Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~288


__ADS_3

"Aku kira kamu tidak datang." Carla langsung menghampiri Alex saat melihat pria itu baru saja datang.


"Aku banyak kerjaan." timpal Alex namun pandangannya tak beralih dari Elsa yang terlihat asyik berdansa dengan seorang pria hingga membuat Carla ikut menatapnya juga.


"Dia Max, mantan kekasih Elsa. Mereka sangat serasi ya, semoga saja hubungan mereka bisa di perbaiki lagi. Max yang pria baik dan sangat menyayangi Elsa maupun putranya." terang Carla kemudian.


Mendengar ucapan Carla, Alex nampak mengepalkan tangannya. Hanya dia satu-satunya ayah kandung Axel dan ia takkan membiarkan pria manapun merebut darinya.


"Mau berdansa ?" tawar Alex kemudian dan tentu saja langsung di sambut oleh wanita itu.


Kemudian mereka bergegas ke lantai dansa untuk bergabung dengan yang lainnya.


Alex tepat mengambil posisi tak jauh dari Elsa berada dan pandangan mereka sempat terkunci beberapa saat, namun wanita itu langsung berpaling dan kembali menatap Max.


"Hampir tiga tahun kita tak berjumpa dan kamu semakin dewasa dan cantik Els." puji Max seraya menatap lekat wanita itu dan pujiannya itu terdengar sampai di telinga Alex.


"Dasar buaya." gumam pria itu dengan kesal.


"Terima kasih, kamu juga terlihat lebih dewasa dan aku hampir saja tak mengenalimu." balas Elsa dengan tersenyum manis dan itu membuat Alex langsung mengeraskan rahangnya.


"Dasar wanita penggoda." gumamnya lagi.


"Benarkah? kenapa hampir tak mengenaliku? apa aku terlalu jelek, hm ?" timpal Max dengan nada becanda.


"Tidak, kau tetap tampan seperti dulu. Hanya tubuhmu sepertinya lebih kekar." sahut Elsa seraya melirik ke arah Alex dengan ekor matanya.


Pria yang sedang berdansa dengan sahabatnya itu nampak tak sedikit pun berpaling darinya meski pun sedang berbincang dengan sang kekasih.


"Akhir-akhir ini aku sering pergi ke gym, mungkin karena akan bertemu denganmu jadi aku merasa tak percaya diri." terang Max dengan jujur dan itu membuat Elsa langsung terkekeh.


"Apa itu sebuah pujian, tuan Max Millian ?" ucapnya meledek.


"Aku serius El, kau wanita tercantik yang pernah ku temui." balas Max dan tentu saja itu membuat Elsa langsung tersipu, namun itu justru membuat Alex naik pitam lalu menghentikan dansanya.

__ADS_1


Menarik Elsa dari pelukan pria si4l4n itu hingga membuat Carla maupun Max langsung terkejut di buatnya.


"Aku lupa tadi asistenmu menghubungiku jika Axel tiba-tiba demam dan sepertinya kau harus segera pulang." ucapnya dengan nada tegas dan itu membuat Elsa langsung melotot tak percaya.


"Benarkah? kenapa kamu tidak bilang dari tadi ?" Carla langsung menimpali.


"Kita keasyikan berdansa aku jadi lupa." sahut Alex yang masih menggenggam tangan Elsa.


"Biar aku yang mengantarnya." Max ingin meraih sebelah tangan Elsa namun Alex langsung menjauhkannya.


"Kau tidak tahu di mana dia tinggal bung dan itu hanya akan membuang-buang waktu." tegas Alex.


"Aku ikut." mohon Carla, wanita itu juga nampak khawatir dengan keadaan Axel.


"Kamu pasti sangat lelahkan karena sudah mempersiapkan pesta ini sejak pagi, jadi beristirahatlah besok pagi ku hubungi." tolak Alex, setelah itu ia langsung membawa Elsa pergi dari sana.


"Lepaskan aku !!" teriak Elsa sembari meronta setelah mereka keluar dari lobby hotel.


"Diamlah, tanganmu bisa patah jika melawan." tegas Alex dengan suara yang terdengar sangat dingin di telinga Elsa.


Namun Alex tak menanggapinya, setelah menutup pintu mobilnya pria itu segera memutari kendaraannya itu lalu bergegas masuk dan duduk di balik kemudinya.


Menginjak pedal gasnya lalu melaju dengan kencang membelah jalanan malam itu.


