Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~58


__ADS_3

Brukk


Seorang pria tampan langsung jatuh terkapar setelah William menariknya dari pelukan Merry lalu menghadiahkan sebuah pukulan keras.


Tak sampai di situ, karena selanjutnya William terus melancarkan pukulannya hingga pria itu babak belur dan hampir sekarat di buatnya.


"Berhenti !!" Merry yang sedang mabuk langsung menghalangi tubuh pria tak berdaya itu dengan tubuhnya saat William akan menghajarnya lagi.


"Pukul saja aku." imbuhnya yang langsung membuat William memicing lalu mengepalkan tangannya yang berada di udara.


Kemudian William langsung menarik tangan Merry hingga wanita itu bangun lalu membawanya pergi dari sana.


Tak peduli bagaimana tatapan para tamu undangannya saat dirinya membawa paksa wanita itu.


William yang berada di puncak amarahnya nampak menekan tombol lift dengan tak sabar.


Setelah lift terbuka pria itu membawa Merry menuju lantai paling atas, kemudian memasuki sebuah kamar president suite lalu menghempaskannya di atas kasur mewahnya tersebut.


"Jadi kau mulai belajar menjadi j4l4ng, hm ?" tuding William berapi-api.


Merry yang sudah di pengaruhi oleh alkohol nampak tertawa lirih. "Aku bukan j4l4ng, kekasihmu itu yang j4l4ng." ucapnya seraya beranjak dari kasur tersebut.


Lalu bangkit dan mendekati William yang sedang berdiri dengan amarah yang masih membara.


"Bukannya kamu menyukai j4l4ng itu, hingga rela menyembunyikan istri sahmu ?" imbuh Merry lalu tertawa kecil, rupanya alkohol sudah memengaruhi akal sehat wanita itu.


Merry nampak melingkarkan kedua tangannya di leher William, lalu sebelah tangannya membelai rahang pria itu yang terlihat bulu-bulu halus tumbuh di sana.


"Ayo berdansa denganku, hey pria pemarah." ucapnya seraya menggerakkan tubuh seksinya di depan pria itu.


"Apa j4l4ng itu lebih pandai berdansa dariku, hm? hingga kau lebih menyukainya ?" Merry terus saja menari kecil.


"Ayolah ini sangat asyik." imbuhnya seraya tertawa kecil.


"Apa dia sedang cemburu ?" gumam William menatap nanar istrinya itu.


"Apa karena aku masih kecil? atau karena aku tak secantik dan seseksi Natalie hingga membuatmu malu mengakuiku ?" racau Merry lagi yang mulai menjauhkan tangan serta tubuhnya dari William.


"Biarkan aku pergi." Wanita itu nampak menyurutkan senyumnya lalu berganti dengan tatapan sedih, kemudian berbalik badan namun William menariknya kembali ke dalam pelukannya.


William yang tak sabar langsung menekan tengkuk wanita itu lantas m3lum4t bibirnya dengan rakus.


Tak peduli aroma alkohol menguar dari nafas istrinya itu William terus saja mengaduk-aduk rongga mulutnya dengan lidahnya yang menari-nari liar di sana.


Tangan satu William yang bebas nampak melucuti pakaian wanita itu hingga gaun mewah pemberiannya teronggok di lantai begitu saja.

__ADS_1


William pun juga menarik bra yang membungkus bagian tubuh terseksi istrinya itu hingga gundukan indahnya terbebas seakan sedang menantangnya untuk segera menjamahnya.


Merry nampak mendesah saat puncak bukit kembarnya di mainkan oleh sang suami di sela pria itu memburu lehernya dengan kecupan-kecupannya dan hisapannya yang pastinya akan meninggalkan bekas keunguan keesokan harinya.


"Ah William kamu nakal." rancaunya di luar kesadarannya yang tentu saja membuat William semakin berhasrat untuk melakukan lebih dari itu.


Pria itu langsung menghempaskan istrinya ke atas kasur lalu menarik satu-satunya kain penghalang wanita itu lantas melemparnya ke sembarang arah hingga kini nampak polos tanpa sedikit pun benang yang menutupi tubuh seksinya.


William segera melucuti pakaiannya sendiri lalu mulai menindih wanita yang selalu membuat emosinya naik turun itu.


Pria itu kembali m3lum4t bibir sang istri lalu ciumannya turun ke lehernya, lantas meninggalkan jejak percintaannya di sana yang nampak kemerahan di beberapa tempat.


Lalu bibirnya semakin turun ke tulang selangkanya hingga ke lengan wanita itu lalu memberikannya kecupan bergantian seakan ingin menghilangkan jejak pria kurang ajar tadi di kedua lengan istrinya.


Setelah itu William berhenti di depan bukit kembar wanita itu dengan puncaknya yang sudah mengeras seakan menantangnya untuk segera bermain-main di sana.


William langsung m3r3m4snya bergantian lalu m3lum4t puncaknya dengan rakus hingga membuat Merry nampak menggeliat di buatnya.


