Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~267


__ADS_3

Pagi itu Elsa nampak masuk ke dalam sebuah Bar tempat biasanya ia menghabiskan waktunya, bar yang buka hampir 24 jam itu selalu menjadi tujuannya saat ia ingin bersantai kapan pun itu.


Tapi kali ini Elsa datang bukan untuk menghabiskan waktu luangnya, namun ia ingin bertemu dengan seseorang. Seseorang yang akan menjadi akhir dari misinya.


"Apa aku terlambat ?" ucapnya seraya menghempaskan bobot tubuhnya di kursi seberang Marco duduk.


Marco yang sedang menghisap rokok di tangannya nampak menatap kedatangan wanita itu, wanita cantik yang penuh dengan misteri dan ia sedikit tertarik sejak wanita itu menginginkan sesuatu darinya yang menurutnya sangat privasi.


"Biasanya aku tak suka membuang-buang waktu, tapi menunggu wanita secantik kamu bukan kah aku harus lebih gentle ?" timpal Marco menanggapi.


"Apa itu sebuah rayuan ?" Elsa menaikkan sebelah alisnya menatap pria itu.


"Menurutmu ?" balas Marco.


"Sesuai yang kau pikirkan, tuan Marco." sahut Elsa dengan mengulas senyum misterinya dan itu membuat Marco nampak terkekeh.


"Baiklah, aku sangat haus apa kau tak ingin memesankan ku minuman ?" ucap Elsa kemudian.


"Tentu saja, minum spesial untuk wanita spesial." sahut Marco, kemudian mengangkat tangannya untuk memanggil seorang bartender yang kebetulan sedang melihat ke arahnya.


Dengan sekejap pria itu datang menghampiri meja mereka. "Anda mau memesan minuman lagi, tuan ?" tanyanya kemudian.


"Bukan aku, tapi wanita di depanku ini." Marco menunjuk ke arah Elsa dengan menggerakkan dagunya.


"Selamat pagi nona Elsa, aku hampir pangling dengan penampilanmu hari ini ?" sapa sang Bartender saat melihat ke arah Elsa, wanita yang biasanya memakai pakaian seksi serta make up sedikit tebal itu kini berpenampilan sangat natural.


"Benarkah ?" Elsa balas menatap bartender tersebut.


"Tentu saja, anda lebih cantik seperti ini." tukas pria itu dan itu membuat Elsa tiba-tiba mengingat perkataan Alex tadi.


"Si4l4n."


Elsa selalu merasakan jantungnya berdebar tak karuan saat mengingat pria itu, pria yang ia jadikan pion dalam misi balas dendamnya.


Ehm

__ADS_1


Tiba-tiba Marco berdehem hingga membuat bartender tersebut langsung menundukkan kepalanya.


"Dia datang untukku jadi hanya aku yang wajib memujinya." sarkas Marco menatap pria itu.


"Maaf tuan, baiklah nona Elsa apa ingin memesan minuman seperti biasa? ku rasa anda tak menginginkan alkohol di pagi hari." ucap Bartender tersebut seraya menatap Elsa.


"Hm, tentu saja itu lebih baik." sahut Elsa.


"Dasar penggoda." gerutu Marco setelah bartender tersebut berlalu menjauh.


"Ku harap kau sedang tidak cemburu tuan Marco, karena ku rasa kau bukan tipe pria setia." cibir Elsa kemudian.


"Tentu saja, cinta hanya membuatku muak." timpal Marco seraya menekan puntung rokoknya dengan kasar di atas asbak dan itu tidak luput dari perhatian Elsa.


"Apa kau sedang mengutarakan perasaanmu saat ini ?" sindir Elsa penasaran.


"Tidak, baiklah jadi kau membawa apa yang ku inginkan ?" balas Marco mengalihkan pembicaraan, berbicara perkara hati hanya akan membuatnya terluka mengingat hingga kini ia masih dengan bodohnya mencintai wanita yang sudah menjadi istri pria lain.


"Tentu saja, aku berhasil mengambil kembali 30% proyek milik Alex dan ini akan menjadi milikmu jika kau berikan apa yang telah kau janjikan itu." Elsa menunjukkan dokumen yang ia pegang, saat Marco ingin mengambilnya wanita itu langsung menjauhkannya.


"Ada harga, ada barang tuan Marco dan kau jangan macam-macam orangku ada di setiap sudut bar ini." tegas Elsa kemudian dan itu membuat Marco nampak melirik ke sekitarnya dan benar saja ada beberapa pria tinggi berotot sedang mengawasinya.


