Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~186


__ADS_3

"Perintahkan anak buahmu untuk menjaga istriku Mark, aku tidak ingin Grace melakukan sesuatu melalui Nick !!" perintah James setelah mengetahui anak buahnya itu bergabung dengan klan lain.


"Baik tuan."


"Tapi jangan sampai istriku tahu dia pasti akan menolak dan merasa risih jika ada yang mengawasinya." imbuh James mengingat istrinya itu sangat keras kepala sekali.


"Baik tuan."


Sementara itu di tempat lain, Grace nampak berada di kamarnya. Wanita dengan perut membuncit itu terlihat melamun kembali ke masa lalunya.


"Kamu tidak mungkin mendekati William, pria itu bisa melacak keberadaan mommy." ucap nyonya Barbara waktu itu, beberapa tahun silam.


"Tapi aku menyukainya mom, William itu idola semua gadis di negeri ini." timpal Grace.


"Kau pikir William menyukai gadis kumuh sepertimu? Lagipula dia sudah menikah. Namun kita masih bisa menikmati harta William dengan cara lain."


"Maksud mommy ?"


"Mommy sudah mencari tahu siapa orang terdekat William dan itu tugasmu untuk mendekatinya."


"Siapa ?"


"James, James Collins. Asisten William yang sudah pria itu anggap seperti adiknya sendiri, bahkan dia juga memiliki saham 20 persen di sana." terang nyonya Barbara.


"Apa pria itu juga akan menyukaiku? bukankah mommy bilang aku gadis kumuh ?" ucap Grace dengan sinis.


"Astaga, bukankah mommy sering bilang kamu itu berlian di tengah lumpur. Sedikit di poles saja sudah seperti ratu." puji nyonya Barbara.


"Memang orang kaya seperti dia mau melirikku." Grace terlihat pesimis duluan.


"Kita bisa memanfaatkan Nick pria yang mengejar-ngejarmu itu." ucap nyonya Barbara dengan tersenyum licik.


"Nick? mommy jangan gila aku tak pernah menyukainya." tolak Grace mengingat tetangganya itu dengan terang-terangan tertarik padanya.


"Tapi Nick bekerja dengan James." terang nyonya Barbara yang langsung membuat Grace mengernyit.


"Bagaimana mommy bisa tahu ?" ucapnya kemudian.


"Mommy sudah cari tahu dan ku harap kamu bisa menaklukkan Nick dengan begitu kita bisa menyetirnya." perintah nyonya Barbara kemudian dan sejak saat itu Grace mulai menggoda pria itu hingga jatuh ke dalam pelukannya.


Saking cintanya pada wanita itu Nick pun sampai rela mengikuti permainan sang kekasih dengan ibunya dengan merencanakan penyerangan pada James di mana Grace akan menjadi pahlawan untuk pria itu.

__ADS_1


Meski jauh dari lubuk hatinya Nick tidak terima jika harus berbagi kekasih dengan sang tuan, namun ia juga tak bisa menolak karena bisa menikmati harta pria itu lewat wanita itu.


Apalagi pria itu kini di percaya untuk menjaga kekasihnya yang sedang hamil, entah anaknya atau anak tuannya itu. Baginya itu tak masalah, karena yang ia inginkan adalah mengeruk harta pria itu juga.


Sejak saat itu Nick tak lagi tinggal di tempat kumuh bahkan kini pria itu bisa membeli sebuah rumah untuk ia tempati dengan Grace nantinya, saat wanita itu telah di buang oleh tuannya tentunya.


"Apa kamu sudah mempunyai cara agar James tak meninggalkan mu setelah anak itu lahir ?" ucap nyonya Barbara yang langsung membuat Grace kembali dari lamunannya beberapa tahun silam.


"Mommy apa bisa ketuk pintu dahulu sebelum masuk kamarku." tegur Grace karena terkejut dengan kehadiran ibunya yang tiba-tiba.


"Mommy sudah mengetuk pintu, tapi kamu saja yang tak mendengarnya." sahut nyonya Barbara.


"Aku tidak tahu mom, sepertinya James sangat menyukai wanita itu." Grace terlihat sangat kesal mengingat bagaimana suaminya itu memperlakukan wanita yang ia temui di mall waktu itu.


"Mommy tidak mau tahu, mommy sudah terlanjur nyaman dengan kemewahan ini. Pokoknya kamu harus cari cara untuk menjerat James kembali." Nyonya Barbara terlihat kesal.


Sejak putrinya itu menikah dengan pria itu hidupnya seratus delapan puluh derajat berubah, James tipe menantu idaman yang sangat memanjakan ibu mertuanya itu dan ia tidak ingin tiba-tiba jatuh miskin, apa kata teman-teman sosialitanya nanti.