"Katakan, kamu berbohongkan jika putraku sedang sakit? dia tadi baik-baik saja sebelum ku tinggal. Ini pasti hanya akal-akalanmu saja." tuding Elsa tak terima, tangannya nampak memegang ponselnya yang rupanya baterainya telah habis. Sial, ia tadi lupa mengecek sebelum berangkat.


"Diamlah, suaramu mengganggu konsentrasiku mengemudi !!" perintah Alex seraya menatap wanita itu sekilas.


"Tidak mungkin putraku sakit, dia sangat aktif tadi. Dasar penipu awas saja jika kau membohongiku." rupanya peringatan Alex tak berarti apa-apa bagi Elsa, wanita itu terus saja menuding pria itu dengan berapi-api hingga membuat Alex langsung menginjak remnya dan mobil langsung berhenti mendadak.


"Astaga, apa kau ingin cari mati !!" Teriak Elsa karena terkejut, mungkin jika tak mengenakan sefty beltnya wanita itu sudah terlempar ke depan.


"Apa kau bisa diam !!" hardik Alex dengan tatapan menusuknya, rahangnya mengeras menahan emosinya.

__ADS_1


"Jika aku tidak mau diam, kamu mau apa ?" teriak Elsa dengan pandangan mengejek, memang siapa pria itu berani sekali mengatur hidupnya.


Alex nampak mengepalkan tangannya, kemudian melepaskan sefty beltnya lantas mendekati wanita itu. Menarik tengkuknya lalu m3lum4t bibirnya dengan sedikit kasar.


Elsa yang terkejut hanya bisa meronta namun tangannya langsung di cekal oleh pria itu hingga kini membuatnya tak bisa bergerak sama sekali dan membiarkan bibirnya di lum4t dengan begitu rakus seakan tiada hari esok lagi.


Setelah puas membuat wanita itu tak berdaya, Alex kembali menarik tubuhnya lalu memakai sefty beltnya dan bergegas melajukan mobilnya kembali.


Pria itu terlihat santai seakan apa yang ia lakukan itu adalah hal yang wajar, sementara Elsa nampak terpaku di kursinya dengan jantung yang berdegup tak karuan.


Padahal ia baru saja mendapatkan pelecehan dari pria itu namun entah kenapa ia ikut menikmatinya, entah karena pengaruh alkohol yang dia konsumsi tadi atau ia memang sudah gila.


"Kau seorang ibu, harusnya kau lebih menjaga kesehatanmu dengan tak meminum alkohol lagi." ucap Alex kemudian yang langsung membuat Elsa menoleh padanya.


"Bukan urusanmu, kau juga sudah mempunyai kekasih tapi masih mencium wanita lain. Tidak bisa kah kau hanya setia pada satu perempuan saja." cibir Elsa dengan kesal.


"Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Carla, jadi aku tak merasa menghianati siapapun itu." tegas Alex seraya fokus menatap jalanan depannya.


"Ck, lalu waktu itu apa tuan Alex? Jangan bilang kau tiba-tiba pikun dini." cibir Elsa mengingatkan bagaimana awal mula hubungan pria itu dengan Carla sahabatnya.


"Aku hanya mengatakan kami cocok, namun bukan berarti aku menyukainya dan ku rasa kau juga belum tuli waktu itu jika aku tak mengatakan apapun lagi selain itu." sarkas Alex tak mau kalah.


"Kau !!" Elsa langsung bersungut-sungut, namun entah kenapa hatinya tiba-tiba menghangat saat mendengar pengakuan pria itu jika memang tak ada hubungan spesial di antara mereka.


"Tapi kau memeluk pinggangnya dengan erat waktu itu." Elsa mengingat bagaimana pria itu melingkarkan tangannya ke pinggang sahabatnya dengan begitu posesif.


Dadanya selalu bergemuruh saat mengingat hal itu namun ia berusaha mengabaikan dan melupakan perasaannya.


"Aku senang kau cemburu." timpal Alex dengan nada santai dan itu membuat Elsa langsung melotot.


"Si-siapa yang cemburu ?" protesnya tak terima.


"Matamu sudah mengatakan semuanya." sahut Alex dengan menatap datar wanita itu, lalu kembali fokus dengan jalanan di depannya.

__ADS_1


"Jangan terlalu percaya diri tuan Alex, kau pikir aku tertarik dengan pria yang telah menusukku dari belakang. Kau seperti seorang pecundang yang hanya berani melawan seorang perempuan dan aku benar-benar takkan pernah memaafkan mu atas apa yang kamu lakukan pada perusahaanku." hardik Elsa berapi-api yang langsung membuat Alex mengerem mobilnya mendadak.


__ADS_2