Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~285


__ADS_3

"A-apa yang kau lakukan di sini ?"


Malam itu Elsa nampak terkejut saat Alex tiba-tiba datang ke Apartemennya dengan membawa banyak sekali mainan di tangannya.


"Aku ingin bertemu dengan Axel." sahut pria itu dengan santai.


"Untuk apa? apa kamu lupa tata cara bertamu dengan benar tuan Alex ?" Elsa nampak menunjukkan jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang kini telah menunjukkan pukul 8 malam, di mana putranya sedang bersiap untuk tidur.


"Ini baru pukul 8, Axel pasti belum tidurkan ?" timpal Alex tak menyerah dan bersamaan itu terdengar teriakan Axel dari dalam.


"Mommy, siapa yang datang ?" teriak Axel hingga membuat Elsa langsung menghela napasnya dengan kesal apalagi saat menatap wajah pria menyebalkan di hadapannya itu yang nampak memperolok dirinya dengan senyuman palsunya itu.


"Paman ?" Axel langsung terkejut saat melihat Alex datang.


"Paman membawakanmu mainan, apa kamu suka ?" Alex menunjukkan beberapa mainan yang ia bawa dan tentu saja itu membuat Axel nampak senang.


"Terima kasih Paman, bukankah ini mainan yang sedang viral itu ?" Axel langsung berbinar menatap mainan yang ingin sekali ia beli.


"Mommy, apa paman boleh masuk ke dalam? aku ingin membuka semua mainan ini dengan paman. Apa paman mau ?" mohon Axel seraya menatap ibunya maupun ayahnya itu bergantian.


Elsa nampak menghela napasnya. "Baiklah, tapi ini sudah malam sayang jadi paman Alex tak bisa berlama-lama di sini." ucapnya menatap putranya itu kemudian beralih menatap Alex dengan pandangan memperingatkan.


"Terima kasih Mommy." Axel langsung menarik tangan Alex lalu membawanya masuk ke dalam Apartemennya.


Ayah dan anak itu terlihat sangat akrab sekali, Alex seperti kembali ke masa kecilnya ketika bermain bersama adik-adiknya dahulu.


Kini suasana Apartemen tersebut terasa hangat dan Elsa dapat merasakan hal itu, mungkin ini bayangannya jika mereka bersatu menjadi keluarga kecil.


Namun lagi-lagi prinsipnya mengingkari hal itu, ayah dan ibunya dahulu juga sangat bahagia sampai pada akhirnya mereka harus tewas mengenaskan akibat pertengkaran di dalam kendaraan yang mereka tumpangi.


Kakaknya dahulu juga sangat bahagia bersama suaminya sebelum seorang wanita penggoda datang dan menghancurkan semuanya.

__ADS_1


"Sayang, ini sudah waktunya tidur." Elsa mengingatkan saat jam dinding menunjukkan pukul setengah sembilan dan putranya telah terlambat tidur 30 menit.


"Mommy, bolehkah aku tidur bersama paman ?" mohon Axel kemudian dengan wajah memelas.


"Tidak sayang, paman Alex sedang ada acara dengan tante Carla. Cepat pergilah ke kamarmu sekarang." tolak Elsa dengan tegas dan itu membuat Axel nampak mencebik.


"Aku sedang free malam ini dan sepertinya aku juga sangat ingin tidur bersamamu boy." timpal Alex yang tentu saja membuat Axel langsung mengulas senyumnya senang.


"Beneran paman mau tidur denganku ?" ucapnya tak percaya.


"Tentu saja sayang, paman akan bacakan banyak dongeng untukmu nanti tapi sepertinya Mommy mu kurang suka jika pamam menginap di sini." sahut Alex dengan memasang wajah memelas di hadapan putranya tersebut.


"Mommy, please. Ijinkan paman Alex tidur di sini ya." Axel langsung menyatukan kedua tangannya di depan dada berharap ibunya menyetujuinya.


Lagi-lagi Elsa nampak menghela napas beratnya, pria itu benar-benar pintar sekali memanfaatkan putranya. "Baiklah, tapi hanya untuk malam ini saja." tegasnya hingga membuat bocah kecil itu langsung berteriak girang.


"Terima kasih Mommy." ucapnya seraya memeluk ibunya itu dengan erat, hingga membuat Elsa langsung tersenyum. Putranya itu benar-benar menggemaskan, bagaimana ia tega menolak keinginannya itu.


