Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~139


__ADS_3

"Tuan, nyonya ?" James yang terbangun karena pintu kamarnya di buka dengan paksa nampak terkejut saat melihat kedatangan bossnya itu.


"Apa yang sedang kalian lakukan ?" William langsung memicing.


James yang tak mengerti langsung menoleh ke sampingnya dan di sana nampak Anne yang sama terkejutnya seperti dirinya.


"A-apa yang kamu lakukan di kamarku ?" tuding Anne menatap James.


"Apa kamu tidak lihat ini kamarku ?" hardik James hingga membuat Anne langsung mengedarkan pandangannya.


William dan Merry hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kedua asistennya tersebut. "Segera selesaikan masalah kalian dan kami tunggu di luar !!" perintah William, kemudian ia mengajak sang istri menjauh dari sana.


"Kenapa aku bisa di sini ?" Anne nampak mengingat-ingat sebelum ia tertidur dan James pun juga sama sungguh ini di luar kendalinya.


Malam itu Anne yang merasakan sakit di kepalanya nampak berlalu ke dapur, rupanya bekerja dengan James sangat menguras pikiran serta perasaannya belum lagi ia memikirkan keadaan sang ayah yang akhir-akhir ini kurang membaik.


Saat ke dapur matanya tak sengaja melihat sebotol wiskey yang berada di dalam lemari kaca. "Sepertinya milik bule tengik itu." gumamnya, namun ia penasaran lalu mengulurkan tangannya untuk membuka lemari dan mengambilnya.


Saat sudah berada di tangannya rasa penasarannya pun semakin membuncah untuk mencobanya, karena kata teman-temannya sedikit mabuk akan membuat semua beban pikirannya hilang sementara.


Lagipula Ariel sudah terlelap tidur sedari tadi karena malam mulai larut dan ia langsung mengambil gelas lalu menuangkan wiskey tersebut ke dalam sana.


Satu teguk membuatnya mengernyit karena rasa panas yang mulai menjalar di tenggorokannya, namun ia masih belum merasakan efek lebih dari itu dan rasa penasarannya pun belum tuntas.


Akhirnya ia meneguk habis segelas wiskey tersebut hingga membuat tubuhnya perlahan seperti melayang dan sangat ringan.


Entah kenapa ia menyukai sensasinya tersebut dan mencoba menuangkan kembali wiskey tersebut ke dalam gelasnya lagi.


Sebelum kembali meminumnya wanita itu nampak beranjak dengan sempoyongan untuk mengembalikan botol minuman tersebut ke tempat asalnya, jika tidak mungkin pria gila itu akan memakinya habis-habisan karena telah mencuri minumannya.


Lalu Anne kembali duduk lalu mulai meneguk cairan itu hingga tak bersisa, setelah menghabiskan dua sloki minuman berakohol tinggi tersebut Anne merasakan tubuhnya semakin ringan dan gerah.

__ADS_1


Wanita itu tiba-tiba merasakan kepanasan lalu dengan langkah sempoyongan ia melangkah menuju kamarnya, namun rupanya Anne salah membuka pintu.


Wanita itu nampak membuka kamar James yang ada di sebelah kamarnya, bentuk pintu yang sama membuat wanita yang sedang mabuk itu tak begitu memperhatikannya dengan jelas.


Karena merasa kepanasan tanpa berpikir panjang Anne melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja lalu masuk ke dalam selimut dan detik selanjutnya wanita itu langsung terlelap.


Di sisi lain James yang berada di sebuah bar nampak beberapa kali meneguk minumannya tersebut, pandangan matanya tertuju pada telepon selulernya di mana seorang wanita sedang tersenyum padanya.


"I miss you, too." ucapnya lalu mengakhiri panggilannya tersebut, meski sambungan teleponnya sudah berakhir James masih menatap foto dirinya yang sedang memeluk seorang wanita cantik yang ia gunakan sebagai wallpaper selulernya tersebut.


Pandangannya begitu dalam menatap potret tersebut, seakan itu sangat berarti baginya. Kemudian James kembali meneguk minumannya hingga tandas.


Di tengah kesadarannya yang mulai berkurang pria itu segera meninggalkan tempat tersebut bersama dengan beberapa anak buahnya.


Sesampainya di rumah James menatap sekelilingnya yang terlihat sepi lalu ia segera masuk kamarnya yang nampak temaran.


Tanpa menghidupkan lampunya, James segera melepaskannya pakaiannya lalu segera masuk ke dalam selimutnya. Karena efek alkohol yang ia konsumsi membuat tubuhnya terasa kepayahan dan ingin segera tidur namun tanpa ia sadari jika ada seorang gadis yang juga tengah terlelap di sampingnya.