Grace nampak menghela napasnya, ia juga tidak ingin hidup miskin lagi. Ia jadi menyesal karena terlalu ceroboh membiarkan Nick berbuat sesuka hatinya, harusnya sudah dari dulu ia menyingkirkan pria itu dari hidupnya.


"Baiklah, mommy sangat pusing. Mommy ingin pergi berbelanja saja, apa kamu mau ikut ?" Nyonya Barbara segera beranjak dari duduknya.


"Tentu saja mom, ada tas keluaran terbaru yang ku taksir." Grace ikut beranjak menyusul sang ibu.


"Tapi ini limited edition mom, aku sudah sangat lama menantikannya dan hanya ada 10 item di negara ini, apapun yang terjadi aku harus bisa mendapatkannya. Status sosialku akan semakin naik jika aku mempunyai tas itu." terang Grace seraya merapikan penampilannya di depan cermin.


Wanita itu sedang membayangkan teman-teman sosialitanya pasti akan terkejut jika dia berhasil memiliki tas tersebut.


"Ini sangat bagus, mommy ingin membeli ini juga." ucap nyonya Barbara seraya menatap ponselnya yang langsung membuat Grace menoleh ke arahnya.


"Memang mommy mau beli apa ?" tanyanya saat melihat sang ibu sibuk dengan ponselnya.


"Ini, ada perhiasan keluaran terbaru." Nyonya Barbara menunjukkan sebuah kalung berlian pada putrinya tersebut.


"Itu sangat mahal mom, lagipula perhiasan mommy sudah sangat banyak." timpal Grace, saat melihat harga kalung tersebut hampir 300 juta rupiah.


"Tapi masih mahal tasmu." cibir Nyonya Barbara.


"Baiklah semoga saja James tak banyak tanya nantinya jika kita belanja segitu banyaknya." tukas Grace seraya mengambil tasnya.


"Jika dia bertanya, kamu bilang saja jika bayi kalian yang menginginkannya." Nyonya Barbara memberikan ide.

__ADS_1


"Astaga." Grace nampak geleng-geleng kepala namun ia juga menyetujui ide licik ibunya tersebut.


Setelah itu mereka segera berlalu pergi menggunakan mobil mewah milik James.


Sesampainya di sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan barang-barang branded, bahkan untuk masuk kesana pun mereka harus memperlihatkan kartu anggota yang menunjukkan jika mereka berasal dari kalangan atas.


Grace dan ibunya segera melihat-lihat barang yang sudah mereka pesan sebelumnya.


"Astaga ini sangat cantik." Grace nampak berbinar-binar saat melihat tas yang sudah ia pesan dari tiga bulan yang lalu itu.


Sementara nyonya Barbara yang berada di area perhiasan juga sedang memilih beberapa kalung berlian yang ia taksir.


"450 juta." gumamnya saat melihat kalung lain yang lebih mahal, matanya nampak melirik ke arah sang putri. Semoga saja wanita itu mau membelikan untuknya.


"Bagaimana mom, mommy jadi beli yang tadikan ?" timpal Grace seraya menghampiri sang ibu.


"Sepertinya mommy naksir yang ini." Nyonya Barbara menunjuk perhiasan lain yang harganya lebih mahal.


"Astaga mom, itu sangat mahal." bisik Grace.


"Aku yakin demi anakmu suamimu pasti rela membayar berapa pun itu." timpal wanita paruh baya tersebut.


"Baiklah, semoga saja."


Akhirnya Grace menyetujui permintaan sang ibu lalu ia segera berlalu ke kasir untuk membayarnya.


"Total semuanya 1,8 miliar nyonya." Ucap seorang petugas yang terlihat rapi dengan setelan jasnya.


Grace nampak menghela napasnya, baru kali ini ia berbelanja di atas satu miliar. Semoga suaminya itu tak banyak protes.


Lalu wanita itu segera mengeluarkan kartu black gold limited edition milik suaminya tersebut.


"Maaf nyonya, apa bisa menggunakan kartu lain saja." ucap sang petugas setelah memproses kartu yang di berikan oleh wanita itu.


"Memang ada apa dengan kartunya ?" Grace nampak tak mengerti, selama ini ia tak pernah ada kendala saat menggunakan kartu itu.


"Kartu anda sudah di blokir, nyonya." sahut sang petugas yang langsung membuat Grace maupun ibunya nampak terkejut.


"Apa ?" ucap mereka bersamaan.


.

__ADS_1


Jika punya kata mutiara untuk mereka, waktu dan tempat di persilakan😸


__ADS_2