Setelah putranya itu masuk ke dalam kamarnya, Elsa langsung menatap Alex dengan tajam. "Apa sebenarnya tujuanmu, tuan Alex ?" ucapnya meminta penjelasan.


"Tidak ada, aku hanya menyukai Axel apa itu salah ?" sahut Alex lagi-lagi dengan santai.


"Kau benar-benar mengganggu ketenangan keluargaku, ku harap ini terakhir kalinya kamu melakukan ini." Elsa benar-benar geram menghadapi pria itu.


"Kita lihat saja nanti." timpal Alex dengan tersenyum penuh arti, kemudian segera menyusul Axel ke dalam kamarnya.


"Tunggu dulu, aku belum selesai berbicara !!" Elsa langsung menahan lengan kekar Alex hingga membuat pria itu kembali berbalik badan menatapnya.


"Kenapa? apa kau juga mau tidur bersama kami ?" ucapnya hingga membuat Elsa nampak salah tingkah.


"A-aku hanya ingin mengingatkan jika ini terakhir kalinya kamu boleh menginjakkan kakimu di rumahku dan sekarang cepat pergilah tidur." sahut Elsa, kemudian segera menjauh dari sana. Berbicara dengan pria itu hanya akan membuat emosinya semakin meledak.

__ADS_1


"Kamu yakin tidak mau tidur bersama kami ?" ucap Alex lagi sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar Axel.


"Tidak." tegas Elsa seraya berlalu ke kamarnya.


"Baiklah, semoga kau baik-baik saja. Karena kadang makhluk tak kasat mata suka sekali dengan orang pemarah." timpal Alex lalu segera masuk ke dalam kamar putranya tersebut.


"Makhluk tak kasat mata apaan ?" Tiba-tiba Elsa merasakan bulu kuduknya merinding saat mengedarkan pandangannya ke setiap sudut Apartemennya.


Sial, pria itu pasti sedang menakutinya. Lagipula ia takkan percaya dengan hal seperti itu. Jalan hidupnya saja sudah menakutkan, bagaimana mungkin ia takut dengan tahayul macam itu.


Kemudian Elsa segera berlalu ke kamarnya dan mengunci pintunya dari dari dalam, lantas menghidupkan laptopnya sejenak untuk memeriksa pekerjaannya namun hingga kini satu pelanggan pun tak ada yang mau menggunakan jasa rancangannya.


Wanita itu menghela napasnya dengan berat, jika seperti ini terus bagaimana ia akan mendapatkan pemasukan. Sedangkan tabungannya semakin hari pasti akan semakin menipis.


Tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar hingga membuat wanita itu langsung terlonjak kaget, sepertinya hujan mulai turun dan semoga saja tak ada badai malam ini.


Kemudian wanita itu segera mematikan macbooknya lalu segera beranjak tidur, namun suara petir yang semakin mencekam membuatnya tak bisa memejamkan matanya.


Apalagi saat mengingat ucapan Alex tadi kembali membuat bulu kuduknya merinding. "Ah, sial."


Elsa langsung beranjak dari kasurnya kemudian segera keluar dari kamarnya, lalu dengan pelan wanita itu membuka pintu kamar anaknya.


Di sana putranya itu nampak tidur dalam dekapan Alex dan itu membuat hatinya langsung mencelos, pria itu terlihat sangat menyayangi putranya dan apa selama ini ia terlalu berpikiran buruk terhadapnya?


Tak terasa kini Elsa telah mendekati ranjang putranya tersebut, melihat pemandangan di hadapannya itu entah kenapa membuat hatinya sangat damai.


Tak berapa lama petir kembali menggelegar hingga membuat wanita itu terlonjak kaget, karena merasa takut Elsa terpaksa naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sebelah sang putra.


"Sebentar saja, setelah hujan reda aku akan kembali ke kamar." gumamnya seraya menarik selimut lalu menutupi seluruh tubuhnya.


Namun hujan belum reda wanita itu sudah ketiduran dan itu tak luput dari pengawasan Alex, rupanya sedari tadi pria itu masih terjaga dan kini pandangannya nampak datar ke arah Elsa yang telah mengarungi mimpinya.

__ADS_1


"Dasar keras kepala." gumamnya kemudian.


__ADS_2