"Ini pasti mimpi." Anne memukul-mukul kepalanya sendiri saat mengingat kebodohannya semalam yang diam-diam mencuri minuman pria tersebut hingga ia salah masuk kamar dan berakhir seranjang dengan pria itu.


"Omong kosong, aku juga tidak ingat kenapa aku berada di sini. Perasaan semalam aku sudah masuk ke dalam kamarku sendiri." Anne langsung membela dirinya, amit-amit dia naksir pria bermuka datar seperti itu.


James nampak memicing lalu ia mendekatkan wajahnya. "Ka-kau mau ngapain ?" Anne langsung menelan ludahnya saat pria itu kini berada dekat dengan wajahnya, hanya berjarak beberapa senti hingga ia bisa merasakan napas hangat pria itu.


"Apa semalam kamu mencuri minumanku ?" tuding James setelah menjauhkan tubuhnya kembali, ia mencium aroma alkohol yang menyengat dari bibir wanita itu.


"I-itu...." Anne rasanya malu sekali untuk mengakuinya.


"Atau jangan-jangan kau memang sengaja membawa alkohol ke dalam Apartemen ini ?" tuding James lagi.


"I-itu tidak benar enak saja, baiklah aku mengaku semalam aku meminta sedikit minuman punyamu itu hanya sedikit percayalah." Anne akhirnya mengaku.

__ADS_1


"Hanya sedikit tapi mampu mengubah rencana hidupku dalam sekejap." geram James lalu segera turun dari ranjangnya, tak peduli bagaimana penampilannya saat ini.


"Dasar tak tahu malu." Anne langsung bersembunyi di balik selimutnya saat tak sengaja melihat James hanya mengenakan kain berbentuk segitiga untuk menutupi pusakanya tersebut.


Beberapa saat kemudian pria itu nampak keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melekat di bawah pusarnya, lalu segera mengambil pakaian gantinya di dalam lemari dan kembali membawanya ke dalam kamar mandi.


"Cepat kenakan pakaianmu dan segera keluar dari sini !!" perintahnya saat baru keluar dari kamar mandinya.


James terlihat rapi dengan setelan kerjanya kemudian segera meninggalkan kamarnya tersebut, karena sang tuan telah menunggunya di luar.


Anne menghela napas beratnya, kemudian ia segera melepaskan selimutnya yang sedari tapi membungkus tubuhnya.


Wanita itu langsung merutuki dirinya sendiri saat melihat penampilannya yang hanya mengenakan pakaian dalamnya saja, lalu ingatannya kembali saat ia terbangun tadi dan saat itu ia sudah berada dalam dekapan pria itu.


"Sial, bagaimana itu bisa terjadi ?" umpatnya saat mengingat hal itu, ini kali kedua ia tidur di atas ranjang yang sama dengan James dan kali ini lebih parah karena selain posisi mereka yang sangat intim. Merry dan William juga telah melihatnya tidur bersama pria itu, entah apa tanggapan mereka terhadapnya setelah ini.


Terlebih Merry, wanita yang sudah ia anggap seperti saudaranya itu pasti sudah berpikir yang bukan-bukan terhadapnya.


"Ini semua gara-gara minuman sial itu." umpatnya lalu segera memunguti pakaiannya yang telah berserakan di atas lantai.


Setelah memakainya dan mencuci mukanya di kamar mandi, Anne segera berlalu keluar dari kamar tersebut.


"Duduk An !!" perintah Merry saat melihat mantan asistennya itu berjalan dengan menunduk ke arahnya, ia nampak melirik ke arah James yang sepertinya tak peduli dengan kehadirannya.


"Aku akan menjelaskan, ini semua tidak seperti yang kalian lihat." ucapnya setelah duduk di sebelah James.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan, semua sudah jelas dan kau James sebagai seorang pria sejati kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu." tegas William, namun Anne langsung menyela.


"Tuan, kami benar-benar tidak melakukan apapun." terangnya.


"Kau pikir kami seorang bocah yang bisa kalian tipu, tidur di atas ranjang tanpa pakaian dengan posisi berpelukan itu namanya apa? saya tidak butuh alibi kalian." sinis William.

__ADS_1


"Cepat katakan sesuatu, kenapa kau diam saja ?" lirih Anne seraya menyikut lengan pria yang sedang duduk di sebelahnya itu, sungguh ia sangat kesal karena James sama sekali tak menyangkal tuduhan demi tuduhan yang William lontarkan padanya.


"James, selain istri dan anakku kamu adalah satu-satunya keluargaku jadi ku harap kau segera menikahi Anne." sambung William yang langsung membuat Anne dan James terperanga menatapnya.


__ADS_2