Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~208


__ADS_3

Tak ingin membuat hatinya terbakar cemburu lebih jauh, pramugari tersebut segera menjauh dari hadapan ruangan James. Pria mempesona yang akhir-akhir ini menjadi idola di negerinya setelah William tentunya.


Kehidupannya yang tertutup dari publik membuat banyak wanita merasa penasaran dan bermimpi menjadi pasangannya termasuk wanita itu.


Sementara itu di dalam ruangan tersebut nampak dua insan yang saling mencintainya itu sedang berpacu untuk mencapai puncak kenikmatan yang sesungguhnya.


Mereka yang telah pindah ke ranjangnya nampak bermandikan peluh seiring penyatuannya yang semakin dalam dan menuntut.


Hingga terdengar erangan panjang dari keduanya, menandakan jika mereka telah sampai pada puncaknya.


"Terima kasih." James langsung mengecup kening istrinya itu sebelum berguling ke sisi ranjangnya, lalu segera membawa wanita itu ke dalam pelukannya.


"Apakah sakit ?" tanyanya kemudian, ia khawatir jika terjadi sesuatu pada kandungan wanita itu mengingat ia tak bisa bermain pelan, apalagi sudah lama sekali ia tak melakukannya hingga membuatnya begitu berhasrat.


Menginginkan lagi dan lagi, namun mengingat istrinya itu sedang hamil muda ia berusaha menekan egonya.


Anne menggelengkan kepalanya, wajahnya nampak memerah setelah berkali-kali mendapatkan pelepasannya akibat ulah suaminya itu.


"Syukurlah, sekarang beristirahatlah kamu pasti sangat lelahkan ?" James segera beranjak duduk, mengusap keringat di kening istrinya itu lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Kamu mau kemana ?" Anne langsung meraih tangan sang suami saat pria itu hendak pergi.


"Berganti pakaian, kamu tidak inginkan semua orang melihatku dengan penampilan seperti ini ?" James memperhatikan tubuhnya yang masih nampak polos.


"Ten-tentu saja tidak." Anne langsung membuang wajahnya ke arah lain saat pandangannya tak sengaja ke arah milik pria itu yang masih menegang, pria itu memang tak pernah puas jika hanya bermain sekali.


James segera berlalu membersihkan dirinya lalu kembali memakai pakaiannya hingga kini nampak rapi kembali.


"Kamu mau kemana ?" tanya Anne lagi saat suaminya hendak keluar dari ruangannya tersebut hingga membuat pria itu kembali berbalik badan lalu menatapnya.


"Jangan kemana-mana tetap di sana, aku akan mengambilkan mu makanan." tegas James saat istrinya itu hendak beranjak dari duduknya.


"Hm." Anne mengangguk kecil, kemudian setelah suaminya itu keluar ia segera turun dari ranjangnya lalu memunguti pakaiannya yang masih berserakan di atas lantai.


Lantas bergegas ke toilet dengan membawa seluruh pakaiannya tersebut.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian pramugari yang sedari tadi ingin mencuri perhatian James nampak mendorong troli makanannya masuk ke dalam ruangan tersebut.


Nampak sepi dan tak ada siapapun di sana tapi terdengar bunyi shower mengalir dari dalam toilet, mungkin saja wanita yang bersama pria itu tadi sedang membersihkan dirinya di sana pikirnya.


Lalu pandangannya jatuh ke arah ranjang yang terlihat sangat berantakan menandakan betapa panasnya percintaan mereka tadi.


Melihat itu pramugari tersebut nampak mengepalkan tangannya, kenapa harus wanita itu kenapa bukan dia?


Ehm


"Apa yang kamu lakukan di sini ?" ucap James tiba-tiba saat baru masuk ke dalam ruangannya lalu melihat pramugarinya itu nampak diam terpaku.


"Saya mengantarkan makanan yang anda pesan tuan." sahut wanita itu.


"Letakkan saja di sana dan karena kebetulan kamu di sini sekalian ganti seprainya dengan yang baru biar istriku bisa beristirahat lagi setelah makan !!" perintah James kemudian yang tentu saja membuat wanita itu langsung melotot.