"Tentu saja dan bukankah kita sama ?" Elsa langsung tersenyum mengejek.


"Baiklah, ambil ini dan serahkan dokumen itu padaku." Marco nampak menyerahkan sebuah hard disk pada wanita itu.


"Aku harus mengeceknya dahulu, karena kadang kucing dalam karung itu kualitasnya tak selalu bagus." Elsa langsung menghidupkan macbooknya lalu memasukkan memori tersebut.


Setelah menunggu beberapa saat wanita itu langsung melebarkan matanya. "Sangat menjijikkan sekali." umpatnya lalu segera mematikan macbooknya dan itu membuat Marco langsung tertawa.


"Baiklah, ambil ini dan kerja sama kita berakhir sampai di sini." Elsa langsung mendorong dokumen yang ia bawa tadi ke hadapan Marco, kemudian wanita itu mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan dan tentu saja langsung di sambut oleh pria itu.


"Kamu tak ingin mengeceknya terlebih dahulu ?" ucap Elsa setelahnya.


"Tidak, ku rasa nama besarmu lebih berharga dari sebuah kecurangan." sahut Marco dan itu membuat Elsa langsung tersenyum sinis, lantas wanita itu segera meneguk minumannya dan beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Tunggu dulu." sela Marco saat Elsa sudah bersiap pergi.


"Bukankah urusan kita sudah selesai ?" Elsa langsung mengernyit menatap pria itu.


"Kau menyukai Alex ?" tanya Marco ingin tahu, tidak mungkin wanita itu ingin menghancurkan Celine tanpa alasan yang jelas jika bukan karena ingin merebut suaminya apalagi akhir-akhir ini Marco sering melihat mereka bersama


"Ck, itu bukan urusanmu tuan Marco." tegas Celine, lantas segera meninggalkan bar tersebut bersama beberapa bodyguardnya yang mengikutinya jauh di belakangnya karena ia tak ingin mencari perhatian banyak orang.


Brukkk


Tiba-tiba Elsa menabrak seseorang hingga macbook yang ia bawa jatuh dan memorinya terlempar jauh.


"Apa kau tidak punya mata ?" Teriak seorang wanita hingga membuat Elsa yang hendak memungut macbooknya langsung menegakkan tubuhnya kembali.


Elsa nampak terkejut saat melihat Celine menatapnya dengan bengis, rupanya ia tak sengaja menabrak wanita itu. Dunia benar-benar sempit, pikirnya.


"Mataku tak bisa melihat orang yang kurang penting, jadi maaf jika aku menabrakmu." sahut Elsa kemudian.


"Kau !!" Celine semakin geram menatap Elsa.


Sementara Elsa nampak menggeleng kecil saat melihat para bodyguardnya yang hendak maju membantunya.


"Aku sedang sibuk, minggirlah !!" Elsa langsung membungkuk mengambil macbook miliknya yang terjatuh dan saat akan mengambil memorinya yang terlempar tak jauh dari sana tiba-tiba memori tersebut langsung di injak oleh heels Celine hingga membuat Elsa langsung mendongakkan kepalanya menatap wanita itu.


"Jauhkan kakimu, jika tak ingin ku patahkan !!" geram Elsa kemudian.


"Jika aku tidak mau, apa kau akan benar-benar mematahkannya ?" Celine nampak tersenyum mengejek bahkan kakinya sengaja menekan hard disk tersebut.


"Kau boleh menghancurkan kakakku sampai tak bersisa, tapi tidak denganku." ucap Elsa dengan menatap tajam Celine dan itu membuat wanita itu nampak tercengang.


"Mata itu ?" gumamnya, sejak pertama kali bertemu dengan wanita itu Celine merasa tidak asing namun ia lupa pernah bertemu dengan wanita itu di mana dan sekarang ia ingat jika mata hazel itu sama persis dengan mata wanita yang pernah ia sakiti beberapa tahun lalu.


"Alice ?" ucapnya tak percaya dan bersamaan itu Elsa langsung menginjak kakinya dengan keras hingga membuatnya langsung berjingkat kesakitan.


Kemudian Elsa segera mengambil hard disk miliknya yang beruntung belum rusak karena terinjak oleh heels wanita itu.

__ADS_1


"Kurang ajar !!" Celine langsung melayangkan tamparannya dengan keras ke arah Elsa, namun seseorang tiba-tiba mencekal tangannya dengan kuat dan itu membuatnya maupun Elsa langsung menoleh.


"Kau !!" ucap Celine dan Elsa bersamaan.


__ADS_2