Tak tahan dengan miliknya yang semakin mengeras William langsung mengarahkannya ke milik wanita itu yang sudah sangat lembab.


Menggesek-geseknya sejenak hingga membuat istrinya merasa frustasi di buatnya.


Lalu dengan sekali hentakkan, milik William udah terbenam sepenuhnya di dalam lembah kenikmatan wanita itu.


"Kau selalu nikmat honey." geram William saat merasakan miliknya di cengkeram kuat oleh milik istrinya itu.


"Honey, kau milikku." racau William saat miliknya bergerak keluar masuk dengan tempo seirama.


Sepertinya malam ini akan menjadi malam panjang dan panas bagi mereka.


Keesokan harinya....


"Bangun honey, kau akan tidur sampai kapan ?"


Siang itu William nampak menggoyang lengan Merry saat wanita itu masih tertidur pulas


Jarum jam menunjukkan pukul 11 siang tapi tak ada tanda-tanda istrinya itu akan bangun.


"Jangan ganggu, aku masih mengantuk." dengan mata masih terpejam Merry nampak menggerutu lalu memunggungi pria itu dan membiarkan punggung terbukanya menjadi santapan gratis suaminya.


"Apa kamu tidak lapar, hm ?" William yang telah rapi dengan pakaian kerjanya nampak duduk di tepi ranjang samping wanita itu.


Tak ada sahutan dari istrinya itu justru suara dengkuran halus mulai terdengar.


Tak berapa lama terdengar ketukan pintu dari luar dan setelah mendapatkan sahutan dari pemilik kamar Hanna segera masuk.

__ADS_1


"Selamat siang tuan, saya membawa makan siang untuk nyonya." ucapnya kemudian.


"Letakkan di meja !!" perintah William kemudian.


"Baik, tuan." Hanna segera meletakkan makanan tersebut di atas meja.


"Apa ada lagi tuan ?" ucap Hanna setelah itu.


"Tidak ada, pergilah." sahut William seraya memberikan isyarat dengan tangannya agar pelayannya itu segera keluar dari kamarnya.


"Honey, cepatlah bangun kamu belum makan dari semalam." William membangunkan istrinya lagi setelah Hanna menutup pintu kamarnya, namun sepertinya Merry enggan untuk bangun.


"Sepertinya kau ingin di bangunkan dengan cara lain, honey." gerutu William kemudian naik ke atas ranjangnya lalu masuk ke dalam selimut yang di gunakan oleh sang istri.


William nampak m3r3m4s lembut bukit kembar milik wanita itu bergantian hingga membuat pemiliknya langsung mendesah dalam tidurnya.


Melihat istrinya nampak menikmati sentuhannya membuat William semakin liar menjamahnya bahkan wajah pria itu kini sudah berada di depan gundukan indah wanita itu dan siap m3lum4t puncaknya yang telah mengeras.


"Ahh." Merry nampak menggeliat saat merasakan sentuhan di tubuhnya yang semakin liar.


Namun sepertinya wanita itu sangat mengantuk hingga berat untuk membuka matanya karena semalam William memasukinya hingga hampir pagi dan itu membuatnya sangat kelelahan sekarang.


William nampak menghela napas beratnya, niatnya ingin membangunkan wanita itu namun justru miliknya yang bangun dan minta di puaskan.


Tanpa berpikir panjang William langsung melepaskan pakaiannya lalu celananya hingga kini pria itu nampak polos.


Kemudian William naik ke atas tubuh istrinya lalu mengusap milik wanita itu yang rupanya sangat merespon sentuhannya karena telah basah.


William langsung menghentakkan miliknya hingga memenuhi lembah kenikmatan milik istrinya itu yang selalu membuatnya candu sejak pertama kali merasakannya.


Baru kali ini William merasa tergila-gila dengan tubuh seorang perempuan.


Istrinya itu terlalu nikmat dari pada wanita lain hingga membuatnya sulit untuk menjabarkannya.


Bahkan hanya membiarkan miliknya terdiam di dalam milik wanita itu sudah membuatnya hampir meledak.


"Sial, kenapa kau senikmat ini honey ?" rancau William yang mulai menggerakkan tubuhnya hingga membuat Merry langsung membuka matanya.


"A-apa yang kau lakukan ?" protes Merry dengan terkejut.


Sebelumnya wanita itu seperti sedang bermimpi, namun saat membuka matanya mimpi tersebut menjadi kenyataan.


Merry yang sudah sepenuhnya sadar dari pengaruh alkohol yang ia minum semalam langsung menatap tajam pria yang kini berada di atas tubuhnya itu.


"Lepaskan, aku tidak ingin kamu sentuh !!" ucapnya kemudian.

__ADS_1


Merry sudah bertekad takkan membiarkan suaminya itu menyentuhnya sebelum pria itu benar-benar menjauhkan Natalie dari hidupnya.


__ADS_2