Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~248


__ADS_3

Alex yang bersandar di tepi meja kerjanya nampak mengawasi Elsa yang sedang membantunya membuat desain rancangan proyeknya kembali.


Ia tak yakin wanita itu dapat menyelesaikan pekerjaan yang menurutnya sedikit sulit dan pasti membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.


Namun pria itu tetap santai meski wanita itu pada akhirnya akan gagal, karena hukuman darinya sudah menanti.


"Lebih baik kau simpan tenagamu agar nanti lebih berguna, daripada melakukan hal yang sia-sia." cibirnya meremehkan.


"Ck, harusnya kamu mulai siapkan mental karena permintaanku takkan biasa." balas Elsa di tengah keseriusannya, namun itu justru membuat Alex tertawa mengejek.


"Kau pikir membuat desain bangunan sama seperti menggambar baju lalu mengguntingnya ?" ucapnya menghina.


"Diamlah, paling tidak menggambar adalah bakatku. Hanya dengan melihat sepotong kain saja aku bisa menebak akan menjadi berapa pakaian dan berapa keuntungan yang akan ku dapatkan, bahkan sisa potongan kain pun bisa ku jadikan nilai tambah setelah itu." balas Elsa berdasarkan pengalamannya.


"Kau tak bisa menyamakan kain dan bangunan, itu dua benda dengan nilai bagai bumi dan langit." ucap Alex mengingatkan.


"Paling tidak mereka sama-sama di desain." sahut Elsa tak mau kalah.


"Ck, terlalu menyepelekan." cibir Alex lagi, namun Elsa tak lagi membalasnya. Wanita itu terlihat serius mempelajari materi yang di berikan oleh pria itu.


Sementara Alex yang kini kembali duduk di kursi kerjanya masih nampak memperhatikan Elsa, jika di lihat-lihat wanita itu tidak cocok menjadi wanita penggoda.


Entah apa tujuan wanita itu mendekatinya, namun jauh dalam lubuk hatinya ia senang bisa bertemu dengannya. Hidupnya mulai berwarna saat kehadiran wanita itu dan jantungnya selalu berdetak lebih cepat ketika menghadapinya.


"Apa kamu sedang mengaggumi kecantikanku ?" sindir Elsa tiba-tiba saat ia memergoki Alex diam-diam sedang memperhatikannya.


"Omong kosong." Alex langsung membuang mukanya.


"Lalu kenapa menatapku seperti itu ?" tanya Elsa lagi.


"Aku sedang mengawasimu, aku tidak ingin proyekku gagal untuk kedua kalinya karena kamu bermain-main dalam mengerjakannya." tegas Alex.


"Ck, kamu pikir aku karyawanmu? Panggil tim kebanggaanmu itu, perintahkan mereka untuk menyelesaikan semuanya. Aku lapar dan ingin makan siang." perintah Elsa kemudian, perutnya selalu keroncongan di saat jam makan tiba.


"Tidak perlu, biar aku yang melanjutkannya." Alex segera beranjak dari duduknya, kemudian berlalu mendekati wanita itu yang sedang duduk di sofa tak jauh darinya.


Pria itu nampak memeriksa hasil pekerjaan Elsa, kenapa rasanya lebih bagus dan rapi pekerjaan milik wanita itu.


"Tidak terlalu buruk, meskipun nanti tetap gagal itu tidak membuatku rugi-rugi amat." ucapnya kemudian.


"Paling tidak berterima kasihlah padaku ?" timpal Elsa seraya beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Kau mau kemana ?" Alex langsung menahan tangan wanita itu saat hendak pergi.


"Aku sangat lapar." sahut Elsa.


"Baiklah, duduk diam di sini biar sekretarisku yang menyiapkan makan siang untukmu." Alex menyuruh Elsa untuk kembali duduk lalu ia menghubungi sekretarisnya.


Beberapa saat kemudian beberapa makanan nampak terhidang di ruangan pria itu dan tentu saja Elsa langsung menikmatinya dengan senang hati.


Setelah itu mereka kembali bekerja hingga menjelang sore, akhirnya pekerjaan mereka telah selesai dan Alex bisa bernafas lega karena akhirnya ia bisa membuat rancangan proyeknya yang sebelumnya hilang entah kemana.


Ini bukan masalah proyek jutaan dolar yang akan ia dapat melainkan nama baik perusahaannya pasti akan tercoreng jika ia gagal melakukannya.


"Sayang." ucap seseorang tiba-tiba saat baru membuka pintu ruangan kerja Alex sore itu.


"Hai sayang, ayo masuklah." timpal Alex saat melihat istrinya yang baru datang.


"Kau....!!" Celine langsung memicing saat melihat Elsa berada dalam ruangan sang suami.


"Apa yang wanita itu lakukan di sini ?" tanyanya dengan tak ramah.


"Berterima kasihlah padanya sayang, berkat bantuannya aku dapat menyelesaikan proyek tepat waktu." tukas Alex kemudian.