"Is-istri tuan ?" ucapnya tak percaya, sebelumnya ini ia tak pernah mendengar pria itu menikah. Bahkan yang ia tahu sosok kekasihnya adalah wanita berambut blonde yang selama ini masih menjadi misterius keberadaannya.


"Hm, dia istriku dan sekarang sedang mengandung anakku." sahut James seraya menarik troli makanan mendekat ke sofa di mana istrinya tadi duduk.


Pramugari itu terlihat sangat syok saat mendengar pria itu telah beristri bahkan akan menjadi seorang ayah.


"Apa yang kamu lakukan di sana? cepat ganti seprainya." tegur James saat pramugari itu belum juga beranjak dari tempatnya.


"Ba-baik tuan, saya akan mengambil seprai yang baru dahulu." wanita itu segera berlalu keluar dari sana.


Sementara itu Anne yang baru keluar dari toilet terlihat sangat segar setelah membersihkan dirinya, wajahnya yang polos tanpa make up membuat James betah menatapnya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu ?" tanya Anne seraya menghempaskan tubuhnya di atas sofa samping pria itu.


"Tidak, ayo makanlah." timpal James yang terlihat salah tingkah.


"Terima kasih, aku memang sangat lapar." sahut Anne seraya mengambil semangkok bubur di atas troli makanan, namun sang suami justru menjauhkannya dari jangkauannya.


"Aku suapi." ucapnya saat istrinya itu menatapnya dengan penuh tanya.

__ADS_1


"Aku bisa makan sendiri." tolak Anne.


"Aku tidak suka di bantah." timpal James pelan namun terdengar menakutkan di telinga Anne.


"Tapi aku tidak bisa menghabiskan itu semua." Anne memperhatikan mangkuk besar di hadapannya itu.


"Kita bisa menghabiskannya berdua." sahut James seraya mengulurkan sesendok bubur ayam ke depan mulut istrinya itu dan bersamaan itu pramugari tadi nampak masuk dengan membawa lipatan seprai baru.


Kemudian tanpa mempedulikan pasangan suami istri yang sedang makan romantis, wanita itu segera mengganti seprainya.


Sedangkan Anne nampak meliriknya sekilas, lalu kembali membuka mulutnya saat suapan demi suapan mendarat di depan bibirnya.


Kemudian ia menatap suaminya juga sedang memakan bubur di tempat dan sendok yang sama dengannya.


"Itu sendok bekasku, apa kamu tidak jijik ?" timpalnya di tengah kunyahannya.


"Aku tak peduli bahkan seluruh tubuhmu sudah ku rasakan, jadi apa yang membuatku jijik." sahut James yang langsung membuat pramugarinya itu nampak tersedak.


"Kamu baik-baik saja ?" Anne langsung menoleh ke arah wanita yang tadi sempat ingin menggoda suaminya itu.


"Saya baik-baik saja nyonya dan saya juga sudah mengganti seprai yang baru, apa anda menginginkan yang lainnya ?" sahut wanita itu seraya membawa tumpukan seprai kotor.


"Tidak, terima kasih." ucap Anne kemudian.


Pramugari tersebut segera pergi dari sana, matanya nampak melirik sekilas ke arah James namun pria itu seakan tak melihat keberadaannya.


Ia tak menyangka seorang James yang terkenal sebagai pria yang kejam dan dingin rupanya bisa selembut itu memperlakukan seorang wanita.


Akhirnya setelah menempuh belasan jam perjalanan kini mereka telah sampai di Amerika dan Anne nampak sangat merindukan rumah yang telah lama ia tinggalkan tersebut.


"Tuan James, apa besok aku boleh bekerja ?" ucapnya malam itu saat menghampiri sang suami yang nampak sibuk bekerja di ruang kerjanya yang berada di sudut kamar mereka.


Mendengar permintaan sang istri pria itu langsung memicing, apa wanita itu sedang merendahkannya seakan dirinya tak mampu memberikannya nafkah.


"Kemarilah !!" perintahnya kemudian yang langsung membuat istrinya itu berjalan mendekat.

__ADS_1


Semoga saja ia bisa bekerja lagi, karena ia merasa kehamilannya baik-baik saja dan sebenarnya ia juga ingin mengetahui misi nyonya Darrien menerima keponakannya itu bekerja menggantikannya. Entah hanya untuk mendekati suaminya atau ada misi lain.


__ADS_2