu kenakan ?" ucapnya kemudian dan tentu saja itu membuat Elsa merasa terhina, apa selera pakaiannya begitu buruk?


"Maaf, aku tadinya tak berniat datang kesini. Aku hanya merasa khawatir dengan keadaanmu tapi sepertinya hari ini kamu sangat baik." timpalnya kemudian.


"Ayo tuan Jack, antar aku pulang." imbuhnya seraya berbalik badan untuk membuka pintu mobilnya namun tiba-tiba tangannya langsung di cekal oleh Alex.


"Siapa yang menyuruhmu pulang ?" ucapnya dengan nada datar.


"Aku sendiri, kamu lihat penampilanku sangat buruk dan aku tak ingin membuatmu malu di depan semua karyawanmu." sahut Elsa seraya menatap penampilannya sendiri.


"Bukan itu maksudku, ayo ikutlah masuk !!" Alex langsung membawa wanita itu melangkah menuju kantornya.


"Tapi...." Elsa hendak menolak namun pria itu tetap membawanya masuk.


"Selamat pagi, tuan Alex." sapa beberapa karyawan saat Alex baru datang.


"Hm, jaga mata kalian jika ingin masih ingin bekerja !!" perintah Alex hingga membuat beberapa karyawan pria di sana langsung menundukkan pandangannya saat hendak menatap Elsa.


Kemudian Alex segera membawa wanita itu masuk ke dalam lift menuju ruangannya.


"Lain kali perhatikan pakaianmu jika mau keluar rumah, apa kamu sengaja ingin menggoda semua pria ?" ucap Alex dengan nada dingin namun itu justru membuat hati Elsa menghangat, rupanya pria itu tak ingin orang lain melihat pakaiannya yang terbuka.


"Terima kasih." timpalnya kemudian.


"Untuk ?" Alex langsung menatap wanita itu.


"Semuanya." sahut Elsa.


"Hm." Alex nampak mengangguk kecil.


"Kamu masih marah ?" tanya Elsa kemudian.


"Ayo, aku ada meeting pagi ini." ucap Alex saat lift terbuka dan mengabaikan pertanyaan wanita itu.


"Jika kamu ada meeting, lebih baik aku pulang saja." Elsa langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Hanya sebentar, tunggu saja di ruanganku." ucap Alex seraya melangkah menuju ruangannya.


"Selamat pagi." sapa seorang wanita cantik yang duduk di meja kerja tepat di seberang pintu ruangan pria itu.


"Pagi July, kenalkan ini Elsa calon istriku." Alex langsung menarik Elsa mendekat.


"Hai, aku July. Senang bertemu denganmu aku adalah...." ucapan July langsung terjeda saat Elsa menyelanya.


"Sekretaris calon suamiku, benar begitu ?" ucap Elsa dan wanita bernama July itu langsung mengangguk namun saat akan kembali membuka bibirnya, Elsa nampak melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut dan mengabaikannya.


"Kenapa cari sekretaris harus yang cantik ?" gerutu Elsa kemudian.


"Kamu mengatakan sesuatu ?" tanya Alex kemudian.


"Tidak, lupakan." sahut Elsa, lantas menghempaskan bobot tubuhnya di atas sofa.


"Baiklah, tunggu di sini aku akan meeting sebentar." ucap Alex kemudian.


"Dengan sekretarismu itu juga ?" tanya Elsa lagi.


"Tentu saja, dia yang mempersiapkan semua keperluannku." sahut Alex, kemudian segera meninggalkan ruangannya itu.


Sementara Elsa nampak kesal dengan jawaban pria itu. "Tak pernah belajar dari pengalaman." gerutunya mengingat sekretaris pria itu sebelumnya pernah menggodanya.


Kemudian Elsa segera beranjak dari duduknya lalu melangkah menuju kursi pria itu, menghempaskan bobot tubuhnya di sana dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut meja di hadapannya itu.


Lalu ia tak sengaja menatap sebuah desain rumah yang sangat indah. "Amerika ?" ucapnya saat melihat keterangan pada gambar tersebut.


Elsa segera meletakkannya kembali, apapun yang berhubungan dengan negara itu ia tidak tertarik dan takkan pernah tertarik.


Negara itu hanya akan membuat lukanya kembali terbuka dan ia tak ingin itu terjadi lagi.


Karena tak ada lagi yang menarik dari isi meja pria itu, Elsa nampak menyandarkan punggungnya di sandaran kursi belakangnya dan tak berapa lama wanita itu tertidur.


"Astaga, benarkah? itu sangat lucu." terdengar suara seorang wanita terkekeh di saat pintu ruangan di buka dan itu membuat Elsa langsung mengerjapkan matanya.


