
"Dari mana tuan Sam dan apa yang kau bawa itu ?" tanya Jack saat melihat Sam baru datang pagi itu dan membawa sebuah bungkusan plastik di tangannya.
Entah dari mana pria itu karena pagi-pagi sekali telah meninggalkan Apartemen tersebut.
"Bukan apa-apa tuan Jack, hanya beberapa obat pesanan nona Elsa." sahut Sam dengan wajah sedikit tegang, kemudian ia segera masuk ke dalam kamar Elsa.
"Apa nyonya Elsa sedang sakit ?" tanya Jack lagi seraya berdiri di ambang pintu dan itu membuat Sam hampir terlonjak kaget, rupanya pria itu mengikutinya.
"Hanya beberapa aspirin." sahutnya dengan mencoba bersikap biasa saja, lalu segera melangkah keluar meninggalkan kamar tersebut.
"Paman, aku sudah selesai." ucap Axel setelah selesai memakai sepatunya.
"Good boy, baiklah ayo paman antar ke sekolah." timpal Jack lalu segera melangkah menuju pintu keluar dan itu membuat Sam nampak lega.
"Aku juga harus bersiap-siap pergi bekerja." ucapnya kemudian.
"Tentu saja, tuan Sam." sahut Jack kemudian.
Sementara itu Elsa yang masih berada dalam dekapan Alex, perlahan menjauhkan lengan pria itu dari atas pinggangnya.
"Mau kemana ?" ucap Alex lalu kembali memeluk wanita itu.
"Tuan Alex ini sudah pagi dan aku harus segera bangun, karena pakaian kita masih berantakan di luar sana. Bagaimana jika OB menemukannya? aku pasti akan sangat malu." terang Elsa mengingatkan.
"Biarkan saja, kamu bisa pakai salah satu kemejaku." timpal Alex yang nampak masih mengantuk dan enggan membuka matanya.
"Bukan itu masalahnya, tapi barang pribadi kita masih berserakan di sana." ulang Elsa kembali mengingat jika bra dan celana d4l4m milik mereka belum sempat di pungut semalam.
"Biarkan saja sayang." ucap Alex dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Tapi....."
"Diamlah, ini masih pagi biarkan aku tidur sebentar." Sela Alex lalu kembali tidur.
"Ini sudah mau siang tuan Alex, bahkan mungkin Axel sudah berangkat ke sekolahnya." protes Elsa sedikit kesal, namun pria itu tak lagi menanggapinya.
"Ayo bangunlah, tuan Alex !!" ucapnya lagi seraya berusaha menjauhkan lengan kekar pria itu yang masih melingkar di pinggangnya dan itu membuat Alex yang merasa terganggu langsung bangun lalu segera mengungkung wanita itu.
__ADS_1
"Kamu benar-benar mengganggu tidurku dan kini kau harus bertanggung jawab untuk itu." ucapnya kemudian.
"Bertanggung jawab apa ?" Elsa yang tak mengerti langsung mengernyit.
"Kau membuatnya bangun." lirih Alex seraya menggesekkan miliknya yang telah menegang di paha wanita itu.
"Tapi bukankah itu reaksi alami dan ku rasa semua pria juga mengalaminya." gerutu Elsa yang langsung membuat Alex memicing curiga.
"Darimana kamu tahu ?" ucapnya dengan nada menyelidik.
"Aku pernah mempelajarinya di sekolah dahulu, lagipula Axel juga seperti itu setiap bangun pagi." terang Elsa kemudian.
"Tapi Axel bukan pria dewasa." sahut Alex yang kembali menggesekkan miliknya yang semakin menegang dan itu membuat Elsa nampak mendesah pelan.
Keadaan mereka yang belum memakai apapun memudahkan pria itu mengeksplor setiap inci tubuh wanita itu hingga pada akhirnya malam panjang kemarin berlanjut di pagi hari.
"Kau benar-benar tak membiarkan ku beristirahat, tuan Alex." protes Elsa di tengah d3s4h4nnya.
"Kau sudah beristirahat semalam dan bukankah sudah ku katakan jika aku takkan bisa berhenti, hm ?" timpal Alex di tengah hentakannya dengan wajah yang begitu menikmati tubuh wanita itu.
Sementara di lobby kantornya, semua karyawan mulai berdatangan satu persatu pagi itu.