"Memang hilang sayang, tapi nona Elsa sejak pagi telah membantuku membuatnya kembali dan aku hampir tak percaya kami bisa menyelesaikannya tepat waktu." terang Alex dengan antusias.


"Benarkah ?" Celine langsung melebarkan matanya.


"Baiklah, aku ikut senang mendengarnya. Selamat ya sayang." imbuhnya seraya memeluk suaminya itu dengan mesra dan itu membuat Elsa nampak menatapnya sinis.


"Jadi di mana rancangannya itu sekarang? semoga lebih baik dari kemarin mengingat kalian mengerjakannya dalam waktu singkat." ucap Celine setelah mengurai pelukannya.


"Tentu saja sudah di serahkan, daripada nanti di curi lagi karena terkadang pencuri itu berasal dari orang terdekat." kali ini Elsa yang menimpali sembari beranjak dari duduknya.


"Apa maksudmu ?" Celine nampak tak terima dengan perkataan wanita itu.


"Aku tak suka mengulangi perkataanku, baiklah aku harus segera pergi karena suamimu ini terlalu banyak menyita waktuku hari ini." sahut Elsa seraya mengambil tasnya, kemudian segera berlalu pergi dari sana.


"Aku tak suka kamu dekat-dekat dengannya." protes Celine setelah itu.


"Hubungan kami hanya masalah pekerjaan, tolong jangan terlalu berlebihan." balas Alex kemudian.


"Tapi aku cemburu melihat kebersamaan kalian." rengek Celine dan itu membuat Alex nampak gemas.

__ADS_1


"Kau tetap terbaik." ucapnya kemudian seraya membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.


...----------------...


Beberapa hari kemudian Alex tak pernah lagi bertemu dengan Elsa, bahkan ponsel wanita itu pun tak bisa di hubungi.


Setelah mencari tahu ia mendapatkan kabar jika wanita itu pulang ke Jerman beberapa hari yang lalu, entah untuk apa wanita itu sering sekali pulang kesana padahal dia bisa mengerjakan pekerjaannya dari sini.


Apa wanita itu mempunyai pria spesial di sana hingga membuatnya harus sering mengunjunginya? Ia sudah berusaha mencari tahu tapi wanita itu benar-benar memproteksi data pribadinya.


Alex jadi merasa kesal dengan pikirannya sendiri. "Jangan gila kau Lex, kau sudah memiliki istri untuk apa kau memikirkan wanita j4l4ng itu ?"


Sementara itu Elsa yang baru mendarat di New York malam itu tak sengaja melihat seseorang yang selama ini ia cari, kemudian wanita itu segera mengejarnya.


"Aku yakin itu pasti kak Ben." gumamnya seraya berlari mengejarnya.


Bertahun-tahun ia mencari mantan kakak iparnya itu yang tiba-tiba menghilang dari Jerman setelah menjadi tersangka atas kasus penipuan yang menjeratnya.


Tentu saja Elsa takkan bisa hidup tenang sebelum pria itu membusuk di penjara akibat perbuatannya, karena pria itu yang menjadi awal sumber permasalahan dalam hidupnya.


"Tunggu, apa yang kau lakukan di sini malam-malam !!" ucap seseorang seraya mencekal tangan wanita itu tiba-tiba hingga membuatnya langsung menghentikan langkahnya.


"Kau? lepaskan aku !!" sinis Elsa saat melihat Alex.


Beruntung Bennedict mantan kakak iparnya itu juga berhenti di pinggir jalan bersama dua orang temannya yang sepertinya sedang menunggu jemputan hingga membuat Elsa tak kehilangan jejaknya.


Alex nampak mengikuti arah pandang wanita itu di mana sedang menatap tiga orang pria yang sedang berdiri di pinggir jalan.


"Siapa mereka ?" gumam Alex saat menatap beberapa pria tampan tak jauh di hadapannya tersebut dan bersamaan itu sebuah mobil mewah nampak berhenti di depan mereka dan ketiga pria itu langsung masuk ke dalam.


"Lepaskan aku, aku harus menghentikan mobil itu !!" Elsa nampak memberontak namun cekalan tangan Alex justru semakin erat.


"Katakan siapa mereka ?" tanya Alex kemudian.


"Bukan urusanmu." Elsa nampak sangat kesal, lagi-lagi ia kehilangan jejak mantan kakak iparnya gara-gara pria itu.


Ia yakin pria tadi adalah mantan kakak iparnya, pria itu pasti kabur ke New York untuk menghindari jeratan hukum yang menimpanya.


"Aaarrgghhh, kau mengacaukan semuanya." hardik Elsa seraya menghempaskan tangan Alex yang mencekal pergelangan tangannya dengan kasar.


Alex sedikit terkejut dengan reaksi wanita itu, kemudian ia nampak tersenyum sinis. "Siapa pria-pria tadi? apa mereka mangsamu berikutnya? ck, dasar J4l4ng." cibirnya kemudian.

__ADS_1


__ADS_2