Wanita itu nampak memicing saat melihat keakraban calon suaminya dan sekretaris barunya tersebut.


"Baiklah, kamu bisa kembali ke mejamu July !!" perintah Alex kemudian, setelah itu pria itu segera menutup pintunya.


"Ketiduran ?" ucapnya saat melihat Elsa masih duduk di kursinya dengan memperbaiki penampilannya.


"Hm, aku mau pulang sepertinya kamu sangat sibuk." sahut Elsa seraya beranjak dari duduknya lantas mengambil tasnya di atas sofa.


"Aku tidak sedang sibuk." sahut Alex dari tempatnya berdiri.


"Siapa tahu masih sibuk dengan sekretaris barumu itu, siapa namanya tadi? ah sepertinya tidak penting untuk ku ketahui." timpal Elsa seraya melangkah pergi, namun Alex langsung menahan lengannya.

__ADS_1


"Ada apa denganmu ?" ucapnya kemudian.


"Tidak ada, mungkin karena aku pengangguran jadi terlalu over thinking. Maafkan aku, sepertinya aku akan memasukkan beberapa lamaran." sahut Elsa.


"Maksud kamu ?" Alex langsung mengernyit menatap calon istrinya itu.


"Aku sudah mencoba untuk tidak memikirkan hal ini tapi tetap saja aku kepikiran, aku kepikiran kamu tidur di hotel semalam lalu aku juga kepikiran tentang sekretaris barumu itu. Kalian terlihat, akrab." terang Elsa mengeluarkan uneg-unegnya yang mengganjal di hatinya.


"Tapi kamu tenang saja aku akan menghilangkan pikiran-pikiran tidak penting itu dengan sibuk bekerja, untuk itu aku berniat memasukkan beberapa lamaran." imbuh Elsa lagi.


"Sudah selesai bicaranya ?" Sela Alex kemudian.


"Semalam aku tidur di hotel karena kalau harus kembali ke kantor itu terlalu jauh dan ya aku sangat lelah dan mengantuk semalam jadi jangan berpikiran macam-macam, aku sendirian di hotel kamu bisa mengeceknya." terang Alex mencoba menjelaskan.


"Dan sekretaris baruku itu namanya July, dia bukan orang lain bagiku. Bisa di bilang dia satu-satunya keluargaku yang tersisa, dia putri dari adik mendiang ibuku." imbuh Alex kemudian dan itu membuat Elsa nampak terkejut.


"Kamu tak perlu khawatir, aku selalu belajar dari pengalaman dan aku tidak mungkin mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya." terang Alex lagi dan itu membuat Elsa semakin merutuki dirinya karena lagi-lagi meragukan pria itu.


"Maafkan aku." ucapnya kemudian.


"Aku tahu kamu memiliki trust issue dalam sebuah hubungan tapi cobalah pelan-pelan untuk menghilangkan itu semua, karena aku tidak mungkin tega menyakitimu." mohon Alex lantas melangkah menuju meja kerjanya, namun Elsa langsung memeluknya dari belakang.


"Tolong, maafkan aku." ucapnya kemudian.


Alex nampak menggenggam tangan wanita itu yang melingkar di perutnya lantas ia berbalik badan.


"I love you, Elsa Muller. Tolong percaya padaku." ucapnya seraya menatap wanita itu dengan lekat.


"Hm, i love you too." Elsa mengangguk lantas sedikit berjinjit untuk mencium bibir pria itu dan tentu saja langsung di sambut hangat oleh Alex.


Mereka nampak saling berciuman, m3lum4t dan bertukar saliva sampai pada akhirnya pria itu segera melepaskan panggutannya.


"Mau ku antar pulang ?" ucapnya seraya mengusap lembut sudut bibir wanita itu yang sedikit basah karena ulahnya tadi.


"Pulang ?" timpal Elsa.


"Hm, kamu pasti akan bosan menemaniku bekerja seharian di sini." sahut Alex seraya kembali ke meja kerjanya.


Elsa yang kembali merasakan sikap dingin pria itu nampak tertegun, biasanya pria itu selalu menggebu dalam menyentuhnya namun kini terkesan dingin dan seolah tak menginginkannya.


"Semoga hanya perasaanku saja." gumam Elsa kemudian.


"Aku pulang bersama tuan Jack saja, bekerjalah dan jangan telat makan siang." ucap Elsa dengan mengulas senyumnya.


"Baiklah, hati-hati di jalan." sahut Alex.


Setelah wanita itu meninggalkan ruangannya, Alex nampak menghela napas beratnya saat merasakan miliknya di bawa sana bereaksi tak karuan.

__ADS_1


"Ah, sial." gumamnya lantas segera berlalu ke toilet yang berada di dalam ruangannya tersebut.


__ADS_2