"Benarkah? apa dia tak memiliki Apartemen ?" timpal yang lainnya.
"Entahlah, ku dengar dari nona Lucy katanya dia habis ribut besar dengan ibu dari putranya jadi beliau memutuskan untuk meninggalkan Apartemennya." terang wanita itu.
"Oh benarkah? apa dia wanita bodoh yang telah menyia-nyiakan pria sebaik tuan Alex? aku saja bermimpi bisa menghangatkan ranjangnya suatu hari nanti." timpal salah satu dari mereka dengan wajah berharap.
"Sepertinya itu impian semua wanita." timpal yang lain sembari terkekeh.
"Tapi kau harus menghadapi nona Lucy dahulu jika ingin itu terjadi." ucap seorang wanita mengingatkan.
"Ya kau benar, semalam penampilan dia teramat seksi dan aku tidak tahu dia pulang jam berapa atau jangan-jangan dia tidak pulang dan....." ucapan wanita itu terjeda saat tiba-tiba mendengar deheman seseorang dari belakang.
"Kenapa kalian masih di sini? apa tuan Alex membayar kalian hanya untuk bergosip ?" sinis Lucy seraya menatap satu persatu mereka dan seketika mereka langsung bubar lalu segera masuk ke ruangannya masing-masing.
"Dasar tukang gosip tak berguna." umpat Lucy lalu menghentakkan kakinya masuk ke dalam kantor tersebut.
__ADS_1
Di ruangannya Alex nampak seorang office girl baru saja masuk dan wanita itu terlihat melebarkan matanya saat melihat ruangan tersebut seperti kapal pecah.
Meja yang berantakan dengan setengah isinya telah pindah ke lantai, kemudian wanita itu segera merapikan dan menyapu lantainya.
"Oh astaga." ucapnya terbelalak saat tak sengaja hampir menginjak sebuah bra berenda berwarna hitam yang tercecer di atas lantai.
Tak hanya itu, ia juga menemukan celana d4l4m dan pakaian wanita serta pakaian milik tuan besarnya itu juga yang berada tak jauh dari sana.
"Pasti mereka habis melewatkan malam yang panjang, siapakah wanita itu beruntung sekali dia." gumamnya, karena sebelumnya ia tak pernah melihat tuannya itu membawa seorang wanita kecuali putranya tentu saja.
"Apa itu nona Lucy ?" tebaknya, namun saat akan kembali memeriksa bra di tangannya itu tiba-tiba seorang wanita keluar dari sebuah pintu dan pandangan mereka nampak bertemu sesaat.
"Itu pakaianku." Elsa langsung merebut tumpukan pakaiannya yang berada di tangan OB tersebut.
"Terima kasih, sudah merapikannya." Elsa nampak salah tingkah, ah sial ini semua gara-gara pria itu.
OB tersebut nampak tercengang lalu memperhatikan penampilan wanita itu dari atas hingga bawah yang terlihat seksi dengan hanya mengenakan kemeja sang tuan yang terlihat kebesaran di tubuhnya.
"An-anda siapa ?" tanyanya kemudian.
"Aku ?" Elsa menunjuk dirinya sendiri yang langsung di angguki oleh OB tersebut.
"Aku...."
"Dia ibu dari putraku." sela Alex yang baru keluar dari kamarnya, pria itu sudah nampak rapi dengan rambut basahnya dan setelan kerjanya yang terlihat pas di tubuh kekarnya.
"Maaf tuan, saya tidak tahu." OB tersebut langsung menunduk.
"Kalau begitu saya permisi dahulu." ucapnya lalu segera meninggalkan ruangan tersebut.
"Astaga, kau benar-benar membuatku malu." gerutu Elsa namun Alex hanya menanggapinya dengan kekehannya.
"Aku harus segera pulang." ucap Elsa kemudian seraya mengambil tasnya.
"Tunggu dulu." Alex langsung mencegahnya.
"Apalagi ?" Elsa kembali menatap pria yang kini memeluk pinggangnya itu.
__ADS_1
"Sebentar." Alex meraih gagang teleponnya lalu menghubungi sekretarisnya itu.
"Luc, ke ruangan saya sekarang !!" perintahnya kemudian dan itu membuat Elsa nampak kesal, sepertinya hingga kini ia pun masih merasa cemburu dengan wanita itu.